MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 17 Maret 2017 01:49
Suami Istri Ini Buang Bayi karena Terhimpit Masalah Ekonomi
BUANG BAYI: Pasutri yang membuang bayinya.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Upaya polisi menyelidiki pelaku pembuangan bayi di Jalan Slada I, Bengkuring, Selasa (14/3) lalu akhirnya membuahkan hasil. Rabu malam (15/3), pasangan suami istri berinisial SR (23) dan LM (19) dibekuk Satintelkam Polresta Samarinda di sebuah kamar kos di bilangan Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda Utara. Keduanya tak mampu mengelak saat anggota menyodorkan sejumlah bukti bahwa merekalah yang membuang bayi malang tersebut.

Setelah melakukan pemeriksaan awal, SR dan LM, kemarin (16/3) digelandang ke Mapolsekta Samarinda Utara. Entah karena malu atau ketakutan, pasangan muda ini terlihat selalu tunduk saat digiring petugas.

Kepada petugas, SR mengaku nyaris tak punya pilihan. Masalah ekonomi yang melilit kehidupan mereka, membuatnya berpikiran sempit, membuang bayi yang tak lain adalah buah cintanya. Walau demikian, alasan itu jelas tak dapat dibenarkan.  “Saya bingung, panik, tak tahu harus berbuat apa saat bayi itu lahir. Dan saya taruh bayi itu dengan harapan pasti ada yang menemukannya,” katanya.

Rupanya rencana melahirkan bayi di Samarinda sudah mereka susun sejak tiga bulan lalu. Bermodal nekat, keduanya berangkat dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menuju Kota Tepian hanya menggunakan motor. Setibanya di Samarinda, mereka menyewa kos.

Tahap demi tahap pun berlalu sesuai rencana. Hingga akhirnya bayi berkelamin perempuan itu lahir. Kondisi ekonomi yang  tak baik, membuat SR kehilangan akal sehatnya. Dia akhirnya meninggalkan buah hatinya di depan rumah warga, sebelum ditemukan warga setempat.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Erick Budi Santoso menerangkan, kedua pelaku saat ini sudah diamankan dan dalam tahap pemeriksaan. Walau beralibi akibat kondisi ekonomi yang buruk, keduanya tetap menjalani proses hukum. “Mereka dikenai pasal 305 KUHP tentang pembuangan bayi, dan ancamannnya 5 tahun kurungan,” tegas Erick. (kis/aya)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 15:30

Banjir Bandang Serang Gerilya

SAMARINDA. Banjir bandang kembali menerjang pemukiman warga. Kali ini terjadi di Jalan Gerilya Dalam,…

Kamis, 22 Juni 2017 15:29

Saling Hantam di Poros Balikpapan-Samarinda, Sopir Terjepit

TENGGARONG. Jalur Samarinda-Balikpapan merupakan ruas terdapat selama arus mudik. Tingginya mobilitas…

Rabu, 21 Juni 2017 16:22

Buka Puasa, Sekeluarga Nyaris Tertimbun

SAMARINDA. Musibah demi musibah menghantui warga Samarinda jelang Lebaran. Setelah banjir yang mengepung…

Rabu, 21 Juni 2017 16:20

Perampokan Rp 1,1 M Perlahan Terungkap

SAMARINDA. Aksi perampokan dengan jumlah besar seperti siklus. Terjadi hampr setiap tahun. Momennya…

Rabu, 21 Juni 2017 16:19
Ormas Islam Tolak Pelarangan Takbiran Keliling

Bagian dari Budaya, Tuntut Perusak Momen Ditertibkan

Takbir keliling tahun ini terancam dilarang pemerintah. Pro dan kontra menyelimuti. Ada yang sepakat…

Selasa, 20 Juni 2017 01:54

Giliran Mobil Polisi Ditembak

SAMARINDA. Pelaku penembakan di Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota, Minggu (18/6)…

Selasa, 20 Juni 2017 01:53

Wanita Berjilbab Pink Membusuk di Bukit

TANJUNG REDEB. Sambil menunggu waktu berbuka, sekelompok anak-anak tengah bermain di salah satu bukit.…

Selasa, 20 Juni 2017 01:52

Lima Longsor dalam Sehari

SAMARINDA. Dalam sehari, lima musibah tanah longsor terjadi di lima tempat berbeda di Kota Tepian, Senin…

Senin, 19 Juni 2017 01:28

Balap Liar Diberondong Tembakan

SAMARINDA. Suasana dini hari pukul 02.00 Wita di kawasan Jalan KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda…

Minggu, 18 Juni 2017 23:02

Anak Terlempar, Kepala Ibu Dilindas

SAMARINDA. Dalam waktu hampir bersamaan, 8 warga harus dirawat di RSUD AW Sjahranie, akibat kecelakaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .