MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 16 Juni 2017 17:16
Selalu Lihat Hantu sebelum Tewas

Balita yang Dilindas, Ayah Ikhlas dan Ibu Histeris

BERDUKA. Nurul Fikri bersama keluarganya. Bocah yang dikenal sangat lincah ini tewas setelah dilindas pickup, Rabu (14/6) lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. “Pa, mau beli jajan,” rengek Nurul Fikri (3) kepada ayahnya, Hasan Basri yang sedang menjahit gorden. Hasan yang tengah sibuk tidak sempat menoleh kepada putra keduanya tersebut. Dia hanya menyodorkan selembar uang pecahan Rp 2 ribu sambil melanjutkan jahitan di rumahnya di Jalan Teuku Umar, Gang Senyiur, RT 22, Nomor 36, Keluarahan Lok Bahu, Sungai Kunjang.
Sebenarnya, saat itu, Rabu (14/6) pukul 14.00 Wita, bocah yang dipanggil Fikri tersebut baru saja membasuh tangan dan kakinya. Bersama kakaknya Halif (6), Fikri diminta ibunya, Lia Olivia (29) untuk tidur siang.
Namun karena dia anak yang aktif, setelah berhasil mendapatkan uang Fikri berlari ke warung sembako yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Tapi tidak sesuai dengan niatan awal. Fikri bukannya membeli makanan. Dia justru mengikuti rekan-rekannya yang sedang berebutan membeli petasan di warung lainnya.
Hasan, sang ayah hanya mengawasi dari jauh. Karena kondisi jalan sepi membuatnya tidak terlalu khawatir.
Hingga akhirnya Fikri menghilang masuk ke dalam Jalan Senyiur 3, RT 43, bersama kawan-kawannya.
“Ada kecelakaaaann...” teriak para tetangga yang membuat Hasan dan istrinya ikut terkejut. Saat mereka tiba di lokasi alangkah terkejutnya mereka karena Fikri yang menjadi korban.
“Bagian wajah terkelupas. Kepalanya bagian belakang bocor. Saya dan istri tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sementara sopir pikap langsung berinisiatif mengangkat dan melarikan anak saya ke rumah sakit. Setelah sempat tersengal tanpa suara, anak saya tidak lagi bernyawa,” ucap Hasan dengan mata berkaca-kaca.
Hasan mengungkapkan bahwa posisi pikap dengan KT 8391 BS, dengan muatan besi tua seberat 30 kilogram, yang dikemudikan oleh Ramadani Tanjung tengah melaju dengan kecepatan sedang. Sebenarnya saat itu jalan sedang sepi. Karena beberapa meter sebelumnya, Ramadani sudah memastikan beberapa anak telah menyeberang jalan.
“Anak saya belum menyeberang. Karena teman-temannya sudah sampai di seberang jalan, dia akhirnya berlari ke jalan. Sopir (Ramadani, Red) juga kaget. Tidak bisa mengerem ataupun menghindar lagi karena anak saya tepat di depan mobilnya. Dan sudah, seperti itu (kecelakaan terjadi,Red),” ucap Hasan dengan suara yang sangat pelan.
Hasan mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Fikri. Dia juga sudah bisa memaafkan Ramadani selaku sopir. Karena kecelakaan tersebut bukanlah hal yang disengaja. Juga karena Ramadani tidak mengebut.
“Ini (kecelakaan, Red) musibah untuk saya. Juga musibah untuk dia (Ramadani, Red). Katanya besi tua yang dia bawa mau dijual untuk tambahan buat Lebaran. Tapi malah ternyata dapat musibah seperi ini. Dia bersedia bertanggung jawab dan tidak lari. Jadi apa yang harus saya ributkan,” ucap Hasan sambil terus menahan air matanya.
“Saya berharap musibah yang menimpa saya ini semoga bisa menjadi teguran untuk orangtua di manapun berada untuk mengawasi anak-anak ketika bermain. Jangan sampai akhirnya seperti saya,” tambahnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sementara itu, Olivia, istri Hasan hingga saat ini terus menangis dan belum bisa berkomentar. Sebentar menangis, histeris, dan terisak. Seakan tidak percaya Fikri telah tiada.
“Tanteee... Ada hantu di sana,” ucap Hasan menirukan seruan Fikri yang terakhir kalinya sambil menunjuk ke arah Jalan Senyiur 3, sebelum berlari dan menyeberang ke jalan yang juga menjadi tempat dia meregang nyawa.
Sementara itu, Ketua Relawan Lakalantas Polresta Samarinda, Joko Iswanto, yang turun langsung ke lokasi kejadian menyayangkan di jalur tersebut tidak terdapat satupun alat pembatas kecepatan atau yang dikenal “polisi tidur”. Padahal di daerah tersebut banyak anak-anak, bahkan padat penduduk.
“Setiap jalan harus dipasangi “polisi tidur”. Karena mungkin dianggap mengganggu. Tapi itu sangat efektif meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas Ipda Heru Utomo membenarkan bahwa setiap jalan dalam gang perlu dibuat polisi tidur. Untuk menghindari pengendara yang ugal-ugalan. Terutama di daerah padat penduduk.
“Untuk kasus laka lantas ini akan tetap kami lanjutkan dengan sangkaan kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” jelas Heru . (rm-1/nha)



BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 15:30

Banjir Bandang Serang Gerilya

SAMARINDA. Banjir bandang kembali menerjang pemukiman warga. Kali ini terjadi di Jalan Gerilya Dalam,…

Kamis, 22 Juni 2017 15:29

Saling Hantam di Poros Balikpapan-Samarinda, Sopir Terjepit

TENGGARONG. Jalur Samarinda-Balikpapan merupakan ruas terdapat selama arus mudik. Tingginya mobilitas…

Rabu, 21 Juni 2017 16:22

Buka Puasa, Sekeluarga Nyaris Tertimbun

SAMARINDA. Musibah demi musibah menghantui warga Samarinda jelang Lebaran. Setelah banjir yang mengepung…

Rabu, 21 Juni 2017 16:20

Perampokan Rp 1,1 M Perlahan Terungkap

SAMARINDA. Aksi perampokan dengan jumlah besar seperti siklus. Terjadi hampr setiap tahun. Momennya…

Rabu, 21 Juni 2017 16:19
Ormas Islam Tolak Pelarangan Takbiran Keliling

Bagian dari Budaya, Tuntut Perusak Momen Ditertibkan

Takbir keliling tahun ini terancam dilarang pemerintah. Pro dan kontra menyelimuti. Ada yang sepakat…

Selasa, 20 Juni 2017 01:54

Giliran Mobil Polisi Ditembak

SAMARINDA. Pelaku penembakan di Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota, Minggu (18/6)…

Selasa, 20 Juni 2017 01:53

Wanita Berjilbab Pink Membusuk di Bukit

TANJUNG REDEB. Sambil menunggu waktu berbuka, sekelompok anak-anak tengah bermain di salah satu bukit.…

Selasa, 20 Juni 2017 01:52

Lima Longsor dalam Sehari

SAMARINDA. Dalam sehari, lima musibah tanah longsor terjadi di lima tempat berbeda di Kota Tepian, Senin…

Selasa, 20 Juni 2017 01:51

Nagih Utang, Tetangga Disiram Air Panas

SAMARINDA. Rusmi Widyasari (45) dan NR (42), dua ibu rumah tangga (IRT) yang berdekatan rumah. Meski…

Senin, 19 Juni 2017 01:28

Balap Liar Diberondong Tembakan

SAMARINDA. Suasana dini hari pukul 02.00 Wita di kawasan Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .