MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Selasa, 11 Juli 2017 01:57
Jembatan Itu Pasti Molor dan Tambah Biaya
Jembatan Mahakam III atau jembatan kembar akan molor penyelesaiannya karena berubah konstruksi.

PROKAL.CO, PEMBANGUNAN Jembatan Kembar yang dikerjakan Pemprov Kaltim ditarget bakal selesai 2018 mendatang. Tetapi akibat ada perubahan konstruksi tiang pancang, maka target yang dicanangkan dipastikan molor. Tak hanya itu diperkirakan ada tambahan dana yang harus dianggarkan ulang untuk merampungkan proyek yang dimulai 2012 lalu.

Pendapat seperti itu diucapkan Ketua Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Samarinda, Gulman. Menurutnya, mega proyek seperti Jembatan Kembar ini tak seharusnya terjadi perubahan. Jika ada perubahan, berarti perencanaan yang dibuat tak matang. “Sebenarnya proyek besar mesti matang perencanaannya harus matang,” ucapnya.

Semua sisi pelaksanaan harusnya sudah dicanangkan dengan matang dan presisi. Baik itu soal kekuatan konstruksi, jarak dengan jembatan lama dan juga sisi darat perlu diperhitungkan dengan benar. “Nah jika ada perubahan tentu saat perencanaan tak matang. Terkait apa yang diubah, tentu pihak terkait yang mengetahui detail pastinya,” imbuhnya.

Dengan adanya perubahan ini, ia pun berani memastikan jika target yang dipatok Pemprov Kaltim pasti molor. Begitu juga dengan dana yang disiapkan, sudah barang tentu bakal membengkak. “Berubah konstruksinya, tentu akan dihitung ulang, pasti tambah duit lagi. Waktu pekerjaan juga pasti bakal bertambah, karena perencanaan harus dibuat kembali,” beber Gulman.

Ia pun mengaku bingung dengan adanya perubahan pemancangan tiang pada bentang tengah itu. Dirinya meyakini jika hal itu tentu disebabkan hal yang sangat mendesak dan penting. Tetapi seharusnya hal itu bisa dihitung sejak awal perencanaan. “Aneh sekali kalau ada perubahan, apalagi proyek besar. Tentu seharusnya jangan ada salah perhitungan seperti ini. Sebab jangka waktu penyelesaian yang dimakan,” tuturnya.

Terkait dengan langkah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim yang berencana mau berkonsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu dianggapnya memang sudah seharusnya begitu. “Bukan langkah tepat, tapi memang harus seperti itu. Agar hasil perubahan itu bisa terpantau dan sesuai,” sebut Gulman.

Dengan konsultasi yang dijalankan itu, sudah barang tentu bakal menghasilkan rekomendasi dari Kementerian PUPR. Hal ini mengingat fasilitas publik ini berisiko tinggi dan perlu perencanaan jangka panjang.

Ia pun meminta agar Dinas PU Kaltim, saat berkonsultasi langsung minta saran secara keseluruhan soal pembangunan proyek itu. Sehingga nanti tidak ada lagi perubahan konstruksi terulang, sekaligus memastikan jika perencanaan proyek menjadi lebih matang. “Jangan saat pekerjaan berlangsung tiba-tiba diubah kembali desainnya. Harus ada jaminan soal ini dari Dinas PU, sehingga target pun bisa dipastikan tak meleset,” tandasnya.

Sekadar informasi, pembangunan Jembatan Kembar ini untuk menopang beban Jembatan Mahakam yang sekarang masih menjadi jalur utama di tengah kota. Terutama untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

Jembatan Mahakam dibangun pada 1987 yang kala itu kepadatan Kota Samarinda belum sepadat sekarang. Maka setelah 30 tahun dengan perkembangan dan makin banyaknya kendaraan, membuat Jembatan Mahakam tak sanggup menampung arus lalu lintas. Sehingga dibutuhkan jembatan pendamping beserta akses pendekatnya. (hfz/aya)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:50

PAD Meleset, OPD Harus Dievaluasi

SAMARINDA. DPRD Samarinda meminta agar semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang tak mencapai target…

Rabu, 20 September 2017 16:43

Bulan Depan, SKM Steril

SAMARINDA. Rencana relokasi warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) terus dikebut. Pemkot Samarinda…

Rabu, 20 September 2017 16:42

Birokrasi Repot, Proyek Tersendat

“Kami dapat laporan kontraktor mau urus uang muka fisik saja hampir satu minggu lebih. Jadi memang…

Selasa, 19 September 2017 02:02

RUU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah Tak Berpihak ke Kaltim

SAMARINDA. Rancangan Undang Undang (RUU) Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD) mendekati babak akhir.…

Selasa, 19 September 2017 02:02

DPRD Minta Duduk Bersama

SAMARINDA. Rencana penanganan banjir di Kota Tepian yang menitik beratkan kepada perawatan drainase…

Selasa, 19 September 2017 02:01

DAK Terancam Tak Cair

SAMARINDA. Tak ingin mendapat sanksi dari pusat, pemkot terus mengejar serapan Dana Alokasi Khusus (DAK)…

Selasa, 19 September 2017 02:01

Wanita Perlu Wadah Kembangkan Bakat

Tingkat perceraian di Kota Tepian tahun lalu menembus angka 2.259 perkara. Hal ini tentu jadi persoalan…

Senin, 18 September 2017 00:13

Empat Perda Bakal Disahkan

SAMARINDA. DPRD Samarinda terus mengejar penyelesaian produk Peraturan Daerah (Perda). Ada sekitar 4…

Senin, 18 September 2017 00:12

1.336 Peserta CPNS Tereleminasi

SAMARINDA. Berdasarkan hasil verifikasi berkas dan pengukuran tinggi badan yang dilakukan panitia rekrutmen…

Senin, 18 September 2017 00:10

Atasi Banjir Tak Melulu Soal Uang

Penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Samarinda kembali mendapat sorotan. Karena besarnya biaya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .