MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Minggu, 19 Maret 2017 01:44
Tarakan Diterpa Gelombang Panas

Dampak Fenomena Equinox

PROKAL.CO, TARAKAN. Mungkin Anda termasuk yang merasakan suhu di Tarakan pada siang hari, sedikit lebih panas dari hari biasanya. Jumat (17/3) kemarin, suhu pada siang hari mencapai 32,8 derajat celcius. Namun tadi malam, suhu sedikit menurun di 28 derajat celcius.
Kondisi seperti ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan. Sebab, kota Tarakan dan beberapa wilayah lainnya di Kalimantan Utara akan merasakan dampak fenomena Equinox.
Rilis resmi yang dikeluarkan Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko, Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
Saat fenomena ini berlangsung di luar, bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.
Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius
“Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” kata Hary.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait dampak Equinox. "Masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox," pungkas Hary.
Secara umum, lanjutnya, kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.
Sementara itu, prakirawan cuaca BMKG Tarakan, TotokDwi Suciyanto mengatakan saat ini Kota Tarakan sedang mengalami fenomena Equinox.
Equinox merupakan sebuah kondisi dimana matahari berada tepat di atas kepala, yang artinya secara gerak semu, garis edar matahari berada di garis khatulistiwa.
Sebelumnya, terhitung mulai Oktober 2016 hingga Maret 2017, matahari berada di belahan bumi bagian selatan. Sedangkan pada bulan April hingga September, matahari berada di belahan bumi bagian utara.
“Ibaratnya jika pada bulan-bulan tersebut berada di lintang utara, maka akan terjadi musim panas, dan begitu juga sebaliknya jika berada di lintang selatan maka akan terjadi musim dingin,” kata Totok.
Khusus fenomena Equinox, untuk daerah tropis seperti Indonesia, memiliki posisi matahari bergerak secara semu, dan garis edarnya berada di atas khatulistiwa. Fenomena Equinox inilah yang terjadi saat ini di Kota Tarakan.
“Fenomena Equinox ini setiap tahun terjadi 2 kali,” jelasnya.
Fenomena Equinox ini bukan hanya terjadi dalam rentang waktu 2 hari, tetapi bisa terjadi hingga 20 hari ke depan. Hal tersebut dikarenakan pergeseran matahari dari lintang selatan menuju utara akan terus bergerak. Untuk bergerak menuju ke arah utara harus melalui proses dan pada proses itulah yang dinamakan Equinox.
Pada fenomena Equinox belum tentu suhu harus menjadi panas, karena matahari sebagai sumber untuk terjadinya penguapan sehingga justru pada malam hari dan dini hari, kecenderungan hujan akan menjadi lebih lebat dibanding saat tidak berada di garis khatulistiwa.
Namun, karena matahari berada di garis khatulistiwa, maka secara otomatis terjadinya penguapan akan lebih tinggi.
“Setahu saya, pengertian Equinox ini yang artinya malam yang seperti siang,” katanya.
Hal tersebut bukan berarti bahwa malam bersuhu sama dengan siang hari, tetapi jam pada waktu malam hari sama dengan jam pada waktu siang hari.
Untuk itu, jika pada malam hari memiliki 12 jam, maka siang hari juga akan sama memiliki 12 jam. Panjang yang rentang waktunya sama, juga merupakan sebuah pengertian dari Equinox.
Menurut Totok, suhu di Kota Tarakan nyaris tidak ada perbedaan dengan suhu pada waktu biasanya. Sebab dari pengamatannya, kadang terjadi cuaca mendung dan tak lama kemudian menjadi panas, maka suhu dapat dirata-ratakan sekitar 28 derajat celcius, sedangkan suhu maksimumnya mencapai 33 derajat celcius.
“Sebenarnya normal. Meskipun tidak di fase Equinox pun temperatur Tarakan juga demikian, jadi tidak ada peningkatan temperatur,” jelasnya.
Totok mengatakan, fenomena Equinox di Tarakan tidak akan separah di India yang mencapai suhu 40 derajat celcius lebih.
“Cuaca ini tidak memengaruhi apapun, yang artinya kejadian ini berbeda dengan kasus yang dulu seperti di India,” pungkasnya.(*/yed/ddq/kpnn/ama)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:44

Izin Galian C, tapi Kok Keruk Batubara...?

TANJUNG REDEB. Aktivitas pematangan lahan di jalan Gatot Subroto menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya…

Rabu, 20 September 2017 16:50

Jawaban Pengawas Bikin Legislator Sewot

TANJUNG REDEB. Sidak 3 anggota DPRD Berau di proyek Jalan Milono, Tanjung Redeb, Senin (18/9) lalu,…

Rabu, 20 September 2017 16:48

ASTAGA..!! Ada 44 Toko Obat Tak Kantongi Izin

BONTANG. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Kota Bontang memastikan jika saat ini terdapat…

Selasa, 19 September 2017 02:09

Gedung Olahraga Dijadikan Tempat "Main Kuda-Kudaan"

BONTANG. Gedung Sport Center Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, kini diduga juga menjadi tempat…

Selasa, 19 September 2017 02:08

Bakal Bangun Rusunwa Lagi

BONTANG. Setelah realisasi pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Api-api yang…

Selasa, 19 September 2017 02:07

WADUH..!! APBD Kutim Defisit Rp 250 Miliar

SANGATTA.  Kekhawatiran akan  defisit  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD ) Kutim…

Selasa, 19 September 2017 02:07

Polisi Geruduk Apotek

BONTANG. Antisipasi dini dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Bontang, terkait penyalahgunaan…

Senin, 18 September 2017 00:21

Dampak Negatif Kebijakan Pusat

TANJUNG REDEB. Kebijakan pemerintah pusat melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan…

Senin, 18 September 2017 00:19

Mobil Jalan Sendiri Nyaris Bikin Celaka

BONTANG. Ini peringatan untuk kita semua untuk tidak meninggalkan anak seorang diri dalam ruang kemudi…

Sabtu, 16 September 2017 14:12

Rp 500 Juta untuk Bangun Tandon

SANGATTA. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur (Kutim) membangun tandon air untuk warga Desa Pangadan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .