MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Senin, 20 Maret 2017 01:54
ALAMAK..!! PT Badak Dituding Cemarkan Lingkungan
KLAIM: Petani rumput laut menuntut ganti rugi sebesar Rp 420 juta ke Badak LNG, lantaran aktivitas pengerukan kedalaman lautnya dianggap sebagai penyebab gagal panen budidaya rumput laut di kawasan pesisir Tihi-Tihi, Bontang Selatan.

PROKAL.CO, BONTANG. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Tihi-Tihi menuntut ganti rugi sebesar Rp 420 juta ke Badak LNG, lantaran aktivitas pengerukan kedalaman lautnya dianggap sebagai penyebab gagal panen budidaya rumput laut di kawasan pesisir Tihi-Tihi, Bontang Selatan.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi III DPRD Bontang, M Dahnial.   “Jumlah total keseluruhan Rp 420 juta. Namun mereka meminta ganti rugi dalam bentuk bibit rumput laut,” kata dia.

Disebutkan, kelompok usaha yang diketuai Mashur tersebut terdiri dari 42 anggota. Setiap anggota meminta bibit rumput laut sebanyak 2 ton, dengan perkiraan harga per kilogramnya Rp 5 ribu. Jika dirincikan, masing-masing anggota memerlukan dana sebesar Rp 10 juta.

Meski begitu, Dahnial meminta agar tidak menuduh satu pihak untuk bertanggung jawab atas gagal panen rumput laut yang dialami KUM Tihi-Tihi. Tudingan kepada perusahaan pengolah gas alam cair tersebut tidak boleh hanya berdasarkan asumsi.

“Tidak menutup kemungkinan ada pencemaran lingkungan. Namun apakah hal itu berdampak kepada gagal panen rumput laut, itu harus dilandasi hasil kajian yang mendalam. Kajian tersebut akan memakan waktu dan anggaran yang tidak sedikit,” tukasnya.

Lanjutnya, PT Badak NGL mengaku sebelum aktivitas pengerukan kedalaman laut, telah memperhitungkan dampak terhadap lingkungan dan mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Selain itu, juga melibatkan pengawasan dan pengamanan dari Satuan Polisi Air dan Udara (Pol Airud) Polres Bontang.

“Untuk menghemat biaya dan waktu, kami dari Komisi III mendorong PT Badak untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat Tihi-Tihi, untuk mempertemukan pandangan masing-masing. Supaya dapat titik tengahnya,” ujarnya.

Hasilnya, Badak LNG bakal mengucurkan dana sebesar Rp 10 juta untuk KUM Tihi-Tihi. Kendati demikian, Dahnial menegaskan dana tersebut bukan sebagai ganti rugi, melainkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang nantinya diberikan dalam bentuk bibit rumput laut.

“Bantuan yang diberikan bukan sebesar Rp420 juta, tetapi hanya Rp10 juta saja. Karena hanya satu kelompok saja yang mengajukan. Bantuan diberikan ketika proposal sudah masuk dan disetujui oleh PT Badak,” paparnya.

Sementara, Officer Media Relations PT Badak NGL, Reta Yudistyana mengatakan, pertemuan tersebut membahas pemberian dana bantuan CSR Badak LNG kepada KUM Tihi-Tihi.
Ia enggan berkomentar terkait dugaan pencemaran lingkungan yang ditujukan kepada perusahaan yang telah berdiri sejak 1974 tersebut.  

“Nanti saja setelah semua pembahasan selesai, dan pemberikan bantuan program CSR dilaksanakan,” pungkasnya. (ivr/ama)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:37

Gerakan ODF Ubah Pola Hidup Tak Sehat

TANJUNG REDEB. Gerakan hidup bersih yang dilancarkan Pemkab Berau terus ditularkan ke kampung-kampung.…

Kamis, 23 November 2017 14:36

Dewan Kesal, Minta Perusahaan Peduli

TENGGARONG. Sampai kemarin, Jalan Poros Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun ke Desa Tuana Tuha,…

Rabu, 22 November 2017 16:31

Cegah Lakalantas, Polsek Loa Kulu Pasang Baliho

TENGGARONG. Langkah pencegahan terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas), terus dilakukan petugas…

Rabu, 22 November 2017 16:29

Dinkes Ingin Puskesmas Mandiri

SANGATTA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mewacanakan puskesmas jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).…

Senin, 20 November 2017 00:50

Dorong Perhatian untuk Atlet Berprestasi

TANJUNG REDEB. Anggota DPRD Berau, Syahruni memiliki penilaian tersendiri soal capaian pembangunan di…

Senin, 20 November 2017 00:46

Terus Digeber Meskipun “Digebuki”

TENGGARONG. Jalan masih mulus tapi diperbaiki, sementara jalan rusak dibiarkan mangkrak. Begitulah kenyataan…

Sabtu, 18 November 2017 14:56

Tak Kuorum, Rapat Paripurna Tetap Jalan

TANJUNG REDEB. Eksekutif Pemkab Berau Jumat kemarin menyerahkan draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan…

Sabtu, 18 November 2017 14:53

Pemkab Fokus Bangun Kecamatan Tertinggal

SANGATTA. Dua kecamatan yang masuk wilayah Taman Nasional Kutai (TNK), namun telah dienclave (alih fungsi…

Jumat, 17 November 2017 14:30

Jalan seperti Sawah, Warga Mengeluh

TENGGARONG. Nasib Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bisa dikatakan cukup tragis. Kendati dikenal memiliki…

Jumat, 17 November 2017 14:26

PDAM Janji Tak Perlu Subsidi

SANGATTA. Sorotan tajam DPRD Kutai Timur terhadap kenaikan tarif air yang mencapai 50 persen, dijawab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .