MANAGED BY:
SENIN
20 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Selasa, 07 Februari 2017 03:26
Kontraktor Demo, Wali Kota Sakit
DEMO: Kontraktor menuntut haknya.

PROKAL.CO, BONTANG. Ancaman para kontraktor untuk menggelar aksi ternyata bukan hanya isapan jempol belaka. Puluhan kontraktor yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha Lokal Bontang (FKPLB) menduduki Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Bontang,  Senin (6/2) kemarin.

Mereka menuntut kejelasan waktu pembayaran proyek kegiatan fisik dan pengadaan barang serta jasa tahun anggaran 2016. Aksi demonstrasi dimulai sejak pukul 09.00 Wita. Sejumlah pernak-pernik alat peraga aksi dan spanduk bertuliskan “Segera Bayar Hak Kami” terpasang. Tepat di lahan parkir, sebuah mobil pikap dilengkapi alunan musik Iwan Fals turut memeriahkan jalannya aksi yang rencananya akan berhenti pukul 16.00 Wita.  Mereka pun silih berganti berorasi, diawali dengan orasi dari Ketua FKPLB Frans Micha.

“Kedatangan kami kemari bertujuan untuk meminta kejelasan hak kami yang belum dibayarkan oleh Pemkot Bontang. Beberapa waktu lalu, pemkot berjanji akan membayar selambat-lambatnya Februari. Sampai saat ini tak kunjung terbayarkan,” ungkapnya.

Adanya surat dari DPRD per 31 Januari 2017 yang menyurati Pemkot Bontang, ditengarai menjadi penghambat dilakukannya pergeseran anggaran mendahului perubahan, untuk dipakai membayar kepada pihak rekanan.  

“Pergeseran yang dilakukan sudah memenuhi regulasi sesuai Permendagri Nomor 37. Jangan kami dijadikan korban, bunga bank dan denda siapa yang mau tanggung,” bebernya.
Hal senada turut disampaikan Wakil Ketua FKPLB Muqrim. Ia mensinyalir kondisi demikian digiring ke arah politis oleh pihak legislatif.

“Kami meminta apa yang teman-teman suarakan ini, tidak menjadi konflik kepentingan. Dalam aturan sudah jelas, DPRD hanya sekadar pemberitahuan, yang berhak menyetujui adalah sekda,” ujarnya. Selain melakukan orasi, para kontraktor juga membentangkan sebuah terpal seraya bermain gaplek. Mereka berharap aksi mereka mendapat perhatian serius oleh Pemkot Bontang.

Sayangnya tak seorang pun perwakilan dari pihak Pemkot Bontang berhasil ditemui pendemo. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang sedang berada di Rumah Jabatan (Rumjab) juga tak bisa ditemui.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Ajudan Wali kota Bontang, Irwan mengatakan Neni sedang dalam keadaan sakit dan tak bisa ditemui. "Nanti saja dihubungi, soalnya ibu (Neni, Red) lagi sakit. Yang terima tamu saja suami (Sofyan Hasdam)," kata Irwan kepada sejumlah awak media.  (ivr/rin)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Februari 2017 13:16

Curi Lampu Jalan, Divonis 2 Tahun

SANGATTA.   Ezhar Ramadhan alias Reza dan Muhammad Jain alias Jen, dua pencuri puluhan solar…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:13

Dianak Tirikan, Tak Patah Semangat

TANJUNG REDEB. Meskipun Kabupaten Berau kerap “dikucilkan” dari agenda pariwisata nasional…

Jumat, 17 Februari 2017 17:07

Bangun PLTU, Pemerintah Tak Keluar Uang

TANJUNG REDEB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau masih melakukan penjajakan sebelum memulai langkah…

Jumat, 17 Februari 2017 17:05

BB Naik, Kas Negara Bertambah

SANGATTA.  Kejaksaan Negeri Sangatta melakukan pemusnahan barang bukti (BB) perkara pidana yang…

Kamis, 16 Februari 2017 18:49

Perlu Pembatasan Kendaraan di Maratua

TANJUNG REDEB. Direncanakan sebagai salah satu destinasi wisata, Pulau Maratua dinilai sudah perlu dibatasi…

Kamis, 16 Februari 2017 18:47

Orang Bontang Boros

BONTANG. Jumlah rata–rata pengeluaran per kapita penduduk Bontang rupanya cukup tinggi. Bahkan…

Kamis, 16 Februari 2017 18:45

Disdukcapil Klaim Capai 97 Persen

SAMARINDA. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda mengklaim, tugasnya merekam…

Rabu, 15 Februari 2017 16:52

Dibangun dari Kayu Bekas, Wabup Pun Iba

Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku kagum dengan keberadan Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatullah…

Rabu, 15 Februari 2017 16:50

Bahaya, Air Sungai Sangatta Tercemar

SANGATTA. Selain faktor aktivitas pertambangan dan perkebunan yang berada di hulu Sungai Sangatta yang…

Rabu, 15 Februari 2017 16:48

Perlu Rp 153 Miliar

TANA PASER. Pasir Belengkong menjadi daerah ketujuh yang dikunjungi rombongan Pemkab Paser dalam agenda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .