MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 14 November 2016 01:52
MEREKA TIDAK BERSALAH

JEMAAT TETAP IBADAH USAI DILEMPAR BOM

TANGIS BOCAH MALANG PECAH
Tangis keempat bocah itu pecah bersama tangis orangtua dan kerabat mereka. Wajar, keempat bocah yang rata-rata masih berusia di bawah 5 tahun itu menagis. Luka bakar mencapai 80 persen yang mereka derita sangat perih terasa. Apalagi yang dirasa Intan korban luka bakar yang paling parah dan kini dalam keadaan kritis.

Intan sama sekali tak bisa bergerak. Seluruh tubuhnya dibalut perban. Matanya tampak berkaca-kaca seakan memberi isyarat betapa perihnya luka bakar yang dideritanya.
Kondisi keempat bocah itu tentu menyayat hati. Terutama bagi Janes Pasaribu, salah seorang jemaat gereja yang kebetulan melihat langsung sambaran api kertika bom meledak.

"Waktu itu sudah memasuki pemberkatan terakhir. Namun kami belum sempat bersalaman antar jemaat, tiba-tiba bom itu meledak," kata Janes. Kontan Janes berlari menyelamatkan istrinya yang sedang hamil. Janes sempat melihat sejumlah bocah yang tadinya sedang bermain di teras gereja terbakar.

"Kami lari ke arah pintu belakang, karena semburan apinya ketika bom itu meledak masuk hingga ke dalam gereja," ujar Janes. Janes yang duduk dekat pintu utama gereja mendengar tiga kali ledakan yang disertai kobaran api dan asap hitam tebal. "Betul ada tiga kali ledakan. Tapi yang pertama dan kedua paling keras ledakannya," terang Kalimer Samosir, salah seorang Majelis Gereja.

Kalimer menceritakan, sebenarnya aksi teroris ketika membakar sumbu bom yang diledakan dipergoki oleh salah seorang jemaat gereja. "Ketika itu jemaat saya itu memanggil adiknya yang bermain di teras gereja. Nah ketika itulah jemaat saya melihat pelaku mau membakar sumbu bom," tutur Kalimer. Takut dengan aksi teroris yang sudah membakar sumbu bom, jemaat itu pun lari sembari menarik tangan adiknya. "Dan disaat itulah bom meledak," tutupnya.

Hal senada pun dituturkan oleh Hana Togatorop (58), nenek dari Triniti. Sambil terus menangis dia menjelaskan 10 menit sebelum kejadian, mereka sudah mencium bau belerang di dalam gereja. Tetapi tidak terfikirkan hingga bom sumbu tersebut mendentum tepat di halaman tempat parkir.

Hana menuturkan bahwa saat kejadian, semua warga sibuk memindahkan kendaraan dan anak-anak mereka yang selamat. Dan motor yang tengah terbakar tersebut langsung dipadamkan menggunakan lumpur dan pot bunga yang ada di lokasi. “Kejadian tersebut sangat mengguncang kami. Apalagi melihat anak-anak yang tidak berdosa menjadi korban. Biasanya ada polisi yang menjaga saat kami beribadah, tapi tadi tidak ada, dan juga adanya bau belerang, mungkin itulah petanda musibah yang akan kami alami,” ucapnya terbata-bata.

Begitupun Sarah (35), jemaat yang ikut membawa korban menuturkan sempat melihat api saat dilemparkan ke arah gereja tersebut. Dia menuturkan api tersebut berbentuk bola dan berkobar. Dan saat mengenai motor, percikan apinya langsung meluber ke motor lain dan mengenai anak-anak yang tengah bermain. “Ada beberapa anak yang bajunya habis terbakar dan api melahap tubuh mereka. Jemaat langsung melempari lumpur dan air, dan kami semua langsung melarikan mereka ke rumah sakit,” tutur Sarah.

Sementara itu, Roni (35), jemaat lainnya menuturkan, saat kejadian semua orang, kecuali anak-anak tengah bersalaman di dalam gereja. Karena pada saat itu ada pergantian jemaat yang ingin beribadah. Yaitu jemaat HKBP bergantian dengan Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Mawar Sharon.

“Untung tidak jatuh di dalam gereja, kalau tidak, kami tidak bisa bayangkan berapa korban yang jatuh,” ungkap Roni. Dia menuturkan, ada 6 orang yang berboncengan dan satu orang yang melempar bom, dan yang lain entah berhambur kemana.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 14:19

Diparang, Kepala Robek-robek

SAMARINDA. Minimnya penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) akhirnya memakan…

Sabtu, 20 April 2019 14:05

44 Caleg Dapil Kaltim Gugur Duluan

KPU kabupaten/kota di Kaltim sedang merekapitulasi suara Pilpres dan Pileg…

Sabtu, 20 April 2019 14:01

QC: 01 Unggul di Kaltim

SAMARINDA. Hasil hitung cepat atau Quick Count (QC) dua lembaga…

Sabtu, 20 April 2019 13:58

Duel dengan Teman, Tewas di ICU

SAMARINDA. Suasana di samping Hotel Padaidi, Jalan Cipto Mangunkusumo, RT…

Kamis, 18 April 2019 13:45

OTT Rp 33,4 Juta Dekat TPS

SAMARINDA. Empat petugas Linmas ditambah beberapa warga lain sedang berjaga…

Kamis, 18 April 2019 13:42

Pembawa Duit Rp 33 Juta Itu Sempat Diteriaki Maling

MENJELANG subuh Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin baru saja…

Kamis, 18 April 2019 13:37

Nyoblos Serasa Servis Kendaraan

Momen unik selalu muncul setiap perhelatan pemilu. Cara tersebut diyakini…

Selasa, 16 April 2019 15:44

Aset Jalan Besar, Tapi Banyak Rusak

SAMARINDA. Jalan rusak berstatus milik provinsi di daerah akan segera…

Selasa, 16 April 2019 15:35

Pejabat Kementerian Tewas di Aston

SAMARINDA. Salah satu agenda acara Gubernur Kaltim, Isran Noor kabarnya…

Senin, 15 April 2019 11:17

Didemo, tapi Isran Jadi Semangat

SAMARINDA. Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku makin semangat meneken kerja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*