MANAGED BY:
SABTU
29 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 14 Februari 2017 01:30
TEROR DI BANK BRI..!! Minta Rp 50 Juta, atau Bom Diledakkan

Warga Panik, Dinamit Ditendang

NGGA MELEDAK: Tim penjinak bom mengamankan bom buatan Agus Priyatna.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dengan gaya meyakinkan dan membawa sebuah tas yang diselempangkan di pundak, Agus Fitriana (31) memasuki Bank BRI di tepi Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 11.00 Wita. Tak banyak bicara, Agus hanya memandang sekeliling dalam bank. Saat itu sejumlah karyawan bank sudah mulai sibuk melayani beberapa nasabah yang mulai berdatangan. Bayu Andi (29), satpam bank semula tidak menaruh curiga.
"Saya lalu bertanya, ada yang bisa dibantu pak?," timpal Bayu saat itu.

Agus tak menjawab, namun dia mengeluarkan secarik kertas kecil dari tasnya. "Saya minta uang Rp 50 juta atau bom ini meledak" isi tulisan di kertas lusuh. Melihat tulisan tersebut, Bayu tersentak. Tanpa pikir panjang Bayu langsung memiting dan mendorong keluar Agus bank. Agus tak menyerah begitu saja. Dia coba melawan. Terjadilah pergumulan dengan Bayu.
Saat itulah datang Budimansyah ( 56) yang membantu Bayu.

“Ketika saya melihat satpam bergumul, saya langsung coba membantu. Tiba-tiba bom jatuh. Terus ada yang menendang bom berbentuk dinamit ke tengah jalan,” ujar Budimansyah ditemui Sapos di lokasi kejadian.

Seakan tak memedulikan dinamit yang sewaktu-waktu bisa meledak, perhatian warga justru tertuju kepada Agus. Tanpa ampun warga yang mengetahui Agus adalah perampok, menghakiminya. “Saya menerima telepon dari pak Budimansyah yang merupakan ketua RT di sekitar tempat kejadian perkara. Saya diberitahu perihal perampokan itu, saya dan rekan-rekan lain langsung mendatangi TKP,” ujar Aipda Andrianus, personel Babinkamtibmas Kelurahan Bukit Pinang, yang memang wilayah kerjanya mencakup tempat Agus merampok bank.

Begitu tiba, anggota Polsekta Samarinda Ulu yang mendapat kabar Agus membawa dinamit siap meledak langsung mensterilkan lokasi kejadian. Sembari berjibaku dengan warga, polisi mengamankan Agus. Polisi berusaha mengamankan Agus dari amukan warga yang terus berusaha menghajarnya.

Dari teras BRI tempat Agus diamankan, sekitar 7 meter menuju mobil patroli, warga terus berusaha melayangkan tendangan dan pukulan. Polisi sempat kewalahan menenangkan warga. Dengan bersusah payah, Agus pun akhirnya berhasil dimasukkan mobil.

“Kami langsung mensterilkan lokasi kejadian. Kami memasang pengaman dari tali rapia, untuk menghalau warga mendekat sementara menunggu pita garis polisi dan rekan Tim Gegana Brimob (Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, Red),” jelas Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan.

Selain memasang tali rafia dengan radius sekitar 100 meter, polisi juga meletakkan kursi plastik berwarna hijau persis di dekat dinamit. Polisi terpaksa menutup Jalan Pangeran Suryanata. Baik kendaraan yang hendak masuk atau keluar Samarinda tak satupun boleh melintas. Polisi mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan dinamit yang tergeletak persis di tengah jalan.

Hampir dua jam Jalan Pangeran Suryanata lumpuh total. Antrean kendaraan menuju arah keluar kota terjadi mulai simpang Air Putih, sementara kendaraan dari arah Tenggarong juga mengular hingga patung Mal Lembuswana. Setelah Tim Gegana Brimob tiba, menggunakan pakaian dan peralatan khusus, seorang petugas melakukan evakuasi dinamit di tengah jalan dan rangkaian baterai yang diduga pemicu bom di tangga di teras BRI.

Setelah itu barulah bom diamankan ke tempat khusus untuk di bawa ke markas Brimob di Samarinda Seberang. Akhirnya arus lalu lintas pun berangsur normal. “Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan di kantor,” tegas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi ditemani sejumlah perwira di lingkungan Polresta Samarinda dan Brimob Polda Kaltim yang mengawasi langsung proses evakuasi dinamit yang membuat geger warga. (rin/beb)


BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 16:07

ABG 12 Tahun Cabuli 7 Bocah

TERTUNDUK. EC tertunduk ketika meladeni pertanyaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)…

Jumat, 28 April 2017 16:06

Bos Semoga Jaya Dipolisikan

SAMARINDA. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah bangkrut utang berlimpah. Itulah nasib CV Semoga Jaya…

Jumat, 28 April 2017 16:04

Aidil Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Sidang lanjutan dugaan korupsi pengelolaan dana hibah KONI untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi…

Kamis, 27 April 2017 22:19

1 Orang Tewas, 59 Kritis

TENGGARONG. Rabu (26/4) pagi, puluhan warga asal Desa Jantur Selatan dan Jantur Baru berbondong-bondong…

Kamis, 27 April 2017 22:19

Mahasiswa Tewas dalam Penjara

SAMARINDA. Pupus sudah harapan Sayid Agil dan Rubiyah melihat putra pertamanya, Sayid Muhammad Talib…

Kamis, 27 April 2017 22:18

Ogah telan Obat, Sudah Sesuai Prosedur

TEWASNYA Sayid Muhammad Talib diduga akibat kelalaian yang dilakukan petugas klinik beserta dokter dan…

Kamis, 27 April 2017 22:17

Dipijat dengan Badik

SAMARINDA. Dua tikaman di punggung tak membuat Surianto kehilangan nyawa. Pemuda 28 tahun itu pelahan…

Kamis, 27 April 2017 22:16

Ajak Berjualan, Haramkan Meminta-minta di Jalan

Tidak semua orang bisa menjadi relawan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan tidak mampu. Sayangnya,…

Rabu, 26 April 2017 16:25

Perut Wakar Jebol

SAMARINDA. Suasana pagi sekitar pukul 06.00 Wita, di Jalan M Said, Lok Bahu, Sungai Kunjang, kemarin…

Rabu, 26 April 2017 16:24

ABG “Dihargai” Rp 1 Juta

SAMARINDA. Malam kian larut. Suasana lalu lintas di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, sekitar pukul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .