MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 15 Juni 2017 19:24
Perampok Sadis “Membusuk” di Penjara

Rencanakan Pembunuhan, Dihukum Seumur Hidup

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dua perampok sekaligus pembunuh sadis menerima ganjarannya. Mereka adalah Badarudin alias Badar (20) dan Samsul (23), keduanya warga Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dua sekawan ini menghabisi nyawa Manrafi (25), kasir toko sembako di kawasan AM Sangaji (eks Jalan Belibis), Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, 27 Desember 2016.
Selain membunuh, keduanya juga menggasak uang hasil dagang sebesar Rp 103 juta yang dibawa Manrafi. Oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang dipimpin Rustam, keduanya secara sah dan meyakinkan bersalah karena melakukan pembunuhan berencana.

Badar divonis kurungan penjara seumur hidup, sesuai tuntutan kurungan penjara yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamin. Sementara Samsul lebih beruntung, dia dituntut JPU kurungan penjara 20 tahun. Tapi majelis hakim menjatuhkan vonis “hanya” kurungan penjara 14 tahun.

Hukuman Samsul lebih ringan, karena dia berperan hanya membantu mengantarkan Badar selaku eksekutor. Namun yang memberatkan Samsul juga ikut menikmati uang hasil rampokan yang diambil paksa dari tangan Manrafi.

Rustam menerangkan, selain melakukan pembuhan berencana terhadap Manrafi, cara Badar membunuh warga Palaran itu terbilang sadis. Sembilan tikaman di wajah Manrafi, serta puluhan tikaman lain di sekujur tubuhnya yang lain. Bahkan saat Manrafi tak bergerak lagi, tetap saja Badar menghunjamkan pisau dapur yang dibeli di pasar malam ke arah Manrafi yang sudah tergeletak tak bersimbah darah.

“Terdakwa membawa pisau, kemudian ada rentang waktu hingga akhirnya bertemu dengan korban (Manrafi, Red) di lorong di bangunan di Jalan AM Sangaji. Korban dan terdakwa sempat bertegur sapa. Kemudian korban di serang. Ini menguatkan jika memang ada kesengajaan untuk membunuh korban,” ujar Rustam.

Atas vonis tersebut, Badar maupun Samsul memilih menerimanya. Sama halnya dengan Kamin, juga mengaku menerima putusan majelis hakim tersebut.
“Kami menerima putusan ini yang mulia (hakin, Red),” beber Kamin.

Saat berjalan dari sel titipan di PN Samarinda menuju ruang sidang dengan dikawal petugas kejaksaan, Badar dan Samsul masih sempat bersenda gurau. Namun saat memasuki ruang sidang, wajah keduanya langsung tegang.

Selama pembacaan petikan putusan, baik Badar maupun Samsul yang duduk di depan persidangan serta sama-sama mengenakan peci terlihat tegang. Keduanya sama-sama menatap tajam ke arah majelis hakim. Sejumlah keluarga Manrafi juga terlihat menghadiri ruang sidang. Seorang saudara perempuan Manrafi terus menangis dan sibuk menyeka air mata, mendengarkan majelis hakim membacakan petikan putusan.

Usai sidang, seorang saudara laki-laki Manrafi yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui Sapos mengatakan, kecewa dengan putusan majelis hakim. “Harusnya hukuman mati. Ini kan jelas-jelas pembunuhan berencana dan caranya juga sangat sadis,” tutur saudara Manrafi.

Sementara Kamin yang ditemui Sapos mengaku putusan tersebut sudah sesuai tuntutannya. “Untuk terdawa utama (Badar, Red) pantas dipenjara seumur hidup. Sementara rekannya (Samsul, Red) turut membantu, meski tak ikut langsung. Awalnya rekannya juga sebenarnya tak tahu niat terdakwa utama untuk merampok dan membunuh,” kata Kamin.
Namun karena perlu uang untuk membayar utang orangtuanya, ditambah perlu biaya membayar sekolah adiknya, makanya Samsul menuruti saja ajakan Badar. (rin/nha)




BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 15:30

Banjir Bandang Serang Gerilya

SAMARINDA. Banjir bandang kembali menerjang pemukiman warga. Kali ini terjadi di Jalan Gerilya Dalam,…

Kamis, 22 Juni 2017 15:29

Saling Hantam di Poros Balikpapan-Samarinda, Sopir Terjepit

TENGGARONG. Jalur Samarinda-Balikpapan merupakan ruas terdapat selama arus mudik. Tingginya mobilitas…

Rabu, 21 Juni 2017 16:22

Buka Puasa, Sekeluarga Nyaris Tertimbun

SAMARINDA. Musibah demi musibah menghantui warga Samarinda jelang Lebaran. Setelah banjir yang mengepung…

Rabu, 21 Juni 2017 16:20

Perampokan Rp 1,1 M Perlahan Terungkap

SAMARINDA. Aksi perampokan dengan jumlah besar seperti siklus. Terjadi hampr setiap tahun. Momennya…

Rabu, 21 Juni 2017 16:19
Ormas Islam Tolak Pelarangan Takbiran Keliling

Bagian dari Budaya, Tuntut Perusak Momen Ditertibkan

Takbir keliling tahun ini terancam dilarang pemerintah. Pro dan kontra menyelimuti. Ada yang sepakat…

Selasa, 20 Juni 2017 01:54

Giliran Mobil Polisi Ditembak

SAMARINDA. Pelaku penembakan di Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota, Minggu (18/6)…

Selasa, 20 Juni 2017 01:53

Wanita Berjilbab Pink Membusuk di Bukit

TANJUNG REDEB. Sambil menunggu waktu berbuka, sekelompok anak-anak tengah bermain di salah satu bukit.…

Selasa, 20 Juni 2017 01:52

Lima Longsor dalam Sehari

SAMARINDA. Dalam sehari, lima musibah tanah longsor terjadi di lima tempat berbeda di Kota Tepian, Senin…

Selasa, 20 Juni 2017 01:51

Nagih Utang, Tetangga Disiram Air Panas

SAMARINDA. Rusmi Widyasari (45) dan NR (42), dua ibu rumah tangga (IRT) yang berdekatan rumah. Meski…

Senin, 19 Juni 2017 01:28

Balap Liar Diberondong Tembakan

SAMARINDA. Suasana dini hari pukul 02.00 Wita di kawasan Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .