MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROLIFE

Selasa, 31 Januari 2017 05:03
Ratusan Warga di Sini Bakal Diungsikan, Jika....
BERBAHAYA: Warga yang bermukim di lokasi berbahaya bisa jadi diungsikan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Musibah longsor masih menghantui warga Selili yang tinggal di lereng bukit. Itu sebabnya pemkot mengimbau kepada warga, khususnya yang tinggal di RT 15, 16 dan 17 untuk untuk lebih waspada. Karena selama musim hujan, tanah di bukit itu terus bergeser.

Dari pantauan awak media ini, sudah enam keluarga di RT 17 yang menjadi korban musibah longsor di kawasan itu. Mereka diberikan dua opsi, yakni mencari rumah sewaan secara mandiri. Biaya sewa selama tiga bulan akan ditanggung pemerintah. Kemudian pilihan lain adalah gratis di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang selama tiga bulan.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail, setelah menggelar rapat mengenai penangan longsor Selili, Senin (30/1) kemarin. “Bantuan evakuasi hanya tiga bulan saja. Selanjutnya sewa sendiri. Atau kalau mau bisa tinggal di rusunawa. Tiga bulan pertama gratis dan selanjutnya sewa. Kan tidak mahal, paling Rp 450 ribu per bulan," tuturnya.

"Tahap selanjutnya akan ada enam rumah lagi. Tidak menutup kemungkinan jika tanah terus bergeser, kita juga akan evakuasi 41 rumah lainnya," tambahnya.
Politisi Partai NasDem ini mengakui jika kondisi bukit di kawasan tersebut sangat rawan. Terutama saat hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan itu. Menurutnya, jika longsor terjadi, nyawa warga di sekitarnya parktis terancam. Makanya dia meminta warga selalu waspada. “Kita harapkan opsi yang kita tawarkan bisa membantu warga di sana,” tambah Nusyirwan.

Berdasarkan data BPBD Kota Samarinda dan pihak Kelurahan Selili, terdapat 41 rumah warga di tiga RT yang terkena dampak longsor. Enam bangunan lainnya masuk dalam daftar terpapar. Sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD sudah mendirikan dua tenda darurat di sekitar lokasi itu.

Selain diisi anggota BPBD, beberapa pihak lain seperti Dinsos melalui Tagana Samarinda, Badan Nasional Penanggulanagan Bencana (BNPB) dan PMI Samarinda, serta relawan kebencanaan yang ada di Samarinda juga disiagakan di tenda tersebut.

Kehadiran mereka dalam rangka membantu warga yang membutuhkan bantuan dalam proses evakuasi serta melakukan pemantauan atas pergerakan tanah yang setiap saat terjadi. Hal ini juga tertuang dalam surat tanggap darurat yang telah dikeluarkan wali kota beberapa hari lalu. Namun sayangnya keberadaan personil gabungan ini akan berakhir mulai hari ini. Hal itu sesuai dengan prosedur tanggap darurat kebencanaan.

“Tenggang waktu tanggap darurat sebenarnya hanya tiga hari sejak diterbitkannya surat tanggap darurat, dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan nantinya,” singkat Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin. (kis/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 01:35

Diam Itu Emas

SEBAGAI seorang model tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Termasuk kabar miring yang terkadang…

Sabtu, 25 Maret 2017 01:34

Betah dengan Novel

Cimeh Al Furqon, gadis Metro Style kali ini punya hobi membaca novel, apalagi jika jalan ceritanya romantis.…

Sabtu, 25 Maret 2017 01:34

Wanita Indonesia itu Berkilau

ADAT Indonesia itu indah dan mewah. Begitulah ungkapan yang sekiranya ingin diperlihatkan fotografer…

Kamis, 26 Januari 2017 12:48

DPRD Usulkan Perusda Pasar

SAMARINDA. Kerja sama antara pasar di Kota Tepian dan investor hingga saat ini belum begitu rapi. Itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .