MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 14 Maret 2017 02:01
Pria Ini Tewas Sujud Bersimbah Darah

Dibantai, Teriak Takbir dan Sahadat

DIBUNUH: Ijul tewas bersimbah darah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Allahu Akbar…Allahu Akbar… Teriakan takbir beberapa kali dilontarkan Zulhaidir alias Ijul (36). Sebelumnya suara gaduh sempat terdengar dari dalam rumah bercat abu-abu dipadu pagar besi berwarna cokelat dan krem yang terlihat sudah mulai memudar tersebut.

Saat itu Riski (23) sedang tidur-tiduran di ruang tamu rumahnya, yang terletak persis di samping rumah Ijul di Jalan Kedondong Dalam 4, RT 5, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Penasaran dengan asal suara, Riski lalu iseng mengintip dari balik gorden jendela depan. Saat itu waktu menunjukkan pukul 11.00 Wita.

Saat itu Riski terkejut. Dia melihat Ijul berjalan sempoyongan dengan wajah dan tubuh mandi darah. Dia tak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana pendek.
“Tak lama saya mendengar teriakan takbir lagi beberapa kali. Lalu diakhiri suara lafaz kalimat dua kalimat sahadat. Saya belum berani keluar saat itu,” ujar Riski.

Beberapa saat kemudian barulah Riski memberanikan diri keluar rumah dan mengintip di balik pagar besi rumahnya. “Saya lihat dia (Ijul, Red) sudah tak bergerak lagi. Banyak darah di tubuhnya,” terang Riski.

Posisi tubuh Ijul terakhir tersungkur menyerupai orang sedang sujud. Tak hanya di tubuhnya saja, darah juga terlihat berhamburan di sekitarnya. Ceceran darah terlihat hingga mengarah ke dalam rumahnya, yang terpisah dua rumah dari lokasi dia tersungkur.

Ijul rupanya baru saja dibantai tetangganya sendiri, bernama Rom Lakan alias Rom (41). Ijul dan Rom sebenarnya terhitung tetangga dekat. Soalnya jarak rumah Ijul dan kediaman Rom hanya sekitar 30 meter, dipisah tanah kosong saja. Tubuh Ijul dibacok berkali-kali menggunakan parang. Ijul meregang nyawa dan tak bisa diselamatkan. Ijul mengalami luka parah di bagian leher, pipi, kuping, tangan serta luka kecil di perut. Diduga Ijul kehabisan banyak darah.

Sedangkan Rom usai menghabisi nyawa Ijul dengan mengendarai motor Yamaha MX miliknya menyerahkan diri ke markas Polsekta Samarinda Ilir, di Jalan Bhayangkara. Saat itu kepada sejumlah polisi yang sedang berjaga, Rom mengaku baru saja membunuh tetangganya.

Polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat polisi tiba, tubuh Ijul masih terkapar. Tak ada warga yang berani mendekat. Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat melakukan olah TKP kami menemukan darah berceceran mulai dalam rumah. Darah banyak di ruang tamu hingga lokasi korban (Ijul, Red) tergeletak,” ujar Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kelo ditemui Sapos di lokasi kejadian.

Ketika melakukan olah TKP dan menyisir sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan parang sepanjang 30 sentimeter yang diduga digunakan Rom membunuh Ijul. Parang ditemukan di semak-semak di seberang jalan rumah Ijul.

“Kami ada menyita barang bukti parang yang diduga dipakai pelaku membunuh korban. Pengakuan pelaku saat hendak menyerahkan diri parang sempat dibuang,” urai Chandra.
Informasi yang diperoleh Sapos, kejadian berawal saat pagi itu Ijul bersama seorang temannya mendatangi kediaman Rom, sekitar pukul 10.00 Wita. Ketika Ijul datang, Rom sedang berada di kebun yang masih berada di sekitar rumahnya. Rom menjadikan tanah yang dipinjam untuk berkebun, mulai singkong, pisang dan beberapa tanaman lain.

Pengakuan Rom, kedatangan Ijul ingin menantangnya berkelahi. Tapi saat itu Rom enggan meladeni. Setelah itu Ijul dan temannya pulang. Entah mengapa, tiba-tiba timbul niat Rom ingin membuat perhitungan dan mendatangi Ijul di rumahnya.

Begitu tiba dan bertemu, Rom langsung membabat Ijul secara membabi buta. “Begitu melihat korban terluka dan berdarah-darah, pelaku langsung pergi. Namun untuk lebih pasti, kasus ini masih kami selidiki,” kata Chandra.

“Kami akan meminta keterangan pelaku, kemudian akan dicocokkan dengan keterangan saksi,” kata Chandra lagi.

Sementara Rom setelah sempat diamankan di markas Polsekta Samarinda Ilir sempat dibawa ke markas Polresta Samarinda di Jalan Slamet Riyadi untuk diperiksa awal. Namun untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut, Rom dibawa ke markas Polsekta Samarinda Ulu di Jalan Juanda. (rin/nha)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 01:42

DURHAKA NIH..!! Hanya Gara-Gara Jual Bra Bekas, Ibu Sendiri Ditonjok

BONTANG. Kasus penganiayaan anak kepada orangtua di Samarinda merambat ke Kota Taman, Bontang. Warga…

Jumat, 24 Maret 2017 01:40
Rekanan Komura Bungkam, Abun Ditangkap

Anggota Berharap Kecurangan Dibongkar

SAMARINDA. Terungkapnya kasus yang membelit Komura oleh Tim Saber Pungli, menjadi keprihatinan sendiri…

Jumat, 24 Maret 2017 01:38
KORUPSI DANA HIBAH KONI SAMARINDA

ASTAGA...!! Pakai Dana Rp 15,6 Miliar, LPj Hanya Lisan

SAMARINDA. Saksi kunci paling ditunggu-tunggu dugaan korupsi dana hibah KONI 2014, Darmin Saleh Balfas…

Kamis, 23 Maret 2017 20:53

Puluhan Dokumen Palsu Beredar

TENGGARONG. Banyak masyarakat yang ingin bekerja sebagai sopir di perusahaan tambang batu bara di Kutai…

Kamis, 23 Maret 2017 20:51

Hajar Ibu, Diusir Warga

SAMARINDA. Warga di lingkungan Jalan Raudah I, Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI), Kecamatan Samarinda…

Kamis, 23 Maret 2017 20:47

Gaffar Rapat Mendadak di Hotel

SAMARINDA. Sejak kasus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) mencuat,…

Rabu, 22 Maret 2017 02:08
Enaknya Jadi Anggota Komura

Kerja Bisa Diwakilkan, Tanpa Keringat dapat Rp 20 Juta Per Bulan

Buruh, jangan bayangkan hidupnya melarat. Apalagi yang menjadi anggota TKBM Komura. Bahkan para pengurusnya…

Rabu, 22 Maret 2017 02:07

Alur Keluarnya SK Diselidiki

PEMKOT menanggapi serius persoalan dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (PTK) Palaran.…

Rabu, 22 Maret 2017 02:04

Gaffar Diperiksa di Jakarta?

PEMERIKSAAN orang nomor satu di TKBM Komura, Jafar Abdul Gaffar  itu diduga kuat batal dilakukan…

Rabu, 22 Maret 2017 02:02

PNS Nyabu di Depan Mal

SAMARINDA. Wajah M Yudi Ardiansyah (30) dan M Rizal (24) mendadak pucat. Tangan mereka terikat dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .