MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 11 Januari 2017 01:46
“Ikam Kira Aku Kada Kawa Baca Quran?”

Achmad Amins di Mata Mantan Pembuat Pidatonya

Rakhmat Sutopo

PROKAL.CO, Tujuh dari 10 orang Samarinda mungkin menganggap Achmad Amins pemarah. Tapi tidak bagi Rakhmat Sutopo, mantan penyusun pidato Achmad Amins pada rentang 2004-2010 yang kini meniti karir sebagai Kasi Fasilitasi KIP Diskominfo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Bagi Rakhmat – yang tidak sekali-dua kena semprot – Amins adalah sosok perfeksionis yang piawai mengapresiasi bawahan. Berikut testimoninya yang disampaikan dengan gaya bertutur:

BANDARA Juanda, Surabaya, suatu malam di tahun 2009.  Pak Amins beristirahat di sebuah cafe.  Di hadapannya duduk Kabag Humas dan Protokoler HM Faisal (kini Kadis Pariwisata, Red). Seolah menghibur, Faisal banyak bercerita kepada Bos-nya itu.  Seperti biasa pula Pak Amins menyimak nyaris tanpa ekspresi. Toh beberapa kali senyumnya mengembang. Materi cerita Faisal rupanya mengena di hatinya.

Saya, sebagai bawahan Faisal, hanya mendengarkan. Sesekali menimpali, kalau timing-nya tepat. Maklum, saya kalah eselon. Tak jauh dari tempat keduanya duduk, Eko Adityawarman – ajudan Pak Amins- berjalan hilir-mudik. Tangannya tak henti memencet tuts-tuts handphone.  Gerakannya monoton dan berulang: memencet handphone, menelepon, misuh-misuh.   Dari mulutnya sesekali keluar kata ‘’waduh!’’

Eko sedang gundah. Pak Amins menghendaki pulang ke Samarinda malam itu juga. Padahal tiket belum di tangan. Jadilah ia pontang-panting mengusahakan tiket. Untunglah saat itu bandara masih “membolehkan” calo beroperasi, sehingga Eko cukup tertolong. Namun sampai jarum jam menunjuk angka 8 tiket belum juga terpegang.

“Gini aja kalau nanti nggak dapat tiket biar tiket kami aja ikam pakai, dengan Bapak (Amins). Kami biar cari alternatif lain. Nginap lagi juga kada apa-apa,’’ kata Faisal, menenangkan Eko.

Eko belum menyerah.  “Bantu aku aja bos. Ayo kita cari sama-sama,” ajaknya kepada Faisal. Jadilah saya menggantikan posisi Faisal, menemani Pak Amins.  Faisal dan Eko menyusuri setiap jengkal bandara mencari selembar tiket.  “Aku mau jalan-jalan dulu. Muyak di sini. Ikam tunggu sini. Aku titip topi,” kata Pak Amins. Topinya diletakkan di meja. Saya mengangguk takzim.  Mungkin sidin lelah berjam-jam duduk menunggu.

Lima, sepuluh, lima belas menit berlalu. Faisal menelepon saya, “ke depan pintu keberangkatan ya. Lakasi. Bapak sudah dapat tiket.’ “Tapi Bapak masih jalan-jalan nih Bos,’’ kata saya. “Kada, sidin sudah di sini. Enggak sengaja ketemu tadi,’’ jawab Faisal.

Saya bergegas.  Berempat kemudian cek in.  “Plooong,’’ seru Eko.  Perjuangannya mencarikan tiket sukses. Dua tiket terbeli, meski harganya selangit. Tapi, uppss!  Pak Amins seperti mencari-cari sesuatu. “Hei, topiku mana?’’ tanyanya.  

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 21:07

Lenyap di Jamban, Pengusaha Tewas di Mahakam

SAMARINDA. Kabar hilangnya Fahruddin membuat, kakak kandungnya bernama Serin cemas. Fahruddin dikabarkan…

Minggu, 19 November 2017 21:05

Aktivitas Masyarakat Lumpuh

SENDAWAR. Sudah dua hari terakhir sebagian warga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengalami bencana…

Sabtu, 18 November 2017 14:43

"Main Tanah", Lurah Jadi Tersangka

SAMARINDA. Kasus yang menimpa Lurah Gunung Lingai, Sungai Pinang, Saripudin La Bario (sebelumnya ditulis…

Jumat, 17 November 2017 13:56

Lengan Putus, Ayah Tewas

SAMARINDA. Begitu perih dan hancur perasaan Yontri. Pemuda 23 tahun itu menyaksikan ayahnya, Yabun (67)…

Jumat, 17 November 2017 13:52

Kekurangan Komputer Bukan Alasan Pungutan

SAMARINDA. Hampir semua sekolah setingkat SMP di Kota Tepian didera kekurangan perangkat komputer jelang…

Jumat, 17 November 2017 13:47

Triniti Cangkok Daging Di Tiongkok Cina

Empat hari lalu (13/11) genap satu tahun peristiwa bom di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Kamis, 16 November 2017 16:51

Bongkar Aib Playboy, Video Hot Tersebar

SAMARINDA. Luka akibat dikhianati sahabat jauh lebih menyakitkan daripada disakiti oleh musuh. Rasa…

Kamis, 16 November 2017 16:13

Pungutan Sukarela, tapi Nominal Ditentukan

Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali menyeruak di lingkungan sekolah negeri. Isu itu berhembus di MTs…

Kamis, 16 November 2017 16:10

Tetap Semangat Meski Saraf Terancam Lumpuh

Di usia yang masih dini, Riska Devi harus menghadapi kenyataan pahit. Bocah usia 6 tahun asal Anggana,…

Rabu, 15 November 2017 15:35

Duar!!! Pasutri Terbakar

SAMARINDA. Arbani alias Bajau (45) langsung bergidik ketika kompor yang digunakannya memasak bumbu nasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .