MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Selasa, 11 Juli 2017 01:57
Jembatan Itu Pasti Molor dan Tambah Biaya
Jembatan Mahakam III atau jembatan kembar akan molor penyelesaiannya karena berubah konstruksi.

PROKAL.CO, PEMBANGUNAN Jembatan Kembar yang dikerjakan Pemprov Kaltim ditarget bakal selesai 2018 mendatang. Tetapi akibat ada perubahan konstruksi tiang pancang, maka target yang dicanangkan dipastikan molor. Tak hanya itu diperkirakan ada tambahan dana yang harus dianggarkan ulang untuk merampungkan proyek yang dimulai 2012 lalu.

Pendapat seperti itu diucapkan Ketua Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Samarinda, Gulman. Menurutnya, mega proyek seperti Jembatan Kembar ini tak seharusnya terjadi perubahan. Jika ada perubahan, berarti perencanaan yang dibuat tak matang. “Sebenarnya proyek besar mesti matang perencanaannya harus matang,” ucapnya.

Semua sisi pelaksanaan harusnya sudah dicanangkan dengan matang dan presisi. Baik itu soal kekuatan konstruksi, jarak dengan jembatan lama dan juga sisi darat perlu diperhitungkan dengan benar. “Nah jika ada perubahan tentu saat perencanaan tak matang. Terkait apa yang diubah, tentu pihak terkait yang mengetahui detail pastinya,” imbuhnya.

Dengan adanya perubahan ini, ia pun berani memastikan jika target yang dipatok Pemprov Kaltim pasti molor. Begitu juga dengan dana yang disiapkan, sudah barang tentu bakal membengkak. “Berubah konstruksinya, tentu akan dihitung ulang, pasti tambah duit lagi. Waktu pekerjaan juga pasti bakal bertambah, karena perencanaan harus dibuat kembali,” beber Gulman.

Ia pun mengaku bingung dengan adanya perubahan pemancangan tiang pada bentang tengah itu. Dirinya meyakini jika hal itu tentu disebabkan hal yang sangat mendesak dan penting. Tetapi seharusnya hal itu bisa dihitung sejak awal perencanaan. “Aneh sekali kalau ada perubahan, apalagi proyek besar. Tentu seharusnya jangan ada salah perhitungan seperti ini. Sebab jangka waktu penyelesaian yang dimakan,” tuturnya.

Terkait dengan langkah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim yang berencana mau berkonsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu dianggapnya memang sudah seharusnya begitu. “Bukan langkah tepat, tapi memang harus seperti itu. Agar hasil perubahan itu bisa terpantau dan sesuai,” sebut Gulman.

Dengan konsultasi yang dijalankan itu, sudah barang tentu bakal menghasilkan rekomendasi dari Kementerian PUPR. Hal ini mengingat fasilitas publik ini berisiko tinggi dan perlu perencanaan jangka panjang.

Ia pun meminta agar Dinas PU Kaltim, saat berkonsultasi langsung minta saran secara keseluruhan soal pembangunan proyek itu. Sehingga nanti tidak ada lagi perubahan konstruksi terulang, sekaligus memastikan jika perencanaan proyek menjadi lebih matang. “Jangan saat pekerjaan berlangsung tiba-tiba diubah kembali desainnya. Harus ada jaminan soal ini dari Dinas PU, sehingga target pun bisa dipastikan tak meleset,” tandasnya.

Sekadar informasi, pembangunan Jembatan Kembar ini untuk menopang beban Jembatan Mahakam yang sekarang masih menjadi jalur utama di tengah kota. Terutama untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

Jembatan Mahakam dibangun pada 1987 yang kala itu kepadatan Kota Samarinda belum sepadat sekarang. Maka setelah 30 tahun dengan perkembangan dan makin banyaknya kendaraan, membuat Jembatan Mahakam tak sanggup menampung arus lalu lintas. Sehingga dibutuhkan jembatan pendamping beserta akses pendekatnya. (hfz/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 14:51

Pengobatan Triniti dari Donatur

SAMARINDA. Setahun berlalu semenjak tragedi pengeboman Gereja Oikumene di Sengkotek, Samarinda Seberang…

Jumat, 17 November 2017 14:12

Aset Pemprov Belum Dimaksimalkan

SAMARINDA. Salah satu cara menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi daerah adalah memaksimalkan pengelolaan…

Kamis, 16 November 2017 17:27

Pemkot “Impoten”, Tak Mampu Atur Pedagang Pasar Sungai Dama Baru

SAMARINDA. Persoalan pedagang di Pasar Sungai Dama Baru seakan menjadi cermin bahwa Pemkot Samarinda…

Kamis, 16 November 2017 17:25

Gratis untuk Warga Kurang Mampu

SAMARINDA. Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tetap gratis bagi warga berekonomi menengah…

Kamis, 16 November 2017 17:23

Diubahnya PKP2B Secara Sepihak, Pemprov Disarankan Melawan

SAMARINDA. Pemprov Kaltim harus kembali menelan pil pahit. Ya, Sembilan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan…

Rabu, 15 November 2017 15:46

19 Warga Jadi Korban Pungli

SAMARINDA. Program pemerintah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) “dibobol” oknum…

Rabu, 15 November 2017 15:44

Kemen ESDM Ubah Kontrak PKP2B, Gubernur Tersinggung

SAMARINDA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) berencana mengamandemen kontrak 9…

Rabu, 15 November 2017 15:41

Pasar Sungai Dama Terancam Ditutup

SAMARINDA. Wibawa Pemkot Samarinda kembali diuji. Lagi-lagi soal kebijakan yang dianggap masih setengah…

Senin, 13 November 2017 00:10

3.000 Peserta Ramaikan Jalan Santai HKN Ke-53

RIBUAN warga antusias turut serta di kegiatan jalan santai dan senam dalam rangka puncak peringatan…

Senin, 13 November 2017 00:08

Ketua KPU Lantik 50 Anggota PPK

SAMARINDA. Sebanyak 50 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk 10 kecamatan di Samarinda resmi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .