MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 15 Februari 2017 16:52
Dibangun dari Kayu Bekas, Wabup Pun Iba

Dana Terbatas, Bertahun-tahun Musala Dibangun Tak Rampung

PROKAL.CO, Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku kagum dengan keberadan Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatullah di Desa Perangat. Selama 22 tahun, ponpes ini bertahan tanpa mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
Dalam kunjunganya beberapa waktu lalu bersama komunitas trail Belusukan Alam Kukar (Belukar), Edi bertekad akan membantu merampungkan pembangunan musala di ponpes itu. Karena saat ini, musala di ponpes tersebut kondisinya sangat mempritatinkan.
Sesaat sebelum menunaikaan Salat Zuhur di Musala Ponpes Rahmatullah, Edi menegaskan bahwa kehadiranya ke tempati ut bukan sebagai wakil bupati, melainkan sebagai warga Kukar yang merasa peduli. Untuk itu, dalam proses pembangunan musala, Edi akan melibatkan semua pihak yang ingin berpartisipasi, sekalipun hanya menyumbang satu sak semen. Dalam kunjungan perdananya tersebut, Edi mengerahkan puluhan raider motor trail untuk melakukan pengecetan ruang belajar hingga memangkas rumput di halaman Ponpes.
"Istilah urang Kutai, ayo kita keroyokanlah selesaikan musala ini. Termasuk teman-teman media juga barang kali ada yang mau nyumbang satu sak semen juga taka pa-apa," ujarnya.
Pendiri Ponpes Rahmatullah, H Lalu Syamsul Hakim mengaku bangga dengan pemilikiran Edi Damansyah. Hal itu sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang membangun umat manusia dari masjid.
“Begitu bapak wakil bupati tiba langsung tertuju pada musala. Sama seperti ajaran Rasullullah yang membangun manusia dari masjid," tuturnya.
Sekadar diketahui, pembangunan musala Ponpes Rahmatullah sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun hingga kini tak kunjung rampung karena keterbatasan biaya. Adapun bangunan yang ada saat ini berasal dari kayu-kayu bekas bongkaran perushaan. Begitu pula dengan atap musala yang hanya lembaran-lembaran seng berkarat. Jangankan kaligrafi yang indah, musala berukuran sekitar 10 x 10 meter itu juga belum memiliki dinding
Sebelumnya diwartakan, di Ponpes Rahmatullah hanya memiliki tiga ruang kelas yang terbuat dari beton. Ruang belajar lainnya terbuat dari kayu bekas bongkaran perusahaan yang kini telah lapuk. Ruang kelas beton tersebut merupakan hasil jerih payah para santri dengan mengumpulkan baju bekas layak pakai dari Bontang untuk dijual kembali kepada warga desa seharga Rp 3 ribu hingga Rp 15 ribu per lembar. Hanya dalam beberapa jam, 50 karung pakain bekas laku terjual. Uang hasil penjualan digunakan untuk membangun tiga ruang kelas. Agar dananya cukup, para santri membuat batako dan melakukan pembangunan sendiri.
“Jadi tiga ruang kelas yang beton itu, hasil jual baju bekas. Bangunannya juga para siswa sendiri terkecuali bagian besinya memang ada tukangnya," ujar H Lalu. (man/nha)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 01:28

Soal Usulan Pengelolaan Eks Chevron, Gubernur Masih Gamang

PENAJAM. Langkah Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar, untuk mengelola lapangan migas East…

Kamis, 23 Maret 2017 21:07

DPRD Soroti Bus Tak Laik Jalan

BONTANG. Kondisi bus antarkota yang beroperasi di terminal Kilometer (Km) 6 Bontang Barat  mendapat…

Rabu, 22 Maret 2017 01:45

Pemkab Siapkan Kajian Akademis

PENAJAM. Jajaran Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) akan ngeluruk ke DPR, pekan depan. Bupati Yusran Aspar…

Rabu, 22 Maret 2017 01:43

MANTAP..!! Tahun 2018, Pulau Sebatik Akan Miliki Bandara

NUNUKAN. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merencanakan membangun bandara…

Rabu, 22 Maret 2017 01:43

Anjing Pelacak Disiagakan di Bandara

TARAKAN. Dua ekor anjing pelacak milik TNI Angkatan Udara (AU), mulai kemarin ikut bersiaga di bagian…

Senin, 20 Maret 2017 01:55

PARAH..!! Istri Hamil Muda, Malah Diajak Mabuk Oplosan

BONTANG. Sejumlah remaja berusia belasan tahun diangkut aparat. Penyebabnya mereka kepergok tengah mabuk…

Senin, 20 Maret 2017 01:54

ALAMAK..!! PT Badak Dituding Cemarkan Lingkungan

BONTANG. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Tihi-Tihi menuntut ganti rugi sebesar Rp 420 juta ke Badak LNG,…

Senin, 20 Maret 2017 01:53

Ungkap Kasus Pembunuhan di Batu Sopang, Keluarga Tersangka Siap Kerja Sama

TANA PASER. Polisi masih memburu tersangka pembunuhan Rahmadianur alias Bagong (37) di areal sebuah…

Minggu, 19 Maret 2017 01:44

Tarakan Diterpa Gelombang Panas

TARAKAN. Mungkin Anda termasuk yang merasakan suhu di Tarakan pada siang hari, sedikit lebih panas dari…

Minggu, 19 Maret 2017 01:43

Lihat Nih..!! Jalan Poros Perbatasan Rusak Parah

MALINAU. Meski berstatus jalan nasional, namun keberadaan jalan poros perbatasan di Apau Kayan saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .