MANAGED BY:
SENIN
20 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 16:48
MAMPUS..!! Perampok Nasabah Ini Ditembak, Panen Miliaran di Samarinda

Beraksi Antarprovinsi, 'Panen Besar' di Samarinda

RASAKAN: Kawanan rampok berhasil diamankan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Lima perampok sadis yang semuanya terpaksa ditembak karena coba kabur saat penyergapan, tengah diinteogasi anggota Unit Jatanras Polresta Samarinda. Mereka adalah Ismail alias Ayah (39), Ekta (50), Sul (28), Akbar (28) dan Ridho (45), semuanya merupakan perantau asal Pulau Sulawesi.

Hasil penelusuran polisi sementara, masih enam tempat kejadian perkara (TKP) yang diakui komplotan Ridho.  “Yang pasti di sini yang jadi penunjuk jalan dan sasaran adalah Ridho. Karena memang dia lama di Samarinda, sedangkan yang lain diajak ke sini (Samarinda, Red),” ujar Kasat Reskrim Kompol Sudarsono, didampingi Kasubnit Jatanras Iptu Kawan.

Selama beraksi di Samarinda, kawanan perampok uang nasabah bank ini “panen” besar. Diperkirakan dari enam TKP perampokan nasabah bank, Ridho Cs ini meraup uang sekitar Rp 1 miliar. Dari salah satu TKP di kawasan Panglima Batur, Ridho dan teman-temannya membawa kabur uang sekitar setengah miliar. Kemudian di kawasan Komplek Citra Niaga korbannya gigit jari karena uang Rp 230 juta raib.

“Terakhir dari data yang kami peroleh, kawanan garong ini beraksi di kawasan MT Haryono dengan kerugian korban mencapai Rp 64 juta,” tegas Kawan. Selain uang, kawanan perampok itu juga panen barang lainnya. Seperti puluhan HP, perhiasan hingga jam tangan. Polisi juga mengendus, Ridho Cs ini juga merupakan penjahat antarprovinsi. Guna memudahkan pengembangan penyidikan, jajaran Polresta Samarinda berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Polres lain di Kaltim.

“Karena bisa jadi mereka juga pernah melakukan aksinya di daerah lain. Yang pasti pelaku yang kami tangkap ini sangat “terlatih” untuk menggasak uang milik nasabah bank. Mereka tak segan melukai korban jika nekat melawan atau menghalangi aksi mereka,” timpal Kawan.

Saat ini selain menahan sakit akibat ditembak, kawanan penjahat luar pulau ini harus terkapar dalam penjara. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Kelimanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan penjara hingga 7 tahun.

“Kami mengimbau, jika ada warga yang pernah jadi korban dengan modus gembos ban silakan cek barang atau tas mereka di kantor. Karena banyak tas dan HP yang kami temukan. Diduga banyak korban belum laporan resmi,”

Telah diberitakan, bukan perang kelompok atau tawuran. Suara letusan terdengar bebeberapa kali. Semula letusan pistol diarahkan ke udara, disertai teriakan. "Menyerah, jangan melawan atau kami lakukan tindakan tegas." Tak berselang lama, terdengar suara rintihan mengaduh dan meminta ampun. Suasana sempat hening. Saat itu tiga orang pria, masing-masing Ismail alias Ayah, Ekta, Sul, ketiganya perantau asal Pulau Sulawesi, sudah tersungkur memegang kaki. Ketiganya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, Selasa (14/2) sore.

Ketiganya ditangkap anggota Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda dalam sebuah penggerebekan di kawasan Bukuan Palaran. Polisi menggerebek sebuah rumah kontrakan bercat hijau, yang diduga jadi tempat persembunyian kawanan garong spesialis nasabah bank asal Pulau Sulawesi.

Selain ketiganya, polisi juga menciduk seorang anggota komplotan garong lain, bernama Akbar, juga pendatang asal Pulau Sulawesi. Penangkapan kawasan garong yang meresahkan warga Kota Tepian itu merupakan hasil pengembangan pemeriksaan Ridho, garong yang diringkus saat membobol sebuah mobil milik karyawan BRI dan ditangkap di Jalan Untung Suropati.

Ridho dan Akbar juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Polisi melakukan tindakan tegas terukur, karena saat diminta menunjukkan barang bukti malah mencoba kabur. Padahal saat itu sudah diwanti-wanti untuk tak melakukan perlawanan atau coba kabur. (rin/beb)


BACA JUGA

Minggu, 19 Februari 2017 01:52

Taktik Apik Dalam 30 Detik

SAMARINDA. Tak perlu waktu lama bagi komplotan spesialis pecah kaca asal Palembang untuk menggondol…

Minggu, 19 Februari 2017 01:46

Yang Dibonceng Ternyata Bukan Istri, Jadi Siapa..?

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) 'adu bagong' di Jalan Sultan Sulaiman, Pelita IV, Sambutan…

Minggu, 19 Februari 2017 01:43

Isu Serong Pejabat Kaltim dan Honorer DPRD, Gubernur Mesti Bertindak

SAMARINDA. Gubernur harus turun tangan. Ini buntut dugaan perselingkuhan yang melibatkan pejabat …

Minggu, 19 Februari 2017 01:40

MENCURIGAKAN MEMANG..!! Sudah Kontribusi Minim, BPK Temukan Kejanggalan

Pengelolaan pasar di Kota Tepian belum berjalan optimal. Pasalnya, pihak swasta yang bekerjasama dengan…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:04

“Brakkk…” Tiga Pria Tewas

SAMARINDA. Jerit tangis Rizki memecah suasana sepi di kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Pelita IV, Sambutan.…

Sabtu, 18 Februari 2017 12:54

Penjahat Satu Mobil Diberondong Peluru

SAMARINDA. Sebuah mobil Xenia berwarna silver dicegat polisi, Jumat (17/2) dini hari. Begitu mobil berhenti,…

Jumat, 17 Februari 2017 16:50

Skandal Perselingkuhan Guncang Dewan, Honorer Cantik Didemo

SAMARINDA. Nama baik Sekretariat DPRD Kaltim tercoreng. Ya, marwah lembaga perwakilan rakyat itu dinodai…

Jumat, 17 Februari 2017 16:46

Duit Bos Sawit Ludes Digondol

SAMARINDA. Nikmatnya sate tak lagi dirasakan Badrie yang dengan wajah lesu kembali menghampiri istri…

Jumat, 17 Februari 2017 16:45

Sering Jawab Lupa, Jaang Ditegur Hakim

Membawa map berwarna kuning Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri…

Kamis, 16 Februari 2017 16:50

Lima Perampok Sadis Ditembak

SAMARINDA. Bukan perang kelompok atau tawuran. Suara letusan terdengar bebeberapa kali. Semula letusan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .