MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 14 Februari 2017 01:30
TEROR DI BANK BRI..!! Minta Rp 50 Juta, atau Bom Diledakkan

Warga Panik, Dinamit Ditendang

NGGA MELEDAK: Tim penjinak bom mengamankan bom buatan Agus Priyatna.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dengan gaya meyakinkan dan membawa sebuah tas yang diselempangkan di pundak, Agus Fitriana (31) memasuki Bank BRI di tepi Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 11.00 Wita. Tak banyak bicara, Agus hanya memandang sekeliling dalam bank. Saat itu sejumlah karyawan bank sudah mulai sibuk melayani beberapa nasabah yang mulai berdatangan. Bayu Andi (29), satpam bank semula tidak menaruh curiga.
"Saya lalu bertanya, ada yang bisa dibantu pak?," timpal Bayu saat itu.

Agus tak menjawab, namun dia mengeluarkan secarik kertas kecil dari tasnya. "Saya minta uang Rp 50 juta atau bom ini meledak" isi tulisan di kertas lusuh. Melihat tulisan tersebut, Bayu tersentak. Tanpa pikir panjang Bayu langsung memiting dan mendorong keluar Agus bank. Agus tak menyerah begitu saja. Dia coba melawan. Terjadilah pergumulan dengan Bayu.
Saat itulah datang Budimansyah ( 56) yang membantu Bayu.

“Ketika saya melihat satpam bergumul, saya langsung coba membantu. Tiba-tiba bom jatuh. Terus ada yang menendang bom berbentuk dinamit ke tengah jalan,” ujar Budimansyah ditemui Sapos di lokasi kejadian.

Seakan tak memedulikan dinamit yang sewaktu-waktu bisa meledak, perhatian warga justru tertuju kepada Agus. Tanpa ampun warga yang mengetahui Agus adalah perampok, menghakiminya. “Saya menerima telepon dari pak Budimansyah yang merupakan ketua RT di sekitar tempat kejadian perkara. Saya diberitahu perihal perampokan itu, saya dan rekan-rekan lain langsung mendatangi TKP,” ujar Aipda Andrianus, personel Babinkamtibmas Kelurahan Bukit Pinang, yang memang wilayah kerjanya mencakup tempat Agus merampok bank.

Begitu tiba, anggota Polsekta Samarinda Ulu yang mendapat kabar Agus membawa dinamit siap meledak langsung mensterilkan lokasi kejadian. Sembari berjibaku dengan warga, polisi mengamankan Agus. Polisi berusaha mengamankan Agus dari amukan warga yang terus berusaha menghajarnya.

Dari teras BRI tempat Agus diamankan, sekitar 7 meter menuju mobil patroli, warga terus berusaha melayangkan tendangan dan pukulan. Polisi sempat kewalahan menenangkan warga. Dengan bersusah payah, Agus pun akhirnya berhasil dimasukkan mobil.

“Kami langsung mensterilkan lokasi kejadian. Kami memasang pengaman dari tali rapia, untuk menghalau warga mendekat sementara menunggu pita garis polisi dan rekan Tim Gegana Brimob (Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, Red),” jelas Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan.

Selain memasang tali rafia dengan radius sekitar 100 meter, polisi juga meletakkan kursi plastik berwarna hijau persis di dekat dinamit. Polisi terpaksa menutup Jalan Pangeran Suryanata. Baik kendaraan yang hendak masuk atau keluar Samarinda tak satupun boleh melintas. Polisi mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan dinamit yang tergeletak persis di tengah jalan.

Hampir dua jam Jalan Pangeran Suryanata lumpuh total. Antrean kendaraan menuju arah keluar kota terjadi mulai simpang Air Putih, sementara kendaraan dari arah Tenggarong juga mengular hingga patung Mal Lembuswana. Setelah Tim Gegana Brimob tiba, menggunakan pakaian dan peralatan khusus, seorang petugas melakukan evakuasi dinamit di tengah jalan dan rangkaian baterai yang diduga pemicu bom di tangga di teras BRI.

Setelah itu barulah bom diamankan ke tempat khusus untuk di bawa ke markas Brimob di Samarinda Seberang. Akhirnya arus lalu lintas pun berangsur normal. “Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan di kantor,” tegas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi ditemani sejumlah perwira di lingkungan Polresta Samarinda dan Brimob Polda Kaltim yang mengawasi langsung proses evakuasi dinamit yang membuat geger warga. (rin/beb)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 14:43

"Main Tanah", Lurah Jadi Tersangka

SAMARINDA. Kasus yang menimpa Lurah Gunung Lingai, Sungai Pinang, Saripudin La Bario (sebelumnya ditulis…

Jumat, 17 November 2017 13:56

Lengan Putus, Ayah Tewas

SAMARINDA. Begitu perih dan hancur perasaan Yontri. Pemuda 23 tahun itu menyaksikan ayahnya, Yabun (67)…

Jumat, 17 November 2017 13:52

Kekurangan Komputer Bukan Alasan Pungutan

SAMARINDA. Hampir semua sekolah setingkat SMP di Kota Tepian didera kekurangan perangkat komputer jelang…

Jumat, 17 November 2017 13:47

Triniti Cangkok Daging Di Tiongkok Cina

Empat hari lalu (13/11) genap satu tahun peristiwa bom di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Kamis, 16 November 2017 16:51

Bongkar Aib Playboy, Video Hot Tersebar

SAMARINDA. Luka akibat dikhianati sahabat jauh lebih menyakitkan daripada disakiti oleh musuh. Rasa…

Kamis, 16 November 2017 16:13

Pungutan Sukarela, tapi Nominal Ditentukan

Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali menyeruak di lingkungan sekolah negeri. Isu itu berhembus di MTs…

Kamis, 16 November 2017 16:10

Tetap Semangat Meski Saraf Terancam Lumpuh

Di usia yang masih dini, Riska Devi harus menghadapi kenyataan pahit. Bocah usia 6 tahun asal Anggana,…

Rabu, 15 November 2017 15:35

Duar!!! Pasutri Terbakar

SAMARINDA. Arbani alias Bajau (45) langsung bergidik ketika kompor yang digunakannya memasak bumbu nasi…

Rabu, 15 November 2017 15:34

ADA APA..?? Pemkot Digugat Wakil Rakyat Rp 18,7 Miliar

Chairil Usman, anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, kembali bersinggungan dengan Pemkot Samarinda.…

Senin, 13 November 2017 01:06

Karyawati Cantik Diperkosa Teman Sekantor

TANJUNG REDEB. Nafsu tak memandang jabatan dan status. Seorang oknum pekerja di salah satu perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .