MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Senin, 09 Januari 2017 06:53
Hiu Tutul Jadi “Mainan” Wisatawan

Mappasikra: Walau Jinak, Tetap Berbahaya

JANGAN ASAL SENTUH: Wisatawan bersama hiu tutul di perairan Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kehadiran objek wisata whale shark  atau hiu tutul, ternyata belum dibarengi pemahaman pelaku wisata di Berau. Buktinya sampai sekarang masih banyak wisatawan yang dibiarkan berenang atau snorkeling sambil memegang hiu jinak itu.

Kisah ini bukan isapan jempol belaka. Buktinya belakangan marak video ataupun foto-foto wisatawan berenang terlalu dekat bahkan ada yang memegang hingga menaiki hiu tutul melalui media sosial. Bukti visual itu diambil di beberapa kawasan objek wisata whale shark seperti perairan Derawan dan Talisayan.

Hal ini mengundang keprihatinan sejumlah pihak, terutama pencinta lingkungan dan habitat langka, baik di Berau maupun luar kawasan tersebut. Situasi tersebut membuat poin guide alias pemandu wisata yang membawa wisatawan jadi minus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng  menyebutkan, seharusnya semua wisatawan yang akan berkunjung ke Berau, terutama yang hendak ke objek whale shark harus melengkapi diri dengan pemahaman yang benar tentang berenang dengan hiu tutul.

“Jadi wisatawan yang mau mengunjungi hiu tutul itu perlu dilengkapi pemahaman. Selain itu harus ada kontrol dan etika,” ungkapnya, kemarin (8/1).
Meskipun merupakan hiu yang jinak, namun sebagai hewan liar, hiu tutul tetap memiliki naluri yang sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terganggu. Apalagi jika melakukan kontak terlalu intens, baik itu memegang hingga menaikinya.

“Artinya yang dipegang itu hewan liar. Jarak terdekat 3 sampai 5 meter dan tidak perlu menyentuh, karena dikhawatirkan berdampak pada reaksi hiu tutul,”lanjutnya.  
Dia juga menyebut, guide yang membawa harusnya mengerti dan paham etika tersebut.  Sebab pemandu wisata wajib memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai aturan-aturan tersebut, bukan malah membiarkan mereka melakukan hal-hal yang justru membahayakan.

“Termasuk memberikan pemahaman dan peringatan kepada perempuan yang akan berenang dengan hiu tutul, kalau lagi dating bulan jangan coba-coba turun, karena disekitar hiu tutul ada hiu biasa yang bisa menyerang,” pesannya.

Untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha di bidang objek wisata, Mappasikra akan kembali melakukan sosialisasi serta membuat brosur etika berenang dengan hiu tutul. “Sebenarnya dulu sudah pernah dilakukan, kita tempeli di speed-speed boat yang membawa wisatawan,” tandasnya. (as/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 12:05

Kata Dua Bakal Calon Gubernur Kaltim Ini, Banjir Bukan Isu Politik

SAMARINDA. Tidak semua kandidat calon gubernur menjadikan banjir ibu kota sebagai bahan politik. Isran…

Jumat, 23 Juni 2017 11:44

Petaka Rastra, Lima Orang Jadi Tersangka

SANGATTA.  Penyidik Polres Kutim  menaikkan status dugaan  korupsi Subsidi Ongkos Angkut…

Kamis, 22 Juni 2017 15:41

Pengecekan Lahan Sengketa Berlangsung Tegang

TENGGARONG. Unit Tipiter Polres Kukar bersama BPN dan Bagian Pertahanan Setkab Kukar, melakukan pengecekan…

Rabu, 21 Juni 2017 16:39

Tiga Pemuda Pesta Miras Oplosan Siang Bolong

TENGGARONG. Saat umat muslim lainya sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan, tiga pemuda di…

Selasa, 20 Juni 2017 01:24

Disperindagkop Segera Gelar Sidak

BONTANG. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia secara resmi telah menarik empat produk mi…

Selasa, 20 Juni 2017 01:23

Produksi Sampah Tembus 500 Ton per Hari

BONTANG. Jumlah pasokan sampah rumah tangga memasuki pekan terakhir bulan Ramadan ini terus meningkat.…

Selasa, 20 Juni 2017 01:22

Jelang Lebaran, Harga Komoditas Merangkak Naik

BONTANG. Menjelang Idulfitri, sejumlah harga kebutuhan pokok perlahan merangkak naik. Seperti yang terjadi…

Senin, 19 Juni 2017 00:53

Penumpang Serbu Pelabuhan Lhotuan

BONTANG. Arus mudik H-8 mulai terasa di Pelabuhan Lhoktuan, Bontang, Minggu (18/6), kemarin. Ribuan…

Minggu, 18 Juni 2017 23:08

Rusak Parah, Bisa Nginap di Jalan

SANGATTA. Ekstremnya cuaca dengan ditandai tingginya curah hujan di pedalaman Kutai Timur (Kutim) membuat…

Sabtu, 17 Juni 2017 12:33

CATAT..!! Jembatan Mahkota II Dibuka 21 Juni

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang memastikan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II dapat segera…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .