MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Senin, 08 Mei 2017 19:15
“Kantor” Pengemis di Samarinda Diserbu

Lokasi di Tengah Hutan, Koordinator Ikut Diangkut

DIKORDINIR: Gelandangan dan pengemsi yang berhasil diamankan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Ruskan dan sejumlah anggota menerobos gelap dan dinginnya cuaca saat itu. Tepat pukul 02.00 Wita, Minggu dini hari kemarin (7/5), rombongan penegak perda tersebut melalui jalan setapak yang dipenuhi rumput liar.

Mereka menuju ke satu rumah yang kebetulan berada di tengah hutan. Lokasinya cukup jauh. Sekitar 1,5 kilometer dari jalan utama yakni Jalan Gerilya Ujung, Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara.

Sesampainya di rumah bangsal 10 pintu yang diketahui milik Sunarto alias Anto, personel Satpol PP langsung melakukan pengepungan. Petugas menggedor satu persatu pintu bangsal. Rumah petak tersebut ternyata dihuni sejumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng).

Karuan gedoran pintu itu membuat sejumlah gepeng yang tengah tertidur pulas terbangun. Begitu pula dengan Turyono, salah seorang koordinator lapangan yang bertugas menempatkan gepeng di sejumlah persimpangan jalan.

Seluruh gepeng yang berjumlah 7 orang beserta Turyono dan rekannya Sunarto kemudian digiring ke mobil patrol. Mereka untuk selanjutnya dibawa ke markas Satpol PP Kota Samarinda di Jalan Cempaka, Kelurahan Bugis, Samarinda Kota.

Mereka langsung didata dan dimintai keterangan terkait aktivitas mengemis yang dilakukan di Samarinda. "Jadi dari hasil pemeriksaan mereka menyewa bangsalan tersebut Rp 150 ribu per bulan. Sunarto memiliki 10 bangsalan. Dengan begitu sebulan Sunarto mengantongi Rp 1,5 juta," beber Ruskan.

Sementara ini Ruskan belum mengetahui persis berapa uang yang didapat Turyono sebagai koordinator lapangan yang mengantar gepeng ke tempatnya mengemis sejak pukul 09.00 Wita.

"Berdasarkan pengamatan kami persatu jammya satu gepeng bisa mengumpulkan uang Rp 89.000. Bisa dibayangkan dalam satu hari berapa yang didapat, tergantung sampai dengan pukul berapa gepeng itu beroperasi," tutur Ruskan.

Markas gepeng yang berada di tengah hutan tersebut, berdasarkan pengakuan Sunarto dan sejumlah gepeng sudah ada sejak 2008 lalu. "Dan pada 2011 lalu rumah tersebut menampung 50 gepeng. Nah, kebanyakan dari mereka sudah pernah dipulangkan dan kembali lagi. Mereka pun banyak yang berulang kali diamankan akan tetapi tidak juga jera," terang Ruskan.

Ruskan menambahkan, untuk memproses Turyono selaku koordinator lapangan. Satpol PP tidak hanya mengenakan sanksi Perda. "Kami juga akan berkoordinasi dengan Polresta Samarinda untuk memastikan apakah tindakan yang dilakukan koordinator gepeng (Turyono, Red) itu merupakan bagian dari trafficking (perdagangan manusia) atau tidak," pungkasnya. (oke/nha)   
 


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 16:10

Bayi Membusuk dalam Kresek

SAMARINDA. Bau busuk menyengat memancing kerumunan lalat pada plastik merah di semak-semak eks Hotel…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:05

LKP, Modus “Mencuri” Dana Hibah

SAMARINDA. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda terus menggencarkan dugaan…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:03

Angkot dan Angkutan Berbasis Aplikasi Harusnya Harmonis

Polemik industri transportasi umum antara angkutan konvensional dan angkutan berbasis aplikasi online…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:29

Padamkan Api dengan Air Galon

SAMARINDA. Warga di Jalan Gerilya, Sungai Pinang mendadak gempar. Sebuah pikap terbakar di bengkel las…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:26

Kurang 10 Menit, Rp 200 Juta Raib

SAMARINDA. Raut wajah Muhammad Kusaeri (45) yang semula ceria mendadak muram. Bagaimana tidak, dirinya…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:57

Korupsi Dana Hibah, 2 Pemuda Ditangkap

SAMARINDA. Di usia yang masih muda,  dua pria berinisial DNN (24), dan AY (26) sudah meraih sukses.…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:55

Maut di Jembatan Mahulu, ABG Tewas “Tanduk” Trotoar Jembatan

SAMARINDA. Sepinya lalu lintas kendaraan di Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) membuat siapa saja yang melintas…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:52

Retribusi Sampah Jadi Temuan

SAMARINDA. Sektor retribusi sampah rupanya dapat memberikan pemasukan bagi kas daerah yang cukup besar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .