MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 20 April 2017 15:18
Bapak “Kawini” Putrinya Sendiri

Setelah Dilahirkan, Anak Sekaligus Cucunya Ditelantarkan

PROKAL.CO, SANGATTA. Kejahatan yang dilakukan Ahmad Fadoli sungguh di luar akal sehat. Pria 42 tahun ini dengan tega meniduri anak kandungnya sendiri. Putrinya yang masih berusia 16 tahun itu, sebut saja bernama Mawar, bahkan sampai berbadan dua.
Hubungan terlarang keduanya sudah berlangsung satu tahun teakhir. Kini, Mawar pun telah melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Sangatta, sejak sebulan lalu.
Masalah tak selesai sampai di situ, Mawar justru menelantarkan anak yang dilahirkannya di rumah sakit tersebut. Selanjutnya, manajemen RSUD Kudungga melaporkan penelantaran bayi itu ke Polres Kutim. Nah, dari sinilah kasus tersebut terungkap. Alhasil, Fadoli pun telah diamankan oleh pihak berwajib.
Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Darma Sena menjelaskan,  perbuatan  Fadoli  terungkap setelah pihak RSUD Kudungga membuat laporan ke Polres Kutim, 12 April lalu. Dalam laporannya disebutkan jika ada bayi ditinggalkan orangtuanya di rumah sakit sejak  27 Maret.
Berdasarkan laporan itu lalu dilakukan penyelidikan. Polisi berusaha mengungkap pelaku penelantaran bayi tersebut. Pada 15 April, tim dari Unit Perlindungan dan Anak (PPA) Polres Kutim dan Unit Reskrim menuju Samarinda untuk menangkap Fadoli. Ya, Fadoli dan anaknya tersebut  diketahui memang tinggal di kawasan Palaran. Tak hanya Fadoli, polisi juga mengamankan ibu bayi malang tersebut yang juga putri kandung Fadoli sendiri.
“Kepada penyidik, pelaku mengakui anak itu anak dari anaknya. Dalam setahun ini, dia meniduri anaknya tersebut layaknya istri. Jadi jangan lagi tanya berapa kali berbuat, karena sudah tak terhitung. Pelaku mengakui hubungan gelapnya dengan putrinya sendiri,” jelas Andika.
Andika mengakui,  
Sebenarnya, bayi malang itu dilahirkan di salah satu pondok di Sangatta Selatan yang merupakan tempat tinggal sementara Fadoli dan Mawar. Proses kelahiran dibantu oleh bidan. Karena bayinya tak normal, bidan merekomendasikan untuk  dimasukkan ke incubator di rumah sakit. Namun  Fadoli dan Mawar memilih meninggalkan bayi tersebut dan kembali ke Samarinda.  
Dalam kasus ini, Andika menyebut bahwa Mawar hanya sebagai korban karena masih di bawah umur. Mawar dianggap sebagai korban keganasan ayahnya sendiri.
“Lihat sendiri kronologinya. Bagaimana si anak dalam penguasaan ayah. Diancam agar dapat melayani nafsunya. Makanya dia dimasukkan dalam rumah agar aman. Dan untuk dipulihkan kesehatannya,” tambah Andika.
Kepada wartawan, Fadoli mengakui  perbuatanya tersebut. Alasan Fadoli, karena sejak 2010 lalu, dia ditinggal istrinya. Mawar merupakan anak pertama Fadoli. Awalnya, Mawar tinggal bersama ibunya. Namun sejak 2013 Mawar memilih tinggal bersama ayahnya. Itupun setelah Fadoli ingin menyekolahkan anaknya. “Pertama kali saya melakukannya dalam keadaam mabuk. Saat itu sekitar 2015 saat Lebaran.  Karena enak, lalu saya lanjutkan. Sampai akhirnya hamil. Saya tinggal di Samarinda, tapi menjelang beberapa bulan mau lahir saya ke Sangatta,” jelas Fadoli.
Atas perbuatannya, Fadoli diancam Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pasal 81, pasal 82 jo 76 D. Fadoli terancam 15 tahun penjara.
TIDURI “BABYSITTER” DI BAWAH UMUR
Kasus serupa yang juga ditangani Polres Kutim adalah yang dilakukan Ayuf Raswinata (31) warga Jalan pendidikan, Sangatta Utara.  Modal rayuan gombal, Ayuf berhasil menyetubuhi tetangganya sendiri yang masih berusia 14 tahun, sebut saja bernama Bunga.
Ayuf mengakui “memakai” Bunga karena sudah setahun tak dapat jatah dari istrinya. “Saya masih satu rumah dengan istri. Tapi tidak sekamar lagi karena masalah. Bunga sering ke rumah saya untuk jaga anak saya. Saya bujuk. Janji  akan menikahi agar mau saya pakai. Ternyata mau. Tapi baru 4 kali saya pakai, saya ketahuan ayahnya. Lalu saya ditangkap,” jelas Ayuf.     
Dalam kasus ini, Andika mengatakan, berdasarkan visum dokter diketahui selaput darah Bunga sudah robek. “Apalagi saat berbuat memang kedapatan oleh ayah korban. Jadi tidak bisa mengelak. Jadi Ayuf juga diancam dengan UU perlindungan anak,” pungkas Andika. (jn/nha)


loading...

BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 23:35

Beli Sayur, Dijebloskan ke Penjara

SAMARINDA. Seorang pemuda bernama Wawan (27), warga Kecamatan Sambutan, dijebloskan polisi ke penjara.…

Sabtu, 21 April 2018 23:01

Polsek Loa Janan “Panen” Miras Ilegal

TENGGARONG. Seakan tidak mau tertinggal dengan Polsek lainnya di jajaran Polres Kutai Kartanegara (Kukar),…

Kamis, 19 April 2018 23:51

Dua Warung Digeledah Polisi

SAMARINDA. Belasan anggota Polsekta Samarinda Ulu menyambangi sejumlah warung kelontongan yang dicurigai…

Rabu, 18 April 2018 23:48

Maling Apes, Kembali Demi Motor

SAMARINDA. Tak sadar aksinya terekam closed camera television (CCTV), seorang maling motor berinisial…

Rabu, 18 April 2018 00:07

Akibat Bawang Masuk Penjara

SAMARINDA. Sebenarnya niat seorang pria berinisial AD (30) ingin berdagang sudah benar. AD coba mencari…

Selasa, 17 April 2018 00:13

Disandari Pengamen, Kaca ATM Pecah

SAMARINDA. Aksi pengrusakan anjungan tunai mandiri (ATM) kembali terjadi. kali ini sebuah ATM milik…

Senin, 16 April 2018 00:43

Tubuh Meledak, Nyaris Terpanggang

SAMARINDA. Sembari menunggu azan Magrib berkumandang, Darmawi berbaring. Dia tengah asyik menonton siaran…

Minggu, 15 April 2018 00:01

Oknum Honorer Sodomi Tiga Bocah

SAMARINDA. Sungguh biadab apa yang dilakukan Raden Bintar Jaya. Pria 32 tahun ini tega melampiaskan…

Sabtu, 14 April 2018 00:41

“Penunggu” Kuburan Tewas

SAMARINDA. Warga dan peziarah di sekitar Kuburan Muslimin Jalan Abul Hasan, Gang Kubur RT 13, Kelurahan…

Kamis, 12 April 2018 23:39

Tewas, Jasad Dikerumuni Semut

TENGGARONG. Malam memang belum larut, baru sekitar pukul 20.00 Wita. Tapi kondisi Desa Prian, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .