MANAGED BY:
KAMIS
25 MEI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Selasa, 09 Mei 2017 20:08
Dibalik Gemerlapnya Kota Tepian, Desa Barumbai Masih Tertinggal
Belum Ada Listrik, Minum Harus Keluar Kampung
TERBATAS: Pelajar di Berambai.

PROKAL.CO, Listrik dan air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Tetapi hingga saat ini masih ada warga Kota Tepian yang belum merasakan listrik.

WILAYAH itu bernama Desa Berambai di Samarinda Utara. Desa ini sendiri merupakan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar). Dan Untuk mencapai desa itu, warga harus melalui Kecamatan Tenggarong Seberang tepatnya melewati Kampung L3.

Jalan yang memutar belum akhir dari perjuangan menuju lokasi ini. Dari L3, warga harus melalui jalan yang terjal dan rusak parah hingga melalui jalur hauling tambang batu bara untuk sampai ke desa ini.

Total perjalanan dari Samarinda menuju ke Berambai kurang lebih 2 jam menggunakan kendaraan R2. Populasi penduduk di Desa Berambai cukup minim. Dari tiga RT yang ada di kawasan ini, jumlah warga hanya mencapai 300 jiwa dari 100 keluarga. Sebagian besar dari mereka rata-rata hidup dengan cara berkebun, bekerja di perusahaan kelapa sawit hingga menjadi karyawan di tambang batu bara.

Hamka, salah seorang tokoh desa setempat menuturtkan, sudah puluhan tahun desa tersebut belum tersentuh aliran listrik dan air bersih dari PDAM Tirta Kencana Samarinda.

“Kami menggunakan genset di malam hari. Itupun hanya 1 hingga 2 jam saja.  Karena biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar sangat besar. Sedangkan untuk minum, warga harus keluar kampung dan membeli air isi ulang setiap harinya. Padahal mayoritas warga tergolong sederhana, sebagian besar buruh dan berkebun,” kata pria yang juga menjadi guru di SDN 004.

Menurutnya, listrik dan air bersih sudah lama menjadi idaman warga. Namun sayangnya impian mereka hingga hari ini belum terwujud karena desa yang mereka tinggali tergolong cukup terpencil.

“Pernah ada pihak dari kelurahan dan kecamatan datang untuk berkunjung untuk melihat kondisi desa dan sekolah kami. Tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,” tambahnya.

Selain kebutuhan dasar, sarana pendidikan pun menjadi hal yang sangat dinantikan para anak bangsa yang hidup dan besar di desa ini. Hamka menyebut, para murid SD di sekolah itu memerlukan bantuan berupa buku dan peralatan belajar dan mengajar lainnya. Sebab meskipun gedung sekolah sudah lama berdiri, namun peralatan yang dibutuhkan sangat minim.

“Murid di sini jumlahnya 26 orang saja, dari kelas 1 hingga kelas 6. Untuk sekolah mereka sangat aktif. Hanya kadang ada saja murid yang tidak masuk dengan alasan membantu orangtuanya bekerja,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Camat Samarinda Utara, Joswa tak membantah kondisi Desa Berambai yang masih tertinggal hingga saat ini. Namun dia menyebut, tahun ini PLN sudah membeli beberapa lahan warga untuk membangun tower di kawasan itu. “Bersamaan dengan warga Desa Pampang. Dan itu merupakan usulan dalam Musrembang kemarin,” kata Joswa, Senin (8/5).

Listrik dan air bersih merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan daerah yang maju dan berkembang, serta meminimalkan disparitas antara perkotaan dengan pedesaan dalam rangka menciptakan pemerataan pembangunan. Seyogyanya seluruh warga bisa menikmati fasilitas tersebut. (kis/aya)


BACA JUGA

Rabu, 24 Mei 2017 01:07

Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran

SAMARINDA. Kabar soal keberangkatan pegawai Pukesmas Sempaja rupanya sudah langsung diperiksa oleh Inspektorat…

Rabu, 24 Mei 2017 01:06

Peredaran Uang Naik saat Ramadan

SAMARINDA. Memasuki bulan Ramadan, Bank Indonesia perwakilan Kaltim menyiapkan Rp 3,1 triliun uang baru.…

Rabu, 24 Mei 2017 01:05

Panti Pijat Wajib Tutup selama Ramadan

SAMARINDA. Jam operasi tempat hiburan malam (THM) dan tempat pijat di Kota Samarinda dibatasi selama…

Selasa, 23 Mei 2017 02:42

Kepala Dinkes Diminta Mundur

SAMARINDA. Sorotan terhadap pelesiran pegawai Puskesmas Sempaja kembali berlanjut. Kali ini datang dari…

Selasa, 23 Mei 2017 02:41

Gaji dan TPP Tertunggak, Guru-Guru Mohon Bersabar

SAMARINDA. Tambahan penghasilan pegawai (TPP) tak kunjung cair, puluhan guru kembali memadati pintu…

Selasa, 23 Mei 2017 02:40

NGELES...!! Ada Miras di Karaoke Keluarga, Ini Kata Pengelola

SAMARINDA. Ditemukannya minuman keras (Miras) di tiga rumah karaoke keluarga dalam razia, Sabtu (20/5),…

Selasa, 23 Mei 2017 02:40

Pengelola Sebut Milik Pengunjung

SAMARINDA. Ditemukannya minuman keras (Miras) di tiga rumah karaoke keluarga dalam razia, Sabtu (20/5),…

Selasa, 23 Mei 2017 02:39

Mainkan Harga, Izin Dicabut

SAMARINDA. Inflasi jelang Ramadan harus menjadi momok yang harus diwaspadai. Penyebabnya adalah meningkatnya…

Senin, 22 Mei 2017 16:20

WAH PARAH NIH..!! Miras Kok Beredar di Karaoke Keluarga

SAMARINDA. Jelang Ramadan, Satpol PP Kota Samarinda kembali menggelar razia. Kegiatan yang menyasar…

Senin, 22 Mei 2017 16:15

Game Online Disarankan Tutup

SAMARINDA. Memasuki bulan Ramadan, pemkot belum berani menertibkan jam operasional warnet dan game online.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .