MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
Selasa, 13 Juni 2017 01:18
Kakak Beradik Diputus Penjara 18 Bulan

Oknum Wartawan yang Melakukan Pemalakan dan Penganiayaan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Permintaan keringanan hukuman yang disampaikan Deni (36), oknum wartawan yang melakukan pemalakan berujung penganiayaan bersama dua saudaranya, Junaidi (23) dan FR (16) dalam pembacaan tuntutan yang disampai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar seminggu sebelumnya rupanya direspons majelis hakim.
Itu bisa dilihat dari pembacaan putusan hukuman yang dijalani Junaidi dan Deni, siang kemarin. Kakak beradik yang melakukan pemalakan dan penganiayaan tersebut divonis kurungan penjara 18 bulan penjara atau 1,5 tahun.
Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan yang disampaikan JPU Reza Pahlepi, yaitu kurungan penjara 2 tahun. Atas putusan tersebut, Deni dan Junaidi mengaku terima. Keduanya siap mempertanggungjawabkan perbuatan mereka karena telah menganiaya dua warga Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), bernama Aidil dan Taufik, keduanya sama-sama berusia 19 tahun.
“Kedua terdakwa (Deni dan Junaidi, Red) secara meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai dakwaan yang disampaikan JPU,” ujar majelis hakim.
Majelis hakim mengingatkan Deni maupun Junaidi agar tak akan mengulangi perbuatan mereka. Selain Deni dan Junaidi, saudara merek FR sudah menjalani hukuman lebih dulu. Proses sidang dipercepat karena sesuai aturan, terhadap anak dibawah umur.
Taufik yang ditemui Sapos mengungkapkan, seharusnya hukuman Deni dan Junaidi bisa lebih berat. “Selain melakukan penganiayaan terhadap saya dan teman saya (Aidil, Red), mobil saya juga dirusak,” tutur Taufik.
Peristiwanya pemalakan dan penganiayaan itu terjadi Sabtu (4/3) lalu. Saat itu itu Deni, Junaidi dan FR nongkrong di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang di Jalan Pangeran Suryanata.
Ketiganya menunggu truk dan pikap pengangkut kayu ilegal yang biasa melintas di sana. Maksudnya Deni dan dua saudaranya akan melakukan pemalakan. Modusnya minta uang dan jika menolak akan menangkap. Deni berlagak layaknya aparat penegak hukum.
Saat itulah melintas pikap yang ditumpangi Taufik dan Aidil. Disangka membawa kayu, Deni mengadang pikap. Namun karena merasa tak bersalah, Taufik dan Aidil tak menggubris. Pikap terus melaju.
Melihat hal tersebut, Deni dan adik-adiknya langsung mengejar. Aksi saling kejar terjadi hingga kawasan Samarinda Seberang.
Setelah mobil dihentikan, Deni marah dan akhirnya bersama Junaidi dan FR melakukan pengeroyokan. Akibat kejadian tersebut Taufik dan Aidil mengalami luka. Keberatan, akhirnya kasusnya dilaporkan ke Polsekta Palaran. Deni, Junaidi dan FR pun ditangkap. Ketiganya diproses hukum hingga didudukkan di kursi pesakitan di PN Samarinda. (rin)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 16:15

Wajah Lama Tak Kapok Disidang

SAMARINDA. Persidangan kasus tindak pidana ringan (tipiring) kembali menghadirkan oknum pemuda yang…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:12

Cari Saksi, Korban Ikut Membantu

SAMARINDA. Aksi kawanan garong dengan modus pecah kaca mobil yang menimpa Muhammad Kusaeri (45), warga…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:34

Kontraktor dan PPTK Dituntut 18 Bulan

SAMARINDA. Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:33

Dua Remaja Dititip ke KPAI

SAMARINDA. Dua dari empat remaja masing-masing berinisial AS, RY, FH dan RR, langsung dititipkan ke…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:00

Oknum PNS dan Honorer Dipenjara 34 Bulan

SAMARINDA. Oknum PNS dan honorer di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:58

Modal Gunting, Gasak Empat Motor

SAMARINDA.  Usia keempat remaja yang dua diantaranya masih berstatus pelajar salah satu SMP tergolong…

Selasa, 17 Oktober 2017 02:03

Sedot Air di Kolam, Sopir Ketemu Malaikat Maut

TENGGARONG. Penemuan mayat di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong membuat geger warga. Senin…

Selasa, 17 Oktober 2017 02:02

Edarkan sabu, Duo Pengangguran Diringkus

SAMARINDA.  Resah dengan aktivitas peredaran narkoba di kawasan tempat tinggalnya, akhirnya warga…

Selasa, 17 Oktober 2017 02:01

Bandar Togel Gigit Jari

SAMARINDA. Dua pria Agus Setiawan, dan Seppi Krisno Wiwi terlalu asyik menulis. Keduanya bukan menulis…

Selasa, 17 Oktober 2017 02:00

Mau Pulang ke Rumah Ortu, Amelia Ditonjok Suami Hingga Giginya Rontok

SAMARINDA. Bait lagu “pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku” mewakili perasaan hati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .