MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Selasa, 31 Januari 2017 04:36
Jelawat Membara, Murid Menjerit Dikepung Api

Pemadam Kesulitan Menerobos

SULIT DIPADAMKAN: Kebakaran sempat membuat murid panik.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Lengkingan suara sirine saling bersahutan ketika warga sedang disibukkan dengan aktivitasnya tengah hari kemarin. Di ketinggian asap tebal membubung di salah satu rumah warga di Jalan Jelawat, Gang 4, RT 14, Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir, Senin (30/1) sekitar pukul 12.30 Wita kemarin.

Sontak saja kepanikan warga terjadi di permukiman padat penduduk itu. Terlebih lokasi kebakaran berdekatan dengan Sekolah Dasar Negeri 009 yang saat kejadian sedang dalam proses belajar mengajar di kelas. Abdul Khotib, salah pengajar di sekolah itu mengetahui telah terjadi kebakaran dari salah satu muridnya yang tanpa sengaja melihat kobaran api dari jendela kelas.

“Murid saya itu langsung berteriak 'Pak, Api, Pak!' saya kaget dan lantas keluar dari ruang kelas,” ucap Khotib kepada Sapos. Alangkah terkejutnya Khotib, setelah keluar dari ruang kelas, ternyata jeritan muridnya bukan gurauan. Api membakar bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan sudah mencapai bagian atap. Khotib kemudian mengabarkan kejadian itu kepada guru lainnya. “Saya langsung ungsikan seluruh murid keluar dari dalam ruang kelas saat itu, begitu juga dengan ruang kelas lainnya,” aku Khotib.

Beruntung tidak satupun siswanya yang panik sehingga proses evakuasi berjalan dengan tertib. “Setelah api padam, seluruh siswa kembali ke kelas dan selanjutnya kami pulangkan,” tuturnya lagi.  Sementara itu, Slamet (58) pemilik rumah yang terbakar mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada hanya beberapa meter dari rumahnya yang terbakar.

“Saya lihat kepulan asap dari dalam rumah, langsung saya teriak dan menghampiri rumah saya itu,” ucap Slamet. Slamet panik mengetahui rumahnya mengeluarkan asap tebal dan berusaha masuk dengan cara mendobrak paksa pintu rumah yang terkunci. Slamet menendang keras pintu tersebut agar bisa terbuka. Braaakkk! pintu terbuka namun api sudah menjilat bagian plafon rumah. Slamet pun memilih mundur dan meminta bantuan warga memadamkan api. “Kaki saya sampai luka menendang pintu itu, dan saat pintu terbuka api sudah membesar di bagian plafon rumah,” tambahnya.

Tak lama petugas pemadam kebakaran dibantu warga dan para relawan berusaha keras memadamkan api yang berkobar. Dan dalam waktu singkat api bisa dijinakkan dan tidak menjalar kebangunan warga lainnya. Namun sayang, rumah yang terbuat dari kayu tersebut tak dapat diselamatkan, seluruhnya terbakar. Kondisi rumah yang terletak di kawasan perbukitan dan akses jalan yang sempit, memang menyulitkan petugas pemadam, hal itulah yang mengakibatkan rumah tersebut dan isinya tak terselamatkan dari api.

Dari informasi yang di himpun Sapos, rumah tersebut ditempati oleh Andra (20) salah satu karyawan Ramli, anak dari Slamet. Saat kejadian, Andra yang menempati rumah kayu tersebut tengah berjualan di Pasar Pagi. Diduga api membesar karena korsleting listrik. "Yang jelas dirumah itu tidak ada kompor, tidak ada barang elektronik, hanya memang ada aliran listrik saja. Yang nempati rumah itu karyawan saya, dia sejak jam 10 pagi tadi sudah berangkat ke pasar jualan teh," ucap Ramli.

Kondisi rumah yang terletak di kawasan perbukitan dan akses jalan yang sempit, memang menyulitkan petugas pemadam, hal itulah yang mengakibatkan rumah tersebut dan isinya tak terselamatkan dari api. Pengolah Data Bencana Bidang Tanggap Darurat dan Evakuasi BPBD Kota Samarinda Nanang Arifin mengatakan, sebanyak 1 bangunan rumah tunggal hangus terbakar. ”Alhmadulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ucap Nanang.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yovan Fatika mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. ”Selanjutnya kita akan minta keterangan dari pemilik bangunan dan saksi-saksi lainnya,” singkat Yovan. (kis/beb)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 15:40

Pengembang Serakah, Batu Bara Dijarah

SAMARINDA. Aji mumpung. Kata kiasan itu mungkin ada di benak Guntur ketika menggarap lahan perumahan…

Kamis, 18 Januari 2018 15:35

Pakai Baju Bak Astronot, Pantang Pulang sebelum Steril

Merawat pasien difteri bukan hal mudah. Jika tak berhati-hati bisa jadi bumerang bagi diri sendiri.…

Rabu, 17 Januari 2018 16:43

Dua ABG Nyaris Terpanggang

SAMARINDA. Ember dan gayung menjadi alat pertama sebelum petugas pemadam kebakaran datang di lokasi…

Rabu, 17 Januari 2018 16:32

Gadis Cantik Diduga Dibunuh

SAMARINDA. Mira, warga Desa Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan tewas pada, Selasa…

Senin, 15 Januari 2018 15:27

Libatkan Irma se-Samarinda, Siapkan Generasi Emas

SISWA adalah generasi emas Indonesia yang harus dijaga dan dibina.  Pembentukan karakter merupakan…

Minggu, 14 Januari 2018 21:58

NGERI..!! Pria Ini Dibunuh Selingkuhan Istri

TENGGARONG. Kisah hidup Rio (37) berujung tragis. Pria sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan tambang…

Sabtu, 13 Januari 2018 18:16

2 Pelajar Terjangkit Difteri, Vaksin Massal di Sekolah

SAMARINDA. Bakteri Corynebacterium diphtheriae semakin membuktikan keganasannya. Kuman penyebab penyakit…

Jumat, 12 Januari 2018 17:04

Gas Bocor, Suami Merokok, Istri Terpanggang

SAMARINDA. Hanya dalam hitungan detik saja empat warga terbakar hidup-hidup. Seorang di antaranya anak-anak.…

Jumat, 12 Januari 2018 16:49

Kerja Keras, Pegawai PU Tewas

SAMARINDA. Sudah dua hari Rudy Salbianto tidak turun kerja. Padahal tidak biasanya Pegawai Dinas Pekerjaan…

Kamis, 11 Januari 2018 17:45

Jangan Ada Monopoli Jadwal Protokoler

Ketika Pasangan Berseteru dan Dua “Saudara” Berkompetisi - subAparatur sipil negara (ASN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .