MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 31 Januari 2017 04:36
Jelawat Membara, Murid Menjerit Dikepung Api

Pemadam Kesulitan Menerobos

SULIT DIPADAMKAN: Kebakaran sempat membuat murid panik.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Lengkingan suara sirine saling bersahutan ketika warga sedang disibukkan dengan aktivitasnya tengah hari kemarin. Di ketinggian asap tebal membubung di salah satu rumah warga di Jalan Jelawat, Gang 4, RT 14, Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir, Senin (30/1) sekitar pukul 12.30 Wita kemarin.

Sontak saja kepanikan warga terjadi di permukiman padat penduduk itu. Terlebih lokasi kebakaran berdekatan dengan Sekolah Dasar Negeri 009 yang saat kejadian sedang dalam proses belajar mengajar di kelas. Abdul Khotib, salah pengajar di sekolah itu mengetahui telah terjadi kebakaran dari salah satu muridnya yang tanpa sengaja melihat kobaran api dari jendela kelas.

“Murid saya itu langsung berteriak 'Pak, Api, Pak!' saya kaget dan lantas keluar dari ruang kelas,” ucap Khotib kepada Sapos. Alangkah terkejutnya Khotib, setelah keluar dari ruang kelas, ternyata jeritan muridnya bukan gurauan. Api membakar bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan sudah mencapai bagian atap. Khotib kemudian mengabarkan kejadian itu kepada guru lainnya. “Saya langsung ungsikan seluruh murid keluar dari dalam ruang kelas saat itu, begitu juga dengan ruang kelas lainnya,” aku Khotib.

Beruntung tidak satupun siswanya yang panik sehingga proses evakuasi berjalan dengan tertib. “Setelah api padam, seluruh siswa kembali ke kelas dan selanjutnya kami pulangkan,” tuturnya lagi.  Sementara itu, Slamet (58) pemilik rumah yang terbakar mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada hanya beberapa meter dari rumahnya yang terbakar.

“Saya lihat kepulan asap dari dalam rumah, langsung saya teriak dan menghampiri rumah saya itu,” ucap Slamet. Slamet panik mengetahui rumahnya mengeluarkan asap tebal dan berusaha masuk dengan cara mendobrak paksa pintu rumah yang terkunci. Slamet menendang keras pintu tersebut agar bisa terbuka. Braaakkk! pintu terbuka namun api sudah menjilat bagian plafon rumah. Slamet pun memilih mundur dan meminta bantuan warga memadamkan api. “Kaki saya sampai luka menendang pintu itu, dan saat pintu terbuka api sudah membesar di bagian plafon rumah,” tambahnya.

Tak lama petugas pemadam kebakaran dibantu warga dan para relawan berusaha keras memadamkan api yang berkobar. Dan dalam waktu singkat api bisa dijinakkan dan tidak menjalar kebangunan warga lainnya. Namun sayang, rumah yang terbuat dari kayu tersebut tak dapat diselamatkan, seluruhnya terbakar. Kondisi rumah yang terletak di kawasan perbukitan dan akses jalan yang sempit, memang menyulitkan petugas pemadam, hal itulah yang mengakibatkan rumah tersebut dan isinya tak terselamatkan dari api.

Dari informasi yang di himpun Sapos, rumah tersebut ditempati oleh Andra (20) salah satu karyawan Ramli, anak dari Slamet. Saat kejadian, Andra yang menempati rumah kayu tersebut tengah berjualan di Pasar Pagi. Diduga api membesar karena korsleting listrik. "Yang jelas dirumah itu tidak ada kompor, tidak ada barang elektronik, hanya memang ada aliran listrik saja. Yang nempati rumah itu karyawan saya, dia sejak jam 10 pagi tadi sudah berangkat ke pasar jualan teh," ucap Ramli.

Kondisi rumah yang terletak di kawasan perbukitan dan akses jalan yang sempit, memang menyulitkan petugas pemadam, hal itulah yang mengakibatkan rumah tersebut dan isinya tak terselamatkan dari api. Pengolah Data Bencana Bidang Tanggap Darurat dan Evakuasi BPBD Kota Samarinda Nanang Arifin mengatakan, sebanyak 1 bangunan rumah tunggal hangus terbakar. ”Alhmadulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ucap Nanang.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yovan Fatika mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. ”Selanjutnya kita akan minta keterangan dari pemilik bangunan dan saksi-saksi lainnya,” singkat Yovan. (kis/beb)


BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 00:44
Teror Buaya Muara Jawa

Disebut Ulah Pencari Tumbal?

SAMARINDA. Pemandangan tak wajar tampak pada jasad Arjuna (16) yang disambar buaya di Sungai TB, terletak…

Senin, 18 September 2017 00:43

YAELA..!! Ganteng-ganteng Jadi Maling

SAMARINDA. Menyandang status sebagai calon sarjana tak ada artinya lagi bagi KM, salah seorang mahasiswa…

Senin, 18 September 2017 00:41

Mukmin Drop Pasca Operasi Tulang Belakang

SAMARINDA. Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal belum bisa kembali mengabdi hingga kini. Pekan lalu,…

Minggu, 17 September 2017 21:33

Giliran Pawang Buaya Diterkam

TENGGARONG. Ratusan warga terus melakukan pencarian jasad Arjuna (16) yang disambar buaya Jumat (15/9)…

Minggu, 17 September 2017 21:28

Dua Bocah Tenggelam, Ibu Nekat Terjun

SAMARINDA. Terlambat sedikit saja, nyawa Muhammad Ubaidillah (3) dan adiknya Muhammad Ummair berusia…

Sabtu, 16 September 2017 14:00

HOROR..!! Disantap Buaya di Depan Orang Banyak

TENGGARONG. Erangan kesakitan seorang pria mengejutkan warga yang sedang berada di pelabuhan tambat…

Sabtu, 16 September 2017 13:57

Wanita Bertato Selingkuhan Oknum Polisi Diciduk

SAMARINDA. Dahlia alias Lia tampak gelisah, seolah sedang dikejar-kejar. Wanita bertubuh kurus dengan…

Jumat, 15 September 2017 17:17

Truk Tejungkang, Furnitur "Dimuntahkan" Dijalan

SAMARINDA. Teledor. Kalimat yang pas untuk menghakimi Saroji. Sopir truk pengangkut furniture ini berani…

Jumat, 15 September 2017 16:32

El Clasico Asia Tenggara

YANGON. Mendengar kata Thailand, pecinta bola tanah air pasti sedikit trauma. Thailand menjadi negara…

Kamis, 14 September 2017 17:03

Takut Disantet Suami, Istri Coba Bunuh Diri

SAMARINDA. Long Distance Relationship (LDR) atau hubungan jarak jauh kerap menimbulkan masalah yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .