MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Jumat, 14 Juli 2017 15:29
WAH PARAH..!! Di Samarinda, Ada Tabung Elpiji 3 Kg Tak Sesuai Takaran

Ancam Hentikan Operasi Pengisian

SIDAK. Nusyirwan Ismail terlihat begitu serius saat meninjau proses pengisian tabung gas elpiji 3 Kg, kemarin (13/7).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tabung elpiji ukuran 3 kg memang menjadi primadona. Namun sayangnya saat ini banyak tabung gas berwarna hijau terang ini tak sesuai takaran. Bahkan beratnya jauh dari ambang batas toleransi yang ditentukan.

Selain murah, tabung melon ini pemakaiannya disebut-sebut lebih hemat. Hanya saja ada beberapa warga yang mengadu ke Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail jika tabung melon yang beredar di pasaran kini terasa lebih ringan. Selain itu, warga merasa dengan pemakaian yang sama elpiji 3 kg ini lebih cepat habis. Ingin membuktikan langsung, maka Pemkot Samarinda pun akhirnya turun ke lapangan.

Hasilnya, terbukti saat ditimbang terjadi pengurangan berat yang jauh dari standar. Total berat tabung kosong adalah 5 kg, jika ditambah berat gas dengan volume 3 kg maka total berat menjadi 8 kg per tabung. Nyatanya, ada berat tabung yang hanya 7,6 kg saja.

Padahal Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan No. 31/2011 tentang Barang Dalam Kemasan Terbungkus memberikan toleransi pengurangan isi sebanyak 1,5 persen saja. Rombongan Pemkot yang dipimpin Nusyirwan Ismail kemarin pagi (13/7), pertama melihat ketersedian tabung melon di tingkat pengecer. Meski ada kekosongan, tetapi dipastikan jika stok barang akan terisi pada sore harinya.

Kemudian dilanjutkan dengan pengukuran berat tabung. Hasilnya sangat jarang tabung yang terisi tepat 8 kg. Rata-rata yang ditemukan adalah 7,68 kg. Bahkan yang paling kecil ditemukan tabung dengan berat 7,1 kg. Artinya hampir satu kilogram gas hilang dalam tabung tersebut. “Itu yang kami temukan di tingkat pengecer,” ucap Nusyirwan.

Karena itu didapati di pengecer, rombongan pemkot langsung bergerak mencari agen dari elpiji melon ini. Hasil yang didapat pun sama. Berat yang timbang rata-rata masih tak sesuai 8 kg per tabungnya. “Ini sudah keluar dari toleransi berat. Anehnya tak ada ditemukan yang lebih berat. Semuanya kurang. Kami menghitung dengan toleransi volume nett,” urainya.

Akhirnya kami mendatangi salah satu pengisian elpiji 3 kg di Jalan HM Ardans. Saat coba diisi dari tabung yang benar-benar kosong, memang tabung yang ada masih sesuai toleransi. Namun, saat dicoba pada tabung yang siap diedarkan justru berat yang terhitung hanya 7,6 kg saja. “Tapi ini hanya sampel kecil. Tapi sudah menujukkan jika proses pengisian masih ada perbedaan,” tegas Nusyirwan.

Diakui orang nomor dua di Samarinda ini, jika sebenarnya hasil sidak tersebut belum memakai sampel standar. Namun nanti, pihak Metrologi Dinas Perdagangan Samarinda akan kembali mengambil sampel yang benar. “Satu truk ada 500 tabung, jika dihitung 50 tabungnya beratnya diluar toleransi. Maka kami ambil tindakan tegas. Operasi pengisian bisa saja kami hentikan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Adriyani memastikan jika pihaknya siap untuk melakukan penghitungan ulang. Bahkan jika penghitungan dilakukan tiap bulan pun tak akan jadi masalah bagi UPTD Metrologi yang ada dibawah intansinya. “Kami selalu siap, walau pengawasan ini tak mudah. Tapi arahan dari pak wakil wali kota (Nusyirwan Ismail, Red) akan dijalankan. Apalagi kami juga tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” ujar Adriyani. (hfz/nha)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 14:51

Pengobatan Triniti dari Donatur

SAMARINDA. Setahun berlalu semenjak tragedi pengeboman Gereja Oikumene di Sengkotek, Samarinda Seberang…

Jumat, 17 November 2017 14:18

Baru Dibongkar, Warga Bangun Lagi WC Umum

BEBERAPA jam pasca dibongkar, warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), khususnya di RT 14, Kelurahan…

Jumat, 17 November 2017 14:12

Aset Pemprov Belum Dimaksimalkan

SAMARINDA. Salah satu cara menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi daerah adalah memaksimalkan pengelolaan…

Kamis, 16 November 2017 17:27

Pemkot “Impoten”, Tak Mampu Atur Pedagang Pasar Sungai Dama Baru

SAMARINDA. Persoalan pedagang di Pasar Sungai Dama Baru seakan menjadi cermin bahwa Pemkot Samarinda…

Kamis, 16 November 2017 17:25

Gratis untuk Warga Kurang Mampu

SAMARINDA. Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tetap gratis bagi warga berekonomi menengah…

Kamis, 16 November 2017 17:23

Diubahnya PKP2B Secara Sepihak, Pemprov Disarankan Melawan

SAMARINDA. Pemprov Kaltim harus kembali menelan pil pahit. Ya, Sembilan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan…

Rabu, 15 November 2017 15:46

19 Warga Jadi Korban Pungli

SAMARINDA. Program pemerintah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) “dibobol” oknum…

Rabu, 15 November 2017 15:44

Kemen ESDM Ubah Kontrak PKP2B, Gubernur Tersinggung

SAMARINDA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) berencana mengamandemen kontrak 9…

Rabu, 15 November 2017 15:41

Pasar Sungai Dama Terancam Ditutup

SAMARINDA. Wibawa Pemkot Samarinda kembali diuji. Lagi-lagi soal kebijakan yang dianggap masih setengah…

Senin, 13 November 2017 00:10

3.000 Peserta Ramaikan Jalan Santai HKN Ke-53

RIBUAN warga antusias turut serta di kegiatan jalan santai dan senam dalam rangka puncak peringatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .