MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
Kamis, 20 April 2017 15:30
Upik Kebingungan di Ruang Sidang

Kasus Pembunuhan Majikan Mulai Diadili

SIDANG PERDANA. Upik sesaat sebelum mengikuti sidang pembunuhan yang dilakukannya di PN Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kasus pembunuhan seorang majikan bernama Chamim Imron (48), yang dilakukan seorang pria yang biasa membantunya membersihkan rumah bernama Taufik alias Upik (40) di sebuah rumah di Jalan Jakarta, Blok AH, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, akhirnya mulai disidangkan.
Siang kemarin, merupakan sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Upik. Saat berada di ruang sidang, Upik terlihat seperti orang kebingungan. Keberadaan Upik diantara pengunjung dan terdakwa kasus pidana umum lain yang hendak mengikuti persidangan, sempat menarik perhatian.
Upik terlihat berjalan mondar mandir. “Pak saya jalan saja ya,” ujar Upik meminta izin kepada anggota Brimob Polda Kaltim dan pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda yang mengawalnya memasuki ruang sidang.
Akhirnya Upik pun dipersilakan berjalan di sela kursi ruang sidang. Tiba giliran sidang, Upik didudukkan di kursi. Selama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyanto membacakan dakwaan, Upik hanya diam. Majelis hakim yang mencoba mengajak berkomunikasi, seakan tak dihiraukan. Upik terlihat seperti orang bingung dan hanya sesekali menjawab pertanyaan, dengan suara pelan dan tak jelas.
Dalam dakwaannya JPU menyebut ulah Upik menghabisi nyawa Imron didakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa seseorang.
Aksi sadis Upik terjadi Rabu (11/1) lalu. Saat itu warga Loa Bakung geger mengetahui Imron sudah berlumur darah diangkut menggunakan mobil patroli polisi menuju rumah sakit. Sempat dibawa ke RS Dirgahayu, nyawa Imron tak tertolong akibat banyaknya luka di tubuhnya.
Imron diserang secara membabi buta oleh Upik. Hasil pemeriksaan tim dokter total Imron menderita 27 tusukan, yang tersebar di kepala, wajah, leher dan kedua tangannya. Sebenarnya saat kejadian, ada dua orang saksi yang sempat menolong dan menghentikan aksi Upik.
Seorang saksi bahkan sempat beberapa kali melempar Upik menggunakan kursi, agar dia menyudahi aksinya saat mengunjami tubuh Imron. Usai kejadian Upik diamankan polisi, dengan tangan masih berlumur darah dan sebuah pisau untuk menganiaya Imron.
“Hasil pemeriksaan kejiwaan saat proses penyidikan di kepolisian, terdakwa masih bisa diajukan di persidangan untuk proses hukum,” pungkas JPU. (rin)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 01:29

Sidang Diskors, Dikawal Ratusan Polisi

SAMARINDA. Mestinya sidang agenda pembacaan tuntutan terhadap Jafar Abdul Gaffar dan Dwi Hadi Winarno,…

Selasa, 12 Desember 2017 01:28

Sindikat Gendam Merajalela

SAMARINDA. Sindikat penjahat jalanan bermodus gendam yang selama ini meresahkan warga Samarinda, berhasil…

Selasa, 12 Desember 2017 01:27

Korupsi, Ketua RT Dipenjara 4 Tahun

SAMARINDA. Gara-gara menjadi perantara jual beli tanah di lingkungannya, seorang ketua RT di lingkungan…

Senin, 11 Desember 2017 01:26

Garong Lintas Provinsi Diciduk Polisi

TENGGARONG. Hati-hati dan waspada!!! Demikian pesan penting selalu digaungkan Almarhum Bang Napi pada…

Senin, 11 Desember 2017 01:23

Teman Tewas, Divonis 1 Tahun Penjara

SAMARINDA. Deni Pranata (21), benar-benar apes. Dia pernah dihajar warga beramai-ramai karena kedapatan…

Minggu, 10 Desember 2017 21:31

Bisnis Haram, Sekeluarga Diringkus

SAMARINDA. Satu keluarga asal Desa Songka, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser ini benar-benar kompak.…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:31

Tersinggung Dengar Ucapan Kasar

SAMARINDA. Gara-gara tersinggung dengan ucapan kasar dalam bahasa daerah asal Pulau Sulawesi, …

Rabu, 06 Desember 2017 17:48

Dianggap Sadis, Divonis 12 Tahun Penjara

SAMARINDA. Ardiansyah (40) mendapat kepastian hukum atas ulahnya menghabisi nyawa Sahabudin alias Tabo,…

Senin, 04 Desember 2017 00:44

Warga Diminta Cek Motor di Markas Polisi

TANJUNG REDEB. Jajaran Reskrim Polres Berau masih memburu anggota komplotan maling mtor yang berisikan…

Sabtu, 02 Desember 2017 11:56

Stres Bekerja, Divonis 58 Bulan

SAMARINDA. Nasib Hendra (27) benar-benar apes. Hanya gara-gara stres memikirkan pekerjaannya di salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .