MANAGED BY:
RABU
17 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 15 Juni 2019 16:59
Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Mulai Surut, Titik Macet Belum Berkurang

POSKO KESEHATAN. Pengungsi di Masjid al Muhajirin, Bengkuring. Masjid ini merupakan satu dari tiga posko kesehatan yang didirikan DKK samarinda.

PROKAL.CO, Meski banjir mulai surut, namun hingga Jumat (14/6) kemarin, Pemkot Samarinda belum mencabut status tanggap darurat. "Statusnya masih tanggap darurat. Akan kami perpanjang hingga 21 Juni mendatang," ujar Sekretaris Samarinda (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin.

Hal ini, sambungnya, merupakan hasil keputusan yang diambil setelah memantau perkembangan di lapangan. Sebab menurut Sugeng, hingga saat ini banjir belum surut total.
"Untuk itu kami perpanjang. Bahkan hingga satu Minggu ke depan nanti," bebernya.
Hingga kemarin status tanggap darurat banjir di Kota Tepian memasuki waktu seminggu paska ditetapkan sejak 7 Juni lalu. Hingga saat ini dilaporkan setiap harinya ketinggian air mengalami penurunan hingga 10 cm per hari.
Meski demikian, Sugeng menganggap perpanjangan status tanggap darurat bisa saja dicabut sewaktu-waktu jika genangan tidak lagi ditemukan.
"Akan terus kita pantau sampai benar-benar surut. Memang debit airnya sekarang sudah turun. Tapi kan belum terlalu surut," jelasnya.
Kedepannya ia juga memastikan kepada instansi terkait untuk terus mendistribusikan bantuan terhadap korban banjir. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan para korban sehari-hari.
"Seperti makanan dan obat-obatan bagi yang membutuhkan tetap kami distribusikan. Setelah itu dilanjutkan dengan penanganan paska banjir," pungkas Sugeng.
TITIK MACET BELUM BERKURANG
Banjir memang mulai berangsur surut. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya tak bisa dilewati, kini mulai dilalui kendaraan. Seperti di Jalan Kemakmuran, Jalan Sentosa, Jalan PM Noor dan Jalan Gatot Subroto.
Ruas-ruas jalan ini sebelumnya ditutup total. Petugas dibantu relawan mengalihkan pengendara ke jalur alternatif. Namun sejak Jumat (14/6) kemarin, jalur-jalur tersebut sudah bisa dilalui sepeda motor.
Sementara di Jalan Ahmad Yani belum bisa dialalui sepeda motor. Namun Jalan Mayjen Sutoyo (Eks Jalan Remaja) yang menghubungkan Jalan Kemakmuran dengan Ahmad Yani sudah sudah dapat dilalui. Beberapa kendaraan tetap memilih jalur alternatif menuju Jalan DI Panjaitan. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di pertigaan Jalan DI Pandjaitan dan Jalan Bukit Alaya. Macet pun tidak terhindarkan.
Semua jenis kendaraan terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari benturan. Untuk bisa sampai ke Jalan DI Pandjaitan pengendara membutuhkan waktu hingga 20 menit dari waktu tempuh normal hanya 10 menit.
"Semakin lama sampainya. Rumah saya di Pemuda. Kalau bisa lewat Remaja pasti lebih cepat sampai," imbuhnya.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso menjelaskan, di beberapa titik memang masih terjadi kemacetan. Namun masih tergolong padat lancar.
"Petugas kami sudah bersiaga di titik utama kemacetan. Utamanya di sore hari. Alhamdulillah semua berjalan aman. Meski memerlukan waktu lama untuk bisa sampai ke tujuan," kata Erick. (hun/kis/nha)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*