MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 20 April 2017 15:25
“Duarrr…!” Rumah Hancur, Warga Tewas

Ledakan Dahsyat di Tepi Mahakam

PROKAL.CO, SAMARINDA. Suara menggelegar seperti bom berdaya ledak tinggi mengguncang Kota Tepian. Bahkan warga yang sedang santai di Tepian Mahakam berhamburan begitu mendengar ledakan disertai getaran yang mirip gempa bumi. Peristiwa itu dirasakan sekitar pukul 10.15 Wita, kemarin (19/4).
Rasa penasaran bercampur takut membuat warga bertanya-tanya apa yang memicu ledakan dahsyat itu. Warga mensinyalir ledakan itu berasal dari sebuah kapal yang bersandar di salah satu galangan di Samarinda Seberang. Dugaan itu diperkuat dengan adanya kepulan asap putih membumbung ke udara.
Ledakan itu memang benar berasal dari sebuah kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) dengan nama lambung Rimba Raya XXXI. Kapal nahas itu bersandar di galangan milik PT Rimba Karya Rayatama (RKR) di Jalan Bung Tomo, RT 1, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang.
Akibat ledakan itu, haluan (bagian depan) LCT rusak berat. Bahkan plat besi kapal setebal 10 milimeter terkoyak hingga menciptakan lubang besar berukuran 2x2 meter.
Nyawa seorang pekerja las melayang. Mokhsin (33), tewas mengenaskan dengan luka bakar di sekujur tubuh. Ketika ledakan terjadi, tubuh warga Perumahan Bukit Pinang Bahari, Blok AA6 RT 32, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang itu terpental ke kapal Tugboat (TB) yang sandar di sebelah LCT. Selain menewaskan satu orang, ledakan ini juga memicu kerusakan rumah warga yang berada di sekitar kejadian.
Selain Mokhsin, seorang pekerja juga dikabarkan mengalami luka, namun hanya mengalami luka ringan karena posisinya cukup jauh dari titik ledakan.
Sebelas rumah yang terdiri dari 10 mes karyawan PT RKR dan satu rumah warga mengalami kerusakan karena terdampak ledakan serta guncangan ketika peristiwa terjadi.
Ledakan diduga dipicu sulutan api dari alat las dengan uap bahan bakar jenis Methanol yang mengendap di palka (tempat penyimpanan) pada lambung LCT. Sebelum ledakan terjadi, Mokhsin dan seorang pekerja bernama Basrani (43) sedang melakukan perbaikan kebocoran LCT.
"Ketika itu dia (Mokhsin, Red) melakukan pemotongan plat. Sedangkan saya berada di manhole (lobang jalan masuk manusia) dek kapal," ujar Basrani.
Merasa gerah karena ketika itu cuaca terasa panas, Basrani kemudian naik untuk minum. Sekitar 30 meter dari tempat Mokhsin mengelas, tiba-tiba suara ledakan keras terdengar.
"Saya kaget dan langsung berlari ke arah dia. Waktu saya mendekat sudah banyak yang menolong dia, ketika itu saya lihat dia tak sadar tapi sepertinya masih hidup," tutur Basrani terbata-bata.
Bingung harus berbuat apa, Basrani yang syok hanya bisa berteriak mengarahkan warga agar segera melarikan Mokhsin ke RSUD IA Moeis.
"Setelah itu saya tidak tahu lagi. Tahunya sudah banyak warga dan polisi berdatangan," ucap Basrani.
Tak hanya Polsekta Samarinda Seberang dan Polresta Samarinda saja yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim Jibom Satuan Brimob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim juga dikerahkan untuk melakukan penyelidikan.
Setelah dilakukan sterilisasi area tempat kejadian, personel Polsekta Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda tiba dan langsung memasang garis polisi. Barang bukti berupa dua tabung gas 50 kilogram serta peralatan las lainnya juga diankut. Basrani yang menjadi saksi pun turut dibawa untuk dimintai keterangan.
"Kami belum bisa simpulkan apakah terdapat kelalaian atau tidak dalam peristiwa laka kerja ini. Masih kami lakukan penyelidikan," terang Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto melalui Kapolsek KP, Kompol Ervin Suriyatna.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kasi Keselamatan Berlayar dan Patroli, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda, Zulqodri juga belum bisa memberikan keterangan banyak.
"Kami turun langsung ke sini untuk mencari petunjuk serta mengumpulkan informasi. Nanti baru bisa kami beber setelah mendapat hasil dari penyelidikan," kata Zulqodri. (oke/rm-1/nha)  




BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 01:23

Bocah Terseret di Sisi Jamban

SAMARINDA. Tatapan mata Aisyah tampak kosong. Bocah 8 tahun itu hanya termenung di pangkuan ayahnya.…

Selasa, 12 Desember 2017 01:22

Karyawan Larikan Rp 320 Juta

SAMARINDA. Postingan warganet dengan nama akun Hendrik Dwi Susilo “meledak” di dunia maya,…

Selasa, 12 Desember 2017 01:20

Cobaan Terberat saat Air Pasang

Watermaster, alat yang digadang-gadang mampu mengurangi banjir di Kota Samarinda. Harganya selangit.…

Senin, 11 Desember 2017 20:59

Lulusan Luar Jadi Bos, Sarjana Unmul Tak Laku

SAMARINDA. Setiap tahun Unmul menambah ribuan sarjana. Tiap tahun pula persoalan rutin terjadi. Jumlah…

Senin, 11 Desember 2017 20:55

Ditelanjangi, Beraksi dari Kamar Mayat

SAMARINDA. Matahari pagi terus meninggi menandakan hari sudah siang. Suasana RSUD AW Sjahranie, jalan…

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .