MANAGED BY:
SELASA
25 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 15 Maret 2017 13:57
Pengakuan Pembunuh Sadis Tetangga; Daripada Saya Mati Duluan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tatapan mata Rom Lakan alias Rom (41) kosong. Sesekali Rom menundukkan kepala. Suaranya lirih menjawab beberapa pertanyaan penyidik Polsekta Samarinda Ulu. Rom diperiksa seputar aksi nekatnya menghabisi nyawa tetangganya, Zulhaidir alias Ijul (36), warga Jalan Kedondong Dalam 4, RT 5, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Saya menyesal pak. Mau bagaimana lagi. Daripada saya mati duluan. Saya terpaksa. Saya mau dibunuh duluan,” ujar Rom.
Ditemui Sapos usai menjalani pemeriksaan kemarin Rom menuturkan, sebenarnya selama ini dia mengenal Ijul sebagai pribadi yang baik.
“Kalau lagi datang baiknya, dia (Ijul, Red) menegur seperti tak ada masalah. Tapi entah tiba-tiba mengamuk dan menantang saya berkelahi. Sudah sering seperti itu,” beber Rom.
Dijelaskan Rom, malam sebelum kejadian, Minggu (12/3) malam, Ijul bersama seorang temannya datang mencarinya.
“Saya didatangi. Ditantang berkelahi. Saya keluar rumah langsung dikejar. Saya lari ke tanjakan dekat rumah dan terus dikejar. Saya sampai jatuh dari tanjakan. Saya mau dibunuh. Subuh sekitar pukul 04.00 Wita baru saya berani pulang,” jelas Rom.
Sampai akhirnya, Senin (13/3) sekitar pukul 10.00 Wita, Ijul bersama temannya mendatangi Rom yang sedang menanam sawi di kebunnya di Jalan Perjuangan, belakang Stadion Madya Sempaja (bukan di kebun dekat rumahnya seperti berita sebelumnya, Red).
Saat itu Ijul kembali menantang Rom berkelahi.
“Dia datang sama temannya. Katanya, kita bunuh saja sudah,” tutur Rom menirukan ucapan Ijul saat itu.
Enggan meladeni Ijul dan temannya, Rom akhirnya menjauh dan Ijul meninggalkannya pergi. Setelah itu pikiran Rom tak menentu lagi. Antara takut dibunuh dan memikirkan nasib anak istrinya, muncul keinginan Rom untuk bertindak.
Akhirnya Rom pulang. Saat melintas di depan rumah Ijul dan keadaan sepi, tiba-tiba Rom makin takut. Dia takut kalau-kalau Ijul sudah menunggu dan benar-benar membunuhnya.
“Saya akhirnya datangi rumahnya. Setelah pintu diketuk dan dia buka, saya serang. Saya lupa pastinya. Maksud saya mau memberikan pelajaran saja,” urai Rom.
Pria berperawakan kecil itu tak tahu jika Ijul tewas dalam keadaan bersujud di depan pagar rumah tetangganya. Soalnya setahu Rom usai dia membacok Ijul, dia melihat tetangganya itu terkapar di ruang tamu. Saat itu Rom juga mengaku melihat anak Ijul yang masih balita, berinsial Al.
Setelah itu Rom yang merasa menyesal langsung keluar rumah dan membuang parang. Ijul kemudian mengambil motor dan menuju kantor polisi untuk menyerahkan diri.
Kapolsekta Samarinda Ulu  Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kelo mengungkapkan, pihak kepolisian masih mendalami penyelidikan terkait kasus pembunuhan Rom terhadap Ijul.
“Kronologis dan motif pasti masih kami perdalam. Pengakuan sementara pelaku (Ijul, Red) yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka menyebut, merasa terancam karena beberapa kali mau dibunuh. Keduanya memang beberapa kali terlibat keributan dan upaya mediasi sudah dilakukan pihak RT hingga di bawah ke kantor polisi,” urai Yunus.
Akibat ulahnya menghabisi nyawa Ijul, Rom dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman kurungan penjara di atas tujuh tahun. (rin/beb)


BACA JUGA

Senin, 24 April 2017 00:25

Diikat, Dicelupkan ke Parit

SAMARINDA. Mata Mispan tak berkedip begitu Sri melintas mengendarai motor di depannya. Bukan karena…

Senin, 24 April 2017 00:24

Gagal Nyolong, Terjepit di Tandon

SAMARINDA. Aksi pencurian yang menyasar rumah kosong belakangan ini kerap terjadi di Kota Tepian. Ariansyah…

Minggu, 23 April 2017 20:19

Tikam Perut, Nekat Iris Nadi

SAMARINDA. Tiga hari beruntun peristiwa percobaan bunuh diri terjadi di Kota Tepian. Kali ini Muhammad…

Minggu, 23 April 2017 20:17

Hasil “Main” dengan Kakak Kelas

TENGGARONG. Tidak diperlukan waktu lama, polisi berhasil mengungkap pembuang orok yang Jumat (21/4)…

Sabtu, 22 April 2017 11:21

Direksi BUMN-BUMD Harus Lebih Hati-Hati

SIDOARJO. Majelis hakim akhirnya tetap menganggap Dahlan Iskan bersalah dalam perkara kasus pelepasan…

Sabtu, 22 April 2017 11:19

Penghuni Apartemen Ganggu Jamaah

SAMARINDA. Andra terbilang penjahat unik. Alasan sekadar mencari makan, pemuda 22 tahun ini harus berbuat…

Sabtu, 22 April 2017 11:18

Batal Tewas, Masuk Drum

SAMARINDA. M Fauzi sudah punya tekad kuat untuk mengakhiri hidup. Tapi tekad kuat itu tidak diikuti…

Sabtu, 22 April 2017 11:16

Hamil, Istri Diseret Motor

SAMARINDA. Cinta buta membuat IJ harus menanggung siksa batin dan fisik dari HR, suaminya. Atas nama…

Jumat, 21 April 2017 17:09

Gagal Lamaran, Gantung Diri

SAMARINDA. Tak selamanya cinta berakhir indah. Sebagian justru berujung tragis. Bahkan, tak sedikit…

Jumat, 21 April 2017 17:08

Anggota Mancing Mania Tewas

SAMARINDA. Niat mancing justru berujung petaka. Inilah yang dialami Sunandar. Pria 39 tahun ini ditemukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .