MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 15 Februari 2017 16:52
Dibangun dari Kayu Bekas, Wabup Pun Iba

Dana Terbatas, Bertahun-tahun Musala Dibangun Tak Rampung

PROKAL.CO, Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku kagum dengan keberadan Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatullah di Desa Perangat. Selama 22 tahun, ponpes ini bertahan tanpa mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
Dalam kunjunganya beberapa waktu lalu bersama komunitas trail Belusukan Alam Kukar (Belukar), Edi bertekad akan membantu merampungkan pembangunan musala di ponpes itu. Karena saat ini, musala di ponpes tersebut kondisinya sangat mempritatinkan.
Sesaat sebelum menunaikaan Salat Zuhur di Musala Ponpes Rahmatullah, Edi menegaskan bahwa kehadiranya ke tempati ut bukan sebagai wakil bupati, melainkan sebagai warga Kukar yang merasa peduli. Untuk itu, dalam proses pembangunan musala, Edi akan melibatkan semua pihak yang ingin berpartisipasi, sekalipun hanya menyumbang satu sak semen. Dalam kunjungan perdananya tersebut, Edi mengerahkan puluhan raider motor trail untuk melakukan pengecetan ruang belajar hingga memangkas rumput di halaman Ponpes.
"Istilah urang Kutai, ayo kita keroyokanlah selesaikan musala ini. Termasuk teman-teman media juga barang kali ada yang mau nyumbang satu sak semen juga taka pa-apa," ujarnya.
Pendiri Ponpes Rahmatullah, H Lalu Syamsul Hakim mengaku bangga dengan pemilikiran Edi Damansyah. Hal itu sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang membangun umat manusia dari masjid.
“Begitu bapak wakil bupati tiba langsung tertuju pada musala. Sama seperti ajaran Rasullullah yang membangun manusia dari masjid," tuturnya.
Sekadar diketahui, pembangunan musala Ponpes Rahmatullah sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun hingga kini tak kunjung rampung karena keterbatasan biaya. Adapun bangunan yang ada saat ini berasal dari kayu-kayu bekas bongkaran perushaan. Begitu pula dengan atap musala yang hanya lembaran-lembaran seng berkarat. Jangankan kaligrafi yang indah, musala berukuran sekitar 10 x 10 meter itu juga belum memiliki dinding
Sebelumnya diwartakan, di Ponpes Rahmatullah hanya memiliki tiga ruang kelas yang terbuat dari beton. Ruang belajar lainnya terbuat dari kayu bekas bongkaran perusahaan yang kini telah lapuk. Ruang kelas beton tersebut merupakan hasil jerih payah para santri dengan mengumpulkan baju bekas layak pakai dari Bontang untuk dijual kembali kepada warga desa seharga Rp 3 ribu hingga Rp 15 ribu per lembar. Hanya dalam beberapa jam, 50 karung pakain bekas laku terjual. Uang hasil penjualan digunakan untuk membangun tiga ruang kelas. Agar dananya cukup, para santri membuat batako dan melakukan pembangunan sendiri.
“Jadi tiga ruang kelas yang beton itu, hasil jual baju bekas. Bangunannya juga para siswa sendiri terkecuali bagian besinya memang ada tukangnya," ujar H Lalu. (man/nha)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 00:18

Pemprov Kaltim Gandeng Kutim dan Berau

SANGATTA. Malaysia yang tak lain negara tetangga dan satu pulau dengan Kaltim, dianggap mampu mengeola…

Senin, 23 April 2018 23:16

Syafii Efendi: Generasi Muda Harus Pimpin Perubahan

"Kita adalah pewaris negeri ini..! Kita yang akan membersihkan negeri ini dari orang-orang kotor berniat…

Senin, 23 April 2018 23:15

Pererat Ukhuwah, KKG PAI Gelar Isra Mikraj

Kerukunan Keluarga Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Sungai Kunjang sukses menggelar…

Senin, 23 April 2018 23:14

Lomba Mewarnai Faber Castle

SEKITAR 100 orang anak  TK-SD Al Azhar meramaikan lomba mewarnai yang digelar di Big Mall Samarinda.…

Senin, 23 April 2018 23:05

Ketika Safaruddin Bertemu “Musuh” Politik

SAMARINDA. Tak ada yang menduga Calon Wakil Gubenur Kaltim Safaruddin akan bertemu “musuh”…

Senin, 23 April 2018 22:08

Pj Wali Kota Terkesima dengan Labbaika

UNTUK memastikan jalannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di tingkat Sekolah Menengah…

Senin, 23 April 2018 22:05

Inspektorat Siap Mengusut

TANJUNG REDEB. Hasil sidak anggota DPRD Berau ke Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) terkait proyek pengecatan…

Minggu, 22 April 2018 21:27

Adegan Makan Satwa Langka Dikecam

TANJUNG REDEB. Kaltim memiliki banyak satwa dilindungi. Namun sayangnya, ternyata tidak banyak masyarakat…

Minggu, 22 April 2018 00:17

Pagi Ini Lomba Burung Berkicau Digeber

PAGI ini, tepat pukul 09.00 Wita, lomba burung berkicau bertajuk “Kapolres Cup Samarinda”…

Sabtu, 21 April 2018 00:25

Safaruddin Sapa Pedagang Pasar Muara Komam

PASER. Dibalut rasa penasaran dengan kondisi Pasar Muara Komam di perbatasan Kaltim-Kalsel, Calon Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .