MANAGED BY:
SENIN
24 JULI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 16:48
MAMPUS..!! Perampok Nasabah Ini Ditembak, Panen Miliaran di Samarinda

Beraksi Antarprovinsi, 'Panen Besar' di Samarinda

RASAKAN: Kawanan rampok berhasil diamankan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Lima perampok sadis yang semuanya terpaksa ditembak karena coba kabur saat penyergapan, tengah diinteogasi anggota Unit Jatanras Polresta Samarinda. Mereka adalah Ismail alias Ayah (39), Ekta (50), Sul (28), Akbar (28) dan Ridho (45), semuanya merupakan perantau asal Pulau Sulawesi.

Hasil penelusuran polisi sementara, masih enam tempat kejadian perkara (TKP) yang diakui komplotan Ridho.  “Yang pasti di sini yang jadi penunjuk jalan dan sasaran adalah Ridho. Karena memang dia lama di Samarinda, sedangkan yang lain diajak ke sini (Samarinda, Red),” ujar Kasat Reskrim Kompol Sudarsono, didampingi Kasubnit Jatanras Iptu Kawan.

Selama beraksi di Samarinda, kawanan perampok uang nasabah bank ini “panen” besar. Diperkirakan dari enam TKP perampokan nasabah bank, Ridho Cs ini meraup uang sekitar Rp 1 miliar. Dari salah satu TKP di kawasan Panglima Batur, Ridho dan teman-temannya membawa kabur uang sekitar setengah miliar. Kemudian di kawasan Komplek Citra Niaga korbannya gigit jari karena uang Rp 230 juta raib.

“Terakhir dari data yang kami peroleh, kawanan garong ini beraksi di kawasan MT Haryono dengan kerugian korban mencapai Rp 64 juta,” tegas Kawan. Selain uang, kawanan perampok itu juga panen barang lainnya. Seperti puluhan HP, perhiasan hingga jam tangan. Polisi juga mengendus, Ridho Cs ini juga merupakan penjahat antarprovinsi. Guna memudahkan pengembangan penyidikan, jajaran Polresta Samarinda berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Polres lain di Kaltim.

“Karena bisa jadi mereka juga pernah melakukan aksinya di daerah lain. Yang pasti pelaku yang kami tangkap ini sangat “terlatih” untuk menggasak uang milik nasabah bank. Mereka tak segan melukai korban jika nekat melawan atau menghalangi aksi mereka,” timpal Kawan.

Saat ini selain menahan sakit akibat ditembak, kawanan penjahat luar pulau ini harus terkapar dalam penjara. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Kelimanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan penjara hingga 7 tahun.

“Kami mengimbau, jika ada warga yang pernah jadi korban dengan modus gembos ban silakan cek barang atau tas mereka di kantor. Karena banyak tas dan HP yang kami temukan. Diduga banyak korban belum laporan resmi,”

Telah diberitakan, bukan perang kelompok atau tawuran. Suara letusan terdengar bebeberapa kali. Semula letusan pistol diarahkan ke udara, disertai teriakan. "Menyerah, jangan melawan atau kami lakukan tindakan tegas." Tak berselang lama, terdengar suara rintihan mengaduh dan meminta ampun. Suasana sempat hening. Saat itu tiga orang pria, masing-masing Ismail alias Ayah, Ekta, Sul, ketiganya perantau asal Pulau Sulawesi, sudah tersungkur memegang kaki. Ketiganya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, Selasa (14/2) sore.

Ketiganya ditangkap anggota Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda dalam sebuah penggerebekan di kawasan Bukuan Palaran. Polisi menggerebek sebuah rumah kontrakan bercat hijau, yang diduga jadi tempat persembunyian kawanan garong spesialis nasabah bank asal Pulau Sulawesi.

Selain ketiganya, polisi juga menciduk seorang anggota komplotan garong lain, bernama Akbar, juga pendatang asal Pulau Sulawesi. Penangkapan kawasan garong yang meresahkan warga Kota Tepian itu merupakan hasil pengembangan pemeriksaan Ridho, garong yang diringkus saat membobol sebuah mobil milik karyawan BRI dan ditangkap di Jalan Untung Suropati.

Ridho dan Akbar juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Polisi melakukan tindakan tegas terukur, karena saat diminta menunjukkan barang bukti malah mencoba kabur. Padahal saat itu sudah diwanti-wanti untuk tak melakukan perlawanan atau coba kabur. (rin/beb)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 13:49

“Duarrr…!!!” Api Membara di Tengah Kota

SAMARINDA. Suara ledakan kontan mengejutkan Misyanti, yang hanya seorang diri di rumah. Ibu rumah tangga…

Jumat, 21 Juli 2017 13:46

Guru Minta Maaf ke Belasan Siswa

SAMARINDA. Satu persatu siswa siswi salah satu SMP di kawasan Loa Janan Ilir dihampiri Sofian Nanang…

Jumat, 21 Juli 2017 13:41

Soroti Tingginya Biaya Masuk

SAMARINDA. Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Vincero. Marwah, sang ibu juga terlihat begitu senang…

Jumat, 21 Juli 2017 13:38

Peneliti dan Pawang Beda Argumen

Lewat video berdurasi 5,9 menit yang menjadi viral di jagad maya, buaya dari Kampung Biatan Lempake,…

Kamis, 20 Juli 2017 10:29

Buaya Lempake Makan Manusia

TANJUNG REDEB. Nyali Syarifudin cukup tinggi. Dia sudah tahu kalau sungai di dekat rumahnya banyak dihuni…

Kamis, 20 Juli 2017 10:22

Sering Dibully, Bos Dibantai

SAMARINDA. Dorrr…. Letusan pistol polisi mengakhiri pelarian Irfan alias Asek. Dia adalah pembantai…

Kamis, 20 Juli 2017 10:19

Curhat, Ibu Vincero Menangis

SAMARINDA. David Saputo dan istrinya Marwah Baco duduk lesehan di teras gedung DPRD Kota Samarinda,…

Rabu, 19 Juli 2017 11:16

“Ngekos” di Kolong Jembatan Mahakam

SAMARINDA. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda belum berhenti membersihkan Jembatan…

Rabu, 19 Juli 2017 11:12

Pertanyakan Biaya, Ditolak Sekolah

Di saat sebagian bocah SD bersuka cita menyambut tahun ajaran baru, kisah pilu datang dari keluarga…

Rabu, 19 Juli 2017 11:10

Dinding Gosong, Poster Guru Sekumpul Tak Tersentuh Api

Selalu ada keajaiban dalam setiap musibah. Ada cerita lain dari kebakaran di Jalan Pangeran Suryanata,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .