MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 17:09
Gagal Lamaran, Gantung Diri

Teror Warga dengan Parang sebelum Akhiri Hidup

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tak selamanya cinta berakhir indah. Sebagian justru berujung tragis. Bahkan, tak sedikit para pemuja cinta yang memilih mengakhiri hidup atas nama cinta. Riswanto alias Ponidi mungkin salah satunya. Pria 37 tahun ini ditemukan tewas dalam keadaan tergantung. Dugaan sementara, Ponidi depresasi karena urusan cinta. Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan kerabatnya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya, Ponidi sempat berencana ingin melamar gadis pujaan hatinya.
Ponidi ditemukan tewas menggantung di tangga rumah menuju lantai dua. Dia melakukan aksi bunuh diri tersebut di kediaman kakaknya bernama Sri Winarni di Jalan Pasundan, RT 37, No 02, Keluraha Jawa, Samarinda Ulu, Kamis (2/4).
Dari informasi yang dihimpun Sapos, saat ditemukan leher ponidi terikat setuas kabel yang diikat di sebuah tiang tepat di tangga menuju lantai dua rumah. Winarni yang pertama kali melihat jasad adiknya tergantung sekitar pukul 13.00 Wita langsung berteriak histeris. Teriakannya membuat warga sekitar geger.
 Wiwik, seorang warga yang kediamannya bersebelahan dengan rumah Sri Winarno mengaku pertama kali mendengar teriakan itu.
“Saya kaget ada suara wanita berteriak. Ternyata itu suara Winarni,” ucap Wiwik kepada Sapos.
Mendengar teriakan itu, Wiwik yang tengah asik melayani pelanaggan yang memebeli bakso di warungnya pun kaget. Belum sempat dirinya menuju arah teriakan rupanya Winarni sudah buru-buru keluar dari rumahnya dengan wajah pucat.
“Keluar dari dalam rumah dan berteriak-teriak: Ponidi gantung diri. Saya kaget. Winarni langsung pingsan di depan rumah saat itu,” tuturnya.
Gemetar dengan kejadian itu Wiwik lantas memanggil warga sekitar untuk membantunya.
Wiwik menjelaskan, Winarni sebenarnya baru saja pulang usai membayar iuran BPJS Kesehatan. Setelah itu, Winarni menyempatkan diri mampir ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Nah saat sampai di rumah itulah, Winarni menemukan adiknya sudah tergantung.
“Padahal malam itu tidak ada kejadian aneh. Ponidi sempat tidur di rumah kakaknya itu. Kok malah jadi begini,” terang Wiwik.
Sementara itu, Ketua RT 37, Dwi Suhartono menuturkan, sebelum kejadian Ponidi sempat berkeliling pemukikam sekitar sambil membawa parang. Aksi ini membuat warga sekitar resah.
“Setelah itu, anehnya Ponidi langsung meminta maaf kepada warga satu per satu,” tutur Dwi.
Dwi menambahkan, sebenarnya Ponidi sempat meminta kepada keluarganya untuk dinikahkan dengan seorang gadis. Pihak keluarga pun sudah menyanggupinya. Namun belum kesampaian, Ponidi sudah keburu gantung diri.
“Tiga hari yang lalu saya dengar memang minta dinikahkan. Keluarga sudah menyetujui. Tapi enggak tau bisa jadi begini,” kata Dwi. Jasad Ponidi lantas dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk menjalani visum.
Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan melalui Kanit Reskrim, Iptu Yunus Kelo menjelaskan, dugaan sementara penyebab korban gantung diri karena depresi.
"Ada tiga saksi yang kami mintai keterangan. Yakni adik, teman dan tetangga korban. Berdasarkan olah TKP, korban sudah tergantung sekitar dua jam sebelum ditemukan," pungkas Yunus Kelo. (kis/nha)




BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:11

Kepung Bank Tagih Warisan Soekarno

SAMARINDA. “Dengan membayar administrasi Rp 20 ribu, maka warisan presiden pertama Republik Indonesia,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:04

DAR DER DOR..!! Sarang Curanmor Digerebek, 13 Motor Disita

SAMARINDA. Suasana pagi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang mendadak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:02

Klaim Dakwaan Jaksa Tak Penuhi Unsur Pidana

Tim kuasa hukum Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar menilai surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:25

“Hujan Beton” Nyaris Kubur Sekeluarga

SAMARINDA. Lelah setelah berjuang menerobos banjir, Keluarga Hj Jarwadi lanjut dibuat terkejut oleh…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:22

Petaka Bisnis Gas

SAMARINDA. Bermodalkan seragam Pertamina, Aji Adi alias Rendi, mendatangi satu persatu pangkalan LPG…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:18

Basah-Basahan Peringati 17 Agustus

SAMARINDA. Nasionalisme terkadang lahir dari ruang-ruang kecil. Keterbatasan tidak menyurutkan semangat…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:48

Banjir, Pasien RSUD Diungsikan

SAMARINDA. Hujan deras sepanjang sore, Rabu (16/8), membuat sejumlah ruas jalan utama dan permukiman…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:47

Air Tercemar, Gagal Panen, Menderita Hepatitis B

Puluhan tahun tak menikmati listrik dan air bersih. Hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Mereka adalah…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:18

WOW..!! Pungli TPK Palaran Tembus Rp 184 M..!!!

SAMARINDA. Sidang perdana kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran Samarinda…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:15

Kabin Ringsek Sopir Tak Luka

SAMARINDA. Suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari bilangan Jalan APT Pranomo, Kelurahan Gunung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .