MANAGED BY:
KAMIS
25 MEI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROLIFE

Kamis, 26 Januari 2017 12:48
DPRD Usulkan Perusda Pasar

Agar Pusat Niaga di Samarinda Lebih Rapi

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kerja sama antara pasar di Kota Tepian dan investor hingga saat ini belum begitu rapi. Itu sebabnya, legislator Kota Tepian mengusulkan membuat perusahaan daerah (Perusda) untuk mengurus masalah ini.
Selain menangani masalah pengelolaan pasar, dengan adanya Perusda Pasar diharapkan potensi pendapatan diyakini bisa meningkat. Sehingga perusda ini dianggap potensial.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Hadi Hartono mengatakan, rencana pembentukan Perusda Pasar sudah berjalan di kota lain, seperti Tangerang, Bandung dan Surabaya. Lantaran, pengelolaan pasar kepada pihak ketiga selalu bermasalah, baik dari kerja sama maupun setoran bagi hasil yang tak transparan.
“Mau kami, bagaimana pemkot mengelola pasar lewat Perusda Pasar ini. Seperti di Pasar Segiri, setahun hanya Rp 125 juta saja. Kalau untuk itu, dari parkir selama enam bulan sudah tertutupi itu,” ucapnya.
Nantinya, kalau memang terwujud, akan ditunjuk beberapa pasar yang dikelola oleh Perusda untuk bisa meningkatkan pendapatan daerah. Tetapi akan tetap diusulkan terlebih dahulu dalam usulan peraturan daerahnya.
“Jadi tidak semua pasar yang akan dikelola Perusda. Kita harus bertahap dalam menetapkan pengelolaan pasar di bawah Perusda nantinya,” bebernya.
Walaupun masih sebatas wacana, pihaknya menjamin terus mendorong upaya pembentukan Perusda Pasar ini. Dimana akan disiapkan terlebih dahulu naskah akademik dari studi banding mereka lakukan di Kota lain. “Memang belum ada pembicaraan khusus kearah itu. Tapi kami pasti akan usulkan perda pembentukan Perusda Pasar ini,” tuturnya.
Saat ini, baru ada tiga perusda di bawah kendali pemkot, yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana, dan Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU). Di antara tiga perusda, hanya BPR yang aktif berkontribusi.
“Memang BPR sejak 2013 menghasilkan PAD. Mulai Rp 600 juta, terus naik hingga Rp 800 juta. Sedangkan tahun lalu menyentuh angka Rp 1,1 miliar,” ungkapnya.
Sembari menunggu proses pembentukan Perusda Pasar, saat ini pihaknya tetap mendukung agar dilakukan perubahan perjanjian terhadap investor yang mengelola pasar di Samarinda. Terutama terkait bagaimana perhitungan penetapan bagi hasil pengelolaan pasar.
“Penetapan dasar perhitungan bagi hasil pengelolaan pasar ini memang tak jelas. Makanya hal itu yang kami utamakan. Karena potensi pendapatan kami kira bisa jauh lebih banyak dari kemarin,” pungkasnya. (hfz/ama)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 01:35

Diam Itu Emas

SEBAGAI seorang model tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Termasuk kabar miring yang terkadang…

Sabtu, 25 Maret 2017 01:34

Betah dengan Novel

Cimeh Al Furqon, gadis Metro Style kali ini punya hobi membaca novel, apalagi jika jalan ceritanya romantis.…

Sabtu, 25 Maret 2017 01:34

Wanita Indonesia itu Berkilau

ADAT Indonesia itu indah dan mewah. Begitulah ungkapan yang sekiranya ingin diperlihatkan fotografer…

Selasa, 31 Januari 2017 05:03

Ratusan Warga di Sini Bakal Diungsikan, Jika....

SAMARINDA. Musibah longsor masih menghantui warga Selili yang tinggal di lereng bukit. Itu sebabnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .