MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 17 Mei 2017 01:15
Kehabisan Uang, WNA Asal Tiongkok Jual Laptop di Palaran, Lalu Ditangkap

PROKAL.CO, SAMARINDA. Mata Wondo dan Riski bak elang yang tengah mengintai mangsanya agar tak lepas. Sesekali kedua warga Palaran itu bergantian menelepon. Ya, yang mereka telepon adalah polisi. Keduanya rupanya sedang mengintai seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga menjual laptop selundupan di kawasan Gotong Royong, Palaran, Senin (15/5) lalu.

Wondo dan Riski adalah korban warga asing dari negeri tirai bambu yang mengaku bernama Yangisi. Wondo dan Riski, sehari sebelumnya atau Minggu (14/5) lalu, masing-masing telah membeli dua unit laptop merek Toshiba 17 inci warna hitam seharga Rp 2 juta per unit.

Karena harga yang murah ditambah merek terkenal, tanpa berpikir panjang Wondo serta Riski membeli laptop tersebut. Entah komunikasi seperti apa yang dilakukan kedua pria itu dengan Yangisi hingga terjadi kesepakatan jual beli. Padahal Yangisi sama sekali tak bisa berbahasa Indonesia.

Setelah memberikan uang kepada Yangisi, laptop tanpa dilengkapi kotak serta buku petunjuk pemakaian itupun lantas dibawa pulang. Entah bagaimana muncul kecurigaan Wondo dan Riski yang akhirnya sadar telah tertipu.

"Nah keesokan harinya (Senin, Red) kedua korban (Wondo dan Riski) kembali melihat pelaku (Yangisi, Red) di sekitar kawasan Gotong Royong. Pelaku lantas diikuti sembari kedua korban menelepon kami," beber Kapolsekta Palaran, Kompol Andrias Nurcahyo Wibowo, melalui Kanit Reskrim, Ipda Nodi B Ratag.

Mendapat laporan adanya penjualan laptop selundupan, polisi bergerak mengamankan Yangisi. Namun proses penangkapan membuat polisi kebingungan. Karena ketika berdebat, bahasa yang digunakan tidak sama. "Namun tetap kami bawa dengan barang bukti dua unit laptop lagi yang disita dari tangannya," ujar Nodi.

Meski terhambat komunikasi karena berbeda bahasa, polisi bisa menyimpulkan keterangan Yangisi terkait alasannya menjual laptop tersebut dengan harga murah. "Pengakuannya kehabisan uang. Pelaku awalnya dari Balikpapan dan sempat berada di Samarinda kota lalu ke Palaran. Namun kami belum tahu pasti menggunakan apa pelaku menuju Palaran," terang Nodi.

Karena kesulitan menggali informasi, Yangisi lantas diserahkan ke Unit Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Satreskrim Polresta Samarinda untuk diperiksa.
"Laptop yang dijual pelaku bukanlah laptop selundupan atau palsu. Itu adalah laptop bekas," terang Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, melalui Kanit Tipideksus, AKP Nono Rusmana kepada Sapos.

Polisi lantas memeriksa dokumen keimigrasian Yangisi. Dalam dokumen tersebut diketahui tujuan Yangisi ke Indonesia sebagai turis, yakni kunjungan. Visanya berlaku hingga 17 Juni 2017. "Kami tidak bisa memproses hukum pelaku karena unsur pidana yang dikenakan kurang. Jadi pelaku kami serahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda untuk diproses mengenai keimigrasiannya.

Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, Bangun Ibnu Setiaji menjelaskan bahwa berdasarkan dokumen keimigrasian, tertera kunjungan Yangisi mengantongi visa travel. “Jadi untuk sementara yang bersangkutan telah melanggar izin tinggal keimigrasian yang semestinya untuk pariwisata tapi digunakan untuk berjualan," terang Ibnu.

Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Yangisi melanggar pasal 112. Yangisi terancam dideportasi. "Yang bersangkutan masih dimintai keterangan oleh penyidik kami. Berdasarkan visa yang dimiliki, yang bersangkutan sudah berada di Indonesia sejak 2013 lalu dimulai dari daerah Jakarta. Untuk di Samarinda sendiri atas pengakuannya baru kemarin," tandasnya. (oke/nha)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 15:30

Banjir Bandang Serang Gerilya

SAMARINDA. Banjir bandang kembali menerjang pemukiman warga. Kali ini terjadi di Jalan Gerilya Dalam,…

Kamis, 22 Juni 2017 15:29

Saling Hantam di Poros Balikpapan-Samarinda, Sopir Terjepit

TENGGARONG. Jalur Samarinda-Balikpapan merupakan ruas terdapat selama arus mudik. Tingginya mobilitas…

Rabu, 21 Juni 2017 16:22

Buka Puasa, Sekeluarga Nyaris Tertimbun

SAMARINDA. Musibah demi musibah menghantui warga Samarinda jelang Lebaran. Setelah banjir yang mengepung…

Rabu, 21 Juni 2017 16:20

Perampokan Rp 1,1 M Perlahan Terungkap

SAMARINDA. Aksi perampokan dengan jumlah besar seperti siklus. Terjadi hampr setiap tahun. Momennya…

Rabu, 21 Juni 2017 16:19
Ormas Islam Tolak Pelarangan Takbiran Keliling

Bagian dari Budaya, Tuntut Perusak Momen Ditertibkan

Takbir keliling tahun ini terancam dilarang pemerintah. Pro dan kontra menyelimuti. Ada yang sepakat…

Selasa, 20 Juni 2017 01:54

Giliran Mobil Polisi Ditembak

SAMARINDA. Pelaku penembakan di Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota, Minggu (18/6)…

Selasa, 20 Juni 2017 01:53

Wanita Berjilbab Pink Membusuk di Bukit

TANJUNG REDEB. Sambil menunggu waktu berbuka, sekelompok anak-anak tengah bermain di salah satu bukit.…

Selasa, 20 Juni 2017 01:52

Lima Longsor dalam Sehari

SAMARINDA. Dalam sehari, lima musibah tanah longsor terjadi di lima tempat berbeda di Kota Tepian, Senin…

Selasa, 20 Juni 2017 01:51

Nagih Utang, Tetangga Disiram Air Panas

SAMARINDA. Rusmi Widyasari (45) dan NR (42), dua ibu rumah tangga (IRT) yang berdekatan rumah. Meski…

Senin, 19 Juni 2017 01:28

Balap Liar Diberondong Tembakan

SAMARINDA. Suasana dini hari pukul 02.00 Wita di kawasan Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .