MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Senin, 20 Maret 2017 01:45
Mencoba Tetap Tersenyum saat Klarifikasi

Advis Teknis SK Disaat Jaang Tak Menjabat

PROKAL.CO, Langkahnya cepat, namun masih bisa melempar senyum. Lalu ia mengambil posisi tempat duduk yang diikuti oleh deretan bawahannya. Nada bicaranya pun masih teratur saat memulai konferensi pers yang sangat jarang dilakukan oleh Pemkot Samarinda.
 
Hafid Prasetyo, Samarinda

Mungkin inilah salah satu kepiawaian Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, pandai mengatur emosi. Saat memulai klarifikasi yang berkaitan dengan masalah berat kali ini, Ketua DPD Demokrat Kaltim itu masih tenang dan mengatur suaranya tetap datar.
 
Diketahui, namanya diseret-seret dengan dugaan ikut melegalkan pungutan liar pada pintu masuk Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran. Tetapi ia menjelaskan runutan proses keluarnya SK dengan nomor 551.21/083/HK-KS/II/2016 itu. Hasilnya, surat itu berproses ketika ia sudah tak menjabat lagi sebagai wali kota di 2015 lalu.
“Saya 23 November 2015 sudah habis masa jabatannya dan sudah jadi warga biasa lagi,” kilahnya.
Tepat sehari setelah ia berhenti jadi wali kota di Kota Tepian masuk surat permohonan dari Koperasi Serba Usaha (KSU) Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB). Perihalnya tak lain adalah permohonan pengelolaan struktur parkir di TPK Palaran. “Jadi saya tidak mengetahui sama sekali proses berjalannya SK itu keluar,” imbuh Jaang.
Berbagai lampiran kertas dibolak-balik Jaang untuk memastikan penyampaiannya sudah teratur. Selanjutnya, pada 10 Februari ia dapat laporan jika advis (saran) teknis sudah masuk ke pimpinan daerah. Saat itu dipegang Pj Wali Kota, Meiliana sedangkan ia sendiri baru dilantik jadi wali kota pada 17 Februari.
“SK itu memang saya yang teken tanggal 25 Februari atau 8 hari setelah saya kembali jadi wali kota,” ucapnya mengakui.
Alasannya berani membubuhkan tanda tangan pada surat itu karena telah ada advis teknis yang dilengkapi dengan telaahan dari Dinas Perhubungan (Dishub). Namun, ia tak menduga jika SK itu justru membawa ia dalam masalah besar seperti ini.
“Sebab aturan parkir ini sudah dinaungi UU, PP hingga Perda,” beber Jaang.
Kini SK tersebut sudah dicabut tertulis mulai hari ini, sebab memang baru hari aktif kerja. Sementara Dishub diminta untuk memberitahukan kepada PDIB Samarinda bahwa SK tersebut sudah dicabut.
“Artinya tidak boleh ada lagi pengelolaan parkir di Pelabuhan Palaran,” tegasnya dengan suara yang mulai meninggi.
Ia juga memerintahkan kepada Inspektorat Daerah untuk menjalankan audit internal. Hal itu untuk bisa mengetahui bagaimana proses advis teknis surat tersebut bisa keluar.
“Secara internal kami akan periksa ini untuk dilaporkan juga ke Bareskrim Polri. Karena saat itu saya bukan wali kota lagi jadi tak bisa memantau,” paparnya.
Saat ini ia sudah jadi wali kota kembali. Maka ia merasa perlu untuk mengetahui apakah alur keluarnya SK tersebut telah melewati prosedur yang sesuai. Apapun hasilnya, ia mengaku siap untuk memberikan kepada pihak berwajib.
“Mudah-mudahan dalam proses itu tidak terjadi apa-apa dengan staf saya,” sebutnya.
Untuk urusan pungli oleh Komura yang juga jadi temuan, Pemkot Samarinda merasa tidak ada sangkut pautnya. Sebab hal itu merupakan kebijakan tersendiri dari otoritas pelabuhan. “Jadi itu di luar kuasa saya untuk menjawabnya,” katanya singkat.
Sementara itu, PAD yang didapat dari pengelolaan parkir di TPK Palaran itu sejak bulan April 2016 lalu hingga Januari tahun ini saja. Rata-rata nilai bagi hasil dari parkir otonom di sana mencapai Rp 21 juta per bulannya. “Jumlah pajak parkir yang masuk ini diambil dari 25 persen keuntungan pengelola,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, di Samarinda memang memberikan seluas-luasnya bagi pemilik lahan yang ingin menyediakan lahan parkir alat berat. Nah hanya PDIB saja yang bersedia dan hal ini dikarenakan memang pemilik lahan di sana. “Karena syaratnya adalah investasinya dari mereka.
Kemudian, terkait dengan PDIB Samarinda Wali Kota membantah keras jika KSU itu berafiliasi dengan partai yang ia pimpin sekarang. Jaang menyebut hanya ada kesamaan nama saja, tetapi sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan Partai Demokrat. “Itu bukan underbow partai,” tutupnya. (hfz/beb)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 01:43

YA TUHAN..!! Ada Orangtua Tega..!! Buang Bayi di Mahakam, Wajahnya Dimakan Binatang

SAMARINDA. Pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.30 Wita kemarin, sekujur tubuh bayi masih terendam…

Jumat, 24 Maret 2017 01:42

DURHAKA NIH..!! Hanya Gara-Gara Jual Bra Bekas, Ibu Sendiri Ditonjok

BONTANG. Kasus penganiayaan anak kepada orangtua di Samarinda merambat ke Kota Taman, Bontang. Warga…

Jumat, 24 Maret 2017 01:40
Rekanan Komura Bungkam, Abun Ditangkap

Anggota Berharap Kecurangan Dibongkar

SAMARINDA. Terungkapnya kasus yang membelit Komura oleh Tim Saber Pungli, menjadi keprihatinan sendiri…

Jumat, 24 Maret 2017 01:38
KORUPSI DANA HIBAH KONI SAMARINDA

ASTAGA...!! Pakai Dana Rp 15,6 Miliar, LPj Hanya Lisan

SAMARINDA. Saksi kunci paling ditunggu-tunggu dugaan korupsi dana hibah KONI 2014, Darmin Saleh Balfas…

Kamis, 23 Maret 2017 20:53

Puluhan Dokumen Palsu Beredar

TENGGARONG. Banyak masyarakat yang ingin bekerja sebagai sopir di perusahaan tambang batu bara di Kutai…

Kamis, 23 Maret 2017 20:51

Hajar Ibu, Diusir Warga

SAMARINDA. Warga di lingkungan Jalan Raudah I, Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI), Kecamatan Samarinda…

Kamis, 23 Maret 2017 20:47

Gaffar Rapat Mendadak di Hotel

SAMARINDA. Sejak kasus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) mencuat,…

Rabu, 22 Maret 2017 02:08
Enaknya Jadi Anggota Komura

Kerja Bisa Diwakilkan, Tanpa Keringat dapat Rp 20 Juta Per Bulan

Buruh, jangan bayangkan hidupnya melarat. Apalagi yang menjadi anggota TKBM Komura. Bahkan para pengurusnya…

Rabu, 22 Maret 2017 02:07

Alur Keluarnya SK Diselidiki

PEMKOT menanggapi serius persoalan dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (PTK) Palaran.…

Rabu, 22 Maret 2017 02:04

Gaffar Diperiksa di Jakarta?

PEMERIKSAAN orang nomor satu di TKBM Komura, Jafar Abdul Gaffar  itu diduga kuat batal dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .