MANAGED BY:
KAMIS
25 MEI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Senin, 20 Maret 2017 02:01
MUCIL..!! Tambang Ilegal Ini Sempat Dihentikan, Tapi Beroperasi Lagi

Tambang Ilegal di Tanah Merah Dikeluhkan

MUCIL: Sempat dihentikan, aktivitas tambang itu kini mulai marak lagi.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Aktivitas tambang batu bara di Jalan Poros Samarinda Bontang, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara kembali meresahkan diresahkan warga. Pasalnya, lokasi tambang itu tidak jauh dari pemukiman warga. Kegiatan tersebut dianggap sangat mengganggu.

Ini itu disampaikan salah seorang warga setempat yang namanya enggan dikorankan. Dia mengatakan, selain merusak lingkungan di sekitarnya, keberadaan tambang batu bara ini pun dianggap tak sesuai dengan aturan. Sebab jaraknya kurang dari 500 meter dari pemukiman warga.

"Itu lihat, tambang ini sangat dekat dengan pemukiman. Apalagi sekitar lokasi ada beberapa warga yang beternak," ujarnya, Sabtu (18/3) lalu.
Pantauan media ini, dua mobil truk sedang mengangkut material galian. Sementara satu unit ekskavator sedang bekerja menggali lubang. Diduga Aktivitas tambang ini sudah berlangsung lama.

Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam mengatakan, aktivitas tambang itu sebelumnya sudah dikeluhkan warga lalu dilaporkan. Kemudian ada pertemuan warga dengan pihak penambang yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Hasilnya, kegiatan penambangan itu dihentikan lantaran tak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

"Dulu kita sudah ada pertemuan dengan warga dan Dinas Lingkungan Hidup sudah tinjau lapangan. Dan sudah dihentikan," kata dia.
Belakangan, Aktivitas pertambangan kembali di beroperasi. Syamsu berharap agar ada niat baik agar segera dihentikan. "Ya kita harap pemiliknya bisa mengikuti semua aturan yang sudah ada," terangnya.

Sebab keberadaan tambang ini sangat berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Selain itu pemanfaatan akses jalan  pun sering menggunakan jalan warga. Padahal sesuai aturan hal itu tidak diperbolehkan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail mengatakan keberadaan tambang di sekitaran Kota Tepian sangat berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan yang kian parah. Dengan demikian perlu ada pembenahan atau pun evaluasi perizinan sehingga yang tidak memenuhi standar penambangan sebaiknya di cabut izinnya.

Hampir sebagian besar sedimentasi yang terjadi di Kota Samarinda sebagaian besarnya dari maraknya proses penambangan dan pematangan lahan. Hal ini akan memperparah banjir. "Penanggulangan banjir kalah cepat dengan permasalahan yang timbul," kata dia.

Meski demikian dia mengaku pihaknya tak lagi memiliki wewenang dalam urusan pertambangan. "Sekarang sudah beralih ke provinsi. Silakan saja pihak provinsi meninjau dan mengevaluasi. Kalau tidak beres sebaiknya dicabut saja izinnya," tutup dia. (zak/aya)


BACA JUGA

Rabu, 24 Mei 2017 01:07

Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran

SAMARINDA. Kabar soal keberangkatan pegawai Pukesmas Sempaja rupanya sudah langsung diperiksa oleh Inspektorat…

Rabu, 24 Mei 2017 01:06

Peredaran Uang Naik saat Ramadan

SAMARINDA. Memasuki bulan Ramadan, Bank Indonesia perwakilan Kaltim menyiapkan Rp 3,1 triliun uang baru.…

Rabu, 24 Mei 2017 01:05

Panti Pijat Wajib Tutup selama Ramadan

SAMARINDA. Jam operasi tempat hiburan malam (THM) dan tempat pijat di Kota Samarinda dibatasi selama…

Selasa, 23 Mei 2017 02:42

Kepala Dinkes Diminta Mundur

SAMARINDA. Sorotan terhadap pelesiran pegawai Puskesmas Sempaja kembali berlanjut. Kali ini datang dari…

Selasa, 23 Mei 2017 02:41

Gaji dan TPP Tertunggak, Guru-Guru Mohon Bersabar

SAMARINDA. Tambahan penghasilan pegawai (TPP) tak kunjung cair, puluhan guru kembali memadati pintu…

Selasa, 23 Mei 2017 02:40

Pengelola Sebut Milik Pengunjung

SAMARINDA. Ditemukannya minuman keras (Miras) di tiga rumah karaoke keluarga dalam razia, Sabtu (20/5),…

Selasa, 23 Mei 2017 02:39

Mainkan Harga, Izin Dicabut

SAMARINDA. Inflasi jelang Ramadan harus menjadi momok yang harus diwaspadai. Penyebabnya adalah meningkatnya…

Senin, 22 Mei 2017 16:15

Game Online Disarankan Tutup

SAMARINDA. Memasuki bulan Ramadan, pemkot belum berani menertibkan jam operasional warnet dan game online.…

Jumat, 19 Mei 2017 19:30

Jalan Kehewanan Dapat Rp 1,9 M

SAMARINDA.  Doa warga Jalan Marsda A Saleh (eks Kehewanan) akhirnya terkabul. Setelah tiga tahun…

Kamis, 18 Mei 2017 19:10

Gara-Gara Ini, Pilgub Kaltim Terancam Digelar 2021

SAMARINDA. Ancaman ditundanya pilgub 2018 sudah didepan mata. Alasannya sederhana, pemprov belum memberi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .