MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 13 Juli 2017 11:46
LOH KOK BISA..!! Mi Mengandung Babi Ini Masih Beredar

Empat Produk Dipastikan Mengandung DNA Babi

PROKAL.CO, Mi Samyang asal Korea Selatan yang sempat dilarang beredar karena mengandung DNA babi, nyatanya masih dijual di pasaran. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda pun membenarkan hal itu.

KEPALA BPOM Samarinda, Fanani Mahmud mengaku tidak semua produk Mi Samyang ditarik dari pasaran. Yang dilarang dijualbelikan adalah Samyang Mi Instan U-Dong dengan nomor register BPOM RI ML 231509497014, dan Samyang Rasa Kimci dengan nomor ML 231509448014. Perintah penarikan produk tersebut didasarkan pada surat edaran BPOM RI dengan  nomor IN.08.04.532.06.17.2432 per 15 Juni lalu.

 “Jadi dari empat jenis Mi Samyang, yang dua sudah dilarang beredar sesuai dengan edaran BPOM pusat. Nah, berarti hanya dua yang dinilai layak beredar dan sekarang ada dijual,” jelas Fanani belum lama ini.

Dia pun menerangkan proses pengambilan sampling Mi Samyang di beberapa daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, Paser, Bontang hingga Kaltara. Total 98 sarana perbelanjaan yang dikunjungi BPOM bersama OPD terkait kala itu. “Dan tidak ditemukan mi (asal, Red) Korea yang mengandung babi. Mi Samyang Korea-nya ada, tapi bukan yang jenis dilarang tadi,” ulas Fanani.

Uniknya empat jenis Mi Samyang tersebut sama-sama mendapat nomor register dari BPOM. Fanani juga membeber semula keempatnya dalam proses pendaftaran lalu analisis produk, tidak menemukan adanya kandungan babi dalam dokumen. Alhasil, Mi Samyang dinyatakan lulus oleh BPOM pusat, sehingga berhak mendapat nomor registrasi.

“Ternyata setelah di cek lapangan oleh tim di pusat, kok ternyata ada kandungan babinbya. Maka dua jenis yang ada babinya itu yang dicabut nomor registernya,” tegas Fanani.

Lantas, apa kerugian produk yang dicabut nomor registernya oleh BPOM? Konsekuensinya produk tersebut dilarang beredar.  
Kontroversi mi samyang tidak hanya pada kandungannya yang terdapat DNA babi. Beberapa produk mi samyang bahkan sempat mencantumkan logo halal pada kemasan. Buruknya, logo halal tersebut bukan didapat melalui izin lembaga Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Kalau membuat logo halal sendiri semua juga bisa. MUI punya standar yaitu logo halal disertai 14 digit nomor,” ujar Songko sapaan akrabnya.  
Songko menambahkan semua makanan, minuman dan kosmetik yang beredar semestinya mengikuti ketentuan sesuai UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). “Perlu sekali. Karena disitu untuk produk yang halal harus ada sertifikasinya. Kecuali untuk yang tidak halal, harus dilampirkan kandungannya secara jelas,” jelasnya.

Sayangnya pengawasan barang impor seperti itu lanjutnya merupakan kewenangan dari LP-POM MUI Pusat, bukan di daerah. “Tapi dilihat juga kalau di kemasannya ada tulisan ML, berarti itu resmi,” terangnya. ML sendiri artinya makanan luar negeri. Jika makanan diproduksi secara domestik akan dicap MD (makan dalam negeri, Red). Simbol resmi itu dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sementara untuk kehalalan produk dikeluarkan LP-POM MUI. (cyn/aya)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:50

PAD Meleset, OPD Harus Dievaluasi

SAMARINDA. DPRD Samarinda meminta agar semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang tak mencapai target…

Rabu, 20 September 2017 16:43

Bulan Depan, SKM Steril

SAMARINDA. Rencana relokasi warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) terus dikebut. Pemkot Samarinda…

Rabu, 20 September 2017 16:42

Birokrasi Repot, Proyek Tersendat

“Kami dapat laporan kontraktor mau urus uang muka fisik saja hampir satu minggu lebih. Jadi memang…

Selasa, 19 September 2017 02:02

RUU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah Tak Berpihak ke Kaltim

SAMARINDA. Rancangan Undang Undang (RUU) Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD) mendekati babak akhir.…

Selasa, 19 September 2017 02:02

DPRD Minta Duduk Bersama

SAMARINDA. Rencana penanganan banjir di Kota Tepian yang menitik beratkan kepada perawatan drainase…

Selasa, 19 September 2017 02:01

DAK Terancam Tak Cair

SAMARINDA. Tak ingin mendapat sanksi dari pusat, pemkot terus mengejar serapan Dana Alokasi Khusus (DAK)…

Selasa, 19 September 2017 02:01

Wanita Perlu Wadah Kembangkan Bakat

Tingkat perceraian di Kota Tepian tahun lalu menembus angka 2.259 perkara. Hal ini tentu jadi persoalan…

Senin, 18 September 2017 00:13

Empat Perda Bakal Disahkan

SAMARINDA. DPRD Samarinda terus mengejar penyelesaian produk Peraturan Daerah (Perda). Ada sekitar 4…

Senin, 18 September 2017 00:12

1.336 Peserta CPNS Tereleminasi

SAMARINDA. Berdasarkan hasil verifikasi berkas dan pengukuran tinggi badan yang dilakukan panitia rekrutmen…

Senin, 18 September 2017 00:10

Atasi Banjir Tak Melulu Soal Uang

Penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Samarinda kembali mendapat sorotan. Karena besarnya biaya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .