MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Rabu, 15 Februari 2017 16:38
Pendatang Tak Pengaruhi Pencaker

PROKAL.CO, SAMARINDA. Serbuan pendatang di Kota Tepian rupanya tak mempengaruhi lowongan kerja yang tersedia. Sebab, kebanyakan para pencari kerja masih diisi oleh warga Samarinda sendiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, Erham Yusuf mengatakan, pendatang diyakini tidak berpengaruh terhadap jumlah lowongan yang tersedia di Samarinda. Hal ini terlihat dari pendaftar kerja pada tahun lalu. Walaupun ada peningkatan tetapi para pencari kerja (pencaker) tersebut masih didominasi oleh siswa yang baru lulus dari SMK. Karena memang saat ini musim kelulusan. “Ada yang lanjut kuliah ada yang mencari kerja. Bulan ini saja ada 46 orang yang seluruhnya adalah warga Samarinda,” ucapnya.
Hal itu diperkuat dari catatan pihaknya, pada tiap bulannya pencaker dari luar daerah memang terbilang sedikit. Dirata-rata jumlah pencaker dari luar daerah hanya berkisar 3 sampai 5 orang per bulannya. “Artinya memang yang mencari kerja ini dominan orang lokal. Sejauh ini belum ada peningkatan, lapangan pekerjaan juga dirasa cukup kalau pendatang mencari kerja,” bebernya.
Sedangkan untuk lowongan yang masih terbuka lebar di Kota Tepian adalah sektor perdagangan. Selain banyaknya mal dan pusat perbelanjaan, di Samarinda juga banyak usaha-usaha pribadi seperti toko dan usaha jasa. “Dengan begitu, terkait lapangan pekerjaan saya rasa masih tak terpengaruh dengan lonjakan pendatang,” sebutnya.
Pendatang yang mencari kerja disebutnya sangat bervariasi, mulai dari yang berkompeten dan memiliki skil sampai yang tidak sama sekali. “Saya tidak ingat berapa pastinya, tapi jika yang berijazah S1 dan memiliki keahlian pasti mencari kerja di perusahaan. Sebaliknya, yang biasa saja menjadi penjaga toko dan membantu berjualan,” tuturnya.
Dirinya tetap mengingatkan, pendatang baru yang menetap di Samarinda tentu harus memenuhi kebutuhan hidup dengan mencari kerja. Maka kewajiban untuk mengikuti aturan harus tetap diutamakan, seperti menunjukkan surat pindah domisili, jika belum membuat KTP. “Kami tidak bisa menghalangi juga orang untuk mencari kerja. Tapi harus tetap ikuti aturan disini,” pungkasnya.
Masalah ini rupanya juga ditanggapi Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), Khairil Anwar yang menilai kini terjadi perubahan dari pendatang untuk mencari kerja. Jika dulu pendatang yang bekerja sudah dibekali keahlian, kini sudah tidak lagi. “Maka yang tersedia adalah sektor informal atau yang disebut Disnaker adalah sektor perdagangan tadi. Seperti jadi penjual bakso, pedagang kaki lima dan lainnya,” ucap Khairil.
Kondisi ini justru bisa menjadi masalah jika tak dikelola dengan benar. Pasalnya, di tengah kondisi ekonomi yang melambat belum tentu para pendatang ini bisa bertahan dengan persaingan yang terjadi. “Modal mereka sedikit, sementara sektor informal malah jadi bertumpuk yang membuat persaingan menjadi sulit. Efeknya nanti bisa menjadi masalah sosial,” tandasnya. (hfz/beb)


BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 22:32

Warga Matikan Mesin Intake

SAMARINDA. Warga Selili yang menduduki Intake PDAM Tirta Kencana Samarinda selama tiga hari terakhir…

Kamis, 27 April 2017 22:31

Pendemo Bakal Dipolisikan

WARGA Kelurahan Selili, Samarinda Ilir yang melakukan aksi menduduki Instalasi Pengolahan Air (IPA)…

Kamis, 27 April 2017 22:31

Distribusi Air Bersih Terganggu

PASOKAN air bersih yang diolah PDAM Tirta Kencana Samarinda ke sejumlah rumah warga di dua Samarinda…

Kamis, 27 April 2017 22:30

Sembako Naik Jelang Ramadan

SAMARINDA. Hingga pekan ini harga kebutuhan bahan pokok di pasaran masih stabil. Pemkot Samarinda memprediksi,…

Kamis, 27 April 2017 22:30

Ingin Wujudkan Sistem Kerja yang Efektif

Memakai kemeja putih tanpa dasi, lengan bajunya pun sudah disingsingkan. Jam di dinding telah menunjukkan…

Rabu, 26 April 2017 16:50

Ilir-Sambutan Terancam Krisis Air

SAMARINDA. Memasuki hari kedua, aksi demo warga Selili menduduki Intake PDAM belum mendapat respons…

Rabu, 26 April 2017 16:47

Stok Pangan Masih Aman

SAMARINDA. Masih sebulan lagi jelang Ramadan, Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai berbenah. Di antaranya…

Selasa, 25 April 2017 01:32

Intake Selili Diboikot Warga

SAMARINDA. Lantaran tak kunjung mendapat kejelasan, puluhan warga Selili yang menjadi korban tanah lonsgor…

Selasa, 25 April 2017 01:31

Partai Minta Rp 25 Juta per Calon

SAMARINDA. Politik memang mahal. Tidak punya modal, sebaiknya mengundurkan diri. Begitu pula yang terjadi…

Selasa, 25 April 2017 01:30

Jaang Dapat Penghargaan dari Presiden

Meski ada segelintir orang yang masih belum puas dengan hasil pembangunan, namun hanya penilaian objektif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .