MANAGED BY:
SELASA
25 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 14 Maret 2017 02:01
Pria Ini Tewas Sujud Bersimbah Darah

Dibantai, Teriak Takbir dan Sahadat

DIBUNUH: Ijul tewas bersimbah darah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Allahu Akbar…Allahu Akbar… Teriakan takbir beberapa kali dilontarkan Zulhaidir alias Ijul (36). Sebelumnya suara gaduh sempat terdengar dari dalam rumah bercat abu-abu dipadu pagar besi berwarna cokelat dan krem yang terlihat sudah mulai memudar tersebut.

Saat itu Riski (23) sedang tidur-tiduran di ruang tamu rumahnya, yang terletak persis di samping rumah Ijul di Jalan Kedondong Dalam 4, RT 5, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Penasaran dengan asal suara, Riski lalu iseng mengintip dari balik gorden jendela depan. Saat itu waktu menunjukkan pukul 11.00 Wita.

Saat itu Riski terkejut. Dia melihat Ijul berjalan sempoyongan dengan wajah dan tubuh mandi darah. Dia tak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana pendek.
“Tak lama saya mendengar teriakan takbir lagi beberapa kali. Lalu diakhiri suara lafaz kalimat dua kalimat sahadat. Saya belum berani keluar saat itu,” ujar Riski.

Beberapa saat kemudian barulah Riski memberanikan diri keluar rumah dan mengintip di balik pagar besi rumahnya. “Saya lihat dia (Ijul, Red) sudah tak bergerak lagi. Banyak darah di tubuhnya,” terang Riski.

Posisi tubuh Ijul terakhir tersungkur menyerupai orang sedang sujud. Tak hanya di tubuhnya saja, darah juga terlihat berhamburan di sekitarnya. Ceceran darah terlihat hingga mengarah ke dalam rumahnya, yang terpisah dua rumah dari lokasi dia tersungkur.

Ijul rupanya baru saja dibantai tetangganya sendiri, bernama Rom Lakan alias Rom (41). Ijul dan Rom sebenarnya terhitung tetangga dekat. Soalnya jarak rumah Ijul dan kediaman Rom hanya sekitar 30 meter, dipisah tanah kosong saja. Tubuh Ijul dibacok berkali-kali menggunakan parang. Ijul meregang nyawa dan tak bisa diselamatkan. Ijul mengalami luka parah di bagian leher, pipi, kuping, tangan serta luka kecil di perut. Diduga Ijul kehabisan banyak darah.

Sedangkan Rom usai menghabisi nyawa Ijul dengan mengendarai motor Yamaha MX miliknya menyerahkan diri ke markas Polsekta Samarinda Ilir, di Jalan Bhayangkara. Saat itu kepada sejumlah polisi yang sedang berjaga, Rom mengaku baru saja membunuh tetangganya.

Polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat polisi tiba, tubuh Ijul masih terkapar. Tak ada warga yang berani mendekat. Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat melakukan olah TKP kami menemukan darah berceceran mulai dalam rumah. Darah banyak di ruang tamu hingga lokasi korban (Ijul, Red) tergeletak,” ujar Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kelo ditemui Sapos di lokasi kejadian.

Ketika melakukan olah TKP dan menyisir sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan parang sepanjang 30 sentimeter yang diduga digunakan Rom membunuh Ijul. Parang ditemukan di semak-semak di seberang jalan rumah Ijul.

“Kami ada menyita barang bukti parang yang diduga dipakai pelaku membunuh korban. Pengakuan pelaku saat hendak menyerahkan diri parang sempat dibuang,” urai Chandra.
Informasi yang diperoleh Sapos, kejadian berawal saat pagi itu Ijul bersama seorang temannya mendatangi kediaman Rom, sekitar pukul 10.00 Wita. Ketika Ijul datang, Rom sedang berada di kebun yang masih berada di sekitar rumahnya. Rom menjadikan tanah yang dipinjam untuk berkebun, mulai singkong, pisang dan beberapa tanaman lain.

Pengakuan Rom, kedatangan Ijul ingin menantangnya berkelahi. Tapi saat itu Rom enggan meladeni. Setelah itu Ijul dan temannya pulang. Entah mengapa, tiba-tiba timbul niat Rom ingin membuat perhitungan dan mendatangi Ijul di rumahnya.

Begitu tiba dan bertemu, Rom langsung membabat Ijul secara membabi buta. “Begitu melihat korban terluka dan berdarah-darah, pelaku langsung pergi. Namun untuk lebih pasti, kasus ini masih kami selidiki,” kata Chandra.

“Kami akan meminta keterangan pelaku, kemudian akan dicocokkan dengan keterangan saksi,” kata Chandra lagi.

Sementara Rom setelah sempat diamankan di markas Polsekta Samarinda Ilir sempat dibawa ke markas Polresta Samarinda di Jalan Slamet Riyadi untuk diperiksa awal. Namun untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut, Rom dibawa ke markas Polsekta Samarinda Ulu di Jalan Juanda. (rin/nha)


BACA JUGA

Senin, 24 April 2017 00:25

Diikat, Dicelupkan ke Parit

SAMARINDA. Mata Mispan tak berkedip begitu Sri melintas mengendarai motor di depannya. Bukan karena…

Senin, 24 April 2017 00:24

Gagal Nyolong, Terjepit di Tandon

SAMARINDA. Aksi pencurian yang menyasar rumah kosong belakangan ini kerap terjadi di Kota Tepian. Ariansyah…

Minggu, 23 April 2017 20:19

Tikam Perut, Nekat Iris Nadi

SAMARINDA. Tiga hari beruntun peristiwa percobaan bunuh diri terjadi di Kota Tepian. Kali ini Muhammad…

Minggu, 23 April 2017 20:17

Hasil “Main” dengan Kakak Kelas

TENGGARONG. Tidak diperlukan waktu lama, polisi berhasil mengungkap pembuang orok yang Jumat (21/4)…

Sabtu, 22 April 2017 11:21

Direksi BUMN-BUMD Harus Lebih Hati-Hati

SIDOARJO. Majelis hakim akhirnya tetap menganggap Dahlan Iskan bersalah dalam perkara kasus pelepasan…

Sabtu, 22 April 2017 11:19

Penghuni Apartemen Ganggu Jamaah

SAMARINDA. Andra terbilang penjahat unik. Alasan sekadar mencari makan, pemuda 22 tahun ini harus berbuat…

Sabtu, 22 April 2017 11:18

Batal Tewas, Masuk Drum

SAMARINDA. M Fauzi sudah punya tekad kuat untuk mengakhiri hidup. Tapi tekad kuat itu tidak diikuti…

Sabtu, 22 April 2017 11:16

Hamil, Istri Diseret Motor

SAMARINDA. Cinta buta membuat IJ harus menanggung siksa batin dan fisik dari HR, suaminya. Atas nama…

Jumat, 21 April 2017 17:09

Gagal Lamaran, Gantung Diri

SAMARINDA. Tak selamanya cinta berakhir indah. Sebagian justru berujung tragis. Bahkan, tak sedikit…

Jumat, 21 April 2017 17:08

Anggota Mancing Mania Tewas

SAMARINDA. Niat mancing justru berujung petaka. Inilah yang dialami Sunandar. Pria 39 tahun ini ditemukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .