MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 13 Juli 2017 11:46
LOH KOK BISA..!! Mi Mengandung Babi Ini Masih Beredar

Empat Produk Dipastikan Mengandung DNA Babi

PROKAL.CO, Mi Samyang asal Korea Selatan yang sempat dilarang beredar karena mengandung DNA babi, nyatanya masih dijual di pasaran. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda pun membenarkan hal itu.

KEPALA BPOM Samarinda, Fanani Mahmud mengaku tidak semua produk Mi Samyang ditarik dari pasaran. Yang dilarang dijualbelikan adalah Samyang Mi Instan U-Dong dengan nomor register BPOM RI ML 231509497014, dan Samyang Rasa Kimci dengan nomor ML 231509448014. Perintah penarikan produk tersebut didasarkan pada surat edaran BPOM RI dengan  nomor IN.08.04.532.06.17.2432 per 15 Juni lalu.

 “Jadi dari empat jenis Mi Samyang, yang dua sudah dilarang beredar sesuai dengan edaran BPOM pusat. Nah, berarti hanya dua yang dinilai layak beredar dan sekarang ada dijual,” jelas Fanani belum lama ini.

Dia pun menerangkan proses pengambilan sampling Mi Samyang di beberapa daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, Paser, Bontang hingga Kaltara. Total 98 sarana perbelanjaan yang dikunjungi BPOM bersama OPD terkait kala itu. “Dan tidak ditemukan mi (asal, Red) Korea yang mengandung babi. Mi Samyang Korea-nya ada, tapi bukan yang jenis dilarang tadi,” ulas Fanani.

Uniknya empat jenis Mi Samyang tersebut sama-sama mendapat nomor register dari BPOM. Fanani juga membeber semula keempatnya dalam proses pendaftaran lalu analisis produk, tidak menemukan adanya kandungan babi dalam dokumen. Alhasil, Mi Samyang dinyatakan lulus oleh BPOM pusat, sehingga berhak mendapat nomor registrasi.

“Ternyata setelah di cek lapangan oleh tim di pusat, kok ternyata ada kandungan babinbya. Maka dua jenis yang ada babinya itu yang dicabut nomor registernya,” tegas Fanani.

Lantas, apa kerugian produk yang dicabut nomor registernya oleh BPOM? Konsekuensinya produk tersebut dilarang beredar.  
Kontroversi mi samyang tidak hanya pada kandungannya yang terdapat DNA babi. Beberapa produk mi samyang bahkan sempat mencantumkan logo halal pada kemasan. Buruknya, logo halal tersebut bukan didapat melalui izin lembaga Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Kalau membuat logo halal sendiri semua juga bisa. MUI punya standar yaitu logo halal disertai 14 digit nomor,” ujar Songko sapaan akrabnya.  
Songko menambahkan semua makanan, minuman dan kosmetik yang beredar semestinya mengikuti ketentuan sesuai UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). “Perlu sekali. Karena disitu untuk produk yang halal harus ada sertifikasinya. Kecuali untuk yang tidak halal, harus dilampirkan kandungannya secara jelas,” jelasnya.

Sayangnya pengawasan barang impor seperti itu lanjutnya merupakan kewenangan dari LP-POM MUI Pusat, bukan di daerah. “Tapi dilihat juga kalau di kemasannya ada tulisan ML, berarti itu resmi,” terangnya. ML sendiri artinya makanan luar negeri. Jika makanan diproduksi secara domestik akan dicap MD (makan dalam negeri, Red). Simbol resmi itu dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sementara untuk kehalalan produk dikeluarkan LP-POM MUI. (cyn/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 14:51

Pengobatan Triniti dari Donatur

SAMARINDA. Setahun berlalu semenjak tragedi pengeboman Gereja Oikumene di Sengkotek, Samarinda Seberang…

Jumat, 17 November 2017 14:18

Baru Dibongkar, Warga Bangun Lagi WC Umum

BEBERAPA jam pasca dibongkar, warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), khususnya di RT 14, Kelurahan…

Jumat, 17 November 2017 14:12

Aset Pemprov Belum Dimaksimalkan

SAMARINDA. Salah satu cara menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi daerah adalah memaksimalkan pengelolaan…

Kamis, 16 November 2017 17:27

Pemkot “Impoten”, Tak Mampu Atur Pedagang Pasar Sungai Dama Baru

SAMARINDA. Persoalan pedagang di Pasar Sungai Dama Baru seakan menjadi cermin bahwa Pemkot Samarinda…

Kamis, 16 November 2017 17:25

Gratis untuk Warga Kurang Mampu

SAMARINDA. Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tetap gratis bagi warga berekonomi menengah…

Kamis, 16 November 2017 17:23

Diubahnya PKP2B Secara Sepihak, Pemprov Disarankan Melawan

SAMARINDA. Pemprov Kaltim harus kembali menelan pil pahit. Ya, Sembilan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan…

Rabu, 15 November 2017 15:46

19 Warga Jadi Korban Pungli

SAMARINDA. Program pemerintah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) “dibobol” oknum…

Rabu, 15 November 2017 15:44

Kemen ESDM Ubah Kontrak PKP2B, Gubernur Tersinggung

SAMARINDA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) berencana mengamandemen kontrak 9…

Rabu, 15 November 2017 15:41

Pasar Sungai Dama Terancam Ditutup

SAMARINDA. Wibawa Pemkot Samarinda kembali diuji. Lagi-lagi soal kebijakan yang dianggap masih setengah…

Senin, 13 November 2017 00:10

3.000 Peserta Ramaikan Jalan Santai HKN Ke-53

RIBUAN warga antusias turut serta di kegiatan jalan santai dan senam dalam rangka puncak peringatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .