MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 15 Februari 2017 16:52
Dibangun dari Kayu Bekas, Wabup Pun Iba

Dana Terbatas, Bertahun-tahun Musala Dibangun Tak Rampung

PROKAL.CO, Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku kagum dengan keberadan Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatullah di Desa Perangat. Selama 22 tahun, ponpes ini bertahan tanpa mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
Dalam kunjunganya beberapa waktu lalu bersama komunitas trail Belusukan Alam Kukar (Belukar), Edi bertekad akan membantu merampungkan pembangunan musala di ponpes itu. Karena saat ini, musala di ponpes tersebut kondisinya sangat mempritatinkan.
Sesaat sebelum menunaikaan Salat Zuhur di Musala Ponpes Rahmatullah, Edi menegaskan bahwa kehadiranya ke tempati ut bukan sebagai wakil bupati, melainkan sebagai warga Kukar yang merasa peduli. Untuk itu, dalam proses pembangunan musala, Edi akan melibatkan semua pihak yang ingin berpartisipasi, sekalipun hanya menyumbang satu sak semen. Dalam kunjungan perdananya tersebut, Edi mengerahkan puluhan raider motor trail untuk melakukan pengecetan ruang belajar hingga memangkas rumput di halaman Ponpes.
"Istilah urang Kutai, ayo kita keroyokanlah selesaikan musala ini. Termasuk teman-teman media juga barang kali ada yang mau nyumbang satu sak semen juga taka pa-apa," ujarnya.
Pendiri Ponpes Rahmatullah, H Lalu Syamsul Hakim mengaku bangga dengan pemilikiran Edi Damansyah. Hal itu sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang membangun umat manusia dari masjid.
“Begitu bapak wakil bupati tiba langsung tertuju pada musala. Sama seperti ajaran Rasullullah yang membangun manusia dari masjid," tuturnya.
Sekadar diketahui, pembangunan musala Ponpes Rahmatullah sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun hingga kini tak kunjung rampung karena keterbatasan biaya. Adapun bangunan yang ada saat ini berasal dari kayu-kayu bekas bongkaran perushaan. Begitu pula dengan atap musala yang hanya lembaran-lembaran seng berkarat. Jangankan kaligrafi yang indah, musala berukuran sekitar 10 x 10 meter itu juga belum memiliki dinding
Sebelumnya diwartakan, di Ponpes Rahmatullah hanya memiliki tiga ruang kelas yang terbuat dari beton. Ruang belajar lainnya terbuat dari kayu bekas bongkaran perusahaan yang kini telah lapuk. Ruang kelas beton tersebut merupakan hasil jerih payah para santri dengan mengumpulkan baju bekas layak pakai dari Bontang untuk dijual kembali kepada warga desa seharga Rp 3 ribu hingga Rp 15 ribu per lembar. Hanya dalam beberapa jam, 50 karung pakain bekas laku terjual. Uang hasil penjualan digunakan untuk membangun tiga ruang kelas. Agar dananya cukup, para santri membuat batako dan melakukan pembangunan sendiri.
“Jadi tiga ruang kelas yang beton itu, hasil jual baju bekas. Bangunannya juga para siswa sendiri terkecuali bagian besinya memang ada tukangnya," ujar H Lalu. (man/nha)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 15:41

Pengecekan Lahan Sengketa Berlangsung Tegang

TENGGARONG. Unit Tipiter Polres Kukar bersama BPN dan Bagian Pertahanan Setkab Kukar, melakukan pengecekan…

Rabu, 21 Juni 2017 16:39

Tiga Pemuda Pesta Miras Oplosan Siang Bolong

TENGGARONG. Saat umat muslim lainya sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan, tiga pemuda di…

Selasa, 20 Juni 2017 01:24

Disperindagkop Segera Gelar Sidak

BONTANG. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia secara resmi telah menarik empat produk mi…

Selasa, 20 Juni 2017 01:23

Produksi Sampah Tembus 500 Ton per Hari

BONTANG. Jumlah pasokan sampah rumah tangga memasuki pekan terakhir bulan Ramadan ini terus meningkat.…

Selasa, 20 Juni 2017 01:22

Jelang Lebaran, Harga Komoditas Merangkak Naik

BONTANG. Menjelang Idulfitri, sejumlah harga kebutuhan pokok perlahan merangkak naik. Seperti yang terjadi…

Senin, 19 Juni 2017 00:53

Penumpang Serbu Pelabuhan Lhotuan

BONTANG. Arus mudik H-8 mulai terasa di Pelabuhan Lhoktuan, Bontang, Minggu (18/6), kemarin. Ribuan…

Minggu, 18 Juni 2017 23:08

Rusak Parah, Bisa Nginap di Jalan

SANGATTA. Ekstremnya cuaca dengan ditandai tingginya curah hujan di pedalaman Kutai Timur (Kutim) membuat…

Sabtu, 17 Juni 2017 12:33

CATAT..!! Jembatan Mahkota II Dibuka 21 Juni

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang memastikan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II dapat segera…

Jumat, 16 Juni 2017 17:27

Dishub Periksa Nakhoda Tugboat

TENGGARONG.  Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar mengamankan seorang nakhoda kapal tugboat penarik…

Kamis, 15 Juni 2017 19:40

Warga Marah, Batu Bara Hantam Jembatan

TENGGARONG.  Camat Kota Bangun Mawardi menegaskan, terus berlanjutnya kejadian gundukan batu bara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .