MANAGED BY:
SABTU
29 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 19 April 2017 17:40
Dugaan Mark Up Eskalator Dewan Mencuat

Polisi dan Jaksa ‘Rebutan’ Mengusut

DIDUGA MARK UP. Polisi dan Kejari Bontang rebutan mengusut dugaan mark up pengadaan eskalator di gedung DPDR di Kota Taman.

PROKAL.CO, BONTANG. Kasus dugaan mark up pengadaan eskalator atau tangga berjalan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang kembali bergulir, seiring dipanggilnya sejumlah saksi oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang.
Dari informasi yang ada, Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bontang sejak pertengahan Maret lalu telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait dugaan mark up proyek senilai Rp 3 miliar pada Agustus 2015 lalu. Saat dugaan kasus mark up ini dikembangkan, 15 orang telah diperiksa sebagai saksi.
"Pulbaket dalam koridor penyelidikan memang benar adanya. Namun kita belum bisa menarik kesimpulan," tutur Kepala Kejari Bontang M Budi Setyadi.
Sejak menemui adanya indikasi, pihak Kejari mengatakan penyelidikan yang dilakukan bersifat tertutup. Mulanya dari 12 orang, saksi yang dipanggil jumlahnya bertambah 3 orang terperiksa sejak pekan lalu.
Banyaknya saksi yang dipanggil tak lepas dari diperpanjangnya masa penyelidikan yang diberikan pihak kejaksaan sejak awal Maret lalu. Diketahui, masa penyelidikan semula hanya 20 hari, lalu diperpanjang selama 20 hari lagi guna pengumpulan bahan, keterangan dalam rangka mengumpulkan fakta dan barang bukti.
"Setelah kami lidik (selidiki, Red), intinya kami optimistis bisa naik ke penyidikan," sambung Budi.
Meski demikian pihaknya masih enggan merinci siapa-siapa saksi dalam kasus ini. Sementara itu terkait pencarian titik terang adanya dugaan mark up itu juga dilakukan Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bontang, yang ikut turun melakukan penyelidikan.  
Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixson Hernando Lumban Toruan yang baru menjabat akhir bulan lalu mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan mark up ini pekan lalu.
"Ada satu orang staf Setwan (Sekretariat DPRD Bontang, Red) namun dia belum bawa dokumen lengkap, kita akan ajukan pemanggilan ulang," jelas mantan Panit 1 Subdit III Tipikor Polda Kaltim ini.
Dari informasi yang dihimpun Sapos, negara merugi miliaran rupiah atas adanya pembengkakan dana pengadaan dua eskalator di gedung DPRD Bontang di Jalan Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari.
Pasalnya, hanya untuk pengadaan dua buah tangga berjalan sebagai fasilitas penunjang, uang sebesar Rp 3 miliar harus dirogoh dari kas daerah Kota Bontang.
Proses perencanaan eskalator 2013-2014 juga sempat urung terlaksana karena kendala defisit anggaran. Sementara diketahui, pekerjaan konstruksi eskalator sendiri mulai dilakukan Agustus 2015 lalu oleh CV Etika Sejahtera.
"Kami masih melakukan verifikasi mulai dari proses perencanan, kemudian pelaksanaannya," kata Nixon.
Indikasi mark up mulanya tercium pada perencanaan pengadaan eskalator pada tahun anggaran 2013-2014 yang tidak terlaksana. Seharusnya pengadaan dua buah eskalator ini dilakukan 2014. Namun karena defisit anggaran saat itu, pengerjaan kontruksi dua eskalator baru terlaksana Agustus 2015 silam.
Sapos berusaha melakukan klarifikasi soal pemanggilan staf Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Bontang ke Mapolres Bontang. Setelah menunggu sejak pagi hari di koridor jalan menuju ruangannya, Sekwan DPRD Bontang Fahmi Rizal belum ingin ditemui saat media ini menghampirinya.
"Saya mau menghadap ke ketua (Ketua DPRD, Red) dulu, nanti saja," singkat Sekwan.
Tak lama berselang, salah seorang staf protokol ketua DPRD menghampiri awak media ini. Ia mengaku diutus Sekwan perihal konfirmasi. "Nanti-nanti saja dulu konfirmasinya ya," ujar lelaki tersebut. (ivr/rin)


BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 16:29

Siapkan Sanksi dan Denda

TANJUNG REDEB. Jika selama ini belum ada regulasi jelas larangan penangkapan semua jenis dan ukuran…

Jumat, 28 April 2017 16:27

Dugaan Korupsi Terancam Bikin Gaduh

BONTANG. Pengungkapan kasus dugaan markup pengadaan tangga eskalator di kantor Sekretariat DPRD terus…

Kamis, 27 April 2017 22:43

Pertamina Restui Permintaan Neni

BONTANG. Impian Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membangun alun-alun kota yang cantik  bakal terwujud.…

Kamis, 27 April 2017 22:43

Pembunuh Mertua Diganjar 18 Tahun

SANGATTA. Mungkin menyadari dirinya bersalah, sehingga layak dihukum berat, Jumardi (38), pelaku pembunuhan…

Rabu, 26 April 2017 16:59

Empat PSK Kepergok Mangkal

TENGGARONG. Semakin banyaknya keluhan masyarakat tentang menjamurnya praktik prostitusi dan peredaran…

Rabu, 26 April 2017 16:56

Prakla Tak Lagi Jadi Tempat Esek-esek?

BONTANG. Komitmen Wali Kota Bontang Neni Moerniani dan Wawali Basri Rase menata lokasi kampung atas…

Selasa, 25 April 2017 01:45

Tarif Jargas Turun

BONTANG. Biaya minimum pemakaian jaringan gas (jargas) bagi rumah tangga dan pelanggan kecil turun.…

Selasa, 25 April 2017 01:44

Tak Punya Kartu Nelayan Dilarang Masuk PPI

BONTANG. Sejak sepekan ini, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Bontang menerapkan peraturan baru bagi…

Selasa, 25 April 2017 01:42

Konstruksi Dipesan dari Jawa

TENGGARONG.  Warga di kawasan hulu Kukar kini dapat sedikit bernapas lega. Proyek pembangunan Jembatan…

Selasa, 25 April 2017 01:41

Tiru Bali, Perlu Ratusan Tahun

TENGGARONG.  Krisis keuangan daerah yang melanda Kukar akibat merosotnya harga bahan tambang, nampaknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .