MANAGED BY:
SENIN
24 JULI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 14 Februari 2017 01:30
TEROR DI BANK BRI..!! Minta Rp 50 Juta, atau Bom Diledakkan

Warga Panik, Dinamit Ditendang

NGGA MELEDAK: Tim penjinak bom mengamankan bom buatan Agus Priyatna.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dengan gaya meyakinkan dan membawa sebuah tas yang diselempangkan di pundak, Agus Fitriana (31) memasuki Bank BRI di tepi Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 11.00 Wita. Tak banyak bicara, Agus hanya memandang sekeliling dalam bank. Saat itu sejumlah karyawan bank sudah mulai sibuk melayani beberapa nasabah yang mulai berdatangan. Bayu Andi (29), satpam bank semula tidak menaruh curiga.
"Saya lalu bertanya, ada yang bisa dibantu pak?," timpal Bayu saat itu.

Agus tak menjawab, namun dia mengeluarkan secarik kertas kecil dari tasnya. "Saya minta uang Rp 50 juta atau bom ini meledak" isi tulisan di kertas lusuh. Melihat tulisan tersebut, Bayu tersentak. Tanpa pikir panjang Bayu langsung memiting dan mendorong keluar Agus bank. Agus tak menyerah begitu saja. Dia coba melawan. Terjadilah pergumulan dengan Bayu.
Saat itulah datang Budimansyah ( 56) yang membantu Bayu.

“Ketika saya melihat satpam bergumul, saya langsung coba membantu. Tiba-tiba bom jatuh. Terus ada yang menendang bom berbentuk dinamit ke tengah jalan,” ujar Budimansyah ditemui Sapos di lokasi kejadian.

Seakan tak memedulikan dinamit yang sewaktu-waktu bisa meledak, perhatian warga justru tertuju kepada Agus. Tanpa ampun warga yang mengetahui Agus adalah perampok, menghakiminya. “Saya menerima telepon dari pak Budimansyah yang merupakan ketua RT di sekitar tempat kejadian perkara. Saya diberitahu perihal perampokan itu, saya dan rekan-rekan lain langsung mendatangi TKP,” ujar Aipda Andrianus, personel Babinkamtibmas Kelurahan Bukit Pinang, yang memang wilayah kerjanya mencakup tempat Agus merampok bank.

Begitu tiba, anggota Polsekta Samarinda Ulu yang mendapat kabar Agus membawa dinamit siap meledak langsung mensterilkan lokasi kejadian. Sembari berjibaku dengan warga, polisi mengamankan Agus. Polisi berusaha mengamankan Agus dari amukan warga yang terus berusaha menghajarnya.

Dari teras BRI tempat Agus diamankan, sekitar 7 meter menuju mobil patroli, warga terus berusaha melayangkan tendangan dan pukulan. Polisi sempat kewalahan menenangkan warga. Dengan bersusah payah, Agus pun akhirnya berhasil dimasukkan mobil.

“Kami langsung mensterilkan lokasi kejadian. Kami memasang pengaman dari tali rapia, untuk menghalau warga mendekat sementara menunggu pita garis polisi dan rekan Tim Gegana Brimob (Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, Red),” jelas Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan.

Selain memasang tali rafia dengan radius sekitar 100 meter, polisi juga meletakkan kursi plastik berwarna hijau persis di dekat dinamit. Polisi terpaksa menutup Jalan Pangeran Suryanata. Baik kendaraan yang hendak masuk atau keluar Samarinda tak satupun boleh melintas. Polisi mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan dinamit yang tergeletak persis di tengah jalan.

Hampir dua jam Jalan Pangeran Suryanata lumpuh total. Antrean kendaraan menuju arah keluar kota terjadi mulai simpang Air Putih, sementara kendaraan dari arah Tenggarong juga mengular hingga patung Mal Lembuswana. Setelah Tim Gegana Brimob tiba, menggunakan pakaian dan peralatan khusus, seorang petugas melakukan evakuasi dinamit di tengah jalan dan rangkaian baterai yang diduga pemicu bom di tangga di teras BRI.

Setelah itu barulah bom diamankan ke tempat khusus untuk di bawa ke markas Brimob di Samarinda Seberang. Akhirnya arus lalu lintas pun berangsur normal. “Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan di kantor,” tegas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi ditemani sejumlah perwira di lingkungan Polresta Samarinda dan Brimob Polda Kaltim yang mengawasi langsung proses evakuasi dinamit yang membuat geger warga. (rin/beb)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 13:49

“Duarrr…!!!” Api Membara di Tengah Kota

SAMARINDA. Suara ledakan kontan mengejutkan Misyanti, yang hanya seorang diri di rumah. Ibu rumah tangga…

Jumat, 21 Juli 2017 13:46

Guru Minta Maaf ke Belasan Siswa

SAMARINDA. Satu persatu siswa siswi salah satu SMP di kawasan Loa Janan Ilir dihampiri Sofian Nanang…

Jumat, 21 Juli 2017 13:41

Soroti Tingginya Biaya Masuk

SAMARINDA. Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Vincero. Marwah, sang ibu juga terlihat begitu senang…

Jumat, 21 Juli 2017 13:38

Peneliti dan Pawang Beda Argumen

Lewat video berdurasi 5,9 menit yang menjadi viral di jagad maya, buaya dari Kampung Biatan Lempake,…

Kamis, 20 Juli 2017 10:29

Buaya Lempake Makan Manusia

TANJUNG REDEB. Nyali Syarifudin cukup tinggi. Dia sudah tahu kalau sungai di dekat rumahnya banyak dihuni…

Kamis, 20 Juli 2017 10:22

Sering Dibully, Bos Dibantai

SAMARINDA. Dorrr…. Letusan pistol polisi mengakhiri pelarian Irfan alias Asek. Dia adalah pembantai…

Kamis, 20 Juli 2017 10:19

Curhat, Ibu Vincero Menangis

SAMARINDA. David Saputo dan istrinya Marwah Baco duduk lesehan di teras gedung DPRD Kota Samarinda,…

Rabu, 19 Juli 2017 11:16

“Ngekos” di Kolong Jembatan Mahakam

SAMARINDA. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda belum berhenti membersihkan Jembatan…

Rabu, 19 Juli 2017 11:12

Pertanyakan Biaya, Ditolak Sekolah

Di saat sebagian bocah SD bersuka cita menyambut tahun ajaran baru, kisah pilu datang dari keluarga…

Rabu, 19 Juli 2017 11:10

Dinding Gosong, Poster Guru Sekumpul Tak Tersentuh Api

Selalu ada keajaiban dalam setiap musibah. Ada cerita lain dari kebakaran di Jalan Pangeran Suryanata,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .