MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 16 Juni 2017 17:16
Selalu Lihat Hantu sebelum Tewas

Balita yang Dilindas, Ayah Ikhlas dan Ibu Histeris

BERDUKA. Nurul Fikri bersama keluarganya. Bocah yang dikenal sangat lincah ini tewas setelah dilindas pickup, Rabu (14/6) lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. “Pa, mau beli jajan,” rengek Nurul Fikri (3) kepada ayahnya, Hasan Basri yang sedang menjahit gorden. Hasan yang tengah sibuk tidak sempat menoleh kepada putra keduanya tersebut. Dia hanya menyodorkan selembar uang pecahan Rp 2 ribu sambil melanjutkan jahitan di rumahnya di Jalan Teuku Umar, Gang Senyiur, RT 22, Nomor 36, Keluarahan Lok Bahu, Sungai Kunjang.
Sebenarnya, saat itu, Rabu (14/6) pukul 14.00 Wita, bocah yang dipanggil Fikri tersebut baru saja membasuh tangan dan kakinya. Bersama kakaknya Halif (6), Fikri diminta ibunya, Lia Olivia (29) untuk tidur siang.
Namun karena dia anak yang aktif, setelah berhasil mendapatkan uang Fikri berlari ke warung sembako yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Tapi tidak sesuai dengan niatan awal. Fikri bukannya membeli makanan. Dia justru mengikuti rekan-rekannya yang sedang berebutan membeli petasan di warung lainnya.
Hasan, sang ayah hanya mengawasi dari jauh. Karena kondisi jalan sepi membuatnya tidak terlalu khawatir.
Hingga akhirnya Fikri menghilang masuk ke dalam Jalan Senyiur 3, RT 43, bersama kawan-kawannya.
“Ada kecelakaaaann...” teriak para tetangga yang membuat Hasan dan istrinya ikut terkejut. Saat mereka tiba di lokasi alangkah terkejutnya mereka karena Fikri yang menjadi korban.
“Bagian wajah terkelupas. Kepalanya bagian belakang bocor. Saya dan istri tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sementara sopir pikap langsung berinisiatif mengangkat dan melarikan anak saya ke rumah sakit. Setelah sempat tersengal tanpa suara, anak saya tidak lagi bernyawa,” ucap Hasan dengan mata berkaca-kaca.
Hasan mengungkapkan bahwa posisi pikap dengan KT 8391 BS, dengan muatan besi tua seberat 30 kilogram, yang dikemudikan oleh Ramadani Tanjung tengah melaju dengan kecepatan sedang. Sebenarnya saat itu jalan sedang sepi. Karena beberapa meter sebelumnya, Ramadani sudah memastikan beberapa anak telah menyeberang jalan.
“Anak saya belum menyeberang. Karena teman-temannya sudah sampai di seberang jalan, dia akhirnya berlari ke jalan. Sopir (Ramadani, Red) juga kaget. Tidak bisa mengerem ataupun menghindar lagi karena anak saya tepat di depan mobilnya. Dan sudah, seperti itu (kecelakaan terjadi,Red),” ucap Hasan dengan suara yang sangat pelan.
Hasan mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Fikri. Dia juga sudah bisa memaafkan Ramadani selaku sopir. Karena kecelakaan tersebut bukanlah hal yang disengaja. Juga karena Ramadani tidak mengebut.
“Ini (kecelakaan, Red) musibah untuk saya. Juga musibah untuk dia (Ramadani, Red). Katanya besi tua yang dia bawa mau dijual untuk tambahan buat Lebaran. Tapi malah ternyata dapat musibah seperi ini. Dia bersedia bertanggung jawab dan tidak lari. Jadi apa yang harus saya ributkan,” ucap Hasan sambil terus menahan air matanya.
“Saya berharap musibah yang menimpa saya ini semoga bisa menjadi teguran untuk orangtua di manapun berada untuk mengawasi anak-anak ketika bermain. Jangan sampai akhirnya seperti saya,” tambahnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sementara itu, Olivia, istri Hasan hingga saat ini terus menangis dan belum bisa berkomentar. Sebentar menangis, histeris, dan terisak. Seakan tidak percaya Fikri telah tiada.
“Tanteee... Ada hantu di sana,” ucap Hasan menirukan seruan Fikri yang terakhir kalinya sambil menunjuk ke arah Jalan Senyiur 3, sebelum berlari dan menyeberang ke jalan yang juga menjadi tempat dia meregang nyawa.
Sementara itu, Ketua Relawan Lakalantas Polresta Samarinda, Joko Iswanto, yang turun langsung ke lokasi kejadian menyayangkan di jalur tersebut tidak terdapat satupun alat pembatas kecepatan atau yang dikenal “polisi tidur”. Padahal di daerah tersebut banyak anak-anak, bahkan padat penduduk.
“Setiap jalan harus dipasangi “polisi tidur”. Karena mungkin dianggap mengganggu. Tapi itu sangat efektif meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas Ipda Heru Utomo membenarkan bahwa setiap jalan dalam gang perlu dibuat polisi tidur. Untuk menghindari pengendara yang ugal-ugalan. Terutama di daerah padat penduduk.
“Untuk kasus laka lantas ini akan tetap kami lanjutkan dengan sangkaan kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” jelas Heru . (rm-1/nha)



BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 01:23

Bocah Terseret di Sisi Jamban

SAMARINDA. Tatapan mata Aisyah tampak kosong. Bocah 8 tahun itu hanya termenung di pangkuan ayahnya.…

Selasa, 12 Desember 2017 01:22

Karyawan Larikan Rp 320 Juta

SAMARINDA. Postingan warganet dengan nama akun Hendrik Dwi Susilo “meledak” di dunia maya,…

Selasa, 12 Desember 2017 01:20

Cobaan Terberat saat Air Pasang

Watermaster, alat yang digadang-gadang mampu mengurangi banjir di Kota Samarinda. Harganya selangit.…

Senin, 11 Desember 2017 20:59

Lulusan Luar Jadi Bos, Sarjana Unmul Tak Laku

SAMARINDA. Setiap tahun Unmul menambah ribuan sarjana. Tiap tahun pula persoalan rutin terjadi. Jumlah…

Senin, 11 Desember 2017 20:55

Ditelanjangi, Beraksi dari Kamar Mayat

SAMARINDA. Matahari pagi terus meninggi menandakan hari sudah siang. Suasana RSUD AW Sjahranie, jalan…

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .