MANAGED BY:
JUMAT
18 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 19 April 2017 17:10
“Burung” Dipotong, Suami Menjerit

Hamil Tua, Istri Diludahi dan Ditonjok

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sambil berbaring, Hengki Qeli Dawi alias Abdul Majid merintih kesakitan di bagian kemaluannya. Ya, keluh pria 37 tahun itu akibat "burung" miliknya belum lama dipotong alias dikhitan.
Jerit buruh bangunan itu membuat perasaan hati istrinya berinisial RN gelisah. Agar suaminya itu tenang, RN menghampiri untuk menenangkan pria yang baru dua bulan menikahinya.
Meski mengurus diri sendiri serasa berat karena sedang hamil tua, RN tetap berusaha menghibur Majid. Pasutri itu memang baru menikah. Namun karena masa berpacaran terlalu lama, alhasil RN sudah mengandung lebih dulu.
Bukannya terhibur ketika dihampiri istrinya, Majid yang tadinya hanya berbaring, sontak berdiri. Dia langsung mengucapkan sumpah serapah kepada istrinya. Teriakan keras Majid membuat RN syok. Wanita 21 tahun ini kaget lantaran Majid juga meludahinya. Peristiwa itu terjadi, Senin (17/4) lalu pukul 19.00 Wita. "Setelah itu kepala dan mata kiri saya ditonjok," tutur RN, yang datang mengadu ke Polsekta Samarinda Ilir, kemarin (18/4) pukul 16.00 Wita.
Mendapat perlakuan kasar. RN hanya bisa menangis. Ia lantas turun menuju rumah Mardiana (41), pemilik kos-kosan yang selama ini menjadi tempat tinggal pasutri itu di Jalan Sultan Sulaiman, RT 11, Sambutan.
"Dia ini (RN, Red) memang sering dipukuli suaminya (Majid, Red). Kalau habis dipukuli pasti ke rumah saya cari perlindungan. Kemarin saja (beberapa waktu lalu) dia ini sempat jatuh dati tangga waktu mau ke rumah saya," ujar Mardiana, yang mendampingi RN mengadu.
Merasa kasihan, Mardiana lantas memberitahukan perihal kekerasan yang dilakukan Majid ke orangtua RN.
Belakangan diketahui, Majid yang pernah dipenjara selama 10 bulan karena kasus perjudian punya niat hendak kabur ke kampung halamannya di Flores, Nusa Tengara Timur (NTT). Majid berencana meninggalkan RN yang sedang mengandung 8 bulan.
"Niat kaburnya itu sudah dia (Majid, Red) buktikan dengan membeli tiket kapal pulang besok (hari ini, Red) pukul 03.00 Wita," tutur ibu kandung RN yang menolak namanya dikorankan.
Sebagai ibu tentunya tak terima. Apalagi Majid yang tak tahu terimakasih itu sebelumnya membawa kabur RN selama satu tahun.
"Sejak awal 2016 lalu sampai pertengahan tahun ini dia bawa kabur anak saya. Tahu-tahu ketika saya ketemu sekitar setengah bulan lalu, ternyata anak saya sudah hamil besar," geram wanita yang mengaku seusia dengan Majid, menantunya itu.
Perbedaan keyakinan Majid dan RN membuat persaan hati wanita yang telah melahirkan RN tak nyaman. Ia pun lantas meminta Majid menganut kepercayaan sesuai agama RN.
"Dia menyetujui dan setelah itu dia dikhitan, karena memang belum dikhitan," beber ibu kandung RN.
Setelah Majid melaksanakan khitan, perasaan gelisan seorang ibu tak kunjung reda.
"Rupanya anak saya selalu dipukul bahkan diludahi. Meski anak saya memiliki kelainan seperti ini, tapi saya tak pernah memukulinya," ujar ibu kandung RN meluapkan kekesalannya.
Rasa sakit hati ibu dan anak itupun sigap ditindak lanjuti polisi dengan menjemput Majid di kos-kosannya. Ketika dijemput, Majid sedang santai berbaring di depan TV dengan tubuh dibalut sarung.
Majid tampak kaget melihat kedatangan sejumlah polisi. Ia tak lagi memikirkan perih di bagian kemaluannya yang belum kering, ketia ditegur Majid langsung berdiri dan menghampiri polisi meski berjalan dengan kaki terbuka khas orang setelah dikhitan.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto melalui Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Yovan Fatika mengatakan untuk sementara Majid masih dimintai keterangannya.
"Kami masih mendalami apa yang menjadi motif pelaku (Majid, Red) menganiaya istrinya yang sedang hamil. Karena pelaku dan korban (RN, Red0 hanya menikah dibawah tangan, maka ancaman yang diberikan pada pelaku yakni pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan," tandasnya. (oke/nha)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 16:18

WOW..!! Pungli TPK Palaran Tembus Rp 184 M..!!!

SAMARINDA. Sidang perdana kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran Samarinda…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:15

Kabin Ringsek Sopir Tak Luka

SAMARINDA. Suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari bilangan Jalan APT Pranomo, Kelurahan Gunung…

Selasa, 15 Agustus 2017 01:43

WADUH..!! Anjing Jadi-jadian Tebar Teror Lagi

SAMARINDA. Warga Lempake, Samarinda Utara, sepertinya kembali harus bersiaga penuh. Teror anjing siluman…

Selasa, 15 Agustus 2017 01:42

MAMPUS..!! Perkosa Anak Kandung, Dipenjara 9,5 Tahun

SAMARINDA. Sutiono (39) masih bisa keluar ruang sidang dengan tersenyum. Dia dikawal ketat anggota Detasemen…

Selasa, 15 Agustus 2017 01:41

Curi Puluhan HP untuk Bayar Cicilan Mobil

TENGGARONG. Aktivitas warga Kota Raja Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di ajang car free…

Selasa, 15 Agustus 2017 01:41

Truk Sampah “Bertamu” Tengah Malam

SAMARINDA. Waktu menunjukkan pukul 23.00 Wita. Keluarga Purwono pun bersiap untuk beristirahat guna…

Senin, 14 Agustus 2017 11:39

GEMPAR..!! Wanita Misterius Mandi Darah

SAMARINDA. Kalimat seruan berbunyi "bu jangan tidur bu…!" berulang kali diucapkan salah seorang…

Senin, 14 Agustus 2017 11:36

HOROR PAGI HARI...!! Belasan Orang Nyaris Terkubur Hidup-hidup

SAMARINDA. Tanah dari bukit di belakang rumah Sukardi mendadak bergerak. Hujan yang mengguyur kawasan…

Minggu, 13 Agustus 2017 21:57

HOROR..!! Cinta Ditolak, Janda dan Putrinya Ditikam Membabi Buta

SAMARINDA. Warga Bantuas, Palaran, geger siang kemarin. Seorang janda beranak dua, Masidah (37) dan…

Minggu, 13 Agustus 2017 21:51

Pusat Pemukiman Diarahkan ke Kawasan Pinggiran

Palaran juga bagian dari Samarinda. Stigma bahwa daerah ini merupakan kawasan pinggiran tak bisa dihilangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .