MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 15 Juni 2017 19:40
Warga Marah, Batu Bara Hantam Jembatan

Tunggu Instruksi, Muspika Hanya Lakukan Pemantauan

BIKIN RUSAK. Alat berat yang diangkut menggunakan ponton melintas di bawah Jembatan Martadipura, Kota Bangun. Posisi alat berat rawan menyebabkan gesekan dengan bentang jembatan.

PROKAL.CO, TENGGARONG.  Camat Kota Bangun Mawardi menegaskan, terus berlanjutnya kejadian gundukan batu bara yang diangkut menggunakan ponton dan mengakibatkan gesekan dengan bentang Jembatan Martadipura, memicu kemarahan warga di kawasan Hulu seperti Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut hingga Tabang.
Ironisnya pihak musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) belum bisa melakukan tindakan apapun, lantaran belum ada instruksi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) ataupun KSOP selaku pihak yang berwenang tentang kesyahbandaran.
Menurut Mawardi, sejauh ini pihak muspika sudah melakukan rapat, namun hasilnya mentok dalam hal kewenangan. Bila melaporkan secara resmi, muspika khawatir akan dilaporkan balik oleh pihak perushaan lantaran tidak memiliki kewenangan.
Untuk aset jembatan kewenangan berada di Pemkab Kukar, khususnya Dinas Perhubungan. Sementara untuk lalu lintas sungai berada di KSOP.
"Seandainya ada instruksi dari pemkab apakah tertulis atau secara lisan, kami muspika bisa bergerak bersama masyarakat. Tapi ini belum ada," ungkap Mawardi saat memantau pergerakan kapal di bawah Jembatan Martadipura, Rabu (14/6) kemarin.
Berdasarkan pantauan Mawardi, lalu lalang ponton pengangkut batu bara terus terjadi di bawah Jembatan Martadipura dan hampir seluruhnya gundukan batu bara menghantam bentang jembatan. Kondisi tersebut membuat warga kawasan hulu marah, lantaran jembatan tersebut adalah aset satu-satunya yang menjadi jalur transportasi mereka.
"Tadi saya telepon Dinas perhubungan Bu Ismi belum diangkat. Kalau pak sekkab sudah kami laporkan bahwa kondisinya terus berlanjut," terang Mawardi.
Maraknya gundukan batu bara yang nyangkut dan terjadi gesekan di bentang Jembatan Martadipura, mendapat reaksi keras dari Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatamnas) yang menuding ada indikasi pembiaran baik oleh pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten. Hal itu ditegaskan Ketua Jatamnas Merah Johansyah
Menurutnya, masalah tersebut bukan kali ini saja terjadi melainkan sudah lama namun belum ada sanksi yang dijatuhkan. Di level pemerintah pusat dapat memberikan sanksi melalui Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan di Indonesia (KSOP) yang mengeluarkan izin gerak kapal. Di level provinsi penindakan dapat dilakukan dengan mengacu pada Undang-Undang 23/2014. Pemprov memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan pertambangan di Kaltim. Di level kabupaten, penindakan berdasarkan dugaan pelanggaran pidana lingkungan, karena berpotensi terjadi pencemaran sungai serta kawasan sekitarnya.
"Ini ada apa, patut dipertanyakan. Kenapa dari sekian banyak kewenangan hingga kini belum ada yang berani memberi sanksi," tuturnya.(man/rin)



loading...

BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 00:18

Pemprov Kaltim Gandeng Kutim dan Berau

SANGATTA. Malaysia yang tak lain negara tetangga dan satu pulau dengan Kaltim, dianggap mampu mengeola…

Senin, 23 April 2018 23:16

Syafii Efendi: Generasi Muda Harus Pimpin Perubahan

"Kita adalah pewaris negeri ini..! Kita yang akan membersihkan negeri ini dari orang-orang kotor berniat…

Senin, 23 April 2018 23:15

Pererat Ukhuwah, KKG PAI Gelar Isra Mikraj

Kerukunan Keluarga Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Sungai Kunjang sukses menggelar…

Senin, 23 April 2018 23:14

Lomba Mewarnai Faber Castle

SEKITAR 100 orang anak  TK-SD Al Azhar meramaikan lomba mewarnai yang digelar di Big Mall Samarinda.…

Senin, 23 April 2018 23:05

Ketika Safaruddin Bertemu “Musuh” Politik

SAMARINDA. Tak ada yang menduga Calon Wakil Gubenur Kaltim Safaruddin akan bertemu “musuh”…

Senin, 23 April 2018 22:08

Pj Wali Kota Terkesima dengan Labbaika

UNTUK memastikan jalannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di tingkat Sekolah Menengah…

Senin, 23 April 2018 22:05

Inspektorat Siap Mengusut

TANJUNG REDEB. Hasil sidak anggota DPRD Berau ke Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) terkait proyek pengecatan…

Minggu, 22 April 2018 21:27

Adegan Makan Satwa Langka Dikecam

TANJUNG REDEB. Kaltim memiliki banyak satwa dilindungi. Namun sayangnya, ternyata tidak banyak masyarakat…

Minggu, 22 April 2018 00:17

Pagi Ini Lomba Burung Berkicau Digeber

PAGI ini, tepat pukul 09.00 Wita, lomba burung berkicau bertajuk “Kapolres Cup Samarinda”…

Sabtu, 21 April 2018 00:25

Safaruddin Sapa Pedagang Pasar Muara Komam

PASER. Dibalut rasa penasaran dengan kondisi Pasar Muara Komam di perbatasan Kaltim-Kalsel, Calon Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .