MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 15 Maret 2017 13:57
Pengakuan Pembunuh Sadis Tetangga; Daripada Saya Mati Duluan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tatapan mata Rom Lakan alias Rom (41) kosong. Sesekali Rom menundukkan kepala. Suaranya lirih menjawab beberapa pertanyaan penyidik Polsekta Samarinda Ulu. Rom diperiksa seputar aksi nekatnya menghabisi nyawa tetangganya, Zulhaidir alias Ijul (36), warga Jalan Kedondong Dalam 4, RT 5, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Saya menyesal pak. Mau bagaimana lagi. Daripada saya mati duluan. Saya terpaksa. Saya mau dibunuh duluan,” ujar Rom.
Ditemui Sapos usai menjalani pemeriksaan kemarin Rom menuturkan, sebenarnya selama ini dia mengenal Ijul sebagai pribadi yang baik.
“Kalau lagi datang baiknya, dia (Ijul, Red) menegur seperti tak ada masalah. Tapi entah tiba-tiba mengamuk dan menantang saya berkelahi. Sudah sering seperti itu,” beber Rom.
Dijelaskan Rom, malam sebelum kejadian, Minggu (12/3) malam, Ijul bersama seorang temannya datang mencarinya.
“Saya didatangi. Ditantang berkelahi. Saya keluar rumah langsung dikejar. Saya lari ke tanjakan dekat rumah dan terus dikejar. Saya sampai jatuh dari tanjakan. Saya mau dibunuh. Subuh sekitar pukul 04.00 Wita baru saya berani pulang,” jelas Rom.
Sampai akhirnya, Senin (13/3) sekitar pukul 10.00 Wita, Ijul bersama temannya mendatangi Rom yang sedang menanam sawi di kebunnya di Jalan Perjuangan, belakang Stadion Madya Sempaja (bukan di kebun dekat rumahnya seperti berita sebelumnya, Red).
Saat itu Ijul kembali menantang Rom berkelahi.
“Dia datang sama temannya. Katanya, kita bunuh saja sudah,” tutur Rom menirukan ucapan Ijul saat itu.
Enggan meladeni Ijul dan temannya, Rom akhirnya menjauh dan Ijul meninggalkannya pergi. Setelah itu pikiran Rom tak menentu lagi. Antara takut dibunuh dan memikirkan nasib anak istrinya, muncul keinginan Rom untuk bertindak.
Akhirnya Rom pulang. Saat melintas di depan rumah Ijul dan keadaan sepi, tiba-tiba Rom makin takut. Dia takut kalau-kalau Ijul sudah menunggu dan benar-benar membunuhnya.
“Saya akhirnya datangi rumahnya. Setelah pintu diketuk dan dia buka, saya serang. Saya lupa pastinya. Maksud saya mau memberikan pelajaran saja,” urai Rom.
Pria berperawakan kecil itu tak tahu jika Ijul tewas dalam keadaan bersujud di depan pagar rumah tetangganya. Soalnya setahu Rom usai dia membacok Ijul, dia melihat tetangganya itu terkapar di ruang tamu. Saat itu Rom juga mengaku melihat anak Ijul yang masih balita, berinsial Al.
Setelah itu Rom yang merasa menyesal langsung keluar rumah dan membuang parang. Ijul kemudian mengambil motor dan menuju kantor polisi untuk menyerahkan diri.
Kapolsekta Samarinda Ulu  Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kelo mengungkapkan, pihak kepolisian masih mendalami penyelidikan terkait kasus pembunuhan Rom terhadap Ijul.
“Kronologis dan motif pasti masih kami perdalam. Pengakuan sementara pelaku (Ijul, Red) yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka menyebut, merasa terancam karena beberapa kali mau dibunuh. Keduanya memang beberapa kali terlibat keributan dan upaya mediasi sudah dilakukan pihak RT hingga di bawah ke kantor polisi,” urai Yunus.
Akibat ulahnya menghabisi nyawa Ijul, Rom dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman kurungan penjara di atas tujuh tahun. (rin/beb)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 01:42

DURHAKA NIH..!! Hanya Gara-Gara Jual Bra Bekas, Ibu Sendiri Ditonjok

BONTANG. Kasus penganiayaan anak kepada orangtua di Samarinda merambat ke Kota Taman, Bontang. Warga…

Jumat, 24 Maret 2017 01:40
Rekanan Komura Bungkam, Abun Ditangkap

Anggota Berharap Kecurangan Dibongkar

SAMARINDA. Terungkapnya kasus yang membelit Komura oleh Tim Saber Pungli, menjadi keprihatinan sendiri…

Jumat, 24 Maret 2017 01:38
KORUPSI DANA HIBAH KONI SAMARINDA

ASTAGA...!! Pakai Dana Rp 15,6 Miliar, LPj Hanya Lisan

SAMARINDA. Saksi kunci paling ditunggu-tunggu dugaan korupsi dana hibah KONI 2014, Darmin Saleh Balfas…

Kamis, 23 Maret 2017 20:53

Puluhan Dokumen Palsu Beredar

TENGGARONG. Banyak masyarakat yang ingin bekerja sebagai sopir di perusahaan tambang batu bara di Kutai…

Kamis, 23 Maret 2017 20:51

Hajar Ibu, Diusir Warga

SAMARINDA. Warga di lingkungan Jalan Raudah I, Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI), Kecamatan Samarinda…

Kamis, 23 Maret 2017 20:47

Gaffar Rapat Mendadak di Hotel

SAMARINDA. Sejak kasus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) mencuat,…

Rabu, 22 Maret 2017 02:08
Enaknya Jadi Anggota Komura

Kerja Bisa Diwakilkan, Tanpa Keringat dapat Rp 20 Juta Per Bulan

Buruh, jangan bayangkan hidupnya melarat. Apalagi yang menjadi anggota TKBM Komura. Bahkan para pengurusnya…

Rabu, 22 Maret 2017 02:07

Alur Keluarnya SK Diselidiki

PEMKOT menanggapi serius persoalan dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (PTK) Palaran.…

Rabu, 22 Maret 2017 02:04

Gaffar Diperiksa di Jakarta?

PEMERIKSAAN orang nomor satu di TKBM Komura, Jafar Abdul Gaffar  itu diduga kuat batal dilakukan…

Rabu, 22 Maret 2017 02:02

PNS Nyabu di Depan Mal

SAMARINDA. Wajah M Yudi Ardiansyah (30) dan M Rizal (24) mendadak pucat. Tangan mereka terikat dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .