MANAGED BY:
KAMIS
27 JULI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 15 Maret 2017 13:57
Pengakuan Pembunuh Sadis Tetangga; Daripada Saya Mati Duluan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tatapan mata Rom Lakan alias Rom (41) kosong. Sesekali Rom menundukkan kepala. Suaranya lirih menjawab beberapa pertanyaan penyidik Polsekta Samarinda Ulu. Rom diperiksa seputar aksi nekatnya menghabisi nyawa tetangganya, Zulhaidir alias Ijul (36), warga Jalan Kedondong Dalam 4, RT 5, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Saya menyesal pak. Mau bagaimana lagi. Daripada saya mati duluan. Saya terpaksa. Saya mau dibunuh duluan,” ujar Rom.
Ditemui Sapos usai menjalani pemeriksaan kemarin Rom menuturkan, sebenarnya selama ini dia mengenal Ijul sebagai pribadi yang baik.
“Kalau lagi datang baiknya, dia (Ijul, Red) menegur seperti tak ada masalah. Tapi entah tiba-tiba mengamuk dan menantang saya berkelahi. Sudah sering seperti itu,” beber Rom.
Dijelaskan Rom, malam sebelum kejadian, Minggu (12/3) malam, Ijul bersama seorang temannya datang mencarinya.
“Saya didatangi. Ditantang berkelahi. Saya keluar rumah langsung dikejar. Saya lari ke tanjakan dekat rumah dan terus dikejar. Saya sampai jatuh dari tanjakan. Saya mau dibunuh. Subuh sekitar pukul 04.00 Wita baru saya berani pulang,” jelas Rom.
Sampai akhirnya, Senin (13/3) sekitar pukul 10.00 Wita, Ijul bersama temannya mendatangi Rom yang sedang menanam sawi di kebunnya di Jalan Perjuangan, belakang Stadion Madya Sempaja (bukan di kebun dekat rumahnya seperti berita sebelumnya, Red).
Saat itu Ijul kembali menantang Rom berkelahi.
“Dia datang sama temannya. Katanya, kita bunuh saja sudah,” tutur Rom menirukan ucapan Ijul saat itu.
Enggan meladeni Ijul dan temannya, Rom akhirnya menjauh dan Ijul meninggalkannya pergi. Setelah itu pikiran Rom tak menentu lagi. Antara takut dibunuh dan memikirkan nasib anak istrinya, muncul keinginan Rom untuk bertindak.
Akhirnya Rom pulang. Saat melintas di depan rumah Ijul dan keadaan sepi, tiba-tiba Rom makin takut. Dia takut kalau-kalau Ijul sudah menunggu dan benar-benar membunuhnya.
“Saya akhirnya datangi rumahnya. Setelah pintu diketuk dan dia buka, saya serang. Saya lupa pastinya. Maksud saya mau memberikan pelajaran saja,” urai Rom.
Pria berperawakan kecil itu tak tahu jika Ijul tewas dalam keadaan bersujud di depan pagar rumah tetangganya. Soalnya setahu Rom usai dia membacok Ijul, dia melihat tetangganya itu terkapar di ruang tamu. Saat itu Rom juga mengaku melihat anak Ijul yang masih balita, berinsial Al.
Setelah itu Rom yang merasa menyesal langsung keluar rumah dan membuang parang. Ijul kemudian mengambil motor dan menuju kantor polisi untuk menyerahkan diri.
Kapolsekta Samarinda Ulu  Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kelo mengungkapkan, pihak kepolisian masih mendalami penyelidikan terkait kasus pembunuhan Rom terhadap Ijul.
“Kronologis dan motif pasti masih kami perdalam. Pengakuan sementara pelaku (Ijul, Red) yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka menyebut, merasa terancam karena beberapa kali mau dibunuh. Keduanya memang beberapa kali terlibat keributan dan upaya mediasi sudah dilakukan pihak RT hingga di bawah ke kantor polisi,” urai Yunus.
Akibat ulahnya menghabisi nyawa Ijul, Rom dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman kurungan penjara di atas tujuh tahun. (rin/beb)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juli 2017 13:25

Korupsi di Kampus, Mantan Dekan Diringkus

SAMARINDA. Mengenakan baju warna merah muda bercorak kotak-kotak dipadu celana celana jeans biru, GH…

Selasa, 25 Juli 2017 02:28

ASTAGA..!! Perampok Jarah IPA Bendang II

SAMARINDA. Sejumlah polisi bersenjata mengepung area Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendang II di Jalan…

Selasa, 25 Juli 2017 02:27

Brakk!! Ibu-Anak Terkapar

SAMARINDA. Pengalaman mengerikan dialami Leni Marlina (38) dan kedua anaknya Nova (4) dan Indra (9).…

Selasa, 25 Juli 2017 02:26

Hari Ketiga, Jasad ABK Muncul

SAMARINDA. Tiga hari pencarian korban tenggelam oleh tim gabungan Basarnas, TNI AL, Polairud, KP3, dan…

Selasa, 25 Juli 2017 02:26

Kantor Kejaksaan Didemo

BONTANG. Terseretnya nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang Mochammad Budi Setyadi di dalam pusaran…

Senin, 24 Juli 2017 14:59

Kajari Dilaporkan Minta Rp 250 Juta

SAMARINDA. Kabar tak sedap sedang menghinggapi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang. Kepala Kejari, M Budi…

Senin, 24 Juli 2017 14:54

Pemkot Harus Tanggung Jawab!

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang menewaskan Anita Tri Lestari dan putranya, Dafael…

Senin, 24 Juli 2017 14:52

Bisnis Haram di Mahakam Dibongkar

SAMARINDA. Rupanya aktivitas perkapalan di Perairan Mahakam juga jadi sasaran pengedar narkoba. Hal…

Senin, 24 Juli 2017 14:47

Pesta Narkoba di Hotel Murah

SAMARINDA. Hotel-hotel berbujet murah masih menjadi tempat favorit para pemadat untuk berpesta. Minggu…

Minggu, 23 Juli 2017 14:32

Susul Ibu, Anak Pun Tewas

SAMARINDA. Getir kehidupan dirasakan Muchtar Achmad. Tidak ada lagi canda tawa istri dan putra semata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .