MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Kamis, 15 Juni 2017 19:40
Warga Marah, Batu Bara Hantam Jembatan

Tunggu Instruksi, Muspika Hanya Lakukan Pemantauan

BIKIN RUSAK. Alat berat yang diangkut menggunakan ponton melintas di bawah Jembatan Martadipura, Kota Bangun. Posisi alat berat rawan menyebabkan gesekan dengan bentang jembatan.

PROKAL.CO, TENGGARONG.  Camat Kota Bangun Mawardi menegaskan, terus berlanjutnya kejadian gundukan batu bara yang diangkut menggunakan ponton dan mengakibatkan gesekan dengan bentang Jembatan Martadipura, memicu kemarahan warga di kawasan Hulu seperti Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut hingga Tabang.
Ironisnya pihak musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) belum bisa melakukan tindakan apapun, lantaran belum ada instruksi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) ataupun KSOP selaku pihak yang berwenang tentang kesyahbandaran.
Menurut Mawardi, sejauh ini pihak muspika sudah melakukan rapat, namun hasilnya mentok dalam hal kewenangan. Bila melaporkan secara resmi, muspika khawatir akan dilaporkan balik oleh pihak perushaan lantaran tidak memiliki kewenangan.
Untuk aset jembatan kewenangan berada di Pemkab Kukar, khususnya Dinas Perhubungan. Sementara untuk lalu lintas sungai berada di KSOP.
"Seandainya ada instruksi dari pemkab apakah tertulis atau secara lisan, kami muspika bisa bergerak bersama masyarakat. Tapi ini belum ada," ungkap Mawardi saat memantau pergerakan kapal di bawah Jembatan Martadipura, Rabu (14/6) kemarin.
Berdasarkan pantauan Mawardi, lalu lalang ponton pengangkut batu bara terus terjadi di bawah Jembatan Martadipura dan hampir seluruhnya gundukan batu bara menghantam bentang jembatan. Kondisi tersebut membuat warga kawasan hulu marah, lantaran jembatan tersebut adalah aset satu-satunya yang menjadi jalur transportasi mereka.
"Tadi saya telepon Dinas perhubungan Bu Ismi belum diangkat. Kalau pak sekkab sudah kami laporkan bahwa kondisinya terus berlanjut," terang Mawardi.
Maraknya gundukan batu bara yang nyangkut dan terjadi gesekan di bentang Jembatan Martadipura, mendapat reaksi keras dari Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatamnas) yang menuding ada indikasi pembiaran baik oleh pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten. Hal itu ditegaskan Ketua Jatamnas Merah Johansyah
Menurutnya, masalah tersebut bukan kali ini saja terjadi melainkan sudah lama namun belum ada sanksi yang dijatuhkan. Di level pemerintah pusat dapat memberikan sanksi melalui Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan di Indonesia (KSOP) yang mengeluarkan izin gerak kapal. Di level provinsi penindakan dapat dilakukan dengan mengacu pada Undang-Undang 23/2014. Pemprov memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan pertambangan di Kaltim. Di level kabupaten, penindakan berdasarkan dugaan pelanggaran pidana lingkungan, karena berpotensi terjadi pencemaran sungai serta kawasan sekitarnya.
"Ini ada apa, patut dipertanyakan. Kenapa dari sekian banyak kewenangan hingga kini belum ada yang berani memberi sanksi," tuturnya.(man/rin)




BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 01:48

Dua Warga Jadi Korban Kebakaran

SANGATTA.  Sarju Winarno, warga RT 18, Jalan Margo Santoso Gang 12 Sangatta Utara tengah mendapatkan…

Selasa, 12 Desember 2017 01:47

Banyak Perusahaan Tambang Tak Taat Pajak

SANGATTA.  Masih banyak perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Kutim yang tak taat…

Selasa, 12 Desember 2017 01:46

Proyek Ring Road Segera Dilanjutkan

SANGATTA. Dinas Pertanahan Penataan Ruang (DPPR) Kutim tengah menghitung biaya pembebasan lahan kelanjutan…

Selasa, 12 Desember 2017 01:45

Potensi Pajak untuk PAD Rp 500 Miliar

SANGATTA. Bupati Kutai timur (Kutim) Ismunandar mengungkapkan potensi pajak sektor Pertambangan, Perhutanan…

Senin, 11 Desember 2017 00:55

Terluar, Terpinggirkan, Terabaikan

TANJUNG REDEB. Kebijakan pemerintah dengan regulasi pengalihan kewenangan atas sekolah tingkat SMU ke…

Senin, 11 Desember 2017 00:47

Pengurangan Berdasarkan Absensi

SANGATTA.  Pengurangan  tenaga kerja kontrak daerah (TK2D)  sebanyak 3.500 orang, diakui …

Sabtu, 09 Desember 2017 13:36

Pupuk Kaltim Sukses Buktikan Peduli Lingkungan

BONTANG. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun, Pupuk Kaltim boleh dibilang sukses menjadi perusahaan…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:34

Elpiji 3 Kg Kembali Langka

TANJUNG REDEB. Krisis gas elpiji 3 kilogram turut melanda warga Berau. Bahan bakar bersubsidi ini mulai…

Jumat, 08 Desember 2017 15:28

Maling Sukses Sambar 9 Ponsel

TENGGARONG. Sebuah motor merk Yamaha Mx King warga merah-hitam KT 2773 VZ terlihat berhenti di tepi…

Jumat, 08 Desember 2017 15:26

Bupati Minta CSR Tambang Dinaikkan

SANGATTA. Kenaikan produksi  batu bara PT KPC hingga 60 juta metrik ton,  hendaknya dibarengi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .