MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 15 Juni 2017 19:24
Perampok Sadis “Membusuk” di Penjara

Rencanakan Pembunuhan, Dihukum Seumur Hidup

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dua perampok sekaligus pembunuh sadis menerima ganjarannya. Mereka adalah Badarudin alias Badar (20) dan Samsul (23), keduanya warga Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dua sekawan ini menghabisi nyawa Manrafi (25), kasir toko sembako di kawasan AM Sangaji (eks Jalan Belibis), Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, 27 Desember 2016.
Selain membunuh, keduanya juga menggasak uang hasil dagang sebesar Rp 103 juta yang dibawa Manrafi. Oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang dipimpin Rustam, keduanya secara sah dan meyakinkan bersalah karena melakukan pembunuhan berencana.

Badar divonis kurungan penjara seumur hidup, sesuai tuntutan kurungan penjara yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamin. Sementara Samsul lebih beruntung, dia dituntut JPU kurungan penjara 20 tahun. Tapi majelis hakim menjatuhkan vonis “hanya” kurungan penjara 14 tahun.

Hukuman Samsul lebih ringan, karena dia berperan hanya membantu mengantarkan Badar selaku eksekutor. Namun yang memberatkan Samsul juga ikut menikmati uang hasil rampokan yang diambil paksa dari tangan Manrafi.

Rustam menerangkan, selain melakukan pembuhan berencana terhadap Manrafi, cara Badar membunuh warga Palaran itu terbilang sadis. Sembilan tikaman di wajah Manrafi, serta puluhan tikaman lain di sekujur tubuhnya yang lain. Bahkan saat Manrafi tak bergerak lagi, tetap saja Badar menghunjamkan pisau dapur yang dibeli di pasar malam ke arah Manrafi yang sudah tergeletak tak bersimbah darah.

“Terdakwa membawa pisau, kemudian ada rentang waktu hingga akhirnya bertemu dengan korban (Manrafi, Red) di lorong di bangunan di Jalan AM Sangaji. Korban dan terdakwa sempat bertegur sapa. Kemudian korban di serang. Ini menguatkan jika memang ada kesengajaan untuk membunuh korban,” ujar Rustam.

Atas vonis tersebut, Badar maupun Samsul memilih menerimanya. Sama halnya dengan Kamin, juga mengaku menerima putusan majelis hakim tersebut.
“Kami menerima putusan ini yang mulia (hakin, Red),” beber Kamin.

Saat berjalan dari sel titipan di PN Samarinda menuju ruang sidang dengan dikawal petugas kejaksaan, Badar dan Samsul masih sempat bersenda gurau. Namun saat memasuki ruang sidang, wajah keduanya langsung tegang.

Selama pembacaan petikan putusan, baik Badar maupun Samsul yang duduk di depan persidangan serta sama-sama mengenakan peci terlihat tegang. Keduanya sama-sama menatap tajam ke arah majelis hakim. Sejumlah keluarga Manrafi juga terlihat menghadiri ruang sidang. Seorang saudara perempuan Manrafi terus menangis dan sibuk menyeka air mata, mendengarkan majelis hakim membacakan petikan putusan.

Usai sidang, seorang saudara laki-laki Manrafi yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui Sapos mengatakan, kecewa dengan putusan majelis hakim. “Harusnya hukuman mati. Ini kan jelas-jelas pembunuhan berencana dan caranya juga sangat sadis,” tutur saudara Manrafi.

Sementara Kamin yang ditemui Sapos mengaku putusan tersebut sudah sesuai tuntutannya. “Untuk terdawa utama (Badar, Red) pantas dipenjara seumur hidup. Sementara rekannya (Samsul, Red) turut membantu, meski tak ikut langsung. Awalnya rekannya juga sebenarnya tak tahu niat terdakwa utama untuk merampok dan membunuh,” kata Kamin.
Namun karena perlu uang untuk membayar utang orangtuanya, ditambah perlu biaya membayar sekolah adiknya, makanya Samsul menuruti saja ajakan Badar. (rin/nha)




BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:19

" Online", Tewas Tersengat

SAMARINDA. Sahida (40) menjerit sejadi-jadinya. Sosok orang yang dikenalnya tertelungkup di atap beton…

Kamis, 23 November 2017 14:15

Membaik, Triniti Kembali ke Indonesia

Tragedi Oikumene mungkin salah satu kejahatan kemanusiaan yang pernah terjadi di Bumi Etam. Satu bocah…

Kamis, 23 November 2017 14:12

Pulang Mengaji, Murid SD Meringis

SAMARINDA. Seperti biasa ketika pulang sekolah, murid salah satu SD swasta di Samarinda Ulu -sebut saja…

Rabu, 22 November 2017 16:07

Pesta Kedua untuk Kakek 75 Tahun

Menikah adalah hak setiap manusia. Termasuk bagi kakek 75 tahun yang sudah memiliki cicit. Zakarias…

Selasa, 21 November 2017 01:41

Bus 20 Penumpang Terjun ke Jurang

SAMARINDA. Puluhan penumpang bus jurusan Samarinda-Sanggata tiba-tiba berteriak histeris. Bus melaju…

Selasa, 21 November 2017 01:40

4 Jam sebelumnya Masih Sehat Bugar

Serangan jantung yang dialami Abul Sani berakibat fatal. Sopir bus PO Suma Karya yang melayani rute…

Selasa, 21 November 2017 01:40

Aksi Sodomi Juga Dilakukan di Luar Negeri?

BALIKPAPAN. Pandu Dharma Wicaksono hanya menunduk saat dipamerkan di hadapan wartawan oleh Direktorat…

Selasa, 21 November 2017 01:39

Sukses Petugas Damkar Menyalakan Api Cinta

Nikah massal yang digelar di hotel berbintang memang sudah digelar Minggu (19/11) lalu. Satu peserta…

Senin, 20 November 2017 01:16

Rusuk Patah, Buruh Batu Bara Tewas di Kapal

SAMARINDA. Kapal klotok Amin Jaya 1 baru saja bersandar di dermaga jety penumpukan batu bara limbah…

Senin, 20 November 2017 01:12

SEPERTI DI FILM..!! Pemancing Bergulat dengan Buaya

SANGATTA. Serangan buaya terhadap manusia di Kutim tampaknya tak pernah berakhir. Jumat (17/11) lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .