MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Selasa, 11 Juli 2017 01:57
Jembatan Itu Pasti Molor dan Tambah Biaya
Jembatan Mahakam III atau jembatan kembar akan molor penyelesaiannya karena berubah konstruksi.

PROKAL.CO, PEMBANGUNAN Jembatan Kembar yang dikerjakan Pemprov Kaltim ditarget bakal selesai 2018 mendatang. Tetapi akibat ada perubahan konstruksi tiang pancang, maka target yang dicanangkan dipastikan molor. Tak hanya itu diperkirakan ada tambahan dana yang harus dianggarkan ulang untuk merampungkan proyek yang dimulai 2012 lalu.

Pendapat seperti itu diucapkan Ketua Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Samarinda, Gulman. Menurutnya, mega proyek seperti Jembatan Kembar ini tak seharusnya terjadi perubahan. Jika ada perubahan, berarti perencanaan yang dibuat tak matang. “Sebenarnya proyek besar mesti matang perencanaannya harus matang,” ucapnya.

Semua sisi pelaksanaan harusnya sudah dicanangkan dengan matang dan presisi. Baik itu soal kekuatan konstruksi, jarak dengan jembatan lama dan juga sisi darat perlu diperhitungkan dengan benar. “Nah jika ada perubahan tentu saat perencanaan tak matang. Terkait apa yang diubah, tentu pihak terkait yang mengetahui detail pastinya,” imbuhnya.

Dengan adanya perubahan ini, ia pun berani memastikan jika target yang dipatok Pemprov Kaltim pasti molor. Begitu juga dengan dana yang disiapkan, sudah barang tentu bakal membengkak. “Berubah konstruksinya, tentu akan dihitung ulang, pasti tambah duit lagi. Waktu pekerjaan juga pasti bakal bertambah, karena perencanaan harus dibuat kembali,” beber Gulman.

Ia pun mengaku bingung dengan adanya perubahan pemancangan tiang pada bentang tengah itu. Dirinya meyakini jika hal itu tentu disebabkan hal yang sangat mendesak dan penting. Tetapi seharusnya hal itu bisa dihitung sejak awal perencanaan. “Aneh sekali kalau ada perubahan, apalagi proyek besar. Tentu seharusnya jangan ada salah perhitungan seperti ini. Sebab jangka waktu penyelesaian yang dimakan,” tuturnya.

Terkait dengan langkah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim yang berencana mau berkonsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu dianggapnya memang sudah seharusnya begitu. “Bukan langkah tepat, tapi memang harus seperti itu. Agar hasil perubahan itu bisa terpantau dan sesuai,” sebut Gulman.

Dengan konsultasi yang dijalankan itu, sudah barang tentu bakal menghasilkan rekomendasi dari Kementerian PUPR. Hal ini mengingat fasilitas publik ini berisiko tinggi dan perlu perencanaan jangka panjang.

Ia pun meminta agar Dinas PU Kaltim, saat berkonsultasi langsung minta saran secara keseluruhan soal pembangunan proyek itu. Sehingga nanti tidak ada lagi perubahan konstruksi terulang, sekaligus memastikan jika perencanaan proyek menjadi lebih matang. “Jangan saat pekerjaan berlangsung tiba-tiba diubah kembali desainnya. Harus ada jaminan soal ini dari Dinas PU, sehingga target pun bisa dipastikan tak meleset,” tandasnya.

Sekadar informasi, pembangunan Jembatan Kembar ini untuk menopang beban Jembatan Mahakam yang sekarang masih menjadi jalur utama di tengah kota. Terutama untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

Jembatan Mahakam dibangun pada 1987 yang kala itu kepadatan Kota Samarinda belum sepadat sekarang. Maka setelah 30 tahun dengan perkembangan dan makin banyaknya kendaraan, membuat Jembatan Mahakam tak sanggup menampung arus lalu lintas. Sehingga dibutuhkan jembatan pendamping beserta akses pendekatnya. (hfz/aya)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 11:06

Dikeluhkan, UKT Tetap Jalan

SAMARINDA. Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Ya, pihak Universitas Mulawarman (Unmul) masih bersikeras…

Kamis, 20 Juli 2017 10:53

KPK Belum Bentuk Perwakilan

SAMARINDA. Keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membangun perwakilan di daerah belum bisa terpenuhi…

Kamis, 20 Juli 2017 10:51

DLH Selidiki Jalan Longsor

SAMARINDA. Rusaknya Jalan Kadrie Oening diakibatkan longsoran tanah. Nah, kemudian tanah longsor itu…

Kamis, 20 Juli 2017 10:47

Melawan Terorisme dengan Kekuatan Media

Perkembangan media semakin pesat beberapa tahun terakhir. Beragam informasi dengan mudah didapat melalui…

Rabu, 19 Juli 2017 11:43

Jalan Rusak, Warga Konflik

SAMARINDA. Berniat menolong warga, Dahlan justru menjadi bulan-bulan oleh tetangganya. Dahlan bermukim…

Rabu, 19 Juli 2017 11:37

Deadlock, Ancam Aksi Besar-besaran

SAMARINDA. Tidak ada titik temu. Pertemuan antara mahasiswa dengan pihak Rektorat Unmul terkait polemik…

Selasa, 18 Juli 2017 01:22

Lulus Harus Banyak Fulus

Betapa ribetnya mendapatkan pendidikan saat ini. Termasuk saat duduk di jenjang perguruan tinggi dengan…

Selasa, 18 Juli 2017 01:21

Tak Ada Pelonco saat MOS

SAMARINDA. Masa Orientasi siswa (MOS) untuk SMP sedang berlangung. Dinas Pendidikan (Dsidik) Samarinda…

Selasa, 18 Juli 2017 01:21

Beradaptasi dan Cari Teman Baru

SUASANA hari pertama masuk sekolah memang bukan hal yang biasa. Terutama bagi mereka yang baru duduk…

Selasa, 18 Juli 2017 01:19

Jaang Berang Lihat Drainase di Flyover

Keberadaa Flyover Air Hitam justru dianggap jadi titik banjir baru. Itu sebabnya Wali Kota Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .