MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Senin, 10 April 2017 00:52
Ditebas, Wajah Nyaris Terbelah

Mantan Karyawan PKT Mengamuk

PROKAL.CO, BONTANG. Entah kenapa Kosim tiba-tiba keluar rumah sambil meneteng sebilah parang. Dengan wajah bengis, pria 58 tahun itu mendatangi salah satu pos sekuriti yang berada tak jauh dari rumahnya.
Di saat bersamaan, Tarwiyadi alias Karyadi yang sedang asyik duduk, tak menyangka kedatangan Kosim secara tiba-tiba. Kosim datang dari arah belakang.
“Blasss…!!!” Kosim dengan mudahnya mengayunkan parangnya ke wajah Karyadi. Dalam kondisi terluka, Karyadi sempat berusaha melarikan diri. Namun usahanya gagal. Kakinya tersandung. Karyadi terjatuh. Dengan membabi buta, Kosim pun kembali mengayunkan parangnya ke wajah Karyadi.
Usai melampiaskan amarah, dengan tenang Kosim langsung pulang ke rumahnya. Istri Kosim curiga dengan gelagat suaminya. Apalagi sampai di rumah, Kosim langsung menuju ke kamar sambil memeluk parang.
Kecurigaan sang istri ternyata benar. Selang beberapa menit, polisi tiba di rumahnya.
Ya, tragedi berdarah itu terjadi di Jalan Manggis BTN PKT (Pupuk Kaltim) Bontang, sekitar pukul 08.45 Wita, Minggu (9/4). Karyadi merupakan
tukang ojek keliling di wilayah Perumahan BTN PKT, Kelurahan Belimbing,  ini. Karyadi, pertama kali diketahui berlumuran darah dan terkapar di pinggir got Jalan Manggis. Kondisi, pria 54 tahun itu cukup menggenaskan. Rahang kepala robek dari ujung telinga yang satu ke telinga lainnya. Sementara, Kosim (56) merupakan mantan karyawan PKT yang sudah pensiun.
Akibat luka yang sangat serius, Karyadi harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab (AW) Sjahranie, Samarinda. Sebelumnya pria yang tinggal di di Loktuan ini sempat dirawat beberapa saat di Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RS PKT).
Muslika (52), istri Karyadi, mengatakan bahwa antara suaminya dengan Kosim tidak ada perselisihan. Bahkan, Muslika pernah bekerja di rumah Kosim sebagai pembantu. "Saya dulu sempat jadi pembantu cuci gosok di rumah pelaku selama tujuh tahun. Tapi sekarang sudah lama berhenti, " ujar Muslika.
Namun Muslika mengakui, jika beberapa bulan terakhir Kosim kerap berulah aneh. Seperti orang kehilangan kesadaran normal. Muslika pun mengakui, sering melihat Kosim memiliki kebiasaan aneh. Yakni membeli parang.
"Saya memang tahu mantan majikanku itu mengindap gangguan jiwa. Pernah dirawat di rumah sakit jiwa," terang Muslika.
Sementara dari keterangan saksi yang dihimpun media ini, Kosim memang memiliki kelainan. Karena berguru ilmu di Guntung. "Kalau kumat, gurunya yang di Guntung itu yang disebut-sebut, sama orang yang dia kenal. Nah, korban ini sering disebut-sebut namanya. Karena menurut keterangan pelaku, korban ini pernah diberi kayu, tapi enggak ucapkan terima kasih, sehingga kemungkinan pelaku tidak terima," ujar sumber yang enggan menyebutkan namanya.
Kanit Opsnal Satreskrim Polres Bontang, Ipda Fajar Riansyah Pratama mengaku mendapatkan info tersebut sekitar pukul 08.50 Wita. Pihaknya pun langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). Sayangnya, saat ke lokasi, Kosim sudah dibawa warga ke RS PKT.
"Begitu mendapat informasi kami langsung ke lokasi, dan kami dapati korban sudah dibawa ke rumah sakit oleh warga," ujar Fajar, melalui telepon selular nya.
Saat dilokasi pun, polisi mendapatkan kabar jika Kosim mengindap kelainan jiwa. Dan keluarga Kosim membenarkan dengan memberikan beberapa bukti bahwa pelaku pernah sakit jiwa.
"Kami pun langsung ke rumah pelaku, namun oleh kakak iparnya, kami disuruh nunggu, takutnya pelaku ngamuk. Sehingga kakak iparnya membujuk pelaku dan akhirnya berhasil kami bawa," ujar Fajar.
Pelaku juga sempat dibawa ke RS PKT untuk diberi suntikan penenang.
Menurut Fajar, saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Bontang.  (soh/nha)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:11

Kepung Bank Tagih Warisan Soekarno

SAMARINDA. “Dengan membayar administrasi Rp 20 ribu, maka warisan presiden pertama Republik Indonesia,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:04

DAR DER DOR..!! Sarang Curanmor Digerebek, 13 Motor Disita

SAMARINDA. Suasana pagi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang mendadak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:02

Klaim Dakwaan Jaksa Tak Penuhi Unsur Pidana

Tim kuasa hukum Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar menilai surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:25

“Hujan Beton” Nyaris Kubur Sekeluarga

SAMARINDA. Lelah setelah berjuang menerobos banjir, Keluarga Hj Jarwadi lanjut dibuat terkejut oleh…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:22

Petaka Bisnis Gas

SAMARINDA. Bermodalkan seragam Pertamina, Aji Adi alias Rendi, mendatangi satu persatu pangkalan LPG…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:18

Basah-Basahan Peringati 17 Agustus

SAMARINDA. Nasionalisme terkadang lahir dari ruang-ruang kecil. Keterbatasan tidak menyurutkan semangat…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:48

Banjir, Pasien RSUD Diungsikan

SAMARINDA. Hujan deras sepanjang sore, Rabu (16/8), membuat sejumlah ruas jalan utama dan permukiman…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:47

Air Tercemar, Gagal Panen, Menderita Hepatitis B

Puluhan tahun tak menikmati listrik dan air bersih. Hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Mereka adalah…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:18

WOW..!! Pungli TPK Palaran Tembus Rp 184 M..!!!

SAMARINDA. Sidang perdana kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran Samarinda…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:15

Kabin Ringsek Sopir Tak Luka

SAMARINDA. Suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari bilangan Jalan APT Pranomo, Kelurahan Gunung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .