MANAGED BY:
JUMAT
18 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Senin, 09 Januari 2017 06:53
Hiu Tutul Jadi “Mainan” Wisatawan

Mappasikra: Walau Jinak, Tetap Berbahaya

JANGAN ASAL SENTUH: Wisatawan bersama hiu tutul di perairan Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kehadiran objek wisata whale shark  atau hiu tutul, ternyata belum dibarengi pemahaman pelaku wisata di Berau. Buktinya sampai sekarang masih banyak wisatawan yang dibiarkan berenang atau snorkeling sambil memegang hiu jinak itu.

Kisah ini bukan isapan jempol belaka. Buktinya belakangan marak video ataupun foto-foto wisatawan berenang terlalu dekat bahkan ada yang memegang hingga menaiki hiu tutul melalui media sosial. Bukti visual itu diambil di beberapa kawasan objek wisata whale shark seperti perairan Derawan dan Talisayan.

Hal ini mengundang keprihatinan sejumlah pihak, terutama pencinta lingkungan dan habitat langka, baik di Berau maupun luar kawasan tersebut. Situasi tersebut membuat poin guide alias pemandu wisata yang membawa wisatawan jadi minus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng  menyebutkan, seharusnya semua wisatawan yang akan berkunjung ke Berau, terutama yang hendak ke objek whale shark harus melengkapi diri dengan pemahaman yang benar tentang berenang dengan hiu tutul.

“Jadi wisatawan yang mau mengunjungi hiu tutul itu perlu dilengkapi pemahaman. Selain itu harus ada kontrol dan etika,” ungkapnya, kemarin (8/1).
Meskipun merupakan hiu yang jinak, namun sebagai hewan liar, hiu tutul tetap memiliki naluri yang sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terganggu. Apalagi jika melakukan kontak terlalu intens, baik itu memegang hingga menaikinya.

“Artinya yang dipegang itu hewan liar. Jarak terdekat 3 sampai 5 meter dan tidak perlu menyentuh, karena dikhawatirkan berdampak pada reaksi hiu tutul,”lanjutnya.  
Dia juga menyebut, guide yang membawa harusnya mengerti dan paham etika tersebut.  Sebab pemandu wisata wajib memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai aturan-aturan tersebut, bukan malah membiarkan mereka melakukan hal-hal yang justru membahayakan.

“Termasuk memberikan pemahaman dan peringatan kepada perempuan yang akan berenang dengan hiu tutul, kalau lagi dating bulan jangan coba-coba turun, karena disekitar hiu tutul ada hiu biasa yang bisa menyerang,” pesannya.

Untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha di bidang objek wisata, Mappasikra akan kembali melakukan sosialisasi serta membuat brosur etika berenang dengan hiu tutul. “Sebenarnya dulu sudah pernah dilakukan, kita tempeli di speed-speed boat yang membawa wisatawan,” tandasnya. (as/aya)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 17:00

Polisi Awasi Proyek ADD Bukit Raya

TENGGARONG. Meskipun seakan tertatih-tatih, namun pembangunan di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar),…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:59

Haiiis..Begini Terus! Stok Blangko KTP-el Kosong Lagi

BONTANG. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang kembali kehabisan stok blanko KTP…

Selasa, 15 Agustus 2017 02:04

DPRD Tagih Kontraktor

BONTANG. Komisi III DPRD Bontang meminta kontraktor pelaksana proyek pemasangan pipa distribusi sepanjang…

Selasa, 15 Agustus 2017 02:03

Jadi Tersangka, Sekwan Pilih Bungkam

BONTANG. Setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan eskalator, Sekretaris…

Selasa, 15 Agustus 2017 02:02

Bapor Korpri Tanding Persahabatan

BONTANG. Sebagai bentuk upaya meningkatkan jalinan silaturahmi pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia…

Senin, 14 Agustus 2017 12:14

Bandara Keren Ini Dipersiapkan Go Internasional

TANJUNG REDEB.  Runway atau landas pacu Bandara Kalimarau diupayakan dapat di-overlay (peningkatan…

Senin, 14 Agustus 2017 12:12

Pelajar Tertangkap Main Game, Subsidi Pendidikan Terancam Dicabut

BONTANG. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bontang mendapati puluhan pelajar tengah asik bermain…

Jumat, 11 Agustus 2017 11:35

ADA APA NIH.!! UPBU Kalimarau Copot Foto Pariwisata

TANJUNG REDEB. Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kalimarau mengosongkan space sejumlah dinding ruang…

Jumat, 11 Agustus 2017 11:32

Usulan PKT Berdampak Buruk

BONTANG. Usulan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk alih fungsi lahan Hutan Wanatirta menjadi kawasan…

Kamis, 10 Agustus 2017 14:19

Perusahaan Bersedia Tanggung Jawab

TANJUNG REDEB. Dinas perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Berau, meninjau dermaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .