MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 12 Juni 2019 15:11
Berkeliarannya Buaya, Piton, dan Kobra di Tengah Banjir Samarinda

Kandang si Buaya Cuma 50 Meter dari Rumah Tetangga

Ular yang keluar akibat banjir Samarinda.

PROKAL.CO, Air bah membawa ular dan buaya ke tengah jalan, kompleks perumahan, serta permukiman padat penduduk. Meski rata-rata panjangnya cuma 1 meter, buaya-buaya muara yang tertangkap terkenal ganas dan agresif.

 

M. SAFRI, Samarinda

 

SUDAH sejak kecil dia diperkenalkan kepada warga sekitar. Aban, sang induk semang, biasa menggendongnya ke mana-mana. Memperlihatkannya kepada para tetangga, terutama anak-anak.

Beranjak dewasa, Aban, warga Gang Nibung, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda juga masih sering memamerkannya. Tidak digendong lagi. Melainkan mengeluarkannya dari tempat tinggalnya.

Jadi, ketika Senin lalu (10/6), saat banjir melanda Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, ia kelihatan muncul di tengah perkampungan, warga tak lantas panik. Sebab, mereka tahu, ia jinak.

Si dia yang seekor buaya itu pun ditangkap dan diserahkan kembali ke sang pemilik. ”Alhamdulillah, tidak pernah ada yang digigit. Buaya ini kalau sudah diberi makan dan kenyang ya sudah, pasti aman,” ujar Aban kepada Samarinda Pos kemarin (11/6).

Buaya hanyalah salah satu reptil yang banyak berkeliaran di tengah banjir yang melanda 4 kelurahan dan 3 kecamatan di ibu kota Kaltim tersebut. Hingga kemarin, setidaknya ada lima laporan kemunculan ular sanca dan kobra di tengah perkampungan warga yang tengah terendam air bah. Tapi, bisa jadi jumlah reptil yang tak terlihat atau terpantau warga lebih banyak lagi.

Walau belum ada korban jiwa karena terlilit atau tergigit ular, kemunculan mereka lumayan meresahkan warga. ”Untungnya, anak-anak di sini sudah sering melihat ular. Mereka (anak-anak) biasanya langsung teriak dan lari kalau melihat ular,” ujar Hamidi, warga Jalan PM Noor, Samarinda Utara, yang turut menangkap seekor ular sanca Senin lalu.

Hamidi menuturkan, ular sanca sepanjang sekitar 3 meter yang ikut dia tangkap muncul dekat dengan rawa. ”Kami lihat ular itu juga baru saja memakan binatang. Bisa jadi ayam karena bagian perut ular itu besar,” kata Hamidi.

Kawasan tempat munculnya ular-ular itu selama banjir pun bervariasi. Ada yang di tengah jalan, di kompleks perumahan, hingga permukiman padat penduduk. Benang merah dari keseluruhan tempat-tempat itu adalah adanya rawa di sekitarnya.

Menurut Akmaludin, ketua Samarinda Animal Rescue (SAR), gabungan petugas Disdamkar Kota Samarinda, dan relawan pencinta binatang, mengatakan bahwa sanca mudah ditemukan di daerah rawa. Juga di tempat lembap lain.

”Ular itu sering sekali muncul di malam hari untuk mencari makan,” jelasnya.

Sejauh ini, dan selama menerima laporan keberadaan reptil liar buaya maupun ular, Akmaludin dan tim belum pernah menemukan kasus warga tergigit. ”Karena buaya maupun ular itu cepat sekali bersembunyi jika mendengar suara-suara seperti orang berjalan atau berlari,” terangnya.

Untuk buaya, yang muncul di saat banjir Samarinda umumnya adalah buaya peliharaan. Sebab, Samarinda bukan habitat binatang purba itu, Berbeda dengan Sangatta, Kutai Timur.

”Rata-rata untuk buaya adalah binatang peliharaan karena untuk di Samarinda tidak ada habitatnya. Berbeda dengan di Sangatta, Kutai Timur,” tutur Akmaludin.

Buaya milik Aban, misalnya, dipelihara di kandang yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah tetangga. Kampung tempat dia bermukim memang dikenal sebagai kampung padat penduduk. Kawasan itu bahkan sudah sering diwacanakan untuk dibongkar karena adanya rencana normalisasi aliran Sungai Karang Mumus (SKM).

Dari sungai itu pula dulu Aban mendapatkan si buaya. Rumahnya memang berada di tepi sungai tersebut. Samarinda memang dikelilingi banyak sungai. Yang terbesar adalah Sungai Mahakam yang menjadikan Samarinda dijuluki Kota Tepian.

Untuk makan si buaya, dia mengandalkan tikus yang banyak berkeliaran di kampungnya. Juga, bangkai ayam yang dibuang ke sungai. Kebetulan rumahnya dekat Pasar Segiri, salah satu pasar tradisional modern di Kota Tepian.

”Selama ini buaya peliharaan saya tidak mengganggu warga,” katanya.

Hanya, lanjut dia, saat banjir yang sempat mencapai ketinggian 1,3 meter menerjang kawasan tempat dia tinggal, si buaya lepas dari kandang.

Itu pun tidak sampai masuk ke rumah tetangga yang terdekat dari kandang. ”Cuma di teras,” katanya.

Sejauh ini SAR sudah mengamankan dua buaya dekat permukiman dan dekat SKM. Ukuran buaya yang berkeliaran pun terbilang kecil. Rata-rata panjangnya 1 meter. Tidak seperti buaya yang ada di Penangkaran Buaya Makroman, Samarinda. Apalagi di Sangatta.

”Tapi, tetap berbahaya karena buaya muara terkenal ganas serta agresif,” ujar Akmaludin.

SAR tak kesulitan saat menangkap buaya dan ular yang dilaporkan warga selama banjir menggenangi Samarinda. Mereka punya alat khusus, semacam alat penjepit.

”Alat itu penting karena fungsinya menjepit bagian kepala ular dan mulut buaya,” katanya.

Aban mengaku masih ingin memelihara buayanya. Meski, memang dia mengakui kawasan tempat tinggalnya tidak ideal untuk keperluan tersebut.

Tapi, bila ternyata pihak berwenang berkehendak lain, bahwa si buaya harus diserahkan, dia pasrah. ”Saya memeliharanya kan juga karena memang ingin memeliharanya saja,” ucapnya. (*/nha/c10/ttg)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 13:20

Dikarungi, Dibuang ke Sungai, Jenazah Julak Gigi “Menghilang”

SAMARINDA. Jenazah Ardiansyah alias Julak Gigi (60) hingga Sabtu (15/6)…

Minggu, 16 Juni 2019 13:19
BMKG Beri Peringatan Dini

Mulai Surut, Hujan Deras Masih Menghantui

SAMARINDA. Hujan deras masih akan mengguyur Samarinda dan sekitarnya. Kendati…

Sabtu, 15 Juni 2019 17:11

Mayat Dikarungi, Dibuang ke Sungai

  TENGGARONG. Gara-gara ketagihan berjudi, membuat Ikhsan Fatkhulloh alias Ikhsan…

Sabtu, 15 Juni 2019 17:05

Rumah Korban Banjir Terbakar

SAMARINDA. Kisah memilukan dialami warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara,…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:59

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Meski banjir mulai surut, namun hingga Jumat (14/6) kemarin, Pemkot…

Jumat, 14 Juni 2019 16:19

Balita Korban Banjir Alami Jantung Bocor

Nyaris sepekan banjir merendam beberapa wilayah Samarinda. Penyisiran yang dilakukan…

Jumat, 14 Juni 2019 14:21

TABRAKAN MENGERIKAN..!! Avanza Masuk Kolong Truk, Sopir Terjepit

SANGATTA. Kecelakaan mengerikan terjadi di jalan poros Bontang-Sangatta. Tepatnya di…

Jumat, 14 Juni 2019 14:19

Getaran Berujung Penangkapan

SAMARINDA. Tomy Syahmani baru saja menghirup udara bebas dua bulan…

Kamis, 13 Juni 2019 17:04

Tubuh Istri Purnawirawan Membusuk

 SAMARINDA. Di tengah perhatian warga Kota Tepian tertuju pada musibah…

Kamis, 13 Juni 2019 16:57

Maling Beraksi di Lokasi Banjir

SAMARINDA. Dampak dari banjir di Samarinda sejak sepekan terakhir mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*