MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 16 Juni 2017 17:16
Selalu Lihat Hantu sebelum Tewas

Balita yang Dilindas, Ayah Ikhlas dan Ibu Histeris

BERDUKA. Nurul Fikri bersama keluarganya. Bocah yang dikenal sangat lincah ini tewas setelah dilindas pickup, Rabu (14/6) lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. “Pa, mau beli jajan,” rengek Nurul Fikri (3) kepada ayahnya, Hasan Basri yang sedang menjahit gorden. Hasan yang tengah sibuk tidak sempat menoleh kepada putra keduanya tersebut. Dia hanya menyodorkan selembar uang pecahan Rp 2 ribu sambil melanjutkan jahitan di rumahnya di Jalan Teuku Umar, Gang Senyiur, RT 22, Nomor 36, Keluarahan Lok Bahu, Sungai Kunjang.
Sebenarnya, saat itu, Rabu (14/6) pukul 14.00 Wita, bocah yang dipanggil Fikri tersebut baru saja membasuh tangan dan kakinya. Bersama kakaknya Halif (6), Fikri diminta ibunya, Lia Olivia (29) untuk tidur siang.
Namun karena dia anak yang aktif, setelah berhasil mendapatkan uang Fikri berlari ke warung sembako yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Tapi tidak sesuai dengan niatan awal. Fikri bukannya membeli makanan. Dia justru mengikuti rekan-rekannya yang sedang berebutan membeli petasan di warung lainnya.
Hasan, sang ayah hanya mengawasi dari jauh. Karena kondisi jalan sepi membuatnya tidak terlalu khawatir.
Hingga akhirnya Fikri menghilang masuk ke dalam Jalan Senyiur 3, RT 43, bersama kawan-kawannya.
“Ada kecelakaaaann...” teriak para tetangga yang membuat Hasan dan istrinya ikut terkejut. Saat mereka tiba di lokasi alangkah terkejutnya mereka karena Fikri yang menjadi korban.
“Bagian wajah terkelupas. Kepalanya bagian belakang bocor. Saya dan istri tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sementara sopir pikap langsung berinisiatif mengangkat dan melarikan anak saya ke rumah sakit. Setelah sempat tersengal tanpa suara, anak saya tidak lagi bernyawa,” ucap Hasan dengan mata berkaca-kaca.
Hasan mengungkapkan bahwa posisi pikap dengan KT 8391 BS, dengan muatan besi tua seberat 30 kilogram, yang dikemudikan oleh Ramadani Tanjung tengah melaju dengan kecepatan sedang. Sebenarnya saat itu jalan sedang sepi. Karena beberapa meter sebelumnya, Ramadani sudah memastikan beberapa anak telah menyeberang jalan.
“Anak saya belum menyeberang. Karena teman-temannya sudah sampai di seberang jalan, dia akhirnya berlari ke jalan. Sopir (Ramadani, Red) juga kaget. Tidak bisa mengerem ataupun menghindar lagi karena anak saya tepat di depan mobilnya. Dan sudah, seperti itu (kecelakaan terjadi,Red),” ucap Hasan dengan suara yang sangat pelan.
Hasan mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Fikri. Dia juga sudah bisa memaafkan Ramadani selaku sopir. Karena kecelakaan tersebut bukanlah hal yang disengaja. Juga karena Ramadani tidak mengebut.
“Ini (kecelakaan, Red) musibah untuk saya. Juga musibah untuk dia (Ramadani, Red). Katanya besi tua yang dia bawa mau dijual untuk tambahan buat Lebaran. Tapi malah ternyata dapat musibah seperi ini. Dia bersedia bertanggung jawab dan tidak lari. Jadi apa yang harus saya ributkan,” ucap Hasan sambil terus menahan air matanya.
“Saya berharap musibah yang menimpa saya ini semoga bisa menjadi teguran untuk orangtua di manapun berada untuk mengawasi anak-anak ketika bermain. Jangan sampai akhirnya seperti saya,” tambahnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sementara itu, Olivia, istri Hasan hingga saat ini terus menangis dan belum bisa berkomentar. Sebentar menangis, histeris, dan terisak. Seakan tidak percaya Fikri telah tiada.
“Tanteee... Ada hantu di sana,” ucap Hasan menirukan seruan Fikri yang terakhir kalinya sambil menunjuk ke arah Jalan Senyiur 3, sebelum berlari dan menyeberang ke jalan yang juga menjadi tempat dia meregang nyawa.
Sementara itu, Ketua Relawan Lakalantas Polresta Samarinda, Joko Iswanto, yang turun langsung ke lokasi kejadian menyayangkan di jalur tersebut tidak terdapat satupun alat pembatas kecepatan atau yang dikenal “polisi tidur”. Padahal di daerah tersebut banyak anak-anak, bahkan padat penduduk.
“Setiap jalan harus dipasangi “polisi tidur”. Karena mungkin dianggap mengganggu. Tapi itu sangat efektif meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas Ipda Heru Utomo membenarkan bahwa setiap jalan dalam gang perlu dibuat polisi tidur. Untuk menghindari pengendara yang ugal-ugalan. Terutama di daerah padat penduduk.
“Untuk kasus laka lantas ini akan tetap kami lanjutkan dengan sangkaan kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” jelas Heru . (rm-1/nha)


loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 17:02

Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu…

Senin, 19 Februari 2018 20:49
Rebutan Cewek, Kelompok Geng Serang Remaja

Bos Geng Tuyul Hitam Bersaudara Ditangkap

SAMARINDA. Di balik tubuh yang kurus, remaja 17 tahun berinisial IB, adalah seorang bos salah satu geng.…

Minggu, 18 Februari 2018 15:46

Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:06

Banting Setir, Moncong Menghadap Langit

SAMARINDA. Truk kontainer bermuatan air mineral dengan nomor polisi L 9022 WF milik PT Bintang…

Kamis, 08 Februari 2018 23:18

ABG Cantik Jadi Muncikari Online

SAMARINDA. Usianya masih 16 tahun, namun bisnis yang dilakoninya bikin geleng-geleng kepala. Anak baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .