MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 19 April 2017 17:10
“Burung” Dipotong, Suami Menjerit

Hamil Tua, Istri Diludahi dan Ditonjok

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sambil berbaring, Hengki Qeli Dawi alias Abdul Majid merintih kesakitan di bagian kemaluannya. Ya, keluh pria 37 tahun itu akibat "burung" miliknya belum lama dipotong alias dikhitan.
Jerit buruh bangunan itu membuat perasaan hati istrinya berinisial RN gelisah. Agar suaminya itu tenang, RN menghampiri untuk menenangkan pria yang baru dua bulan menikahinya.
Meski mengurus diri sendiri serasa berat karena sedang hamil tua, RN tetap berusaha menghibur Majid. Pasutri itu memang baru menikah. Namun karena masa berpacaran terlalu lama, alhasil RN sudah mengandung lebih dulu.
Bukannya terhibur ketika dihampiri istrinya, Majid yang tadinya hanya berbaring, sontak berdiri. Dia langsung mengucapkan sumpah serapah kepada istrinya. Teriakan keras Majid membuat RN syok. Wanita 21 tahun ini kaget lantaran Majid juga meludahinya. Peristiwa itu terjadi, Senin (17/4) lalu pukul 19.00 Wita. "Setelah itu kepala dan mata kiri saya ditonjok," tutur RN, yang datang mengadu ke Polsekta Samarinda Ilir, kemarin (18/4) pukul 16.00 Wita.
Mendapat perlakuan kasar. RN hanya bisa menangis. Ia lantas turun menuju rumah Mardiana (41), pemilik kos-kosan yang selama ini menjadi tempat tinggal pasutri itu di Jalan Sultan Sulaiman, RT 11, Sambutan.
"Dia ini (RN, Red) memang sering dipukuli suaminya (Majid, Red). Kalau habis dipukuli pasti ke rumah saya cari perlindungan. Kemarin saja (beberapa waktu lalu) dia ini sempat jatuh dati tangga waktu mau ke rumah saya," ujar Mardiana, yang mendampingi RN mengadu.
Merasa kasihan, Mardiana lantas memberitahukan perihal kekerasan yang dilakukan Majid ke orangtua RN.
Belakangan diketahui, Majid yang pernah dipenjara selama 10 bulan karena kasus perjudian punya niat hendak kabur ke kampung halamannya di Flores, Nusa Tengara Timur (NTT). Majid berencana meninggalkan RN yang sedang mengandung 8 bulan.
"Niat kaburnya itu sudah dia (Majid, Red) buktikan dengan membeli tiket kapal pulang besok (hari ini, Red) pukul 03.00 Wita," tutur ibu kandung RN yang menolak namanya dikorankan.
Sebagai ibu tentunya tak terima. Apalagi Majid yang tak tahu terimakasih itu sebelumnya membawa kabur RN selama satu tahun.
"Sejak awal 2016 lalu sampai pertengahan tahun ini dia bawa kabur anak saya. Tahu-tahu ketika saya ketemu sekitar setengah bulan lalu, ternyata anak saya sudah hamil besar," geram wanita yang mengaku seusia dengan Majid, menantunya itu.
Perbedaan keyakinan Majid dan RN membuat persaan hati wanita yang telah melahirkan RN tak nyaman. Ia pun lantas meminta Majid menganut kepercayaan sesuai agama RN.
"Dia menyetujui dan setelah itu dia dikhitan, karena memang belum dikhitan," beber ibu kandung RN.
Setelah Majid melaksanakan khitan, perasaan gelisan seorang ibu tak kunjung reda.
"Rupanya anak saya selalu dipukul bahkan diludahi. Meski anak saya memiliki kelainan seperti ini, tapi saya tak pernah memukulinya," ujar ibu kandung RN meluapkan kekesalannya.
Rasa sakit hati ibu dan anak itupun sigap ditindak lanjuti polisi dengan menjemput Majid di kos-kosannya. Ketika dijemput, Majid sedang santai berbaring di depan TV dengan tubuh dibalut sarung.
Majid tampak kaget melihat kedatangan sejumlah polisi. Ia tak lagi memikirkan perih di bagian kemaluannya yang belum kering, ketia ditegur Majid langsung berdiri dan menghampiri polisi meski berjalan dengan kaki terbuka khas orang setelah dikhitan.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto melalui Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Yovan Fatika mengatakan untuk sementara Majid masih dimintai keterangannya.
"Kami masih mendalami apa yang menjadi motif pelaku (Majid, Red) menganiaya istrinya yang sedang hamil. Karena pelaku dan korban (RN, Red0 hanya menikah dibawah tangan, maka ancaman yang diberikan pada pelaku yakni pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan," tandasnya. (oke/nha)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:38

“Duarrr…!” Ledakan Dekat SPBU

SAMARINDA. Pengendara di Jalan HAMM Rifadin mendadak dilanda kepanikan, Sabtu (21/10) kemarin. Sebuah…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:36

Arena Judi di Hutan Dibakar

SAMARINDA. Para pelaku judi sabung ayam sepertinya belum kapok berurusan dengan penegak hukum. Permainan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:26

MAMPUS KAM..!! Perampok Emas Ditembak

TENGGARONG. Jumat (20/10) kemarin, menjadi hari nahas bagi Aenah (57). Warga Dusun Tama Mulya RT 12…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:24

Polisi Buru Hasil Korupsi

SAMARINDA. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda menerapkan Undang-undang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:22

BANGKE NI ORANG...!! Empat Murid SD Dicabuli Satpam

SAMARINDA. Kerja keras Kumbang –nama samaran- patut diacungi jempol. Semua kesempatan meraih nafkah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:19

Harus Kolaborasi Demi Piring Nasi

POLEMIK transportasi online dan konvensional kian rumit. Keduanya seakan tak ada titik temu. Padahal…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:10

YA TUHAN..!! Ada Bayi Membusuk dalam Kresek

SAMARINDA. Bau busuk menyengat memancing kerumunan lalat pada plastik merah di semak-semak eks Hotel…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Pria Ini Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:05

LKP, Modus “Mencuri” Dana Hibah

SAMARINDA. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda terus menggencarkan dugaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .