MANAGED BY:
SABTU
29 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 20 April 2017 15:18
Bapak “Kawini” Putrinya Sendiri

Setelah Dilahirkan, Anak Sekaligus Cucunya Ditelantarkan

PROKAL.CO, SANGATTA. Kejahatan yang dilakukan Ahmad Fadoli sungguh di luar akal sehat. Pria 42 tahun ini dengan tega meniduri anak kandungnya sendiri. Putrinya yang masih berusia 16 tahun itu, sebut saja bernama Mawar, bahkan sampai berbadan dua.
Hubungan terlarang keduanya sudah berlangsung satu tahun teakhir. Kini, Mawar pun telah melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Sangatta, sejak sebulan lalu.
Masalah tak selesai sampai di situ, Mawar justru menelantarkan anak yang dilahirkannya di rumah sakit tersebut. Selanjutnya, manajemen RSUD Kudungga melaporkan penelantaran bayi itu ke Polres Kutim. Nah, dari sinilah kasus tersebut terungkap. Alhasil, Fadoli pun telah diamankan oleh pihak berwajib.
Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Darma Sena menjelaskan,  perbuatan  Fadoli  terungkap setelah pihak RSUD Kudungga membuat laporan ke Polres Kutim, 12 April lalu. Dalam laporannya disebutkan jika ada bayi ditinggalkan orangtuanya di rumah sakit sejak  27 Maret.
Berdasarkan laporan itu lalu dilakukan penyelidikan. Polisi berusaha mengungkap pelaku penelantaran bayi tersebut. Pada 15 April, tim dari Unit Perlindungan dan Anak (PPA) Polres Kutim dan Unit Reskrim menuju Samarinda untuk menangkap Fadoli. Ya, Fadoli dan anaknya tersebut  diketahui memang tinggal di kawasan Palaran. Tak hanya Fadoli, polisi juga mengamankan ibu bayi malang tersebut yang juga putri kandung Fadoli sendiri.
“Kepada penyidik, pelaku mengakui anak itu anak dari anaknya. Dalam setahun ini, dia meniduri anaknya tersebut layaknya istri. Jadi jangan lagi tanya berapa kali berbuat, karena sudah tak terhitung. Pelaku mengakui hubungan gelapnya dengan putrinya sendiri,” jelas Andika.
Andika mengakui,  
Sebenarnya, bayi malang itu dilahirkan di salah satu pondok di Sangatta Selatan yang merupakan tempat tinggal sementara Fadoli dan Mawar. Proses kelahiran dibantu oleh bidan. Karena bayinya tak normal, bidan merekomendasikan untuk  dimasukkan ke incubator di rumah sakit. Namun  Fadoli dan Mawar memilih meninggalkan bayi tersebut dan kembali ke Samarinda.  
Dalam kasus ini, Andika menyebut bahwa Mawar hanya sebagai korban karena masih di bawah umur. Mawar dianggap sebagai korban keganasan ayahnya sendiri.
“Lihat sendiri kronologinya. Bagaimana si anak dalam penguasaan ayah. Diancam agar dapat melayani nafsunya. Makanya dia dimasukkan dalam rumah agar aman. Dan untuk dipulihkan kesehatannya,” tambah Andika.
Kepada wartawan, Fadoli mengakui  perbuatanya tersebut. Alasan Fadoli, karena sejak 2010 lalu, dia ditinggal istrinya. Mawar merupakan anak pertama Fadoli. Awalnya, Mawar tinggal bersama ibunya. Namun sejak 2013 Mawar memilih tinggal bersama ayahnya. Itupun setelah Fadoli ingin menyekolahkan anaknya. “Pertama kali saya melakukannya dalam keadaam mabuk. Saat itu sekitar 2015 saat Lebaran.  Karena enak, lalu saya lanjutkan. Sampai akhirnya hamil. Saya tinggal di Samarinda, tapi menjelang beberapa bulan mau lahir saya ke Sangatta,” jelas Fadoli.
Atas perbuatannya, Fadoli diancam Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pasal 81, pasal 82 jo 76 D. Fadoli terancam 15 tahun penjara.
TIDURI “BABYSITTER” DI BAWAH UMUR
Kasus serupa yang juga ditangani Polres Kutim adalah yang dilakukan Ayuf Raswinata (31) warga Jalan pendidikan, Sangatta Utara.  Modal rayuan gombal, Ayuf berhasil menyetubuhi tetangganya sendiri yang masih berusia 14 tahun, sebut saja bernama Bunga.
Ayuf mengakui “memakai” Bunga karena sudah setahun tak dapat jatah dari istrinya. “Saya masih satu rumah dengan istri. Tapi tidak sekamar lagi karena masalah. Bunga sering ke rumah saya untuk jaga anak saya. Saya bujuk. Janji  akan menikahi agar mau saya pakai. Ternyata mau. Tapi baru 4 kali saya pakai, saya ketahuan ayahnya. Lalu saya ditangkap,” jelas Ayuf.     
Dalam kasus ini, Andika mengatakan, berdasarkan visum dokter diketahui selaput darah Bunga sudah robek. “Apalagi saat berbuat memang kedapatan oleh ayah korban. Jadi tidak bisa mengelak. Jadi Ayuf juga diancam dengan UU perlindungan anak,” pungkas Andika. (jn/nha)



BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 16:07

ABG 12 Tahun Cabuli 7 Bocah

TERTUNDUK. EC tertunduk ketika meladeni pertanyaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)…

Jumat, 28 April 2017 16:06

Bos Semoga Jaya Dipolisikan

SAMARINDA. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah bangkrut utang berlimpah. Itulah nasib CV Semoga Jaya…

Jumat, 28 April 2017 16:04

Aidil Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Sidang lanjutan dugaan korupsi pengelolaan dana hibah KONI untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi…

Kamis, 27 April 2017 22:19

1 Orang Tewas, 59 Kritis

TENGGARONG. Rabu (26/4) pagi, puluhan warga asal Desa Jantur Selatan dan Jantur Baru berbondong-bondong…

Kamis, 27 April 2017 22:19

Mahasiswa Tewas dalam Penjara

SAMARINDA. Pupus sudah harapan Sayid Agil dan Rubiyah melihat putra pertamanya, Sayid Muhammad Talib…

Kamis, 27 April 2017 22:18

Ogah telan Obat, Sudah Sesuai Prosedur

TEWASNYA Sayid Muhammad Talib diduga akibat kelalaian yang dilakukan petugas klinik beserta dokter dan…

Kamis, 27 April 2017 22:17

Dipijat dengan Badik

SAMARINDA. Dua tikaman di punggung tak membuat Surianto kehilangan nyawa. Pemuda 28 tahun itu pelahan…

Kamis, 27 April 2017 22:16

Ajak Berjualan, Haramkan Meminta-minta di Jalan

Tidak semua orang bisa menjadi relawan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan tidak mampu. Sayangnya,…

Rabu, 26 April 2017 16:25

Perut Wakar Jebol

SAMARINDA. Suasana pagi sekitar pukul 06.00 Wita, di Jalan M Said, Lok Bahu, Sungai Kunjang, kemarin…

Rabu, 26 April 2017 16:24

ABG “Dihargai” Rp 1 Juta

SAMARINDA. Malam kian larut. Suasana lalu lintas di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, sekitar pukul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .