MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 18 Mei 2017 18:20
YA ALLAH, TEGANYA..!! Ternyata Anak Kelaparan sebelum Dibunuh

Luka di Seluruh BagianTubuh Navita

Mendiang Navita

PROKAL.CO, BONTANG. Kisah tewasnya gadis cilik bernama Navita di tangan ayahnya awal Mei lalu, masih meninggalkan pilu. Hasil autopsi dari pihak forensik RSUD AW Syahranie Samarinda tubuh mungil bocah malang berusia 3 tahun tersebut hancur penuh pukulan.

Demikian disampaikan Kapolres Bontang AKBP Andi Ervyn melalui Kasat Reskrim AKP Rihard Nexson, kemarin (17/5). Hasil pemeriksaan tersebut diambil langsung tim reskrim Bontang ke Samarinda, Selasa (16/5) lalu.
Pelaku penganiayaan hingga tewas ini adalah Fardi alias Ardi, ayah tiri Navita. Ardi menikahi ibu Navita berndama Nita November 2016 lalu.

Menurut Rihard, dari hasil autopsi yang dikeluarkan pihak rumah sakit, kematian Navita terjadi lantaran adanya pendarahan pada otak yang menyebabkan kegagalan fungsi susunan saraf. Kondisi ini diperberat akibat kekerasan dari benda tumpul yang menyebabkan pendarahan pada punggung dan perut Navita.

Selain itu, dari hasil autopsi, menurut Rihard, terlihat korban mengalami banyak pukulan atau siksaan yang cukup mengerikan. Pasalnya, mulai dari kepala, pipi, mata, mulut, telinga, leher, dada, perut, punggung,  tangan, lengan, paha, kaki, tungkai kaki, semua terdapat bekas luka akibat hantaman benda tumpul. Termasuk ada rahang gigi korban yang patah, dan tulang atap otak retak juga tulang punggung dan pendarahan di perut dan otak.

Yang lebih miris lagi, dari hasil autopsi diketahui apabila saat dianiaya oleh ayah tirinya, Navita dalam posisi tak pernah diberi makanan ataupun minuman. Hal ini terlihat dari hasil autopsi di dalam lambung korban dan usus. Hasinya, diketahui sama sekali tak ada sisa atau kotoran bekas makanan.

“Dari hasil autopsi, lambung ataupun usus korban, sama sekali tidak ada isi makanan, alias kosong, bersih termasuk usus. Yang ada hanya kandungan gas saja. Sehingga bisa diprediksi korban tidak diberi makan sama sekali sebelum dipukul, sampai isi lambungnya bersih tak ada sama sekali makanan, ataupun susu, atau minuman,” kata Rihard, sembari menarik nafas tak menyangka begitu tega tersangka menganiaya bocah mungil tersebut.

Rihard mengatakan, akan kembali menginterogasi tersangka. Sebab, dari hasil autopsi, juga ada luka melingkar di pipi kiri dan pipi kanan, seperti luka bekas gigitan.
“Ini berarti korban juga digigit, selain dipukul. Harus kembali ditanya lagi, karena sebelumnya tersangka tidak ada bilang kalau sempat menggigit korban. Sementara hasil autopsi ada luka gigitan. Termasuk luka robek pada dubur korban, hingga menembus otot, kami harus tanya kembali ke tersangka,” kata Rihard.

Setelah hasil autopsi keluar, menurut Rihard, yang akan dilakukan pihaknya adalah tinggal proses untuk rekonstruksi sekaligus merampungkan berkasnya, untuk segera dikirim ke pihak kejaksaan.

Korban dan pelaku merupakan warga Bontang yang baru tiga bulan tinggal di Gang Arwana 1 RT.17, Rawa Indah Jalan KS Tubun, Bontang Selatan.
Penganiayaan terhadap Navita dilakukan Ardi di sepanjang perjalanan dari Melak, Kutai Barat (Kubar) menuju Samarinda, 30 April lalu.

Navita dipukul bahkan dilempar ke atas bak truk. Seperti melempar barang melambung ke atas. Karena pintu bak truk tidak dibuka, sehingga anak ini seperti melambung ke udara dan jatuh di dalam bak truk.

Pada Senin 1 Mei, Ardi dan istrinya tiba di Samarinda. Ardi membeli kain kafan dan cangkul. Lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Bontang. Begitu tiba di km 28 Desa Prangat, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) Navita dibungkus kain kafan dan dikubur di dalam hutan.

Proses penguburan tidak melalui adat yang berlaku dan sesuai ajaran agama. Karena hanya dibungkus kain kafan lalu dipendam di dalam tanah. Galiannya pun tidak dalam. Tanpa proses memandikan jenazah ataupun disolatkan sesuai ajaran Islam. Layaknya menguburukan binantang. Begitu selesai menguburkan, Ardi bersama istrinya lantas melanjutkan pulang ke Bontang.

Kepada tetangganya, pasangan suami istri ini justru mengarang cerita kalau anaknya tewas ditabrak. Namun tetangga yang curiga lalu melaporkannya ke polisi. (soh/nha)





BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 10:29

Buaya Lempake Makan Manusia

TANJUNG REDEB. Nyali Syarifudin cukup tinggi. Dia sudah tahu kalau sungai di dekat rumahnya banyak dihuni…

Kamis, 20 Juli 2017 10:22

Sering Dibully, Bos Dibantai

SAMARINDA. Dorrr…. Letusan pistol polisi mengakhiri pelarian Irfan alias Asek. Dia adalah pembantai…

Kamis, 20 Juli 2017 10:19

Curhat, Ibu Vincero Menangis

SAMARINDA. David Saputo dan istrinya Marwah Baco duduk lesehan di teras gedung DPRD Kota Samarinda,…

Rabu, 19 Juli 2017 11:16

“Ngekos” di Kolong Jembatan Mahakam

SAMARINDA. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda belum berhenti membersihkan Jembatan…

Rabu, 19 Juli 2017 11:12

Pertanyakan Biaya, Ditolak Sekolah

Di saat sebagian bocah SD bersuka cita menyambut tahun ajaran baru, kisah pilu datang dari keluarga…

Rabu, 19 Juli 2017 11:10

Dinding Gosong, Poster Guru Sekumpul Tak Tersentuh Api

Selalu ada keajaiban dalam setiap musibah. Ada cerita lain dari kebakaran di Jalan Pangeran Suryanata,…

Selasa, 18 Juli 2017 02:25

ASTAGA..!! Pasangan Ini Dua Tahun Mesum di Ketinggian

Daya tarik Kota Tepian memikat banyak pengangguran datang untuk mengubah nasib. Ada yang berhasil, ada…

Selasa, 18 Juli 2017 02:19

HOROR DI JALAN..!! Senggol Bus Lalu Digilas, SELESAI UMURNYA....

SAMARINDA. Meski gerimis namun lalu lintas di Jembatan mahakam masih cukup padat. Kendaraan dari arah…

Selasa, 18 Juli 2017 02:13

Dikepung Api saat Mandi

SAMARINDA. Warga Jalan Suryanata, Gang Tinggiran, RT 38, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, mendapat…

Selasa, 18 Juli 2017 02:13

Gerebek Pesta Sabu, Bandar Diburu

SAMARINDA. Matahari belum lagi terbenam, namun Iwan (39), Sahabuddin (41) dan Udi Fathansyah (34) sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .