MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 16 Februari 2017 16:37
Tiga Pria vs 1 Wanita

Pesta Seks Malam Valentine Dibubarkan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Perayaan Hari Valentine sudah melenceng dari tujuan awal. Tak salah jika sejumlah unsur masyarakat justru mengharamkan perayaan yang dikenal hari hari kasih sayang tersebut.
Aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan kepolisian memanfaatkan hari istimewa yang dirayakan setiap 14 Februari itu dengan menggelar razia. Hasilnya, belasan pasangan muda-mudi bukan pasangan resmi diamankan sedang asyik berduaan di kamar hotel.
Razia digelar serentak di sejumlah kota. Di Samarinda dan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), razia tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 Wita malam kemarin (14/2).
Satu per satu pintu kamar hotel diketuk petugas. Penghuni kamar yang semula bersantai menikmati malam terperanjang langsung terperanjat kaget. Bahkan ada saja penghuni hotel bergegas menggunakan pakaian yang dikenakannya dengan tergesa-gesa. Gugup dan panic. Itu yang dirasakan penghuni kamar kala itu. Bahkan beberapa penghuni berusaha menutupi wajahnya saat disorot kamera awak media.
Satpol PP Samarinda juga merazia tempat spa dan cafe di kawasan Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Samarinda Kota. Sejumlah Hotel, di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Merdeka, Jalan Sentosa, Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Tekukur juga disasar.
Kepala Satpol PP Samarinda, AKBP Ruskan yang memimpin razia mulai mengetuk satu per satu pintu kamar yang dirazia. Bahkan, di beberapa hotel yang disambangi petugas terdapat beberapa kamar yang ada tamunya tidak membuka pintu. Alhasil, para petugas harus membukanya dengan menggunakan kunci cadangan dari pihak hotel. Tak sedikit kamar setelah dibuka, mendapati pasangan yang sedang tidak mengenakan pakaian. Ada juga yang terdapat 3 pria dan 1 wanita dalam satu kamar.
Bahkan, ada pasangan yang sampai menangis ketika digiring ke bus dan truk Satpol PP. Alasan yang terlontar dari pasangan bukan suami istri pun beragam. Ada yang mengaku sudah tunangan. Ada yang mengatakan menemani pacar yang sedang sakit. Hingga mengaku tidak melakukan hubungan badan.
"Rata-rata yang tertangkap usianya remaja dan dewasa. Setiap kamar yang berpenghuni kami cek identitasnya. Jika ada pasangan yang bukan suami istri akan kami bawa untuk dilakukan pembinaan," ungkap Ruskan.
BERTEMU ANGGOTA DEWAN
Selanjutnya rombongan Satpol PP bergegas menuju Jalan Tekukur. Di kawasan ini, berhenti di salah satu café. Petugas dikejutkan adanya sejumlah anggota DPRD Samarinda yang berada di café tersebut.
Dari pantauan Sapos, anggota DPRD yang ada di cafe tersebut, diantaranya Adhigustiawarman, Suparno, Kamaruddin dan Triyana. Dan dua orang staf. Tak lama kemudian, Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif juga datang.
Kamaruddin menjelaskan, pihaknya dari Komisi I ke café tersebut juga melakukan inspeksi mendadak (sidak). Pasalnya pihaknya mendapati laporan adanya penjualan miras tanpa izin. Terlebih lokasi café tersebut berada sangat dekat dengan tempat ibadah dan sarana pendidikan.
"Ini sidak internal komisi I. Memang kami tidak panggil Satpol PP. Tapi, setelah kami dapat temuan, langsung kami hubungi Satpol PP untuk menindak. Sudah beberapa hari ini kami ke THM, panti pijat dan kafe untuk memeriksa perizinan mereka," tutur Kamarudin.
Hasilnya, politisi Partai Nasdem itu menyebut, pihak café tidak dapat menunjukkan surat-surat izin menjual miras.
"Tidak ada izinnya café ini untuk menjual miras. Seharusnya café ini tidak berada dekat masjid dan sekolahan. Minimal berjarak 200 meter dari masjid dan sekolahan," ungkapnya.
Ruskan menambahkan, rombongan Satpol PP bertemu dengan sejumlah anggota dewan, hanya kebetulan saja. Namun, menurutnya, momen tersebut tepat. Karena di café tersebut memang tidak ada izin untuk menjual miras dengan tingkat alkohol yang cukup tinggi.
"Kebetulan saja ketemu. Tapi memang di sana ada pelanggaran perda. Yakni peredaran miras. Momennya tepat dengan adanya anggota dewan. Tapi tidak serta merta langsung melakukan penyegelan. Harus ada tahapan yang dilakukan," tuturnya.
Sekitar pukul 01.00 Wita Rabu (15/2) dini hari, razia usai. Seluruh pasangan yang terjaring berjumlah 12 pria dan 8 perempuan. Mereka diinapkan di sel Kantor Satpol PP termasuk puluhan botol miras yang turut diamankan saat itu.
TIGA PASANGAN BUKAN PASUTRI KEDAPATAN “NGAMAR”
Di Tenggarong, Kukar, hal yang sama juga dilakukan. Sejumlah petugas gabungan Satpol PP, Polres Kukar dan Kodim 0906/Tenggarong, melakukan razia ke beberapa hotel dan penginapan. Namun razia di Kota Raja digelar sehari sebelum Valentine, Senin (13/2) malam. Dari situlah petugas mendapati sebanyak 3 pasangan bukan suami istri (Pasutri) sedang “ngamar” di hotel atau penginapan serta rumah kos.
“Razia ini melibatkan sebanyak 50 petugas gabungan. Operasi cipta kondisi dalam rangka antisipasi Hari Valentine, menyasar hotel dan penginapan serta rumah kos yang berada di Tenggarong dan sekitarnya,” kata Plt Kepala Kantor Satpol PP Kukar, Fida Hurasani.
Dalam razia tersebut, petugas menyambangi sebuah hotel terletak di Jalan KH Ahmad Muksin Tenggarong. Setelah memeriksa semua kamar, petugas menemukan pasangan bukan pasutri dalam sebuah kamar. Memang awalnya pasangan itu mengaku suami-istri. Tapi begitu diperiksa petugas, diketahui si perempuan berinisial Ye (36), seorang tenaga honorer kesehatan beralamat di Loa Ipuh Tenggarong. Sedangkan sang laki-laki, berinisial Ki (37) beralamat di Barong Tongkok, Kutai Barat.
“Mereka tak bisa menunjukan surat atau dokumen bukti nikah. Apalagi KTP-nya tidak sama alamat, seperti layaknya pasutri,” tambah Fida.
Berikutnya di penginapan terletak Jalan Danau Uwis Tenggarong, petugas kembali menemukan 1 pasangan bukan pasutri. Keduanya, yakni El dan pasangan laki-lakinya, sebut saja Ah, bahkan masih berstatus pelajar. Begitu pula dengan Au (27), seorang perempuan pekerja swasta kedapatan sekamar dengan laki-laki berinisial Wa (32), warga Kelurahan Mangkurawang Tenggarong.
“Ketiga pasangan bukan suami istri tersebut menjalani pemeriksaan oleh petugas kami, sesuai Perda (Peraturan Daerah) Pemkab Kukar,” katanya.(idn)
LIMA PRIA KEPERGOK BERSAMA DUA WANITA
Sementara itu, pada Selasa (14/2) malam sekitar pukul 20.30 Wita, razia kembali digelar.
Dari markas Satpol PP, petugas bergerak menuju kawasan Gang 4, Kelurahan Timbau, Tenggarong. Di lokasi tersebut petugas tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Petugas lalu bergerak menuju sebuah asrama di RT 12, Jalan Mawar, Kelurahan Sukarame. Di lokasi tersebut petugas menggerebek sebuah kamar asrama berisi lima laki-laki dan dua perempuan. "Razia semacam ini memang rutin digelar, terutama saat momen-momen seperti Valentine akan semakin ditingkatkan,"ujarnya
Petugas kembali mendatangi asrama lainya yang beralammat di Jalan Bogenvile, Gang 7A. Di lokasi tersebut petugas kembali menangkap basah dua pasang muda-muda yang sedang berduaan di dalam kamar. Di lokasi lainya, Jalan Pesut persis disamping bengkel Arif didapati satu pasangan bukan suami istri dalam satu kamar,"Petugas juga merazia sejumlah tempat lainya seperti di kawasan gunung menyapa, Mangkuraja 1, Mahulu, namun hasilnya nihil,"ujarnya.
Dari para muda mudi yang diamankan, petugas mengamankan barang bukti senjata tajam, alkohol 70 persen, lem fox dan antimo. 13 pelaku yang diamankan diminta membuat surat pernyataan dan dilakukan pembinaan.
"Total pelaku yang diamanlkan sebanyak 13 orang. Terdiri dari delapan orang laki-laki dan lima orang perempuan," ujarnya. (kis/idn/man/nha)





BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 01:43

YA TUHAN..!! Ada Orangtua Tega..!! Buang Bayi di Mahakam, Wajahnya Dimakan Binatang

SAMARINDA. Pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.30 Wita kemarin, sekujur tubuh bayi masih terendam…

Jumat, 24 Maret 2017 01:42

DURHAKA NIH..!! Hanya Gara-Gara Jual Bra Bekas, Ibu Sendiri Ditonjok

BONTANG. Kasus penganiayaan anak kepada orangtua di Samarinda merambat ke Kota Taman, Bontang. Warga…

Jumat, 24 Maret 2017 01:40
Rekanan Komura Bungkam, Abun Ditangkap

Anggota Berharap Kecurangan Dibongkar

SAMARINDA. Terungkapnya kasus yang membelit Komura oleh Tim Saber Pungli, menjadi keprihatinan sendiri…

Jumat, 24 Maret 2017 01:38
KORUPSI DANA HIBAH KONI SAMARINDA

ASTAGA...!! Pakai Dana Rp 15,6 Miliar, LPj Hanya Lisan

SAMARINDA. Saksi kunci paling ditunggu-tunggu dugaan korupsi dana hibah KONI 2014, Darmin Saleh Balfas…

Kamis, 23 Maret 2017 20:53

Puluhan Dokumen Palsu Beredar

TENGGARONG. Banyak masyarakat yang ingin bekerja sebagai sopir di perusahaan tambang batu bara di Kutai…

Kamis, 23 Maret 2017 20:51

Hajar Ibu, Diusir Warga

SAMARINDA. Warga di lingkungan Jalan Raudah I, Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI), Kecamatan Samarinda…

Kamis, 23 Maret 2017 20:47

Gaffar Rapat Mendadak di Hotel

SAMARINDA. Sejak kasus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) mencuat,…

Rabu, 22 Maret 2017 02:08
Enaknya Jadi Anggota Komura

Kerja Bisa Diwakilkan, Tanpa Keringat dapat Rp 20 Juta Per Bulan

Buruh, jangan bayangkan hidupnya melarat. Apalagi yang menjadi anggota TKBM Komura. Bahkan para pengurusnya…

Rabu, 22 Maret 2017 02:07

Alur Keluarnya SK Diselidiki

PEMKOT menanggapi serius persoalan dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (PTK) Palaran.…

Rabu, 22 Maret 2017 02:04

Gaffar Diperiksa di Jakarta?

PEMERIKSAAN orang nomor satu di TKBM Komura, Jafar Abdul Gaffar  itu diduga kuat batal dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .