MANAGED BY:
SENIN
20 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 15 Februari 2017 16:52
Dibangun dari Kayu Bekas, Wabup Pun Iba

Dana Terbatas, Bertahun-tahun Musala Dibangun Tak Rampung

PROKAL.CO, Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku kagum dengan keberadan Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatullah di Desa Perangat. Selama 22 tahun, ponpes ini bertahan tanpa mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
Dalam kunjunganya beberapa waktu lalu bersama komunitas trail Belusukan Alam Kukar (Belukar), Edi bertekad akan membantu merampungkan pembangunan musala di ponpes itu. Karena saat ini, musala di ponpes tersebut kondisinya sangat mempritatinkan.
Sesaat sebelum menunaikaan Salat Zuhur di Musala Ponpes Rahmatullah, Edi menegaskan bahwa kehadiranya ke tempati ut bukan sebagai wakil bupati, melainkan sebagai warga Kukar yang merasa peduli. Untuk itu, dalam proses pembangunan musala, Edi akan melibatkan semua pihak yang ingin berpartisipasi, sekalipun hanya menyumbang satu sak semen. Dalam kunjungan perdananya tersebut, Edi mengerahkan puluhan raider motor trail untuk melakukan pengecetan ruang belajar hingga memangkas rumput di halaman Ponpes.
"Istilah urang Kutai, ayo kita keroyokanlah selesaikan musala ini. Termasuk teman-teman media juga barang kali ada yang mau nyumbang satu sak semen juga taka pa-apa," ujarnya.
Pendiri Ponpes Rahmatullah, H Lalu Syamsul Hakim mengaku bangga dengan pemilikiran Edi Damansyah. Hal itu sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang membangun umat manusia dari masjid.
“Begitu bapak wakil bupati tiba langsung tertuju pada musala. Sama seperti ajaran Rasullullah yang membangun manusia dari masjid," tuturnya.
Sekadar diketahui, pembangunan musala Ponpes Rahmatullah sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun hingga kini tak kunjung rampung karena keterbatasan biaya. Adapun bangunan yang ada saat ini berasal dari kayu-kayu bekas bongkaran perushaan. Begitu pula dengan atap musala yang hanya lembaran-lembaran seng berkarat. Jangankan kaligrafi yang indah, musala berukuran sekitar 10 x 10 meter itu juga belum memiliki dinding
Sebelumnya diwartakan, di Ponpes Rahmatullah hanya memiliki tiga ruang kelas yang terbuat dari beton. Ruang belajar lainnya terbuat dari kayu bekas bongkaran perusahaan yang kini telah lapuk. Ruang kelas beton tersebut merupakan hasil jerih payah para santri dengan mengumpulkan baju bekas layak pakai dari Bontang untuk dijual kembali kepada warga desa seharga Rp 3 ribu hingga Rp 15 ribu per lembar. Hanya dalam beberapa jam, 50 karung pakain bekas laku terjual. Uang hasil penjualan digunakan untuk membangun tiga ruang kelas. Agar dananya cukup, para santri membuat batako dan melakukan pembangunan sendiri.
“Jadi tiga ruang kelas yang beton itu, hasil jual baju bekas. Bangunannya juga para siswa sendiri terkecuali bagian besinya memang ada tukangnya," ujar H Lalu. (man/nha)


BACA JUGA

Minggu, 19 Februari 2017 02:08

Polisi Geledah Sekolah di Bontang, Memangnya Ada Apa Ya...?

BONTANG. Tingginya peredaran narkoba di Kota Bontang menjadi atensi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:16

Curi Lampu Jalan, Divonis 2 Tahun

SANGATTA.   Ezhar Ramadhan alias Reza dan Muhammad Jain alias Jen, dua pencuri puluhan solar…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:13

Dianak Tirikan, Tak Patah Semangat

TANJUNG REDEB. Meskipun Kabupaten Berau kerap “dikucilkan” dari agenda pariwisata nasional…

Jumat, 17 Februari 2017 17:07

Bangun PLTU, Pemerintah Tak Keluar Uang

TANJUNG REDEB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau masih melakukan penjajakan sebelum memulai langkah…

Jumat, 17 Februari 2017 17:05

BB Naik, Kas Negara Bertambah

SANGATTA.  Kejaksaan Negeri Sangatta melakukan pemusnahan barang bukti (BB) perkara pidana yang…

Kamis, 16 Februari 2017 18:49

Perlu Pembatasan Kendaraan di Maratua

TANJUNG REDEB. Direncanakan sebagai salah satu destinasi wisata, Pulau Maratua dinilai sudah perlu dibatasi…

Kamis, 16 Februari 2017 18:47

Orang Bontang Boros

BONTANG. Jumlah rata–rata pengeluaran per kapita penduduk Bontang rupanya cukup tinggi. Bahkan…

Kamis, 16 Februari 2017 18:45

Disdukcapil Klaim Capai 97 Persen

SAMARINDA. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda mengklaim, tugasnya merekam…

Rabu, 15 Februari 2017 16:50

Bahaya, Air Sungai Sangatta Tercemar

SANGATTA. Selain faktor aktivitas pertambangan dan perkebunan yang berada di hulu Sungai Sangatta yang…

Rabu, 15 Februari 2017 16:48

Perlu Rp 153 Miliar

TANA PASER. Pasir Belengkong menjadi daerah ketujuh yang dikunjungi rombongan Pemkab Paser dalam agenda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .