MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
Kamis, 20 April 2017 15:32
Anak Buah “Bernyanyi”, Bandar Diringkus
SATU JARINGAN. Joko dan Herman saat diminta polisi menunjukkan sabu yang disita dari mereka, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Joko Sugiarto (47) dan Herman (41) sudah lama menjadi target operasi (TO) penangkapan anggota Satreskoba Polresta Samarinda. Keduanya bekerja sama dalam berjualan sabu di Kota Tepian.
Herman sebagai kurir yang merupakan anak buah, sementara Joko adalah bandar sekaligus pengendali penjualan sabu yang dilakoni Herman. Namun kekompakan Joko dan Herman harus terhenti. Keduanya diciduk polisi, Rabu (19/4) kemarin.
Joko dan Herman ditangkap di lokasi berbeda, namun sama-sama masih di wilayah hukum Polsekta Samarinda Ilir.
Herman yang tercatat sebagai warga Jalan Lumba-lumba, ditangkap polisi duluan di Jalan Imam Bonjol. Polisi membuntuti Herman sejak keluar rumah, karena mendapat informasi bahwa Herman hendak bertransaksi narkoba.
 “Pelaku ini (Herman, Red) ini cukup licin. Sudah beberapa kali kami target,” jelas Kanit Lidik Satreskoba Polresta Samarinda Ipda Syahrial Harahap.
Penangkapan Herman tak semudah yang dibayangkan. Polisi berpakaian sipil bahkan harus terlibat kejar-kejaran di jalan menggunakan motor ketika Herman mengetahui dirinya dikuntit. Namun polisi akhirnya berhasil mengadang motor Herman. Polisi yang menggeledah Herman menemukan dua poket sabu di saku jaketnya.
“Sudah ada yang pesan. Saya diupah Rp 100 ribu,” ujar Herman.
Namun polisi mendapati uang Rp 3 juta diduga hasil menjual narkotika.
Rupanya Herman enggan ditangkap sendirian. Saat didesak polisi perihal asal usul sabu yang ada padanya, Herman menyebut nama Joko. Polisi
pun bergegas menuju kediaman Joko, di kawasan Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir. Joko yang hendak keluar dari rumah pun dicegat polisi. “Baru pertama kali, itu pun hanya barang titipan saja,” ujar Joko.
Ayah satu anak itu mengaku, bisa mendapat keuntungan Rp 50 ribu jika berhasil menjual narkoba per gramnya. Dari tangan Joko, polisi mendapati serbuk kristal mematikan itu disimpan di dalam topi sebanyak satu paket ukuran sedang.
Dijelaskan Joko, dia terpaksa berdagang barang haram lantaran menganggur setelah habis kontrak kerja dengan salah satu perusahaan kapal di Samarinda. Butuh makan dan biaya hidup, Joko pun tak bisa menolak iming-iming besarnya keuntungan menjual sabu. “Saya pun terpaksa begini,” ujarnya.
Dari penangkapan Joko dan Herman, total polisi berhasil mengamankan 3 poket sabu seberat 7,27 gram bruto senilai Rp 6,4 juta, 2 HP Samsung, 2 unit motor sebagai barang bukti. (kis/rin)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:34

Pengeroyok Maling Sampai Tewas Dituntut Berat

SAMARINDA. Lima orang satpam dan petugas parkir di lingkungan Rumah Sakit (RS) Samarinda Medika Citra…

Kamis, 21 September 2017 18:27

Beralasan Dipengaruhi Setan, Nekat Mencuri

SAMARINDA. Mengaku pikirannya dikuasai Setan, Suhan mencuri HP yang ada di dalam loker karyawan di sebuah…

Rabu, 20 September 2017 16:39

Tiga Sekawan Dipenjara 16 Bulan

SAMARINDA. Tiga sekawan, masing-masing bernama Agus Supiansyah (29), warga Lok Bahu, Robi (25), warga…

Rabu, 20 September 2017 16:34

Gagal Jualan, Mendekam Lama di Bui

SAMARINDA. Dua anggota jaringan penjual narkoba, Rahman Petel alias Petel (21) dan Muchtar Sura Pamungkas…

Selasa, 19 September 2017 01:58

Mau Ditahan, Terdakwa Masuk RS

SAMARINDA. Berawal dari hal sepele, akhirnya malah berakhir di persidangan. Gara-gara mobilnya diserempet,…

Selasa, 19 September 2017 01:57

Di Kebun Sawit, Motor Curian Laris Manis

SAMARINDA. Perjalanan 7 jam memburu 24 unit motor curian yang dipasarkan komplotan curanmor ke kebun…

Selasa, 19 September 2017 01:57

Penjualan 500 Gram Sabu Dikendalikan di Lapas

SAMARINDA. Divonis 7 tahun penjara karena memiliki narkoba tak membuat Muhajar alias Odon jera untuk…

Senin, 18 September 2017 00:52

Strada Terjun Bebas

SAMARINDA. Ekspresi takut tak bisa disembunyikan dari raut wajah Andi. Satpam perusahaan batu bara di…

Senin, 18 September 2017 00:51

Belum Dimaafkan, Proses Hukum Berlanjut

SAMARINDA. Kasus penganiayaan yang dilakukan Rifa'i terhadap kakak iparnya, Santi sepertinya belum ada…

Minggu, 17 September 2017 21:36

Digebuki Dulu, Pencuri di Warung Sate Dipulangkan

SAMARINDA. Andik (31) adalah contoh penjahat yang beruntung. Warga Jalan Kehewanan, Samarinda Ilir ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .