MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Senin, 20 Maret 2017 01:54
ALAMAK..!! PT Badak Dituding Cemarkan Lingkungan
KLAIM: Petani rumput laut menuntut ganti rugi sebesar Rp 420 juta ke Badak LNG, lantaran aktivitas pengerukan kedalaman lautnya dianggap sebagai penyebab gagal panen budidaya rumput laut di kawasan pesisir Tihi-Tihi, Bontang Selatan.

PROKAL.CO, BONTANG. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Tihi-Tihi menuntut ganti rugi sebesar Rp 420 juta ke Badak LNG, lantaran aktivitas pengerukan kedalaman lautnya dianggap sebagai penyebab gagal panen budidaya rumput laut di kawasan pesisir Tihi-Tihi, Bontang Selatan.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi III DPRD Bontang, M Dahnial.   “Jumlah total keseluruhan Rp 420 juta. Namun mereka meminta ganti rugi dalam bentuk bibit rumput laut,” kata dia.

Disebutkan, kelompok usaha yang diketuai Mashur tersebut terdiri dari 42 anggota. Setiap anggota meminta bibit rumput laut sebanyak 2 ton, dengan perkiraan harga per kilogramnya Rp 5 ribu. Jika dirincikan, masing-masing anggota memerlukan dana sebesar Rp 10 juta.

Meski begitu, Dahnial meminta agar tidak menuduh satu pihak untuk bertanggung jawab atas gagal panen rumput laut yang dialami KUM Tihi-Tihi. Tudingan kepada perusahaan pengolah gas alam cair tersebut tidak boleh hanya berdasarkan asumsi.

“Tidak menutup kemungkinan ada pencemaran lingkungan. Namun apakah hal itu berdampak kepada gagal panen rumput laut, itu harus dilandasi hasil kajian yang mendalam. Kajian tersebut akan memakan waktu dan anggaran yang tidak sedikit,” tukasnya.

Lanjutnya, PT Badak NGL mengaku sebelum aktivitas pengerukan kedalaman laut, telah memperhitungkan dampak terhadap lingkungan dan mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Selain itu, juga melibatkan pengawasan dan pengamanan dari Satuan Polisi Air dan Udara (Pol Airud) Polres Bontang.

“Untuk menghemat biaya dan waktu, kami dari Komisi III mendorong PT Badak untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat Tihi-Tihi, untuk mempertemukan pandangan masing-masing. Supaya dapat titik tengahnya,” ujarnya.

Hasilnya, Badak LNG bakal mengucurkan dana sebesar Rp 10 juta untuk KUM Tihi-Tihi. Kendati demikian, Dahnial menegaskan dana tersebut bukan sebagai ganti rugi, melainkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang nantinya diberikan dalam bentuk bibit rumput laut.

“Bantuan yang diberikan bukan sebesar Rp420 juta, tetapi hanya Rp10 juta saja. Karena hanya satu kelompok saja yang mengajukan. Bantuan diberikan ketika proposal sudah masuk dan disetujui oleh PT Badak,” paparnya.

Sementara, Officer Media Relations PT Badak NGL, Reta Yudistyana mengatakan, pertemuan tersebut membahas pemberian dana bantuan CSR Badak LNG kepada KUM Tihi-Tihi.
Ia enggan berkomentar terkait dugaan pencemaran lingkungan yang ditujukan kepada perusahaan yang telah berdiri sejak 1974 tersebut.  

“Nanti saja setelah semua pembahasan selesai, dan pemberikan bantuan program CSR dilaksanakan,” pungkasnya. (ivr/ama)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 12:05

Kata Dua Bakal Calon Gubernur Kaltim Ini, Banjir Bukan Isu Politik

SAMARINDA. Tidak semua kandidat calon gubernur menjadikan banjir ibu kota sebagai bahan politik. Isran…

Jumat, 23 Juni 2017 11:44

Petaka Rastra, Lima Orang Jadi Tersangka

SANGATTA.  Penyidik Polres Kutim  menaikkan status dugaan  korupsi Subsidi Ongkos Angkut…

Kamis, 22 Juni 2017 15:41

Pengecekan Lahan Sengketa Berlangsung Tegang

TENGGARONG. Unit Tipiter Polres Kukar bersama BPN dan Bagian Pertahanan Setkab Kukar, melakukan pengecekan…

Rabu, 21 Juni 2017 16:39

Tiga Pemuda Pesta Miras Oplosan Siang Bolong

TENGGARONG. Saat umat muslim lainya sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan, tiga pemuda di…

Selasa, 20 Juni 2017 01:24

Disperindagkop Segera Gelar Sidak

BONTANG. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia secara resmi telah menarik empat produk mi…

Selasa, 20 Juni 2017 01:23

Produksi Sampah Tembus 500 Ton per Hari

BONTANG. Jumlah pasokan sampah rumah tangga memasuki pekan terakhir bulan Ramadan ini terus meningkat.…

Selasa, 20 Juni 2017 01:22

Jelang Lebaran, Harga Komoditas Merangkak Naik

BONTANG. Menjelang Idulfitri, sejumlah harga kebutuhan pokok perlahan merangkak naik. Seperti yang terjadi…

Senin, 19 Juni 2017 00:53

Penumpang Serbu Pelabuhan Lhotuan

BONTANG. Arus mudik H-8 mulai terasa di Pelabuhan Lhoktuan, Bontang, Minggu (18/6), kemarin. Ribuan…

Minggu, 18 Juni 2017 23:08

Rusak Parah, Bisa Nginap di Jalan

SANGATTA. Ekstremnya cuaca dengan ditandai tingginya curah hujan di pedalaman Kutai Timur (Kutim) membuat…

Sabtu, 17 Juni 2017 12:33

CATAT..!! Jembatan Mahkota II Dibuka 21 Juni

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang memastikan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II dapat segera…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .