MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Senin, 20 Maret 2017 01:54
ALAMAK..!! PT Badak Dituding Cemarkan Lingkungan
KLAIM: Petani rumput laut menuntut ganti rugi sebesar Rp 420 juta ke Badak LNG, lantaran aktivitas pengerukan kedalaman lautnya dianggap sebagai penyebab gagal panen budidaya rumput laut di kawasan pesisir Tihi-Tihi, Bontang Selatan.

PROKAL.CO, BONTANG. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Tihi-Tihi menuntut ganti rugi sebesar Rp 420 juta ke Badak LNG, lantaran aktivitas pengerukan kedalaman lautnya dianggap sebagai penyebab gagal panen budidaya rumput laut di kawasan pesisir Tihi-Tihi, Bontang Selatan.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi III DPRD Bontang, M Dahnial.   “Jumlah total keseluruhan Rp 420 juta. Namun mereka meminta ganti rugi dalam bentuk bibit rumput laut,” kata dia.

Disebutkan, kelompok usaha yang diketuai Mashur tersebut terdiri dari 42 anggota. Setiap anggota meminta bibit rumput laut sebanyak 2 ton, dengan perkiraan harga per kilogramnya Rp 5 ribu. Jika dirincikan, masing-masing anggota memerlukan dana sebesar Rp 10 juta.

Meski begitu, Dahnial meminta agar tidak menuduh satu pihak untuk bertanggung jawab atas gagal panen rumput laut yang dialami KUM Tihi-Tihi. Tudingan kepada perusahaan pengolah gas alam cair tersebut tidak boleh hanya berdasarkan asumsi.

“Tidak menutup kemungkinan ada pencemaran lingkungan. Namun apakah hal itu berdampak kepada gagal panen rumput laut, itu harus dilandasi hasil kajian yang mendalam. Kajian tersebut akan memakan waktu dan anggaran yang tidak sedikit,” tukasnya.

Lanjutnya, PT Badak NGL mengaku sebelum aktivitas pengerukan kedalaman laut, telah memperhitungkan dampak terhadap lingkungan dan mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Selain itu, juga melibatkan pengawasan dan pengamanan dari Satuan Polisi Air dan Udara (Pol Airud) Polres Bontang.

“Untuk menghemat biaya dan waktu, kami dari Komisi III mendorong PT Badak untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat Tihi-Tihi, untuk mempertemukan pandangan masing-masing. Supaya dapat titik tengahnya,” ujarnya.

Hasilnya, Badak LNG bakal mengucurkan dana sebesar Rp 10 juta untuk KUM Tihi-Tihi. Kendati demikian, Dahnial menegaskan dana tersebut bukan sebagai ganti rugi, melainkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang nantinya diberikan dalam bentuk bibit rumput laut.

“Bantuan yang diberikan bukan sebesar Rp420 juta, tetapi hanya Rp10 juta saja. Karena hanya satu kelompok saja yang mengajukan. Bantuan diberikan ketika proposal sudah masuk dan disetujui oleh PT Badak,” paparnya.

Sementara, Officer Media Relations PT Badak NGL, Reta Yudistyana mengatakan, pertemuan tersebut membahas pemberian dana bantuan CSR Badak LNG kepada KUM Tihi-Tihi.
Ia enggan berkomentar terkait dugaan pencemaran lingkungan yang ditujukan kepada perusahaan yang telah berdiri sejak 1974 tersebut.  

“Nanti saja setelah semua pembahasan selesai, dan pemberikan bantuan program CSR dilaksanakan,” pungkasnya. (ivr/ama)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 01:28

Soal Usulan Pengelolaan Eks Chevron, Gubernur Masih Gamang

PENAJAM. Langkah Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar, untuk mengelola lapangan migas East…

Kamis, 23 Maret 2017 21:07

DPRD Soroti Bus Tak Laik Jalan

BONTANG. Kondisi bus antarkota yang beroperasi di terminal Kilometer (Km) 6 Bontang Barat  mendapat…

Rabu, 22 Maret 2017 01:45

Pemkab Siapkan Kajian Akademis

PENAJAM. Jajaran Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) akan ngeluruk ke DPR, pekan depan. Bupati Yusran Aspar…

Rabu, 22 Maret 2017 01:43

MANTAP..!! Tahun 2018, Pulau Sebatik Akan Miliki Bandara

NUNUKAN. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merencanakan membangun bandara…

Rabu, 22 Maret 2017 01:43

Anjing Pelacak Disiagakan di Bandara

TARAKAN. Dua ekor anjing pelacak milik TNI Angkatan Udara (AU), mulai kemarin ikut bersiaga di bagian…

Senin, 20 Maret 2017 01:53

Ungkap Kasus Pembunuhan di Batu Sopang, Keluarga Tersangka Siap Kerja Sama

TANA PASER. Polisi masih memburu tersangka pembunuhan Rahmadianur alias Bagong (37) di areal sebuah…

Minggu, 19 Maret 2017 01:44

Tarakan Diterpa Gelombang Panas

TARAKAN. Mungkin Anda termasuk yang merasakan suhu di Tarakan pada siang hari, sedikit lebih panas dari…

Minggu, 19 Maret 2017 01:43

Lihat Nih..!! Jalan Poros Perbatasan Rusak Parah

MALINAU. Meski berstatus jalan nasional, namun keberadaan jalan poros perbatasan di Apau Kayan saat…

Minggu, 19 Maret 2017 01:41

Puluhan Miliar PAD Tertunggak

TARAKAN. Tunggakan pajak dan retribusi daerah Kota Tarakan kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab ada…

Jumat, 17 Maret 2017 01:16

PN Kesulitan Tangani PHI

SAMARINDA. Meningkatnya masalah perburuhan memberi imbas pada tingginya jumlah perkara yang masuk ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .