MANAGED BY:
SABTU
29 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 17:09
Gagal Lamaran, Gantung Diri

Teror Warga dengan Parang sebelum Akhiri Hidup

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tak selamanya cinta berakhir indah. Sebagian justru berujung tragis. Bahkan, tak sedikit para pemuja cinta yang memilih mengakhiri hidup atas nama cinta. Riswanto alias Ponidi mungkin salah satunya. Pria 37 tahun ini ditemukan tewas dalam keadaan tergantung. Dugaan sementara, Ponidi depresasi karena urusan cinta. Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan kerabatnya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya, Ponidi sempat berencana ingin melamar gadis pujaan hatinya.
Ponidi ditemukan tewas menggantung di tangga rumah menuju lantai dua. Dia melakukan aksi bunuh diri tersebut di kediaman kakaknya bernama Sri Winarni di Jalan Pasundan, RT 37, No 02, Keluraha Jawa, Samarinda Ulu, Kamis (2/4).
Dari informasi yang dihimpun Sapos, saat ditemukan leher ponidi terikat setuas kabel yang diikat di sebuah tiang tepat di tangga menuju lantai dua rumah. Winarni yang pertama kali melihat jasad adiknya tergantung sekitar pukul 13.00 Wita langsung berteriak histeris. Teriakannya membuat warga sekitar geger.
 Wiwik, seorang warga yang kediamannya bersebelahan dengan rumah Sri Winarno mengaku pertama kali mendengar teriakan itu.
“Saya kaget ada suara wanita berteriak. Ternyata itu suara Winarni,” ucap Wiwik kepada Sapos.
Mendengar teriakan itu, Wiwik yang tengah asik melayani pelanaggan yang memebeli bakso di warungnya pun kaget. Belum sempat dirinya menuju arah teriakan rupanya Winarni sudah buru-buru keluar dari rumahnya dengan wajah pucat.
“Keluar dari dalam rumah dan berteriak-teriak: Ponidi gantung diri. Saya kaget. Winarni langsung pingsan di depan rumah saat itu,” tuturnya.
Gemetar dengan kejadian itu Wiwik lantas memanggil warga sekitar untuk membantunya.
Wiwik menjelaskan, Winarni sebenarnya baru saja pulang usai membayar iuran BPJS Kesehatan. Setelah itu, Winarni menyempatkan diri mampir ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Nah saat sampai di rumah itulah, Winarni menemukan adiknya sudah tergantung.
“Padahal malam itu tidak ada kejadian aneh. Ponidi sempat tidur di rumah kakaknya itu. Kok malah jadi begini,” terang Wiwik.
Sementara itu, Ketua RT 37, Dwi Suhartono menuturkan, sebelum kejadian Ponidi sempat berkeliling pemukikam sekitar sambil membawa parang. Aksi ini membuat warga sekitar resah.
“Setelah itu, anehnya Ponidi langsung meminta maaf kepada warga satu per satu,” tutur Dwi.
Dwi menambahkan, sebenarnya Ponidi sempat meminta kepada keluarganya untuk dinikahkan dengan seorang gadis. Pihak keluarga pun sudah menyanggupinya. Namun belum kesampaian, Ponidi sudah keburu gantung diri.
“Tiga hari yang lalu saya dengar memang minta dinikahkan. Keluarga sudah menyetujui. Tapi enggak tau bisa jadi begini,” kata Dwi. Jasad Ponidi lantas dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk menjalani visum.
Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan melalui Kanit Reskrim, Iptu Yunus Kelo menjelaskan, dugaan sementara penyebab korban gantung diri karena depresi.
"Ada tiga saksi yang kami mintai keterangan. Yakni adik, teman dan tetangga korban. Berdasarkan olah TKP, korban sudah tergantung sekitar dua jam sebelum ditemukan," pungkas Yunus Kelo. (kis/nha)




BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 16:07

ABG 12 Tahun Cabuli 7 Bocah

TERTUNDUK. EC tertunduk ketika meladeni pertanyaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)…

Jumat, 28 April 2017 16:06

Bos Semoga Jaya Dipolisikan

SAMARINDA. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah bangkrut utang berlimpah. Itulah nasib CV Semoga Jaya…

Jumat, 28 April 2017 16:04

Aidil Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Sidang lanjutan dugaan korupsi pengelolaan dana hibah KONI untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi…

Kamis, 27 April 2017 22:19

1 Orang Tewas, 59 Kritis

TENGGARONG. Rabu (26/4) pagi, puluhan warga asal Desa Jantur Selatan dan Jantur Baru berbondong-bondong…

Kamis, 27 April 2017 22:19

Mahasiswa Tewas dalam Penjara

SAMARINDA. Pupus sudah harapan Sayid Agil dan Rubiyah melihat putra pertamanya, Sayid Muhammad Talib…

Kamis, 27 April 2017 22:18

Ogah telan Obat, Sudah Sesuai Prosedur

TEWASNYA Sayid Muhammad Talib diduga akibat kelalaian yang dilakukan petugas klinik beserta dokter dan…

Kamis, 27 April 2017 22:17

Dipijat dengan Badik

SAMARINDA. Dua tikaman di punggung tak membuat Surianto kehilangan nyawa. Pemuda 28 tahun itu pelahan…

Kamis, 27 April 2017 22:16

Ajak Berjualan, Haramkan Meminta-minta di Jalan

Tidak semua orang bisa menjadi relawan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan tidak mampu. Sayangnya,…

Rabu, 26 April 2017 16:25

Perut Wakar Jebol

SAMARINDA. Suasana pagi sekitar pukul 06.00 Wita, di Jalan M Said, Lok Bahu, Sungai Kunjang, kemarin…

Rabu, 26 April 2017 16:24

ABG “Dihargai” Rp 1 Juta

SAMARINDA. Malam kian larut. Suasana lalu lintas di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, sekitar pukul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .