MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 16:48
MAMPUS..!! Perampok Nasabah Ini Ditembak, Panen Miliaran di Samarinda

Beraksi Antarprovinsi, 'Panen Besar' di Samarinda

RASAKAN: Kawanan rampok berhasil diamankan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Lima perampok sadis yang semuanya terpaksa ditembak karena coba kabur saat penyergapan, tengah diinteogasi anggota Unit Jatanras Polresta Samarinda. Mereka adalah Ismail alias Ayah (39), Ekta (50), Sul (28), Akbar (28) dan Ridho (45), semuanya merupakan perantau asal Pulau Sulawesi.

Hasil penelusuran polisi sementara, masih enam tempat kejadian perkara (TKP) yang diakui komplotan Ridho.  “Yang pasti di sini yang jadi penunjuk jalan dan sasaran adalah Ridho. Karena memang dia lama di Samarinda, sedangkan yang lain diajak ke sini (Samarinda, Red),” ujar Kasat Reskrim Kompol Sudarsono, didampingi Kasubnit Jatanras Iptu Kawan.

Selama beraksi di Samarinda, kawanan perampok uang nasabah bank ini “panen” besar. Diperkirakan dari enam TKP perampokan nasabah bank, Ridho Cs ini meraup uang sekitar Rp 1 miliar. Dari salah satu TKP di kawasan Panglima Batur, Ridho dan teman-temannya membawa kabur uang sekitar setengah miliar. Kemudian di kawasan Komplek Citra Niaga korbannya gigit jari karena uang Rp 230 juta raib.

“Terakhir dari data yang kami peroleh, kawanan garong ini beraksi di kawasan MT Haryono dengan kerugian korban mencapai Rp 64 juta,” tegas Kawan. Selain uang, kawanan perampok itu juga panen barang lainnya. Seperti puluhan HP, perhiasan hingga jam tangan. Polisi juga mengendus, Ridho Cs ini juga merupakan penjahat antarprovinsi. Guna memudahkan pengembangan penyidikan, jajaran Polresta Samarinda berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Polres lain di Kaltim.

“Karena bisa jadi mereka juga pernah melakukan aksinya di daerah lain. Yang pasti pelaku yang kami tangkap ini sangat “terlatih” untuk menggasak uang milik nasabah bank. Mereka tak segan melukai korban jika nekat melawan atau menghalangi aksi mereka,” timpal Kawan.

Saat ini selain menahan sakit akibat ditembak, kawanan penjahat luar pulau ini harus terkapar dalam penjara. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Kelimanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan penjara hingga 7 tahun.

“Kami mengimbau, jika ada warga yang pernah jadi korban dengan modus gembos ban silakan cek barang atau tas mereka di kantor. Karena banyak tas dan HP yang kami temukan. Diduga banyak korban belum laporan resmi,”

Telah diberitakan, bukan perang kelompok atau tawuran. Suara letusan terdengar bebeberapa kali. Semula letusan pistol diarahkan ke udara, disertai teriakan. "Menyerah, jangan melawan atau kami lakukan tindakan tegas." Tak berselang lama, terdengar suara rintihan mengaduh dan meminta ampun. Suasana sempat hening. Saat itu tiga orang pria, masing-masing Ismail alias Ayah, Ekta, Sul, ketiganya perantau asal Pulau Sulawesi, sudah tersungkur memegang kaki. Ketiganya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, Selasa (14/2) sore.

Ketiganya ditangkap anggota Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda dalam sebuah penggerebekan di kawasan Bukuan Palaran. Polisi menggerebek sebuah rumah kontrakan bercat hijau, yang diduga jadi tempat persembunyian kawanan garong spesialis nasabah bank asal Pulau Sulawesi.

Selain ketiganya, polisi juga menciduk seorang anggota komplotan garong lain, bernama Akbar, juga pendatang asal Pulau Sulawesi. Penangkapan kawasan garong yang meresahkan warga Kota Tepian itu merupakan hasil pengembangan pemeriksaan Ridho, garong yang diringkus saat membobol sebuah mobil milik karyawan BRI dan ditangkap di Jalan Untung Suropati.

Ridho dan Akbar juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Polisi melakukan tindakan tegas terukur, karena saat diminta menunjukkan barang bukti malah mencoba kabur. Padahal saat itu sudah diwanti-wanti untuk tak melakukan perlawanan atau coba kabur. (rin/beb)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:10

KOK BISA..? Tambang Siluman Bebas Beroperasi

SAMARINDA.  Kekhawatiran Pemkot Samarinda soal penyalahgunaan izin pematangan lahan ternyata terbukti.…

Rabu, 20 September 2017 16:21

Anaknya Masih Hidup, Sejoli Ini Malah Panik

SAMARINDA. Unit Reskrim Polsekta Samarinda Utara menggelar rekonstruksi kasus aborsi di Mapolsekta Samainda…

Rabu, 20 September 2017 16:20

Jambret Pasutri, Mahasiswa Ini Ditembak

BONTANG. Oknum mahasiswa berinisial MAW (23) terpaksa ditembak aparat kepolisian. Warga Jalan Selat…

Selasa, 19 September 2017 01:54
Teror Buaya Muara Jawa

Jenazah Pawang Buaya “Dikembalikan” Utuh

TENGGARONG. Jenazah Supriyanto (38), warga RT 18 Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kutai…

Selasa, 19 September 2017 01:53

Teror Buaya Muara Jawa, Disebut Buaya Siluman

JASAD Supriyanto akhirnya ditemukan masih dalam kondisi utuh. Sama halnya dengan jasad Arjuna (16),…

Selasa, 19 September 2017 01:53

Bila Membahayakan, Buaya Boleh Dibunuh

SERANGAN buaya yang menewaskan dua warga di Kecamatan Muara Jawa mendapat perhatian Badan Konservasi…

Selasa, 19 September 2017 01:53
Stroke Kambuh, Dirawat di ICU

Wakil Gubernur Kaltim Itu Masih Berjuang

SAMARINDA. Rumor terkait berpulangnya Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal dibantah sejumlah pihak.…

Selasa, 19 September 2017 01:52

Wali Kota Bersaksi untuk Abun, Ini yang Diakuinya...

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang didudukkan di ruang persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda,…

Senin, 18 September 2017 00:44
Teror Buaya Muara Jawa

Disebut Ulah Pencari Tumbal?

SAMARINDA. Pemandangan tak wajar tampak pada jasad Arjuna (16) yang disambar buaya di Sungai TB, terletak…

Senin, 18 September 2017 00:43

YAELA..!! Ganteng-ganteng Jadi Maling

SAMARINDA. Menyandang status sebagai calon sarjana tak ada artinya lagi bagi KM, salah seorang mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .