MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 17:09
Gagal Lamaran, Gantung Diri

Teror Warga dengan Parang sebelum Akhiri Hidup

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tak selamanya cinta berakhir indah. Sebagian justru berujung tragis. Bahkan, tak sedikit para pemuja cinta yang memilih mengakhiri hidup atas nama cinta. Riswanto alias Ponidi mungkin salah satunya. Pria 37 tahun ini ditemukan tewas dalam keadaan tergantung. Dugaan sementara, Ponidi depresasi karena urusan cinta. Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan kerabatnya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya, Ponidi sempat berencana ingin melamar gadis pujaan hatinya.
Ponidi ditemukan tewas menggantung di tangga rumah menuju lantai dua. Dia melakukan aksi bunuh diri tersebut di kediaman kakaknya bernama Sri Winarni di Jalan Pasundan, RT 37, No 02, Keluraha Jawa, Samarinda Ulu, Kamis (2/4).
Dari informasi yang dihimpun Sapos, saat ditemukan leher ponidi terikat setuas kabel yang diikat di sebuah tiang tepat di tangga menuju lantai dua rumah. Winarni yang pertama kali melihat jasad adiknya tergantung sekitar pukul 13.00 Wita langsung berteriak histeris. Teriakannya membuat warga sekitar geger.
 Wiwik, seorang warga yang kediamannya bersebelahan dengan rumah Sri Winarno mengaku pertama kali mendengar teriakan itu.
“Saya kaget ada suara wanita berteriak. Ternyata itu suara Winarni,” ucap Wiwik kepada Sapos.
Mendengar teriakan itu, Wiwik yang tengah asik melayani pelanaggan yang memebeli bakso di warungnya pun kaget. Belum sempat dirinya menuju arah teriakan rupanya Winarni sudah buru-buru keluar dari rumahnya dengan wajah pucat.
“Keluar dari dalam rumah dan berteriak-teriak: Ponidi gantung diri. Saya kaget. Winarni langsung pingsan di depan rumah saat itu,” tuturnya.
Gemetar dengan kejadian itu Wiwik lantas memanggil warga sekitar untuk membantunya.
Wiwik menjelaskan, Winarni sebenarnya baru saja pulang usai membayar iuran BPJS Kesehatan. Setelah itu, Winarni menyempatkan diri mampir ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Nah saat sampai di rumah itulah, Winarni menemukan adiknya sudah tergantung.
“Padahal malam itu tidak ada kejadian aneh. Ponidi sempat tidur di rumah kakaknya itu. Kok malah jadi begini,” terang Wiwik.
Sementara itu, Ketua RT 37, Dwi Suhartono menuturkan, sebelum kejadian Ponidi sempat berkeliling pemukikam sekitar sambil membawa parang. Aksi ini membuat warga sekitar resah.
“Setelah itu, anehnya Ponidi langsung meminta maaf kepada warga satu per satu,” tutur Dwi.
Dwi menambahkan, sebenarnya Ponidi sempat meminta kepada keluarganya untuk dinikahkan dengan seorang gadis. Pihak keluarga pun sudah menyanggupinya. Namun belum kesampaian, Ponidi sudah keburu gantung diri.
“Tiga hari yang lalu saya dengar memang minta dinikahkan. Keluarga sudah menyetujui. Tapi enggak tau bisa jadi begini,” kata Dwi. Jasad Ponidi lantas dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk menjalani visum.
Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan melalui Kanit Reskrim, Iptu Yunus Kelo menjelaskan, dugaan sementara penyebab korban gantung diri karena depresi.
"Ada tiga saksi yang kami mintai keterangan. Yakni adik, teman dan tetangga korban. Berdasarkan olah TKP, korban sudah tergantung sekitar dua jam sebelum ditemukan," pungkas Yunus Kelo. (kis/nha)




BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .