MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 18 Mei 2017 18:20
YA ALLAH, TEGANYA..!! Ternyata Anak Kelaparan sebelum Dibunuh

Luka di Seluruh BagianTubuh Navita

Mendiang Navita

PROKAL.CO, BONTANG. Kisah tewasnya gadis cilik bernama Navita di tangan ayahnya awal Mei lalu, masih meninggalkan pilu. Hasil autopsi dari pihak forensik RSUD AW Syahranie Samarinda tubuh mungil bocah malang berusia 3 tahun tersebut hancur penuh pukulan.

Demikian disampaikan Kapolres Bontang AKBP Andi Ervyn melalui Kasat Reskrim AKP Rihard Nexson, kemarin (17/5). Hasil pemeriksaan tersebut diambil langsung tim reskrim Bontang ke Samarinda, Selasa (16/5) lalu.
Pelaku penganiayaan hingga tewas ini adalah Fardi alias Ardi, ayah tiri Navita. Ardi menikahi ibu Navita berndama Nita November 2016 lalu.

Menurut Rihard, dari hasil autopsi yang dikeluarkan pihak rumah sakit, kematian Navita terjadi lantaran adanya pendarahan pada otak yang menyebabkan kegagalan fungsi susunan saraf. Kondisi ini diperberat akibat kekerasan dari benda tumpul yang menyebabkan pendarahan pada punggung dan perut Navita.

Selain itu, dari hasil autopsi, menurut Rihard, terlihat korban mengalami banyak pukulan atau siksaan yang cukup mengerikan. Pasalnya, mulai dari kepala, pipi, mata, mulut, telinga, leher, dada, perut, punggung,  tangan, lengan, paha, kaki, tungkai kaki, semua terdapat bekas luka akibat hantaman benda tumpul. Termasuk ada rahang gigi korban yang patah, dan tulang atap otak retak juga tulang punggung dan pendarahan di perut dan otak.

Yang lebih miris lagi, dari hasil autopsi diketahui apabila saat dianiaya oleh ayah tirinya, Navita dalam posisi tak pernah diberi makanan ataupun minuman. Hal ini terlihat dari hasil autopsi di dalam lambung korban dan usus. Hasinya, diketahui sama sekali tak ada sisa atau kotoran bekas makanan.

“Dari hasil autopsi, lambung ataupun usus korban, sama sekali tidak ada isi makanan, alias kosong, bersih termasuk usus. Yang ada hanya kandungan gas saja. Sehingga bisa diprediksi korban tidak diberi makan sama sekali sebelum dipukul, sampai isi lambungnya bersih tak ada sama sekali makanan, ataupun susu, atau minuman,” kata Rihard, sembari menarik nafas tak menyangka begitu tega tersangka menganiaya bocah mungil tersebut.

Rihard mengatakan, akan kembali menginterogasi tersangka. Sebab, dari hasil autopsi, juga ada luka melingkar di pipi kiri dan pipi kanan, seperti luka bekas gigitan.
“Ini berarti korban juga digigit, selain dipukul. Harus kembali ditanya lagi, karena sebelumnya tersangka tidak ada bilang kalau sempat menggigit korban. Sementara hasil autopsi ada luka gigitan. Termasuk luka robek pada dubur korban, hingga menembus otot, kami harus tanya kembali ke tersangka,” kata Rihard.

Setelah hasil autopsi keluar, menurut Rihard, yang akan dilakukan pihaknya adalah tinggal proses untuk rekonstruksi sekaligus merampungkan berkasnya, untuk segera dikirim ke pihak kejaksaan.

Korban dan pelaku merupakan warga Bontang yang baru tiga bulan tinggal di Gang Arwana 1 RT.17, Rawa Indah Jalan KS Tubun, Bontang Selatan.
Penganiayaan terhadap Navita dilakukan Ardi di sepanjang perjalanan dari Melak, Kutai Barat (Kubar) menuju Samarinda, 30 April lalu.

Navita dipukul bahkan dilempar ke atas bak truk. Seperti melempar barang melambung ke atas. Karena pintu bak truk tidak dibuka, sehingga anak ini seperti melambung ke udara dan jatuh di dalam bak truk.

Pada Senin 1 Mei, Ardi dan istrinya tiba di Samarinda. Ardi membeli kain kafan dan cangkul. Lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Bontang. Begitu tiba di km 28 Desa Prangat, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) Navita dibungkus kain kafan dan dikubur di dalam hutan.

Proses penguburan tidak melalui adat yang berlaku dan sesuai ajaran agama. Karena hanya dibungkus kain kafan lalu dipendam di dalam tanah. Galiannya pun tidak dalam. Tanpa proses memandikan jenazah ataupun disolatkan sesuai ajaran Islam. Layaknya menguburukan binantang. Begitu selesai menguburkan, Ardi bersama istrinya lantas melanjutkan pulang ke Bontang.

Kepada tetangganya, pasangan suami istri ini justru mengarang cerita kalau anaknya tewas ditabrak. Namun tetangga yang curiga lalu melaporkannya ke polisi. (soh/nha)




loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 21:13

Dibegal Sejoli, Bocah Diseret

SAMARINDA. Ulah pelaku begal kini semakin beringas. Bahkan pelakunya bukan hanya pria, namun juga melibatkan…

Kamis, 07 Juni 2018 21:11

Perkosa Istri Sahabat

Apa artinya berteman…Di belakang kau menikam…Lirik lagu Pagar Makan Tanaman milik Mansyur…

Rabu, 06 Juni 2018 21:49

“Monster Jalanan” Ngamuk

SAMARINDA.  Kecalakaan lalu lintas di tanjakan Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, bukan…

Selasa, 05 Juni 2018 23:41

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa saat Bertugas

MANOKWARI. Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus.…

Selasa, 05 Juni 2018 19:59

Dicurangi Sahabat, Gagal Mudik

SAMARINDA. Angan-angan Nasir alias Aci berlebaran di kampung halaman seketika sirna. Langkah pria 31…

Senin, 04 Juni 2018 20:47

KASIHAN..!! Cuci Pakaian, Wanita Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Malam semakin larut, Tajudin yang kala itu masih terjaga merasa gelisah. Keponakannya, Siti…

Senin, 04 Juni 2018 20:33

Mapolres Diserang, Polisi Terluka

SAMARINDA. Andi Kosasih belum menyerah usai diamankan polisi. Pria 32 tahun itu bahkan lebih beringas…

Jumat, 01 Juni 2018 20:22

Belatung Jatuh, Mayat Membusuk

SAMARINDA. Teriakan sekawanan remaja yang tengah mencari udang mengejutkan warga di Jalan Mangkupalas,…

Jumat, 01 Juni 2018 20:20

Lebih Murah, Sampai Lebih Lama

SAMARINDA. Jarak tempuh Samarinda menuju Surabaya dan Makassar melalui bandara APT Pranoto diyakini…

Jumat, 01 Juni 2018 20:17

Mobil Hancur, Kepala Robek

SAMARINDA. Seorang pengemudi mobil dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak truk yang sedang parkir.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .