MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 20 April 2017 15:25
“Duarrr…!” Rumah Hancur, Warga Tewas

Ledakan Dahsyat di Tepi Mahakam

PROKAL.CO, SAMARINDA. Suara menggelegar seperti bom berdaya ledak tinggi mengguncang Kota Tepian. Bahkan warga yang sedang santai di Tepian Mahakam berhamburan begitu mendengar ledakan disertai getaran yang mirip gempa bumi. Peristiwa itu dirasakan sekitar pukul 10.15 Wita, kemarin (19/4).
Rasa penasaran bercampur takut membuat warga bertanya-tanya apa yang memicu ledakan dahsyat itu. Warga mensinyalir ledakan itu berasal dari sebuah kapal yang bersandar di salah satu galangan di Samarinda Seberang. Dugaan itu diperkuat dengan adanya kepulan asap putih membumbung ke udara.
Ledakan itu memang benar berasal dari sebuah kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) dengan nama lambung Rimba Raya XXXI. Kapal nahas itu bersandar di galangan milik PT Rimba Karya Rayatama (RKR) di Jalan Bung Tomo, RT 1, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang.
Akibat ledakan itu, haluan (bagian depan) LCT rusak berat. Bahkan plat besi kapal setebal 10 milimeter terkoyak hingga menciptakan lubang besar berukuran 2x2 meter.
Nyawa seorang pekerja las melayang. Mokhsin (33), tewas mengenaskan dengan luka bakar di sekujur tubuh. Ketika ledakan terjadi, tubuh warga Perumahan Bukit Pinang Bahari, Blok AA6 RT 32, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang itu terpental ke kapal Tugboat (TB) yang sandar di sebelah LCT. Selain menewaskan satu orang, ledakan ini juga memicu kerusakan rumah warga yang berada di sekitar kejadian.
Selain Mokhsin, seorang pekerja juga dikabarkan mengalami luka, namun hanya mengalami luka ringan karena posisinya cukup jauh dari titik ledakan.
Sebelas rumah yang terdiri dari 10 mes karyawan PT RKR dan satu rumah warga mengalami kerusakan karena terdampak ledakan serta guncangan ketika peristiwa terjadi.
Ledakan diduga dipicu sulutan api dari alat las dengan uap bahan bakar jenis Methanol yang mengendap di palka (tempat penyimpanan) pada lambung LCT. Sebelum ledakan terjadi, Mokhsin dan seorang pekerja bernama Basrani (43) sedang melakukan perbaikan kebocoran LCT.
"Ketika itu dia (Mokhsin, Red) melakukan pemotongan plat. Sedangkan saya berada di manhole (lobang jalan masuk manusia) dek kapal," ujar Basrani.
Merasa gerah karena ketika itu cuaca terasa panas, Basrani kemudian naik untuk minum. Sekitar 30 meter dari tempat Mokhsin mengelas, tiba-tiba suara ledakan keras terdengar.
"Saya kaget dan langsung berlari ke arah dia. Waktu saya mendekat sudah banyak yang menolong dia, ketika itu saya lihat dia tak sadar tapi sepertinya masih hidup," tutur Basrani terbata-bata.
Bingung harus berbuat apa, Basrani yang syok hanya bisa berteriak mengarahkan warga agar segera melarikan Mokhsin ke RSUD IA Moeis.
"Setelah itu saya tidak tahu lagi. Tahunya sudah banyak warga dan polisi berdatangan," ucap Basrani.
Tak hanya Polsekta Samarinda Seberang dan Polresta Samarinda saja yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim Jibom Satuan Brimob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim juga dikerahkan untuk melakukan penyelidikan.
Setelah dilakukan sterilisasi area tempat kejadian, personel Polsekta Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda tiba dan langsung memasang garis polisi. Barang bukti berupa dua tabung gas 50 kilogram serta peralatan las lainnya juga diankut. Basrani yang menjadi saksi pun turut dibawa untuk dimintai keterangan.
"Kami belum bisa simpulkan apakah terdapat kelalaian atau tidak dalam peristiwa laka kerja ini. Masih kami lakukan penyelidikan," terang Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto melalui Kapolsek KP, Kompol Ervin Suriyatna.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kasi Keselamatan Berlayar dan Patroli, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda, Zulqodri juga belum bisa memberikan keterangan banyak.
"Kami turun langsung ke sini untuk mencari petunjuk serta mengumpulkan informasi. Nanti baru bisa kami beber setelah mendapat hasil dari penyelidikan," kata Zulqodri. (oke/rm-1/nha)  




BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 16:10

Bayi Membusuk dalam Kresek

SAMARINDA. Bau busuk menyengat memancing kerumunan lalat pada plastik merah di semak-semak eks Hotel…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:05

LKP, Modus “Mencuri” Dana Hibah

SAMARINDA. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda terus menggencarkan dugaan…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:03

Angkot dan Angkutan Berbasis Aplikasi Harusnya Harmonis

Polemik industri transportasi umum antara angkutan konvensional dan angkutan berbasis aplikasi online…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:29

Padamkan Api dengan Air Galon

SAMARINDA. Warga di Jalan Gerilya, Sungai Pinang mendadak gempar. Sebuah pikap terbakar di bengkel las…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:26

Kurang 10 Menit, Rp 200 Juta Raib

SAMARINDA. Raut wajah Muhammad Kusaeri (45) yang semula ceria mendadak muram. Bagaimana tidak, dirinya…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:57

Korupsi Dana Hibah, 2 Pemuda Ditangkap

SAMARINDA. Di usia yang masih muda,  dua pria berinisial DNN (24), dan AY (26) sudah meraih sukses.…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:55

Maut di Jembatan Mahulu, ABG Tewas “Tanduk” Trotoar Jembatan

SAMARINDA. Sepinya lalu lintas kendaraan di Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) membuat siapa saja yang melintas…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:52

Retribusi Sampah Jadi Temuan

SAMARINDA. Sektor retribusi sampah rupanya dapat memberikan pemasukan bagi kas daerah yang cukup besar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .