MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 14 Maret 2017 02:01
Pria Ini Tewas Sujud Bersimbah Darah

Dibantai, Teriak Takbir dan Sahadat

DIBUNUH: Ijul tewas bersimbah darah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Allahu Akbar…Allahu Akbar… Teriakan takbir beberapa kali dilontarkan Zulhaidir alias Ijul (36). Sebelumnya suara gaduh sempat terdengar dari dalam rumah bercat abu-abu dipadu pagar besi berwarna cokelat dan krem yang terlihat sudah mulai memudar tersebut.

Saat itu Riski (23) sedang tidur-tiduran di ruang tamu rumahnya, yang terletak persis di samping rumah Ijul di Jalan Kedondong Dalam 4, RT 5, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Penasaran dengan asal suara, Riski lalu iseng mengintip dari balik gorden jendela depan. Saat itu waktu menunjukkan pukul 11.00 Wita.

Saat itu Riski terkejut. Dia melihat Ijul berjalan sempoyongan dengan wajah dan tubuh mandi darah. Dia tak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana pendek.
“Tak lama saya mendengar teriakan takbir lagi beberapa kali. Lalu diakhiri suara lafaz kalimat dua kalimat sahadat. Saya belum berani keluar saat itu,” ujar Riski.

Beberapa saat kemudian barulah Riski memberanikan diri keluar rumah dan mengintip di balik pagar besi rumahnya. “Saya lihat dia (Ijul, Red) sudah tak bergerak lagi. Banyak darah di tubuhnya,” terang Riski.

Posisi tubuh Ijul terakhir tersungkur menyerupai orang sedang sujud. Tak hanya di tubuhnya saja, darah juga terlihat berhamburan di sekitarnya. Ceceran darah terlihat hingga mengarah ke dalam rumahnya, yang terpisah dua rumah dari lokasi dia tersungkur.

Ijul rupanya baru saja dibantai tetangganya sendiri, bernama Rom Lakan alias Rom (41). Ijul dan Rom sebenarnya terhitung tetangga dekat. Soalnya jarak rumah Ijul dan kediaman Rom hanya sekitar 30 meter, dipisah tanah kosong saja. Tubuh Ijul dibacok berkali-kali menggunakan parang. Ijul meregang nyawa dan tak bisa diselamatkan. Ijul mengalami luka parah di bagian leher, pipi, kuping, tangan serta luka kecil di perut. Diduga Ijul kehabisan banyak darah.

Sedangkan Rom usai menghabisi nyawa Ijul dengan mengendarai motor Yamaha MX miliknya menyerahkan diri ke markas Polsekta Samarinda Ilir, di Jalan Bhayangkara. Saat itu kepada sejumlah polisi yang sedang berjaga, Rom mengaku baru saja membunuh tetangganya.

Polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat polisi tiba, tubuh Ijul masih terkapar. Tak ada warga yang berani mendekat. Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat melakukan olah TKP kami menemukan darah berceceran mulai dalam rumah. Darah banyak di ruang tamu hingga lokasi korban (Ijul, Red) tergeletak,” ujar Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kelo ditemui Sapos di lokasi kejadian.

Ketika melakukan olah TKP dan menyisir sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan parang sepanjang 30 sentimeter yang diduga digunakan Rom membunuh Ijul. Parang ditemukan di semak-semak di seberang jalan rumah Ijul.

“Kami ada menyita barang bukti parang yang diduga dipakai pelaku membunuh korban. Pengakuan pelaku saat hendak menyerahkan diri parang sempat dibuang,” urai Chandra.
Informasi yang diperoleh Sapos, kejadian berawal saat pagi itu Ijul bersama seorang temannya mendatangi kediaman Rom, sekitar pukul 10.00 Wita. Ketika Ijul datang, Rom sedang berada di kebun yang masih berada di sekitar rumahnya. Rom menjadikan tanah yang dipinjam untuk berkebun, mulai singkong, pisang dan beberapa tanaman lain.

Pengakuan Rom, kedatangan Ijul ingin menantangnya berkelahi. Tapi saat itu Rom enggan meladeni. Setelah itu Ijul dan temannya pulang. Entah mengapa, tiba-tiba timbul niat Rom ingin membuat perhitungan dan mendatangi Ijul di rumahnya.

Begitu tiba dan bertemu, Rom langsung membabat Ijul secara membabi buta. “Begitu melihat korban terluka dan berdarah-darah, pelaku langsung pergi. Namun untuk lebih pasti, kasus ini masih kami selidiki,” kata Chandra.

“Kami akan meminta keterangan pelaku, kemudian akan dicocokkan dengan keterangan saksi,” kata Chandra lagi.

Sementara Rom setelah sempat diamankan di markas Polsekta Samarinda Ilir sempat dibawa ke markas Polresta Samarinda di Jalan Slamet Riyadi untuk diperiksa awal. Namun untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut, Rom dibawa ke markas Polsekta Samarinda Ulu di Jalan Juanda. (rin/nha)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:10

KOK BISA..? Tambang Siluman Bebas Beroperasi

SAMARINDA.  Kekhawatiran Pemkot Samarinda soal penyalahgunaan izin pematangan lahan ternyata terbukti.…

Rabu, 20 September 2017 16:21

Anaknya Masih Hidup, Sejoli Ini Malah Panik

SAMARINDA. Unit Reskrim Polsekta Samarinda Utara menggelar rekonstruksi kasus aborsi di Mapolsekta Samainda…

Rabu, 20 September 2017 16:20

Jambret Pasutri, Mahasiswa Ini Ditembak

BONTANG. Oknum mahasiswa berinisial MAW (23) terpaksa ditembak aparat kepolisian. Warga Jalan Selat…

Selasa, 19 September 2017 01:54
Teror Buaya Muara Jawa

Jenazah Pawang Buaya “Dikembalikan” Utuh

TENGGARONG. Jenazah Supriyanto (38), warga RT 18 Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kutai…

Selasa, 19 September 2017 01:53

Teror Buaya Muara Jawa, Disebut Buaya Siluman

JASAD Supriyanto akhirnya ditemukan masih dalam kondisi utuh. Sama halnya dengan jasad Arjuna (16),…

Selasa, 19 September 2017 01:53

Bila Membahayakan, Buaya Boleh Dibunuh

SERANGAN buaya yang menewaskan dua warga di Kecamatan Muara Jawa mendapat perhatian Badan Konservasi…

Selasa, 19 September 2017 01:53
Stroke Kambuh, Dirawat di ICU

Wakil Gubernur Kaltim Itu Masih Berjuang

SAMARINDA. Rumor terkait berpulangnya Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal dibantah sejumlah pihak.…

Selasa, 19 September 2017 01:52

Wali Kota Bersaksi untuk Abun, Ini yang Diakuinya...

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang didudukkan di ruang persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda,…

Senin, 18 September 2017 00:44
Teror Buaya Muara Jawa

Disebut Ulah Pencari Tumbal?

SAMARINDA. Pemandangan tak wajar tampak pada jasad Arjuna (16) yang disambar buaya di Sungai TB, terletak…

Senin, 18 September 2017 00:43

YAELA..!! Ganteng-ganteng Jadi Maling

SAMARINDA. Menyandang status sebagai calon sarjana tak ada artinya lagi bagi KM, salah seorang mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .