MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 24 Maret 2017 01:42
DURHAKA NIH..!! Hanya Gara-Gara Jual Bra Bekas, Ibu Sendiri Ditonjok

Nenek Paerah Dibilang Sering Minggat, Disekap dalam Rumah

DIKURUNG ANAK: Paerah dikurung di rumah anaknya sendiri.

PROKAL.CO, BONTANG. Kasus penganiayaan anak kepada orangtua di Samarinda merambat ke Kota Taman, Bontang. Warga Gang Bete-bete 3, RT 2, Kelurahan Tanjung Laut Indah dibuat miris dengan perbuatan Yulianingsih (50) yang tega menganiaya ibu kandungnya, Paerah (87), Kamis (23/3) dini hari.

Alasan penjual kue ini menyakiti ibu kandungnya sendiri ini sangat memilukan. Yulianingsih merasa malu karena sang ibu sering minta makan ke tetangga. Dan yang lebih membuat pelaku gelap mata adalah wanita tua renta itu sampai menjual pakaian dalam usang miliknya. Penganiayaan terjadi ketika Paerah hendak keluar rumah untuk menemui anaknya yang lain. Jeritan wanita lanjut usia ini saat dianiaya Yulianingsih, memancing para tetangga berdatangan.

Menurut salah satu tetangga pelaku yang enggan dikorankan namanya, Yulianingsih tampak menampar korban sambil mencubiti tubuh nenek yang sudah kurus tinggal tulang dan kulit tersebut. “Saya kaget, ada apa ribut-ribut di luar, saya lihat si anak itu memukul-mukul ibunya sendiri yang sudah jompo sambil dicubitin dan dihajar pakai tas ransel. Ya Allah.. saya sampai sesak napas, melabrak anaknya agar tidak berlaku seperti itu ke ibu kandungnya sendiri,” kata tetangga yang menyaksikan perbuatan kasar pelaku.

Penderitaan Paerah ternyata belum berakhir sampai di situ. Pagi harinya, sang nenek dikunci di dalam rumah sejak pagi hingga siang hari. Sementara anaknya Yulianingsih dan kedua cucunya, berada di luar rumah.

Kabar kekerasan terhadap Paerah sampai ke telinga  Suyanti dan Intan dari tim penjangkau Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial. Didampingi Ketua RT 2 Sahabuddin, keduanya bergegas menjenguk Paerah. Rombongan baru bisa bertemu korban pada pukul 12.30 Wita, Yulianingsih pulang ke rumah.

Disambangi tim LK3, Yulianingsih langsung membela diri. Ia beralibi mengunci ibunya di rumah karena khawatir sang ibu akan lari dan keluar rumah. “Coba, siapa yang nggak malu? Lihat ibunya jual BH ke orang lain? Iiich....saya jengkel sekali, saya tonjok-tonjok kepalanya,” ujar Yulianingsih, terlihat emosi sembari mempraktekkan dengan tangannya menonjok kepalanya sendiri.

Yulianingsih mengaku sering membelikan makanan ke ibunya, namun jarang dimakan, bahkan sampai basi karena tidak dimakan.  “Capek aku belikan makanan! Aku sabar, tapi ngga dimakan, nggak kelaparan di sini, di sini banyak makanan, siapa bilang embah (Paerah, Red) kelaparan? nih ada bubur juga nggak dimakan, ada tape, ada pisang, ada roti, ada donat, ada bakso,” ujarnya, sembari membuang makanan yang tersimpan di kulkas.

Kepada petugas yang bertamu ke rumahnya, Yulianingsih mengeluhkan kebiasaan ibunya yang suka keluyuran keluar rumah.   “Jagoan ngeluyur, heran aku, kenapa kok orang jago ngeluyur. Pokoknya kalau lengah, langsung ngeluyur, pernah aku ketiduran, langsung keluar,” katanya. Yulianingsih juga menceritakan, jika ibunya suka sekali menerima pemberian orang lain. “Itu dikasih tas jelek dari orang, dia terima dan seneng sekali, jengkel kan! Pernah juga orang pas lagi duduk-duduk, langsung ibu berhenti terus mijetin orang itu. Jelas saya marah. Ibunya yang kumaki-maki, bukan aku jahat, tapi kan malu,” katanya. Yulianingsih juga membenarkan, jika ia menyuruh ibunya membersihkan lantai dan karena itulah, ia menggaji ibunya sebesar Rp 200 ribu per bulannya.

Sementara Paerah, mengaku ingin pulang ke Surabaya. Di kota pahlawan itu ia ingin hidup tenang di rumah anaknya yang lain.  “Saya dikira kayak orang gila, padahal saya nggak gila, anak saya yang gila,” kata Paerah. Paerah juga mengaku, ia seperti diperlakukan seperti pembantu di rumah anaknya. “Kalau saya bisa keluar saya mau lapor polisi,” ujarnya.

Terpisah, Tim Penjangkau LK3 Suyanti mengatakan, untuk kasus ini, LK3 akan lakukan pendampingan. “Kami akan lakukan pendampinngan, coba komunikasi ke neneknya juga. Dan kami akan lakukan komunikasi dengan pihak keluarga, apakah ada semacam rembuk keluarga, semua dari persetujuan keluarga, solusinya apakah masih mau merawat nenek, ataukah dibawa ke panti,” kata Suyanti.

Namun, semua itu, lanjut Suyanti, akan dibicarakan dengan pihak keluarga, mana solusi terbaik. Apabila benar-benar akan di bawa ke panti, LK3 akan mencari panti yang di dalam kota Bontang saja. “Tapi kalau pihak keluarga bisa membekup, ya silahkan,” ujar Suyanti.

Mengenai kekerasan yang dilakukan si anak, Suyanti menjelaskan, pihak LK3 tidak lantas buru-buru memberi sanksi. “Kita jangan beri sanksi dulu, karena enggak tahu asal muasal kejadiannya bagaimana,  kita ke keluarga dulu, kita cari alasannya dulu,” katanya.

Hanya saja, Suyanti mewanti-wanti keluarga tersebut, agar tidak melakukan kekerasan ke Paerah lagi. Dan harus bisa memaklumi usia korban yang tidak lagi muda.
“Ya seharusnya dimaklumi, nenek itu dengan usia begitu, jelas perilaku berubah, saya rasa, si anak nenek ini kondisinya pun sedang lelah, capek, ditambah lagi ekonominya. Jelas menjadikan beban pikirannya bertambah,” pungkasnya. (soh/beb)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 21:07

Lenyap di Jamban, Pengusaha Tewas di Mahakam

SAMARINDA. Kabar hilangnya Fahruddin membuat, kakak kandungnya bernama Serin cemas. Fahruddin dikabarkan…

Minggu, 19 November 2017 21:05

Aktivitas Masyarakat Lumpuh

SENDAWAR. Sudah dua hari terakhir sebagian warga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengalami bencana…

Sabtu, 18 November 2017 14:43

"Main Tanah", Lurah Jadi Tersangka

SAMARINDA. Kasus yang menimpa Lurah Gunung Lingai, Sungai Pinang, Saripudin La Bario (sebelumnya ditulis…

Jumat, 17 November 2017 13:56

Lengan Putus, Ayah Tewas

SAMARINDA. Begitu perih dan hancur perasaan Yontri. Pemuda 23 tahun itu menyaksikan ayahnya, Yabun (67)…

Jumat, 17 November 2017 13:52

Kekurangan Komputer Bukan Alasan Pungutan

SAMARINDA. Hampir semua sekolah setingkat SMP di Kota Tepian didera kekurangan perangkat komputer jelang…

Jumat, 17 November 2017 13:47

Triniti Cangkok Daging Di Tiongkok Cina

Empat hari lalu (13/11) genap satu tahun peristiwa bom di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Kamis, 16 November 2017 16:51

Bongkar Aib Playboy, Video Hot Tersebar

SAMARINDA. Luka akibat dikhianati sahabat jauh lebih menyakitkan daripada disakiti oleh musuh. Rasa…

Kamis, 16 November 2017 16:13

Pungutan Sukarela, tapi Nominal Ditentukan

Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali menyeruak di lingkungan sekolah negeri. Isu itu berhembus di MTs…

Kamis, 16 November 2017 16:10

Tetap Semangat Meski Saraf Terancam Lumpuh

Di usia yang masih dini, Riska Devi harus menghadapi kenyataan pahit. Bocah usia 6 tahun asal Anggana,…

Rabu, 15 November 2017 15:35

Duar!!! Pasutri Terbakar

SAMARINDA. Arbani alias Bajau (45) langsung bergidik ketika kompor yang digunakannya memasak bumbu nasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .