MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 14 Juni 2017 12:56
Rintihan Notaris Itu Bikin Kaget
RINGSEK: Kondisi mobil yang dikendarai korban.

PROKAL.CO, SAMARINDA. “Sakit bu... sakit.” Terdengar suara wanita dari ujung ponsel Sulastri. Rintihan itu membuat Sulastri kaget. Padahal dia sudah hampir terlelap usai melakukan pekerjaan rumah harian.

Suara tersebut milik Meyliani Febrianti yang sedang sekarat. Ya, Meyliani mengalami kecelakaan tunggal di Kilometer 12 Balikpapan sekitar pukul 05.00 Wita kemarin (13/6). Beberapa detik kemudian tidak terdengar lagi rintihan pedih itu. Hanya seruan orang-orang yang seperi sedang berkerumun.

“Ya, saya sangat terkejut. Jujur, saya sendiri tidak bisa lagi menangis. Rasanya sakit,” ucap Sulastri, sang pengasuh Notaris. Meyliani Febrianti memang dikenali sebagai seorang Notaris. Meylani Febrianti lahir pada 19 Mei, di Jakarta. Lahir dari keluarga yang dipenuhi kesibukan membuat Febri –sapaan Meyliani Febrianti- harus  lebih banyak menghabiskan waktu dengan Sulastri yang sudah mengasuhnya bersejak usia 9 tahun.

Ayahnya Muhammad Jaffar Illah, berdarah Kutai adalah seorang karyawan di Bank Indonesia (BI). Sedangkan, ibunya Fatimah, berdarah Jawa-Tionghoa, juga seorang mantan karyawan BI. Meski memiliki pengasuh, tapi masa kecil hingga masa sekolahnya dihabiskan dengan berpindah-pindah. Mengikuti dinas orangtuanya.

SD di Balikpapan, SMP di Padang, SMA di Solo, dan menghabiskan waktu di Jakarta hingga menamatkan pendidikannya S2 Hukumnya-nya di Yogyakarta. Barulah pada tahun 2009 dia memboyong seluruh keluarganya kembali ke Samarinda setelah berhasil membuka kantor Notaris pribadi yang diisi 10 karyawan. Rumah sekaligus kantornya tersebut beralamat di Jalan Juanda 1, RT 20, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu.

“Dia baik. Sangat baik kepada semua orang. Tidak pernah marah tanpa sebab. Kami sangat kehilangan. Sangat,” ucap Sulastri seolah tidak bisa  menggambarkan rasa kehilangan yang dia rasakan.

Tidak ada pertanda yang ditinggalkan wanita yang akrab disapa Febri tersebut. Namun, Sulastri merasa cukup heran karena satu minggu ini Febri selalu ingin ditemani makan sahur. Padahal biasanya, tidak pernah bermasalah kalau makan sahur seorang diri. “Dia juga jadi sangat manja. Tadi pagi (kemarin, Red) juga sebelum berangkat (pada pukul 04.00 Wita, Red) dia terlihat senang sekali,” ucap wanita 43 tahun ini.

Kecelakaan yang menimpa Febri terjadi pukul 05.00 Wita. Namun Febri meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit Balikpapan. Sedangkan ketiga rekan bisnisnya tidak sadarkan diri dan mengalami patah tulang. “Jenazah Febri tiba di rumah duka pukul 14.00 Wita. Saat saya mandikan darah masih terus mengalir. Seluruh tubuhnya lebam. Terutama bagian dada. Sangat hitam. Kakinya juga jadi panjang sebelah karena mungkin mencoba menginjak rem,” ucapnya dengan nada yang hampir tidak terdengar.

Di mata kerabat dan karyawannya, Febri merupakan sosok yang hangat, penuh perhatian, dan sangat baik. Tidak pernah marah maupun  menghujat orang lain.
Selasa (13/6) wanita yang baru saja memasuki usia 37 tahun tersebut bermaksud melakukan tanda tangan kerja sama dengan pihak bank. Dia berangkat dari kediamannya pada pukul 04.00 Wita bersama tiga karyawan pria bank tersebut. Febri yang menyopiri mobilnya diduga melaju dengan kecepatan tinggi karena harus mengejar penerbangan pertama pukul 07.00 Wita.

“Dia baik. Sangat baik. Kami sangat tidak menyangka dia pergi secepat ini. Dia juga baru saja berulang tahun beberapa waktu lalu,” ucap salah satu kerabatnya di rumah duka yang tidak ingin disebutkan namanya. “Orangnya santai dan baik. Semua karyawan dia anggap seperti saudara sendiri. siapapun itu, dia sangat baik,” tambah Nana, salah seorang karyawannya.
Setelah disalatkan, jenazah Febri makamkan di pekuburan muslim di Jalan Suryanata pada pukul 16.00 Wita.

“Aku tidak sabar tiba di Jakarta,” ucap Sulastri menirukan ucapan terakhir Febri ketika pamit sesaat sebelum menaiki mobil Nissan Grand Livina dengan KT 1370. (rm-1/nha)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:19

" Online", Tewas Tersengat

SAMARINDA. Sahida (40) menjerit sejadi-jadinya. Sosok orang yang dikenalnya tertelungkup di atap beton…

Kamis, 23 November 2017 14:15

Membaik, Triniti Kembali ke Indonesia

Tragedi Oikumene mungkin salah satu kejahatan kemanusiaan yang pernah terjadi di Bumi Etam. Satu bocah…

Kamis, 23 November 2017 14:12

Pulang Mengaji, Murid SD Meringis

SAMARINDA. Seperti biasa ketika pulang sekolah, murid salah satu SD swasta di Samarinda Ulu -sebut saja…

Rabu, 22 November 2017 16:07

Pesta Kedua untuk Kakek 75 Tahun

Menikah adalah hak setiap manusia. Termasuk bagi kakek 75 tahun yang sudah memiliki cicit. Zakarias…

Selasa, 21 November 2017 01:41

Bus 20 Penumpang Terjun ke Jurang

SAMARINDA. Puluhan penumpang bus jurusan Samarinda-Sanggata tiba-tiba berteriak histeris. Bus melaju…

Selasa, 21 November 2017 01:40

4 Jam sebelumnya Masih Sehat Bugar

Serangan jantung yang dialami Abul Sani berakibat fatal. Sopir bus PO Suma Karya yang melayani rute…

Selasa, 21 November 2017 01:40

Aksi Sodomi Juga Dilakukan di Luar Negeri?

BALIKPAPAN. Pandu Dharma Wicaksono hanya menunduk saat dipamerkan di hadapan wartawan oleh Direktorat…

Selasa, 21 November 2017 01:39

Sukses Petugas Damkar Menyalakan Api Cinta

Nikah massal yang digelar di hotel berbintang memang sudah digelar Minggu (19/11) lalu. Satu peserta…

Senin, 20 November 2017 01:16

Rusuk Patah, Buruh Batu Bara Tewas di Kapal

SAMARINDA. Kapal klotok Amin Jaya 1 baru saja bersandar di dermaga jety penumpukan batu bara limbah…

Senin, 20 November 2017 01:12

SEPERTI DI FILM..!! Pemancing Bergulat dengan Buaya

SANGATTA. Serangan buaya terhadap manusia di Kutim tampaknya tak pernah berakhir. Jumat (17/11) lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .