MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 17 Mei 2017 01:15
Kehabisan Uang, WNA Asal Tiongkok Jual Laptop di Palaran, Lalu Ditangkap

PROKAL.CO, SAMARINDA. Mata Wondo dan Riski bak elang yang tengah mengintai mangsanya agar tak lepas. Sesekali kedua warga Palaran itu bergantian menelepon. Ya, yang mereka telepon adalah polisi. Keduanya rupanya sedang mengintai seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga menjual laptop selundupan di kawasan Gotong Royong, Palaran, Senin (15/5) lalu.

Wondo dan Riski adalah korban warga asing dari negeri tirai bambu yang mengaku bernama Yangisi. Wondo dan Riski, sehari sebelumnya atau Minggu (14/5) lalu, masing-masing telah membeli dua unit laptop merek Toshiba 17 inci warna hitam seharga Rp 2 juta per unit.

Karena harga yang murah ditambah merek terkenal, tanpa berpikir panjang Wondo serta Riski membeli laptop tersebut. Entah komunikasi seperti apa yang dilakukan kedua pria itu dengan Yangisi hingga terjadi kesepakatan jual beli. Padahal Yangisi sama sekali tak bisa berbahasa Indonesia.

Setelah memberikan uang kepada Yangisi, laptop tanpa dilengkapi kotak serta buku petunjuk pemakaian itupun lantas dibawa pulang. Entah bagaimana muncul kecurigaan Wondo dan Riski yang akhirnya sadar telah tertipu.

"Nah keesokan harinya (Senin, Red) kedua korban (Wondo dan Riski) kembali melihat pelaku (Yangisi, Red) di sekitar kawasan Gotong Royong. Pelaku lantas diikuti sembari kedua korban menelepon kami," beber Kapolsekta Palaran, Kompol Andrias Nurcahyo Wibowo, melalui Kanit Reskrim, Ipda Nodi B Ratag.

Mendapat laporan adanya penjualan laptop selundupan, polisi bergerak mengamankan Yangisi. Namun proses penangkapan membuat polisi kebingungan. Karena ketika berdebat, bahasa yang digunakan tidak sama. "Namun tetap kami bawa dengan barang bukti dua unit laptop lagi yang disita dari tangannya," ujar Nodi.

Meski terhambat komunikasi karena berbeda bahasa, polisi bisa menyimpulkan keterangan Yangisi terkait alasannya menjual laptop tersebut dengan harga murah. "Pengakuannya kehabisan uang. Pelaku awalnya dari Balikpapan dan sempat berada di Samarinda kota lalu ke Palaran. Namun kami belum tahu pasti menggunakan apa pelaku menuju Palaran," terang Nodi.

Karena kesulitan menggali informasi, Yangisi lantas diserahkan ke Unit Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Satreskrim Polresta Samarinda untuk diperiksa.
"Laptop yang dijual pelaku bukanlah laptop selundupan atau palsu. Itu adalah laptop bekas," terang Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, melalui Kanit Tipideksus, AKP Nono Rusmana kepada Sapos.

Polisi lantas memeriksa dokumen keimigrasian Yangisi. Dalam dokumen tersebut diketahui tujuan Yangisi ke Indonesia sebagai turis, yakni kunjungan. Visanya berlaku hingga 17 Juni 2017. "Kami tidak bisa memproses hukum pelaku karena unsur pidana yang dikenakan kurang. Jadi pelaku kami serahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda untuk diproses mengenai keimigrasiannya.

Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, Bangun Ibnu Setiaji menjelaskan bahwa berdasarkan dokumen keimigrasian, tertera kunjungan Yangisi mengantongi visa travel. “Jadi untuk sementara yang bersangkutan telah melanggar izin tinggal keimigrasian yang semestinya untuk pariwisata tapi digunakan untuk berjualan," terang Ibnu.

Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Yangisi melanggar pasal 112. Yangisi terancam dideportasi. "Yang bersangkutan masih dimintai keterangan oleh penyidik kami. Berdasarkan visa yang dimiliki, yang bersangkutan sudah berada di Indonesia sejak 2013 lalu dimulai dari daerah Jakarta. Untuk di Samarinda sendiri atas pengakuannya baru kemarin," tandasnya. (oke/nha)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:19

" Online", Tewas Tersengat

SAMARINDA. Sahida (40) menjerit sejadi-jadinya. Sosok orang yang dikenalnya tertelungkup di atap beton…

Kamis, 23 November 2017 14:15

Membaik, Triniti Kembali ke Indonesia

Tragedi Oikumene mungkin salah satu kejahatan kemanusiaan yang pernah terjadi di Bumi Etam. Satu bocah…

Kamis, 23 November 2017 14:12

Pulang Mengaji, Murid SD Meringis

SAMARINDA. Seperti biasa ketika pulang sekolah, murid salah satu SD swasta di Samarinda Ulu -sebut saja…

Rabu, 22 November 2017 16:07

Pesta Kedua untuk Kakek 75 Tahun

Menikah adalah hak setiap manusia. Termasuk bagi kakek 75 tahun yang sudah memiliki cicit. Zakarias…

Selasa, 21 November 2017 01:41

Bus 20 Penumpang Terjun ke Jurang

SAMARINDA. Puluhan penumpang bus jurusan Samarinda-Sanggata tiba-tiba berteriak histeris. Bus melaju…

Selasa, 21 November 2017 01:40

4 Jam sebelumnya Masih Sehat Bugar

Serangan jantung yang dialami Abul Sani berakibat fatal. Sopir bus PO Suma Karya yang melayani rute…

Selasa, 21 November 2017 01:40

Aksi Sodomi Juga Dilakukan di Luar Negeri?

BALIKPAPAN. Pandu Dharma Wicaksono hanya menunduk saat dipamerkan di hadapan wartawan oleh Direktorat…

Selasa, 21 November 2017 01:39

Sukses Petugas Damkar Menyalakan Api Cinta

Nikah massal yang digelar di hotel berbintang memang sudah digelar Minggu (19/11) lalu. Satu peserta…

Senin, 20 November 2017 01:16

Rusuk Patah, Buruh Batu Bara Tewas di Kapal

SAMARINDA. Kapal klotok Amin Jaya 1 baru saja bersandar di dermaga jety penumpukan batu bara limbah…

Senin, 20 November 2017 01:12

SEPERTI DI FILM..!! Pemancing Bergulat dengan Buaya

SANGATTA. Serangan buaya terhadap manusia di Kutim tampaknya tak pernah berakhir. Jumat (17/11) lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .