MANAGED BY:
SENIN
20 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 15 Februari 2017 16:50
Bahaya, Air Sungai Sangatta Tercemar

Tak Layak Jadi Bahan Baku PDAM

TERCEMAR. Air Sungai Sangatta sudah tercemar limbah. Padahal selama ini air sungai tersebut jadi bahan baku utama PDAM Sangatta.

PROKAL.CO, SANGATTA. Selain faktor aktivitas pertambangan dan perkebunan yang berada di hulu Sungai Sangatta yang dicurigai sebagai penyebab tercemarnya sungai, padatnya pemukiman masyarakat yang berada di sepanjang bantaran Sungai Sangatta disinyalir menjadi salah satu penyumbang pencemaran tersebut.
Untuk itu, Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menganggap perlu adanya pembenahan serta penataan terhadap DAS Sungai Sangatta, guna meminimalisir pencemaran yang sudah terjadi.
Ketua Forum DAS Kutim Profesor (Prof) Juremi Sugeri mengatakan, saat ini sudah ada indentifkasi karakteristrik terhadap DAS di wilayah Kutim. Diketahui terdapat 282 sungai di Kutim dengan 63 sungai besar.  Dari jumlah yang ada, saat ini ada 4 sungai yang menjadi prioritas penanganan karena terjadinya pencemaran.
Prioritas pertama adalah Sungai Sangatta karena tingkat pencemarannya cukup tinggi dan harus segera mendapatkan penanganan. Sementara Sungai Bengalon menjadi prioritas kedua, kemudian Sungai Karangan menjadi prioritas ketiga dan prioritas keempat adalah Sungai Manubar.
Dengan menjadi prioritas pertama dan melihat kondisi Sungai Sangatta yang cukup tercemar, ke depan tidak menutup kemungkinan perlu dilakukannya pembangunan jalur hijau di sepanjang DAS Sangatta. Seperti yang dilakukan di sepanjang Sungai Karang Mumus di Samarinda. Dengan membuat jalur hijau di sepanjang DAS Sungai Sangatta, maka otomatis akan ada relokasi terhadap masyarakat yang saat ini sudah mendiami sepanjang bantaran aliran Sungai Sangatta. Namun hal ini masih dalam kajian FORDAS Kutim untuk nantinya diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim).
Dijelaskan Juremi, bahwa selama ini pemkab maupun masyarakat Kutim hanya mengetahui bahwa layak atau tidaknya air Sungai Sangatta menjadi bahan baku air minum, dari hasil pengolahan di PDAM Kutim. Namun jika dilihat secara kasat mata, maka Sungai Sangatta terlihat tidak layak menjadi bahan baku air minum masyarakat.
“Dengan menjaga kebersihan Sungai Sangatta maka otomatis akan meningkatkan kualitas baku mutu air Sungai Sangatta sebagai bahan baku air minum. Terlebih Sungai Sangatta merupakan satu-satunya  sumber bahan baku air minum bagi masyarakat kota Sangatta,” terangnya mengakhiri.(jn/rin)


BACA JUGA

Minggu, 19 Februari 2017 02:08

Polisi Geledah Sekolah di Bontang, Memangnya Ada Apa Ya...?

BONTANG. Tingginya peredaran narkoba di Kota Bontang menjadi atensi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:16

Curi Lampu Jalan, Divonis 2 Tahun

SANGATTA.   Ezhar Ramadhan alias Reza dan Muhammad Jain alias Jen, dua pencuri puluhan solar…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:13

Dianak Tirikan, Tak Patah Semangat

TANJUNG REDEB. Meskipun Kabupaten Berau kerap “dikucilkan” dari agenda pariwisata nasional…

Jumat, 17 Februari 2017 17:07

Bangun PLTU, Pemerintah Tak Keluar Uang

TANJUNG REDEB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau masih melakukan penjajakan sebelum memulai langkah…

Jumat, 17 Februari 2017 17:05

BB Naik, Kas Negara Bertambah

SANGATTA.  Kejaksaan Negeri Sangatta melakukan pemusnahan barang bukti (BB) perkara pidana yang…

Kamis, 16 Februari 2017 18:49

Perlu Pembatasan Kendaraan di Maratua

TANJUNG REDEB. Direncanakan sebagai salah satu destinasi wisata, Pulau Maratua dinilai sudah perlu dibatasi…

Kamis, 16 Februari 2017 18:47

Orang Bontang Boros

BONTANG. Jumlah rata–rata pengeluaran per kapita penduduk Bontang rupanya cukup tinggi. Bahkan…

Kamis, 16 Februari 2017 18:45

Disdukcapil Klaim Capai 97 Persen

SAMARINDA. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda mengklaim, tugasnya merekam…

Rabu, 15 Februari 2017 16:52

Dibangun dari Kayu Bekas, Wabup Pun Iba

Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku kagum dengan keberadan Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatullah…

Rabu, 15 Februari 2017 16:48

Perlu Rp 153 Miliar

TANA PASER. Pasir Belengkong menjadi daerah ketujuh yang dikunjungi rombongan Pemkab Paser dalam agenda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .