MANAGED BY:
SENIN
20 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

SAMARINDA

Jumat, 17 Februari 2017 17:01
Temui Jalan Buntu

Warga Minta Ketegasan Pemerintah Soal Tambang Seberang

PROKAL.CO, SAMARINDA. Polemik tambang batu bara di Jalan Samratulangi, RT 5, Kelurahan Gunung Panjang, Samarinda Seberang, tampaknya menemui jalan buntu. Bahkan, kini tambang yang disinyalir ilegal tersebut, kini mulai beroperasi lagi.
“Kami sudah melapor ke Polresta Samarinda, tapi tidak ada tanggapan. Inilah, kami sebagai warga punya kekuatan apa, kalau bukan bernaung dalam hukum. Jadi, kami hanya berharap mediasi selanjutnya saja,” kata Maryono (48), salah satu warga.
Sementara itu, Firman, salah satu warga sekitar menyebutkan, setelah ada pertemuan di kantor kelurahan beberapa waktu lalu, warga baru tahu, izin yang ditunjukkan pihak kontraktor, bukanlah izin pemetaan lahan membuat perumahan, melainkan izin  penambangan.
“Izin penambangannya secara legalitas tidak ada masalah. Namun yang menjadi permasalahan, mereka menggunakan IUP (Izin Usaha Penambangan), tetapi mereka sendiri yang melanggar ketentuan yang ada di dalamnya," tutur Firman.
Dia menyebutkan, pihak kontraktor tersebut sudah melanggar Undang-Undang no 4 tahun 2009, tentang jarak yang ada dalam IUP, yang harusnya memiliki jarak 500 meter dari permukiman warga.
“Tapi ini kita bisa lihat, jarak pertambangan mereka hanya 17 meter dari permukiman warga,” tuturnya.
Meski begitu, pria yang juga salah satu dosen di salah satu perguruan tinggi di Samarinda ini menyebutkan, warga tidak memiliki hak untuk menutup suatu usaha maupun kegiatan.
Namun, di sini, para kontraktor telah melanggar ketentuan jarak dan juga dalam Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup).
“Dalam Amdal paling tidak warga harus tahu ada kegiatan di lingkungan mereka. Tapi nyatanya mereka (kontraktor, Red) melakukan aktivitas tanpa ada sosialisasi dari warga setempat,” tambah Firman.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Firman menuturkan antara instansi terkait, pengusaha, dan warga harus duduk bersama untuk membicarakan persolan tersebut. “Selama ini pengusaha dan warga saling berbenturan. Jadi kalau pihak terkait tidak bisa menyelesaikan, pemerintah yang harus tegas. Karena cukup melihat Undang-Undang No 32 Tahun 2009, kalau suatu usaha menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat, pemerintah berhak menutup. Jadi, di sini, keputusan pemerintah sangat diperlukan,” tutup Firman. (rm-1/ama)


BACA JUGA

Minggu, 19 Februari 2017 23:29

Mengaku Jadi Wadah Alternatif

Munculnya poros tengah KNPI Kaltim yang dikomandoi Suparni kini mulai melebarkan sayap. Pasalnya, sudah…

Jumat, 17 Februari 2017 17:03

DICARI..!! Rizki Sebulan Tak Pulang, Kemana-mana Bawa Lipstik

SAMARINDA. Sejak sebulan yang lalu, seorang bocah berusia 11 tahun bernama Muhammad Rizki, membuat keluarganya…

Kamis, 16 Februari 2017 18:43

Jalan Rimbawan Ibarat Jalur Tengkorak

SAMARINDA. Jalan Rimbawan, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara bisa dibilang merupakan…

Kamis, 16 Februari 2017 18:40

Polisi Bakal Bangun Pos

SAMARINDA. Setelah mendapat keluhan  dari warga mengenai adanya aktivitas membahayakan di kawasan…

Rabu, 15 Februari 2017 16:46

Petani Makroman Genjot Produksi Cabai

SAMARINDA. Petani di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, tengah giat menggenjot produksi cabai merah…

Rabu, 15 Februari 2017 16:44

Layanan Polisi Makin Canggih

SAMARINDA. Peningkatan layanan senantiasa dilakukan Polri, salah satunya meluncurkan layanan berbasis…

Rabu, 15 Februari 2017 11:49
Mtq

Festival Kuliner dan Fashion Meriahkan MTQ Sungai Pinang

SAMARINDA. Pagelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke 39 Kecamatan Sungai Pinang yang dilaksanakan…

Selasa, 14 Februari 2017 08:32
Mtq

Warga Kompak Sukseskan MTQ Ke-39 Sungai Pinang

SAMARINDA. Kondisi defisit keuangan yang dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum bisa dihindari.…

Selasa, 14 Februari 2017 01:37

Jalan Juanda Harus Dilebarkan

SAMARINDA. Jika melewati Jalan Ir H Juanda, tepatnya di area kompleks sekolah negeri, kita akan disuguhkan…

Selasa, 14 Februari 2017 01:36

Jembatan Ini Tak Kunjung Digunakan, Malah Jadi Sirkuit Siluman

SAMARINDA. Semakin hari, bagian hulu Jembatan Mahkota II semakin ramai dikunjungi. Beberapa waktu lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .