MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 17 Mei 2017 01:15
Kehabisan Uang, WNA Asal Tiongkok Jual Laptop di Palaran, Lalu Ditangkap

PROKAL.CO, SAMARINDA. Mata Wondo dan Riski bak elang yang tengah mengintai mangsanya agar tak lepas. Sesekali kedua warga Palaran itu bergantian menelepon. Ya, yang mereka telepon adalah polisi. Keduanya rupanya sedang mengintai seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga menjual laptop selundupan di kawasan Gotong Royong, Palaran, Senin (15/5) lalu.

Wondo dan Riski adalah korban warga asing dari negeri tirai bambu yang mengaku bernama Yangisi. Wondo dan Riski, sehari sebelumnya atau Minggu (14/5) lalu, masing-masing telah membeli dua unit laptop merek Toshiba 17 inci warna hitam seharga Rp 2 juta per unit.

Karena harga yang murah ditambah merek terkenal, tanpa berpikir panjang Wondo serta Riski membeli laptop tersebut. Entah komunikasi seperti apa yang dilakukan kedua pria itu dengan Yangisi hingga terjadi kesepakatan jual beli. Padahal Yangisi sama sekali tak bisa berbahasa Indonesia.

Setelah memberikan uang kepada Yangisi, laptop tanpa dilengkapi kotak serta buku petunjuk pemakaian itupun lantas dibawa pulang. Entah bagaimana muncul kecurigaan Wondo dan Riski yang akhirnya sadar telah tertipu.

"Nah keesokan harinya (Senin, Red) kedua korban (Wondo dan Riski) kembali melihat pelaku (Yangisi, Red) di sekitar kawasan Gotong Royong. Pelaku lantas diikuti sembari kedua korban menelepon kami," beber Kapolsekta Palaran, Kompol Andrias Nurcahyo Wibowo, melalui Kanit Reskrim, Ipda Nodi B Ratag.

Mendapat laporan adanya penjualan laptop selundupan, polisi bergerak mengamankan Yangisi. Namun proses penangkapan membuat polisi kebingungan. Karena ketika berdebat, bahasa yang digunakan tidak sama. "Namun tetap kami bawa dengan barang bukti dua unit laptop lagi yang disita dari tangannya," ujar Nodi.

Meski terhambat komunikasi karena berbeda bahasa, polisi bisa menyimpulkan keterangan Yangisi terkait alasannya menjual laptop tersebut dengan harga murah. "Pengakuannya kehabisan uang. Pelaku awalnya dari Balikpapan dan sempat berada di Samarinda kota lalu ke Palaran. Namun kami belum tahu pasti menggunakan apa pelaku menuju Palaran," terang Nodi.

Karena kesulitan menggali informasi, Yangisi lantas diserahkan ke Unit Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Satreskrim Polresta Samarinda untuk diperiksa.
"Laptop yang dijual pelaku bukanlah laptop selundupan atau palsu. Itu adalah laptop bekas," terang Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, melalui Kanit Tipideksus, AKP Nono Rusmana kepada Sapos.

Polisi lantas memeriksa dokumen keimigrasian Yangisi. Dalam dokumen tersebut diketahui tujuan Yangisi ke Indonesia sebagai turis, yakni kunjungan. Visanya berlaku hingga 17 Juni 2017. "Kami tidak bisa memproses hukum pelaku karena unsur pidana yang dikenakan kurang. Jadi pelaku kami serahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda untuk diproses mengenai keimigrasiannya.

Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, Bangun Ibnu Setiaji menjelaskan bahwa berdasarkan dokumen keimigrasian, tertera kunjungan Yangisi mengantongi visa travel. “Jadi untuk sementara yang bersangkutan telah melanggar izin tinggal keimigrasian yang semestinya untuk pariwisata tapi digunakan untuk berjualan," terang Ibnu.

Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Yangisi melanggar pasal 112. Yangisi terancam dideportasi. "Yang bersangkutan masih dimintai keterangan oleh penyidik kami. Berdasarkan visa yang dimiliki, yang bersangkutan sudah berada di Indonesia sejak 2013 lalu dimulai dari daerah Jakarta. Untuk di Samarinda sendiri atas pengakuannya baru kemarin," tandasnya. (oke/nha)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:11

Kepung Bank Tagih Warisan Soekarno

SAMARINDA. “Dengan membayar administrasi Rp 20 ribu, maka warisan presiden pertama Republik Indonesia,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:04

DAR DER DOR..!! Sarang Curanmor Digerebek, 13 Motor Disita

SAMARINDA. Suasana pagi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang mendadak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:02

Klaim Dakwaan Jaksa Tak Penuhi Unsur Pidana

Tim kuasa hukum Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar menilai surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:25

“Hujan Beton” Nyaris Kubur Sekeluarga

SAMARINDA. Lelah setelah berjuang menerobos banjir, Keluarga Hj Jarwadi lanjut dibuat terkejut oleh…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:22

Petaka Bisnis Gas

SAMARINDA. Bermodalkan seragam Pertamina, Aji Adi alias Rendi, mendatangi satu persatu pangkalan LPG…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:18

Basah-Basahan Peringati 17 Agustus

SAMARINDA. Nasionalisme terkadang lahir dari ruang-ruang kecil. Keterbatasan tidak menyurutkan semangat…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:48

Banjir, Pasien RSUD Diungsikan

SAMARINDA. Hujan deras sepanjang sore, Rabu (16/8), membuat sejumlah ruas jalan utama dan permukiman…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:47

Air Tercemar, Gagal Panen, Menderita Hepatitis B

Puluhan tahun tak menikmati listrik dan air bersih. Hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Mereka adalah…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:18

WOW..!! Pungli TPK Palaran Tembus Rp 184 M..!!!

SAMARINDA. Sidang perdana kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran Samarinda…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:15

Kabin Ringsek Sopir Tak Luka

SAMARINDA. Suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari bilangan Jalan APT Pranomo, Kelurahan Gunung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .