MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 13 Juli 2017 11:46
LOH KOK BISA..!! Mi Mengandung Babi Ini Masih Beredar

Empat Produk Dipastikan Mengandung DNA Babi

PROKAL.CO, Mi Samyang asal Korea Selatan yang sempat dilarang beredar karena mengandung DNA babi, nyatanya masih dijual di pasaran. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda pun membenarkan hal itu.

KEPALA BPOM Samarinda, Fanani Mahmud mengaku tidak semua produk Mi Samyang ditarik dari pasaran. Yang dilarang dijualbelikan adalah Samyang Mi Instan U-Dong dengan nomor register BPOM RI ML 231509497014, dan Samyang Rasa Kimci dengan nomor ML 231509448014. Perintah penarikan produk tersebut didasarkan pada surat edaran BPOM RI dengan  nomor IN.08.04.532.06.17.2432 per 15 Juni lalu.

 “Jadi dari empat jenis Mi Samyang, yang dua sudah dilarang beredar sesuai dengan edaran BPOM pusat. Nah, berarti hanya dua yang dinilai layak beredar dan sekarang ada dijual,” jelas Fanani belum lama ini.

Dia pun menerangkan proses pengambilan sampling Mi Samyang di beberapa daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, Paser, Bontang hingga Kaltara. Total 98 sarana perbelanjaan yang dikunjungi BPOM bersama OPD terkait kala itu. “Dan tidak ditemukan mi (asal, Red) Korea yang mengandung babi. Mi Samyang Korea-nya ada, tapi bukan yang jenis dilarang tadi,” ulas Fanani.

Uniknya empat jenis Mi Samyang tersebut sama-sama mendapat nomor register dari BPOM. Fanani juga membeber semula keempatnya dalam proses pendaftaran lalu analisis produk, tidak menemukan adanya kandungan babi dalam dokumen. Alhasil, Mi Samyang dinyatakan lulus oleh BPOM pusat, sehingga berhak mendapat nomor registrasi.

“Ternyata setelah di cek lapangan oleh tim di pusat, kok ternyata ada kandungan babinbya. Maka dua jenis yang ada babinya itu yang dicabut nomor registernya,” tegas Fanani.

Lantas, apa kerugian produk yang dicabut nomor registernya oleh BPOM? Konsekuensinya produk tersebut dilarang beredar.  
Kontroversi mi samyang tidak hanya pada kandungannya yang terdapat DNA babi. Beberapa produk mi samyang bahkan sempat mencantumkan logo halal pada kemasan. Buruknya, logo halal tersebut bukan didapat melalui izin lembaga Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Kalau membuat logo halal sendiri semua juga bisa. MUI punya standar yaitu logo halal disertai 14 digit nomor,” ujar Songko sapaan akrabnya.  
Songko menambahkan semua makanan, minuman dan kosmetik yang beredar semestinya mengikuti ketentuan sesuai UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). “Perlu sekali. Karena disitu untuk produk yang halal harus ada sertifikasinya. Kecuali untuk yang tidak halal, harus dilampirkan kandungannya secara jelas,” jelasnya.

Sayangnya pengawasan barang impor seperti itu lanjutnya merupakan kewenangan dari LP-POM MUI Pusat, bukan di daerah. “Tapi dilihat juga kalau di kemasannya ada tulisan ML, berarti itu resmi,” terangnya. ML sendiri artinya makanan luar negeri. Jika makanan diproduksi secara domestik akan dicap MD (makan dalam negeri, Red). Simbol resmi itu dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sementara untuk kehalalan produk dikeluarkan LP-POM MUI. (cyn/aya)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 11:06

Dikeluhkan, UKT Tetap Jalan

SAMARINDA. Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Ya, pihak Universitas Mulawarman (Unmul) masih bersikeras…

Kamis, 20 Juli 2017 10:53

KPK Belum Bentuk Perwakilan

SAMARINDA. Keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membangun perwakilan di daerah belum bisa terpenuhi…

Kamis, 20 Juli 2017 10:51

DLH Selidiki Jalan Longsor

SAMARINDA. Rusaknya Jalan Kadrie Oening diakibatkan longsoran tanah. Nah, kemudian tanah longsor itu…

Kamis, 20 Juli 2017 10:47

Melawan Terorisme dengan Kekuatan Media

Perkembangan media semakin pesat beberapa tahun terakhir. Beragam informasi dengan mudah didapat melalui…

Rabu, 19 Juli 2017 11:43

Jalan Rusak, Warga Konflik

SAMARINDA. Berniat menolong warga, Dahlan justru menjadi bulan-bulan oleh tetangganya. Dahlan bermukim…

Rabu, 19 Juli 2017 11:37

Deadlock, Ancam Aksi Besar-besaran

SAMARINDA. Tidak ada titik temu. Pertemuan antara mahasiswa dengan pihak Rektorat Unmul terkait polemik…

Selasa, 18 Juli 2017 01:22

Lulus Harus Banyak Fulus

Betapa ribetnya mendapatkan pendidikan saat ini. Termasuk saat duduk di jenjang perguruan tinggi dengan…

Selasa, 18 Juli 2017 01:21

Tak Ada Pelonco saat MOS

SAMARINDA. Masa Orientasi siswa (MOS) untuk SMP sedang berlangung. Dinas Pendidikan (Dsidik) Samarinda…

Selasa, 18 Juli 2017 01:21

Beradaptasi dan Cari Teman Baru

SUASANA hari pertama masuk sekolah memang bukan hal yang biasa. Terutama bagi mereka yang baru duduk…

Selasa, 18 Juli 2017 01:19

Jaang Berang Lihat Drainase di Flyover

Keberadaa Flyover Air Hitam justru dianggap jadi titik banjir baru. Itu sebabnya Wali Kota Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .