MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Rabu, 03 Agustus 2016 11:42
Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Katanya Demi Keselamatan Pengendara

Lagi, Bekas Galian PDAM Diprotes

PROTES. Warga Harapan Baru, Loa Janan Ilir, menanam sebatang pohon pisang di sekitar eks pelabuhan feri, Jalan Cipto Mangunkusumo.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Semakin banyak galian yang dikeluhkan warga Samarinda. Bukan hanya bekas galian tambang merenggut banyak korban jiwa. Kali ini hal serupa juga dikeluhkan pada bekas galian PDAM.

Keberadaan bekas galian PDAM di berbagai sudut kota kerap menyulut kemarahan warga. Bahkan warga mulai melayangkan protes hingga menggelar aksi sporadis.  Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir. Senin (1/7) pagi lalu. Warga menanam sebatang pohon pisang di sekitar eks pelabuhan feri, Jalan Cipto Mangunkusumo. Hal itu lantaran bekas galian PDAM membuat badan jalan menjadi cekung. Akibatnya banyak pengendara yang menjadi korban.

Penanaman pohon pisang di atas badan jalan itu tak hanya dilakukan warga setempat. Beberapa organisasi kepemudaan hingga forum masyarakat di kawasan itu juga turun tangan untuk menggelar aksi protes terhadap perusahaan yang memproduksi air bersih itu.

Salah satunya Ketua Forum Masyarakat Harapan Baru Bersatu, Suriansyah. Pria yang akrab disapa Dodo ini mengaku ikut dalam penamanan pohon pisang itu. Selain sebagai wujud protes, dia menyebut pohon pisang yang ditanam itu juga sebagai tanda agar pengendara lebih berhati-hati.

“Sampai sekarang (kemarin, Red) mungkin sudah puluhan pengendara yang jadi korban. Karena kecelakaan kaibat jalan cekung itu sudah terjadi sejak sebelum Ramadan. Rata-rata korbannya pengguna roda dua,” katanya.

Posisi lengkungan di badan jalan itu melintang. Diduga kuat hal itu karena proses pemadatan tanah pasca proyek penanaman pipa sekunder yang dilakukan tiga bulan lalu. Ironisnya lagi lengkunngan badan jalan itu semakin lama semakin dalam.

“Rata-rata yang jadi korban adalah ibu-ibu. Sejauh ini belum ada yang meninggal dunia. Tapi kalau untuk luka berat hingga kerugian materi sudah banyak,” ulasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Karang Taruna Mitra Harapan Jaya, Sulaiman. Lantaran sudah banyak mengakibatkan pengendara celaka, dia berharap instansi terkait segera mengambil langkah agar kerusakan jalan itu segera diperbaiki.

“Pohon pisang itu akan tetap berdiri. Bahkan bisa jadi bertambah jika PDAM tidak segera memperbaiki jalan ini. Kerna sifatnya jalan utama, yang melintasi jalan ini juga banyak. Kami khawatir kalau tidak segera diperhatikan, akan kembali menimbulkan korban,” kata Sulaiman.
Sementara itu, Direktur Teknis (Dirtek) PDAM Tirta Kencana Samarinda, Said Abdul Hamid mengaku sudah mendapatkan kabar mengenai kondisi tersebut.

Menurutnya dia sudah melayangkan surat kepada kontraktor pelaksana untuk memperbaiki kondisi ruas jalan itu.
“Kemungkinan beberapa hari ke depan kondisi jalan itu sudah diperbaiki. Karena suratnya sendiri sudah kami kirimkan kepada mereka (kontraktor pelaksana, Red),” kata Hamid.

Eks galian yang menuai protes dari warga sekitar tak hanya di titik itu saja. Untuk menanam pipa sekunder, salah satu sisi sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo juga harus dibongkar. Lantaran kondisinya belum dipulihkan, bekas galian itu juga sering mengakibatkan pengendara celaka.
Menjawab hal itu, Hamid menjelaskan, proses pengerjaan masih berlangsung. Saat ini pihaknya masih menunggu izin dari Dinas PU Kaltim untuk melakukan penggalian tahap akhir sepanjang 2 kilometer.

Makanya dia membantah keras jika bekas galian itu disebut pembiaran. Karena bekas galian itu akan dirapikan setelah rangkaian penambahan jaringan rampung dilakukan.  “Kalau ditutup sekarang, kemudian waktu uji coba ada kebocoran kan harus dibongkar lagi. Akhirnya kita kerja dua kali. Tidak efisien. Makanya kita selesaikan dulu, kemudian jika dalam uji coba tidak ada masalah, bekas galian itu akan kami rapikan,” tegasnya. (aya/nha)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 22:20

Berharap UMP Tembus Rp 3 Juta

SAMARINDA. Pembahasan besaran nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim untuk tahun 2019 masih dibahas.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:45

Tolak Putusan PTUN, Warga Ajukan PK

SAMARINDA. Warga Kampung Jawa sekitar Lapangan Kinibalu menolak putusan PTUN Samarinda yang memenangkan…

Kamis, 18 Oktober 2018 01:17

Pemkot Kalah di PTUN

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang diperintahkan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)…

Kamis, 18 Oktober 2018 01:16

Baru Bisa Dilintasi Maret 2019

SAMARINDA. Target diresmikannya jalan tol Balikapan-Samarinda sepanjang 99,02 kilometer dipastikan gagal…

Rabu, 17 Oktober 2018 23:18
Isran Berniat Lakukan Judicial Review Aturan tentang Pengelolaan Energi

SDA Tak Dikelola, Bisa Jadi Bom Waktu

SAMARINDA. Meski Sumber Daya Alam (SDA) seperti minyak, gas dan batu bara masih menjadi primadona di…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:23

Pemkot Cicil Utang ke Rumah Sakit

SAMARINDA. Utang Pemkot Samarinda terhadap sejumlah rumah sakit ternyata cukup besar. Totalnya mencapai…

Senin, 15 Oktober 2018 22:37

Dilema Tata Ruang dan Izin Tambang

SAMARINDA. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda sering jadi sasaran evaluasi Kementerian…

Senin, 15 Oktober 2018 00:34

Konser Amal dan Jalan Sehat Galang Dana Rp 117 Juta

SAMARINDA. Konser Amal dan Jalan Sehat “Bantu Palu dan Donggala” kerja sama Tim Samarinda…

Senin, 15 Oktober 2018 00:20

Lokasi Tes CPNS Belum Terverifikasi

SAMARINDA. Jelang penutupan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga kini Badan Kepegawaian Pendidikan…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:39

Klaim Dinas PU, Jembatan Mahakam IV Sudah 80 Persen

SAMARINDA. Di tengah cibiran dari Karang Paci –sebutan DPRD Kaltim-, Pemprov Kaltim tetap optimistis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .