MANAGED BY:
SABTU
29 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 15 Februari 2017 16:50
Bahaya, Air Sungai Sangatta Tercemar

Tak Layak Jadi Bahan Baku PDAM

TERCEMAR. Air Sungai Sangatta sudah tercemar limbah. Padahal selama ini air sungai tersebut jadi bahan baku utama PDAM Sangatta.

PROKAL.CO, SANGATTA. Selain faktor aktivitas pertambangan dan perkebunan yang berada di hulu Sungai Sangatta yang dicurigai sebagai penyebab tercemarnya sungai, padatnya pemukiman masyarakat yang berada di sepanjang bantaran Sungai Sangatta disinyalir menjadi salah satu penyumbang pencemaran tersebut.
Untuk itu, Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menganggap perlu adanya pembenahan serta penataan terhadap DAS Sungai Sangatta, guna meminimalisir pencemaran yang sudah terjadi.
Ketua Forum DAS Kutim Profesor (Prof) Juremi Sugeri mengatakan, saat ini sudah ada indentifkasi karakteristrik terhadap DAS di wilayah Kutim. Diketahui terdapat 282 sungai di Kutim dengan 63 sungai besar.  Dari jumlah yang ada, saat ini ada 4 sungai yang menjadi prioritas penanganan karena terjadinya pencemaran.
Prioritas pertama adalah Sungai Sangatta karena tingkat pencemarannya cukup tinggi dan harus segera mendapatkan penanganan. Sementara Sungai Bengalon menjadi prioritas kedua, kemudian Sungai Karangan menjadi prioritas ketiga dan prioritas keempat adalah Sungai Manubar.
Dengan menjadi prioritas pertama dan melihat kondisi Sungai Sangatta yang cukup tercemar, ke depan tidak menutup kemungkinan perlu dilakukannya pembangunan jalur hijau di sepanjang DAS Sangatta. Seperti yang dilakukan di sepanjang Sungai Karang Mumus di Samarinda. Dengan membuat jalur hijau di sepanjang DAS Sungai Sangatta, maka otomatis akan ada relokasi terhadap masyarakat yang saat ini sudah mendiami sepanjang bantaran aliran Sungai Sangatta. Namun hal ini masih dalam kajian FORDAS Kutim untuk nantinya diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim).
Dijelaskan Juremi, bahwa selama ini pemkab maupun masyarakat Kutim hanya mengetahui bahwa layak atau tidaknya air Sungai Sangatta menjadi bahan baku air minum, dari hasil pengolahan di PDAM Kutim. Namun jika dilihat secara kasat mata, maka Sungai Sangatta terlihat tidak layak menjadi bahan baku air minum masyarakat.
“Dengan menjaga kebersihan Sungai Sangatta maka otomatis akan meningkatkan kualitas baku mutu air Sungai Sangatta sebagai bahan baku air minum. Terlebih Sungai Sangatta merupakan satu-satunya  sumber bahan baku air minum bagi masyarakat kota Sangatta,” terangnya mengakhiri.(jn/rin)


BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 16:29

Siapkan Sanksi dan Denda

TANJUNG REDEB. Jika selama ini belum ada regulasi jelas larangan penangkapan semua jenis dan ukuran…

Jumat, 28 April 2017 16:27

Dugaan Korupsi Terancam Bikin Gaduh

BONTANG. Pengungkapan kasus dugaan markup pengadaan tangga eskalator di kantor Sekretariat DPRD terus…

Kamis, 27 April 2017 22:43

Pertamina Restui Permintaan Neni

BONTANG. Impian Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membangun alun-alun kota yang cantik  bakal terwujud.…

Kamis, 27 April 2017 22:43

Pembunuh Mertua Diganjar 18 Tahun

SANGATTA. Mungkin menyadari dirinya bersalah, sehingga layak dihukum berat, Jumardi (38), pelaku pembunuhan…

Rabu, 26 April 2017 16:59

Empat PSK Kepergok Mangkal

TENGGARONG. Semakin banyaknya keluhan masyarakat tentang menjamurnya praktik prostitusi dan peredaran…

Rabu, 26 April 2017 16:56

Prakla Tak Lagi Jadi Tempat Esek-esek?

BONTANG. Komitmen Wali Kota Bontang Neni Moerniani dan Wawali Basri Rase menata lokasi kampung atas…

Selasa, 25 April 2017 01:45

Tarif Jargas Turun

BONTANG. Biaya minimum pemakaian jaringan gas (jargas) bagi rumah tangga dan pelanggan kecil turun.…

Selasa, 25 April 2017 01:44

Tak Punya Kartu Nelayan Dilarang Masuk PPI

BONTANG. Sejak sepekan ini, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Bontang menerapkan peraturan baru bagi…

Selasa, 25 April 2017 01:42

Konstruksi Dipesan dari Jawa

TENGGARONG.  Warga di kawasan hulu Kukar kini dapat sedikit bernapas lega. Proyek pembangunan Jembatan…

Selasa, 25 April 2017 01:41

Tiru Bali, Perlu Ratusan Tahun

TENGGARONG.  Krisis keuangan daerah yang melanda Kukar akibat merosotnya harga bahan tambang, nampaknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .