MANAGED BY:
KAMIS
27 JULI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Jumat, 17 Februari 2017 16:58
Bisnis Setan Calo Jabatan, Subuh Sudah Nangkring untuk Lobi

PROKAL.CO, NAMA besar pejabat sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Termasuk Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang. Jelang rotasi jabatan awal Januari lalu, mereka mulai bergerilya mencari “mangsa”. Caranya, menjanjikan calon target duduk di tempat yang “basah” lantaran kedekatannya dengan orang nomor satu di Kota Tepian itu.

ISU rotasi jabatan santer terdengar sejak akhir 2016. Kesempatan ini dibidik oknum-oknum tertentu untuk mendekati Jaang. Tujuannya tak lain untuk memuluskan serangkaian rencana kerja yang telah dibuat secara sistematis.

Ternyata tradisi semacam ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Tak heran jelang rolling jabatan di lingkungan Pemkot Samarinda, rumah jabatan (Rumjab) Wali Kota Samarinda selalu dipenuhi pihak yang tergolong dekat dengan Ketua DPW Partai Demokrat Kaltim itu.

Bahkan tak jarang, musala di samping rumah mewah di Jalan S Parman, Samarinda Ulu ini mendadak dipenuhi jamaah saat Salat Subuh tiba. Tujuannya tak lain untuk melakukan lobi-lobi kepentingan tertentu saat waktu senggang jelang pagi tiba.

“Ada yang datang hanya berdiskusi, ada juga yang sudah membawa proposal. Yang tadinya tidak pernah salat di sana, tiba-tiba rutin ikut salat berjamaah,” ujar terpercaya Sapos.
Gigih menjadi modal utama dalam melaksanakan misi ini. Karena tak jarang, pertemuan pertama yang mereka lakukan tak membuahkan hasil. Sehingga para pelobi ulung ini kembali datang menemui Jaang hingga misinya benar-benar berhasil.

Keberadaan para calo jabatan ini bukan isapan jempol belaka. Belum lama ini, tim liputan khusus (Lipsus) menemui seseorang PNS golongan IIIb yang namanya enggan dikorankan. Dia menyebut, sebelum rolling jabatan diumumkan, ada beberapa orang yang berusaha melobi dirinya untuk duduk di sebuah jabatan tertentu. Tawaran ini tak gratis, meski ia mengaku sudah mengikuti prosedur yang ditentukan.

“Ya ada, mereka minta sejumlah uang agar saya bisa duduk di jabatan itu. Karena saya merasa sudah ikut lelang jabatan dan hasilnya memuaskan, makanya saya tidak menerima tawaran mereka,” ujarnya.

Ditanya berapa jumlah uang yang mereka minta? Dia enggan blak-blakan. Namun menurutnya, setiap jabatan yang ditawarankan, jumlahnya pun berbeda. Semakin tinggi jabatan, maka semakin tinggi pula angka yang disodorkan. “Mulai dari puluhan sampai ratusan juta. Sistem pembayarannya bermacam-macam. Ada yang pakai DP (uang muka, Red) dulu, baru dilunasi setelah dilantik ada juga yang pakai system mencicil. Tergantung kesepakatan,” paparnya.

Dia menyebut tawaran serupa juga diberikan kepada beberapa rekannya. Latar belakang oknum yang menawarkan jabatan ini menurutnya beragam, mulai dari orang partai, organisasi kemasyarakatan hingga kaum agamis. “Saya hanya dengar kabar dari beberapa teman. Ternyata tak hanya saya yang ditawari hal-hal semacam itu,” terangnya.

Namun sayangnya hasil lelang jabatan yang diikutinya beberapa waktu lalu tak menjadi satu-satunya rujukkan. Selain adanya pertimbangan pribadi, si pemilik hak prerogatif juga mendengar masukkan dari orang-orang di sekitarnya mengenai penempatan seseorang di jabatan tertentu. Alhasil, dia harus menelan pil pahit, lantaran ia harus dimutasi dengan jabatan yang sama. “Sejauh ini saya tetap bersyukur saja. Mungkin karena memang bukan rezeki saya. Saya pasrah saja,” paparnya.

Ditanya mengenai hal itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail menyebut para calo yang mengimingi jabatan itu hanyalah seorang spekulan. Menurutnya, Biasanya, mereka hanya menyesuaikan jabatan seseorang melalui prediksi.

“Dari sana mereka ambil untung dengan meminta uang kepada pejabat terkait. Jadi sebenarnya calo jabatan seperti itu tak ada kaitannya dengan sistem soal rotasi jabatan,” tegas Nusyirwan. Ia memaparkan, jika memang ada seorang PNS yang terlalu bodoh, maka yang bersangkutan bersedia keluar uang. Jika kebetulan prediksi sang calo benar, maka jabatannya naik dan harus membayar. “Padahal kan bukan itu, namanya orang berspekulasi pura-pura menolong padahal dia tidak melakukan apapun,” tuturnya.

Disayangkan Nusyirwan, kebanyakan para calo tersebut mengatasnamakan partai pengusung, orang dekat kepala daerah ataupun dengan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Hal ini diperparah banyaknya PNS yang percaya dan memaksakan diri lewat cara lobi-lobi seperti itu. “Tapi percaya saja, hal itu pasti tergerus,” imbuhnya.

Dirinya dan Pemkot Samarinda sangat jelas untuk terus berupaya menghindarkan hal tersebut. Tujuannya agar sistem tersebut bisa dipercaya dan diakui oleh banyak pihak. “Tentunya harus menghindarkan konten KKN. Saya nyatakan itu tidak ada, itu hanya spekulan,” katanya, kembali menegaskan.

Dirinya meminta agar para PNS jangan dibodohi dan terlalu percaya dengan modus seperti itu. Dirinya menjamin jika patokan dalam mutasi dan rotasi  jabatan hanyalah kompetensi dari seorang PNS. “Jadi PNS kita harus memperkuat diri dengan meningkatkan kapabilitas dan kompentensinya. Pasti dipakai nanti, tak perlu hal yang seperti itu,” sebut Nusyirwan.

Kalaupun memang ada pelanggaran dan terbukti, ia meminta agar hal itu dilaporkan. Apalagi dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai berhak melaporkan ke Komisi ASN pusat. Jika bukti kuat dan lengkap tentu tim akan mengevaluasi proses rotasi pejabat yang dijalankan. “Pasti diproses, kan hal ini diatur. Jadi tak ada yang merasa dikecewakan,” ujarnya.

Diakuinya, pada rotasi pejabat Eselon IV beberapa waktu lalu ada 60 pejabat yang non job. Hal ini dikarenakan adanya perubahan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). “Tapi kami akan upayakan untuk mengurangi 60 orang yang non job ini. Salah satunya dengan membentuk UPTD yang mengurusi masalah teknis,” tandasnya. (hfz/aya2)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juli 2017 13:53

Ibu Vincero Diperiksa 2 Jam

SAMARINDA. Peselisihan antara orangtua murid dengan Kepala Sekolah SD 016 Sungai Pinang sedang diperiksa…

Selasa, 25 Juli 2017 02:36

Dinsos dan DPRD Tak Sejalan

DINAS Sosial (Dinsos) Kota Samarinda ingin segera mencanangkan Kota Bebas Anak Jalanan (Anjal). Namun…

Selasa, 25 Juli 2017 02:35

Dermaga Batang Aji Nyaris Tenggelam

SAMARINDA. Pesta adat Erau and International Folk Art Festival (EIFAF) digelar selama sepakan sejak,…

Senin, 24 Juli 2017 15:06

Harga Atribut Tak Masuk Akal

“Pelajaran korupsi paling dasar dimulai dari sekolah: orangtua murid diwajibkan membeli buku,…

Jumat, 21 Juli 2017 14:07

Jangan Sembarangan Berdiri

SAMARINDA. Menara Base Transceiver Station (BTS) di Kota Tepian begitu menjamur dan dekat dengan pemukiman…

Jumat, 21 Juli 2017 14:05

Full Day School Mulai Diterapkan

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memastikan Full Day School berlangsung pada tahun…

Jumat, 21 Juli 2017 14:02

Orang Miskin Kukar Serbu Samarinda

SAMARINDA. Kota tepian menempati urutan teratas penyumbang penduduk miskin di Kaltim. Meski berat mengakui,…

Kamis, 20 Juli 2017 11:06

Dikeluhkan, UKT Tetap Jalan

SAMARINDA. Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Ya, pihak Universitas Mulawarman (Unmul) masih bersikeras…

Kamis, 20 Juli 2017 10:53

KPK Belum Bentuk Perwakilan

SAMARINDA. Keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membangun perwakilan di daerah belum bisa terpenuhi…

Kamis, 20 Juli 2017 10:51

DLH Selidiki Jalan Longsor

SAMARINDA. Rusaknya Jalan Kadrie Oening diakibatkan longsoran tanah. Nah, kemudian tanah longsor itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .