MANAGED BY:
SABTU
29 APRIL
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Senin, 09 Januari 2017 06:53
Hiu Tutul Jadi “Mainan” Wisatawan

Mappasikra: Walau Jinak, Tetap Berbahaya

JANGAN ASAL SENTUH: Wisatawan bersama hiu tutul di perairan Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kehadiran objek wisata whale shark  atau hiu tutul, ternyata belum dibarengi pemahaman pelaku wisata di Berau. Buktinya sampai sekarang masih banyak wisatawan yang dibiarkan berenang atau snorkeling sambil memegang hiu jinak itu.

Kisah ini bukan isapan jempol belaka. Buktinya belakangan marak video ataupun foto-foto wisatawan berenang terlalu dekat bahkan ada yang memegang hingga menaiki hiu tutul melalui media sosial. Bukti visual itu diambil di beberapa kawasan objek wisata whale shark seperti perairan Derawan dan Talisayan.

Hal ini mengundang keprihatinan sejumlah pihak, terutama pencinta lingkungan dan habitat langka, baik di Berau maupun luar kawasan tersebut. Situasi tersebut membuat poin guide alias pemandu wisata yang membawa wisatawan jadi minus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng  menyebutkan, seharusnya semua wisatawan yang akan berkunjung ke Berau, terutama yang hendak ke objek whale shark harus melengkapi diri dengan pemahaman yang benar tentang berenang dengan hiu tutul.

“Jadi wisatawan yang mau mengunjungi hiu tutul itu perlu dilengkapi pemahaman. Selain itu harus ada kontrol dan etika,” ungkapnya, kemarin (8/1).
Meskipun merupakan hiu yang jinak, namun sebagai hewan liar, hiu tutul tetap memiliki naluri yang sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terganggu. Apalagi jika melakukan kontak terlalu intens, baik itu memegang hingga menaikinya.

“Artinya yang dipegang itu hewan liar. Jarak terdekat 3 sampai 5 meter dan tidak perlu menyentuh, karena dikhawatirkan berdampak pada reaksi hiu tutul,”lanjutnya.  
Dia juga menyebut, guide yang membawa harusnya mengerti dan paham etika tersebut.  Sebab pemandu wisata wajib memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai aturan-aturan tersebut, bukan malah membiarkan mereka melakukan hal-hal yang justru membahayakan.

“Termasuk memberikan pemahaman dan peringatan kepada perempuan yang akan berenang dengan hiu tutul, kalau lagi dating bulan jangan coba-coba turun, karena disekitar hiu tutul ada hiu biasa yang bisa menyerang,” pesannya.

Untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha di bidang objek wisata, Mappasikra akan kembali melakukan sosialisasi serta membuat brosur etika berenang dengan hiu tutul. “Sebenarnya dulu sudah pernah dilakukan, kita tempeli di speed-speed boat yang membawa wisatawan,” tandasnya. (as/aya)


BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 16:29

Siapkan Sanksi dan Denda

TANJUNG REDEB. Jika selama ini belum ada regulasi jelas larangan penangkapan semua jenis dan ukuran…

Jumat, 28 April 2017 16:27

Dugaan Korupsi Terancam Bikin Gaduh

BONTANG. Pengungkapan kasus dugaan markup pengadaan tangga eskalator di kantor Sekretariat DPRD terus…

Kamis, 27 April 2017 22:43

Pertamina Restui Permintaan Neni

BONTANG. Impian Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membangun alun-alun kota yang cantik  bakal terwujud.…

Kamis, 27 April 2017 22:43

Pembunuh Mertua Diganjar 18 Tahun

SANGATTA. Mungkin menyadari dirinya bersalah, sehingga layak dihukum berat, Jumardi (38), pelaku pembunuhan…

Rabu, 26 April 2017 16:59

Empat PSK Kepergok Mangkal

TENGGARONG. Semakin banyaknya keluhan masyarakat tentang menjamurnya praktik prostitusi dan peredaran…

Rabu, 26 April 2017 16:56

Prakla Tak Lagi Jadi Tempat Esek-esek?

BONTANG. Komitmen Wali Kota Bontang Neni Moerniani dan Wawali Basri Rase menata lokasi kampung atas…

Selasa, 25 April 2017 01:45

Tarif Jargas Turun

BONTANG. Biaya minimum pemakaian jaringan gas (jargas) bagi rumah tangga dan pelanggan kecil turun.…

Selasa, 25 April 2017 01:44

Tak Punya Kartu Nelayan Dilarang Masuk PPI

BONTANG. Sejak sepekan ini, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Bontang menerapkan peraturan baru bagi…

Selasa, 25 April 2017 01:42

Konstruksi Dipesan dari Jawa

TENGGARONG.  Warga di kawasan hulu Kukar kini dapat sedikit bernapas lega. Proyek pembangunan Jembatan…

Selasa, 25 April 2017 01:41

Tiru Bali, Perlu Ratusan Tahun

TENGGARONG.  Krisis keuangan daerah yang melanda Kukar akibat merosotnya harga bahan tambang, nampaknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .