MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 17 Mei 2017 01:34
Bahan Gas Rentan Tercemar?

PROKAL.CO, BONTANG. Pabrik pengolahan gas PT Samator Gas Industri yang memanfaatkan udara bebas, berpotensi tercemar karena letaknya yang berdampingan dengan pabrik NPK Cluster yang mengolah bahan kimia untuk dijadikan pupuk.
Dari pantauan Sapos, letak kedua pabrik tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter bersebelahan dengan 4 pabrik NPK Cluster, yang akan segera dibangun dalam waktu dekat. Kedua pabrik terletak di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE).
Hal tersebut juga menjadi perhatian Komisi III DPRD Bontang saat melakukan sidak, Senin (15/5). “Limbah dari pembuangan pabrik NPK Cluster jelas mencemari udara sekitar dan pasti ada kandungan kimia. Kalau udara ini sampai diisap dan dikelola pabrik Samator, pasti produk yang dihasilkan akan ada bahan kimianya,” ujar salah seorang anggota Komisi III yang ikut sidak.
Seperti diketahui, produk nitrogen dan oksigen yang dihasilkan Samator disuplai untuk kebutuhan medis ke seluruh rumah sakit di Bontang.  
“Bisa keracunan, apa lagi ini khusus diperuntukan bagi orang sakit. Maka sterilisasinya harus terjaga, jadi ini sangat krusial sekali untuk kita perhatikan bersama,” jelasnya lagi.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Penanggung Jawab Produksi PT Samator Gas Industri Novantri menjamin nitrogen dan oksigen yang dihasilkan tidak akan terkontaminasi oleh limbah karena menggunakan metode sterilisasi kualitas tinggi.
“Pabrik ini telah dilengkapi dengan komponen-komponen yang menunjang untuk menjaga sterilisasi produksi,” urainya.
Tidak hanya itu, lanjut Novantri, tahapan penyaringan dilakukan sedetail mungkin karena ada tiga tahap bahkan bisa lebih, tergantung kualitas udara yang diisap. Selain itu di langkah akhir produksi nitrogen dan oksigen akan diuji kembali sterilisasinya, sebelum akhirnya di distribusikan.
PT Samator Gas Industri Bontang sudah beroperasi sejak 2016 lalu. Pabrik tersebut mengolah udara bebas yang dinetralisasi dari kandungan H2O dan dikompresi menjadi senyawa nitrogen, oksigen dan argon dalam bentuk cair.  
Ketiga produksi tersebut nantinya akan disuplai untuk kebutuhan seluruh rumah sakit dan perusahaan di Bontang. Dalam sehari, pabrik ini mampu memproduksi sebanyak 50 ribu meter kubik nitrogen, oksigen dan argon siap pakai.

Tercatat, nitrogen yang dihasilkan digunakan rumah sakit untuk kebutuhan bahan infus cair, dan oksigen untuk konsumsi pernapasan bantuan bagi pasien. Sedangkan argon sebagai bahan dasar pekerjaan las. (ivr/rin)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:44

Izin Galian C, tapi Kok Keruk Batubara...?

TANJUNG REDEB. Aktivitas pematangan lahan di jalan Gatot Subroto menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya…

Rabu, 20 September 2017 16:50

Jawaban Pengawas Bikin Legislator Sewot

TANJUNG REDEB. Sidak 3 anggota DPRD Berau di proyek Jalan Milono, Tanjung Redeb, Senin (18/9) lalu,…

Rabu, 20 September 2017 16:48

ASTAGA..!! Ada 44 Toko Obat Tak Kantongi Izin

BONTANG. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Kota Bontang memastikan jika saat ini terdapat…

Selasa, 19 September 2017 02:09

Gedung Olahraga Dijadikan Tempat "Main Kuda-Kudaan"

BONTANG. Gedung Sport Center Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, kini diduga juga menjadi tempat…

Selasa, 19 September 2017 02:08

Bakal Bangun Rusunwa Lagi

BONTANG. Setelah realisasi pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Api-api yang…

Selasa, 19 September 2017 02:07

WADUH..!! APBD Kutim Defisit Rp 250 Miliar

SANGATTA.  Kekhawatiran akan  defisit  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD ) Kutim…

Selasa, 19 September 2017 02:07

Polisi Geruduk Apotek

BONTANG. Antisipasi dini dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Bontang, terkait penyalahgunaan…

Senin, 18 September 2017 00:21

Dampak Negatif Kebijakan Pusat

TANJUNG REDEB. Kebijakan pemerintah pusat melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan…

Senin, 18 September 2017 00:19

Mobil Jalan Sendiri Nyaris Bikin Celaka

BONTANG. Ini peringatan untuk kita semua untuk tidak meninggalkan anak seorang diri dalam ruang kemudi…

Sabtu, 16 September 2017 14:12

Rp 500 Juta untuk Bangun Tandon

SANGATTA. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur (Kutim) membangun tandon air untuk warga Desa Pangadan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .