MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 19 April 2017 17:40
Dugaan Mark Up Eskalator Dewan Mencuat

Polisi dan Jaksa ‘Rebutan’ Mengusut

DIDUGA MARK UP. Polisi dan Kejari Bontang rebutan mengusut dugaan mark up pengadaan eskalator di gedung DPDR di Kota Taman.

PROKAL.CO, BONTANG. Kasus dugaan mark up pengadaan eskalator atau tangga berjalan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang kembali bergulir, seiring dipanggilnya sejumlah saksi oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang.
Dari informasi yang ada, Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bontang sejak pertengahan Maret lalu telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait dugaan mark up proyek senilai Rp 3 miliar pada Agustus 2015 lalu. Saat dugaan kasus mark up ini dikembangkan, 15 orang telah diperiksa sebagai saksi.
"Pulbaket dalam koridor penyelidikan memang benar adanya. Namun kita belum bisa menarik kesimpulan," tutur Kepala Kejari Bontang M Budi Setyadi.
Sejak menemui adanya indikasi, pihak Kejari mengatakan penyelidikan yang dilakukan bersifat tertutup. Mulanya dari 12 orang, saksi yang dipanggil jumlahnya bertambah 3 orang terperiksa sejak pekan lalu.
Banyaknya saksi yang dipanggil tak lepas dari diperpanjangnya masa penyelidikan yang diberikan pihak kejaksaan sejak awal Maret lalu. Diketahui, masa penyelidikan semula hanya 20 hari, lalu diperpanjang selama 20 hari lagi guna pengumpulan bahan, keterangan dalam rangka mengumpulkan fakta dan barang bukti.
"Setelah kami lidik (selidiki, Red), intinya kami optimistis bisa naik ke penyidikan," sambung Budi.
Meski demikian pihaknya masih enggan merinci siapa-siapa saksi dalam kasus ini. Sementara itu terkait pencarian titik terang adanya dugaan mark up itu juga dilakukan Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bontang, yang ikut turun melakukan penyelidikan.  
Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixson Hernando Lumban Toruan yang baru menjabat akhir bulan lalu mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan mark up ini pekan lalu.
"Ada satu orang staf Setwan (Sekretariat DPRD Bontang, Red) namun dia belum bawa dokumen lengkap, kita akan ajukan pemanggilan ulang," jelas mantan Panit 1 Subdit III Tipikor Polda Kaltim ini.
Dari informasi yang dihimpun Sapos, negara merugi miliaran rupiah atas adanya pembengkakan dana pengadaan dua eskalator di gedung DPRD Bontang di Jalan Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari.
Pasalnya, hanya untuk pengadaan dua buah tangga berjalan sebagai fasilitas penunjang, uang sebesar Rp 3 miliar harus dirogoh dari kas daerah Kota Bontang.
Proses perencanaan eskalator 2013-2014 juga sempat urung terlaksana karena kendala defisit anggaran. Sementara diketahui, pekerjaan konstruksi eskalator sendiri mulai dilakukan Agustus 2015 lalu oleh CV Etika Sejahtera.
"Kami masih melakukan verifikasi mulai dari proses perencanan, kemudian pelaksanaannya," kata Nixon.
Indikasi mark up mulanya tercium pada perencanaan pengadaan eskalator pada tahun anggaran 2013-2014 yang tidak terlaksana. Seharusnya pengadaan dua buah eskalator ini dilakukan 2014. Namun karena defisit anggaran saat itu, pengerjaan kontruksi dua eskalator baru terlaksana Agustus 2015 silam.
Sapos berusaha melakukan klarifikasi soal pemanggilan staf Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Bontang ke Mapolres Bontang. Setelah menunggu sejak pagi hari di koridor jalan menuju ruangannya, Sekwan DPRD Bontang Fahmi Rizal belum ingin ditemui saat media ini menghampirinya.
"Saya mau menghadap ke ketua (Ketua DPRD, Red) dulu, nanti saja," singkat Sekwan.
Tak lama berselang, salah seorang staf protokol ketua DPRD menghampiri awak media ini. Ia mengaku diutus Sekwan perihal konfirmasi. "Nanti-nanti saja dulu konfirmasinya ya," ujar lelaki tersebut. (ivr/rin)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 16:50

Jawaban Pengawas Bikin Legislator Sewot

TANJUNG REDEB. Sidak 3 anggota DPRD Berau di proyek Jalan Milono, Tanjung Redeb, Senin (18/9) lalu,…

Rabu, 20 September 2017 16:48

ASTAGA..!! Ada 44 Toko Obat Tak Kantongi Izin

BONTANG. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Kota Bontang memastikan jika saat ini terdapat…

Selasa, 19 September 2017 02:09

Gedung Olahraga Dijadikan Tempat "Main Kuda-Kudaan"

BONTANG. Gedung Sport Center Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, kini diduga juga menjadi tempat…

Selasa, 19 September 2017 02:08

Bakal Bangun Rusunwa Lagi

BONTANG. Setelah realisasi pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Api-api yang…

Selasa, 19 September 2017 02:07

WADUH..!! APBD Kutim Defisit Rp 250 Miliar

SANGATTA.  Kekhawatiran akan  defisit  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD ) Kutim…

Selasa, 19 September 2017 02:07

Polisi Geruduk Apotek

BONTANG. Antisipasi dini dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Bontang, terkait penyalahgunaan…

Senin, 18 September 2017 00:21

Dampak Negatif Kebijakan Pusat

TANJUNG REDEB. Kebijakan pemerintah pusat melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan…

Senin, 18 September 2017 00:19

Mobil Jalan Sendiri Nyaris Bikin Celaka

BONTANG. Ini peringatan untuk kita semua untuk tidak meninggalkan anak seorang diri dalam ruang kemudi…

Sabtu, 16 September 2017 14:12

Rp 500 Juta untuk Bangun Tandon

SANGATTA. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur (Kutim) membangun tandon air untuk warga Desa Pangadan,…

Sabtu, 16 September 2017 14:11

Perawatan PJU Terhambat Anggaran

TANJUNG REDEB.  Penerangan Jalan Umum (PJU) di kabupaten Berau yang sebelumnya ditangani Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .