MANAGED BY:
SENIN
20 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Senin, 09 Januari 2017 06:53
Hiu Tutul Jadi “Mainan” Wisatawan

Mappasikra: Walau Jinak, Tetap Berbahaya

JANGAN ASAL SENTUH: Wisatawan bersama hiu tutul di perairan Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kehadiran objek wisata whale shark  atau hiu tutul, ternyata belum dibarengi pemahaman pelaku wisata di Berau. Buktinya sampai sekarang masih banyak wisatawan yang dibiarkan berenang atau snorkeling sambil memegang hiu jinak itu.

Kisah ini bukan isapan jempol belaka. Buktinya belakangan marak video ataupun foto-foto wisatawan berenang terlalu dekat bahkan ada yang memegang hingga menaiki hiu tutul melalui media sosial. Bukti visual itu diambil di beberapa kawasan objek wisata whale shark seperti perairan Derawan dan Talisayan.

Hal ini mengundang keprihatinan sejumlah pihak, terutama pencinta lingkungan dan habitat langka, baik di Berau maupun luar kawasan tersebut. Situasi tersebut membuat poin guide alias pemandu wisata yang membawa wisatawan jadi minus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng  menyebutkan, seharusnya semua wisatawan yang akan berkunjung ke Berau, terutama yang hendak ke objek whale shark harus melengkapi diri dengan pemahaman yang benar tentang berenang dengan hiu tutul.

“Jadi wisatawan yang mau mengunjungi hiu tutul itu perlu dilengkapi pemahaman. Selain itu harus ada kontrol dan etika,” ungkapnya, kemarin (8/1).
Meskipun merupakan hiu yang jinak, namun sebagai hewan liar, hiu tutul tetap memiliki naluri yang sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terganggu. Apalagi jika melakukan kontak terlalu intens, baik itu memegang hingga menaikinya.

“Artinya yang dipegang itu hewan liar. Jarak terdekat 3 sampai 5 meter dan tidak perlu menyentuh, karena dikhawatirkan berdampak pada reaksi hiu tutul,”lanjutnya.  
Dia juga menyebut, guide yang membawa harusnya mengerti dan paham etika tersebut.  Sebab pemandu wisata wajib memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai aturan-aturan tersebut, bukan malah membiarkan mereka melakukan hal-hal yang justru membahayakan.

“Termasuk memberikan pemahaman dan peringatan kepada perempuan yang akan berenang dengan hiu tutul, kalau lagi dating bulan jangan coba-coba turun, karena disekitar hiu tutul ada hiu biasa yang bisa menyerang,” pesannya.

Untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha di bidang objek wisata, Mappasikra akan kembali melakukan sosialisasi serta membuat brosur etika berenang dengan hiu tutul. “Sebenarnya dulu sudah pernah dilakukan, kita tempeli di speed-speed boat yang membawa wisatawan,” tandasnya. (as/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Februari 2017 13:16

Curi Lampu Jalan, Divonis 2 Tahun

SANGATTA.   Ezhar Ramadhan alias Reza dan Muhammad Jain alias Jen, dua pencuri puluhan solar…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:13

Dianak Tirikan, Tak Patah Semangat

TANJUNG REDEB. Meskipun Kabupaten Berau kerap “dikucilkan” dari agenda pariwisata nasional…

Jumat, 17 Februari 2017 17:07

Bangun PLTU, Pemerintah Tak Keluar Uang

TANJUNG REDEB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau masih melakukan penjajakan sebelum memulai langkah…

Jumat, 17 Februari 2017 17:05

BB Naik, Kas Negara Bertambah

SANGATTA.  Kejaksaan Negeri Sangatta melakukan pemusnahan barang bukti (BB) perkara pidana yang…

Kamis, 16 Februari 2017 18:49

Perlu Pembatasan Kendaraan di Maratua

TANJUNG REDEB. Direncanakan sebagai salah satu destinasi wisata, Pulau Maratua dinilai sudah perlu dibatasi…

Kamis, 16 Februari 2017 18:47

Orang Bontang Boros

BONTANG. Jumlah rata–rata pengeluaran per kapita penduduk Bontang rupanya cukup tinggi. Bahkan…

Kamis, 16 Februari 2017 18:45

Disdukcapil Klaim Capai 97 Persen

SAMARINDA. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda mengklaim, tugasnya merekam…

Rabu, 15 Februari 2017 16:52

Dibangun dari Kayu Bekas, Wabup Pun Iba

Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku kagum dengan keberadan Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatullah…

Rabu, 15 Februari 2017 16:50

Bahaya, Air Sungai Sangatta Tercemar

SANGATTA. Selain faktor aktivitas pertambangan dan perkebunan yang berada di hulu Sungai Sangatta yang…

Rabu, 15 Februari 2017 16:48

Perlu Rp 153 Miliar

TANA PASER. Pasir Belengkong menjadi daerah ketujuh yang dikunjungi rombongan Pemkab Paser dalam agenda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .