MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Senin, 10 April 2017 00:52
Ditebas, Wajah Nyaris Terbelah

Mantan Karyawan PKT Mengamuk

PROKAL.CO, BONTANG. Entah kenapa Kosim tiba-tiba keluar rumah sambil meneteng sebilah parang. Dengan wajah bengis, pria 58 tahun itu mendatangi salah satu pos sekuriti yang berada tak jauh dari rumahnya.
Di saat bersamaan, Tarwiyadi alias Karyadi yang sedang asyik duduk, tak menyangka kedatangan Kosim secara tiba-tiba. Kosim datang dari arah belakang.
“Blasss…!!!” Kosim dengan mudahnya mengayunkan parangnya ke wajah Karyadi. Dalam kondisi terluka, Karyadi sempat berusaha melarikan diri. Namun usahanya gagal. Kakinya tersandung. Karyadi terjatuh. Dengan membabi buta, Kosim pun kembali mengayunkan parangnya ke wajah Karyadi.
Usai melampiaskan amarah, dengan tenang Kosim langsung pulang ke rumahnya. Istri Kosim curiga dengan gelagat suaminya. Apalagi sampai di rumah, Kosim langsung menuju ke kamar sambil memeluk parang.
Kecurigaan sang istri ternyata benar. Selang beberapa menit, polisi tiba di rumahnya.
Ya, tragedi berdarah itu terjadi di Jalan Manggis BTN PKT (Pupuk Kaltim) Bontang, sekitar pukul 08.45 Wita, Minggu (9/4). Karyadi merupakan
tukang ojek keliling di wilayah Perumahan BTN PKT, Kelurahan Belimbing,  ini. Karyadi, pertama kali diketahui berlumuran darah dan terkapar di pinggir got Jalan Manggis. Kondisi, pria 54 tahun itu cukup menggenaskan. Rahang kepala robek dari ujung telinga yang satu ke telinga lainnya. Sementara, Kosim (56) merupakan mantan karyawan PKT yang sudah pensiun.
Akibat luka yang sangat serius, Karyadi harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab (AW) Sjahranie, Samarinda. Sebelumnya pria yang tinggal di di Loktuan ini sempat dirawat beberapa saat di Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RS PKT).
Muslika (52), istri Karyadi, mengatakan bahwa antara suaminya dengan Kosim tidak ada perselisihan. Bahkan, Muslika pernah bekerja di rumah Kosim sebagai pembantu. "Saya dulu sempat jadi pembantu cuci gosok di rumah pelaku selama tujuh tahun. Tapi sekarang sudah lama berhenti, " ujar Muslika.
Namun Muslika mengakui, jika beberapa bulan terakhir Kosim kerap berulah aneh. Seperti orang kehilangan kesadaran normal. Muslika pun mengakui, sering melihat Kosim memiliki kebiasaan aneh. Yakni membeli parang.
"Saya memang tahu mantan majikanku itu mengindap gangguan jiwa. Pernah dirawat di rumah sakit jiwa," terang Muslika.
Sementara dari keterangan saksi yang dihimpun media ini, Kosim memang memiliki kelainan. Karena berguru ilmu di Guntung. "Kalau kumat, gurunya yang di Guntung itu yang disebut-sebut, sama orang yang dia kenal. Nah, korban ini sering disebut-sebut namanya. Karena menurut keterangan pelaku, korban ini pernah diberi kayu, tapi enggak ucapkan terima kasih, sehingga kemungkinan pelaku tidak terima," ujar sumber yang enggan menyebutkan namanya.
Kanit Opsnal Satreskrim Polres Bontang, Ipda Fajar Riansyah Pratama mengaku mendapatkan info tersebut sekitar pukul 08.50 Wita. Pihaknya pun langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). Sayangnya, saat ke lokasi, Kosim sudah dibawa warga ke RS PKT.
"Begitu mendapat informasi kami langsung ke lokasi, dan kami dapati korban sudah dibawa ke rumah sakit oleh warga," ujar Fajar, melalui telepon selular nya.
Saat dilokasi pun, polisi mendapatkan kabar jika Kosim mengindap kelainan jiwa. Dan keluarga Kosim membenarkan dengan memberikan beberapa bukti bahwa pelaku pernah sakit jiwa.
"Kami pun langsung ke rumah pelaku, namun oleh kakak iparnya, kami disuruh nunggu, takutnya pelaku ngamuk. Sehingga kakak iparnya membujuk pelaku dan akhirnya berhasil kami bawa," ujar Fajar.
Pelaku juga sempat dibawa ke RS PKT untuk diberi suntikan penenang.
Menurut Fajar, saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Bontang.  (soh/nha)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 01:23

Bocah Terseret di Sisi Jamban

SAMARINDA. Tatapan mata Aisyah tampak kosong. Bocah 8 tahun itu hanya termenung di pangkuan ayahnya.…

Selasa, 12 Desember 2017 01:22

Karyawan Larikan Rp 320 Juta

SAMARINDA. Postingan warganet dengan nama akun Hendrik Dwi Susilo “meledak” di dunia maya,…

Selasa, 12 Desember 2017 01:20

Cobaan Terberat saat Air Pasang

Watermaster, alat yang digadang-gadang mampu mengurangi banjir di Kota Samarinda. Harganya selangit.…

Senin, 11 Desember 2017 20:59

Lulusan Luar Jadi Bos, Sarjana Unmul Tak Laku

SAMARINDA. Setiap tahun Unmul menambah ribuan sarjana. Tiap tahun pula persoalan rutin terjadi. Jumlah…

Senin, 11 Desember 2017 20:55

Ditelanjangi, Beraksi dari Kamar Mayat

SAMARINDA. Matahari pagi terus meninggi menandakan hari sudah siang. Suasana RSUD AW Sjahranie, jalan…

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .