MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 03 Juni 2019 03:09
Wali Kota Samarinda Mengenang Sosok Ani Yudhoyono
Selalu Dia yang Menyapa Lebih Dulu
Wali Kota Syaharie Jaang dan istri bersama SBY dan Ibu Ani.

PROKAL.CO, Selama masih berstatus sebagai ibu Negara Ibu Ani Yudhoyono beberapa kali berkunjung ke Kaltim. Terakhir ke Bumi Etam saat musim kampanye Pilgub Kaltim tahun lalu.


Syaharie Jaang merasa kehilangan dengan meninggalnya  Ibu Ani Yudhoyono, ibu negara yang juga istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ani Yudhoyono sempat beberapa kali datang ke Kaltim. Bahkan ikut mengkampanyekan Jaang di Pilgub Kaltim. Tak heran, ketika Ani Yudhoyono sedang melakukan pengobatan di National University Hospital (NUH) Singapura, Jaang bersama isterinya Puji Setyowati pun menyempatkan membeuknya.

"Kami selaku kader sangat terpukul. Tapi kami ikhlas kepergian almarhumah. Beliau memiliki kedekatan dengan para kader dan selalu ramah juga perhatian. Setiap kali bertemu, selalu menanyakan isteri saya. Isterinya mana, apa kabar. Salam ya. Makanya waktu di Singapura, saya berdua isteri membesuknya," ucap Jaang yang juga Ketua DPD Demokrat Kaltim.

Tidak hanya itu, Wali Kota Samarinda ini, setiap bertemu dirinya, Ani-lah yang duluan menyapa. "Kalau melihat saya, bisa duluan menyapa. Beliau juga selalu salam ke teman-teman partai," kisahnya. Mewakili ketua umum Partai Demokrat SBY yang juga Presiden RI ke- 6, Jaang menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua atas perhatian dan doanya selama  almarhumah sakit. "Terimakasih juga atas ucapan dukanya dan doa-doanya, baik langsung, di media maupun di medsos," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Jaang juga minta untuk mendoakan kesehatan SBY. "Mari kita doakan bapak SBY selalu diberikan kesehatan," kata Jaang.

DUKA SELURUH RAKYAT INDONESIA
Wafatnya Bu Ani membawa duka seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali istri Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. Sejak masuk dalam jajaran kabinet RI masa pemerintah SBY hingga sekarang, Ani Yudhoyono bersama drg Layly Rahmawati memiliki kedekatan yang begitu erat. Bahkan, sudah layaknya keluarga sendiri.

“Saya kaget saat siang tadi sekitar pukul 11.45 dapat kabar dari bapak (Pak Nuh) kalau Ibu Ani sudah dipundut (dipanggil Yang Maha Esa atau meninggal),” kata Layly kepada Jawa Pos melalui telepon seluler.

Ya, sudah sejak dua hari lalu, Nuh berangkat ke Singapura untuk saling menguatkan dan mendoakan SBY. Sebab, mantan presiden ke-6 RI tersebut tidak pernah meninggalkan istrinya Ani saat dirawat di ruang intensif care unit (ICU) di RS National University Hospital (NUH). Bahkan, bukan hanya sekali. Namun, sudah lebih dari dua kali Nuh mengunjungi SBY di Singapura. “Kami sudah sangat dekat dengan bapak (SBY). Saya juga dekat sekali dengan Ibu Ani. Sudah seperti keluarga,” ujarnya.

Layly mengatakan, sangat kaget sejak Ani divonis kanker pada Februari. Ibu-ibu pejabat yang pernah dekat dengan Ani pun sama kagetnya. Sebab, istri SBY tersebut dikenal paling menjaga hidup bersih dan sehat. Mulai makanan yang dikonsumsi hingga rutin olah raga.

“Saya syok. Harapan kami beliau dapat menjalani operasi sumsum cangkok tulang,” katanya.

Menurut Layly, Ani merupakan sosok yang menginspirasi. Dia mampu menjadi istri yang menguatkan program-program SBY. Bahkan, seluruh istri menteri kabinet di era SBY didorong ikut berkiprah juga untuk memajukan Indonesia. “Yang dipikirkan beliau bukan diri sendiri, tetapi masyarakat. Mulai pendidikan, kepedulian sosial hingga penghijauan,” ujarnya.

Banyak program yang dicetuskan oleh Ani. Di antaranya Indonesia pintar, Indonesia hijau, Indonesia peduli, Indonesia sehat dan Indonesia kreatif. Sumbangsih yang diberikan Ani kepada negara sangat besar. Selain itu, ibu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono itu juga sangat disiplin dan cerdas dengan gagasan-gagasannya. “Yang sangat melekat dalam diri beliau adalah sangat peduli terhadap sesama. Baik sama orang kecil maupun pejabat, beliau selalu menyapa duluan,” kenang Layly.

Layly menceritakan, setiap ada bencana, Ani selalu mendampingi SBY mengunjungi lokasi tersebut dan berbagi kepada korban. Seluruh ibu menteri kabinet juga diajak terjun langsung mengajarkan kepedulian. “Mereka (Ani dan SBY) tidur di tenda dengan SBY. Saya ingat betul itu,” ujarnya.

Sejak M Nuh masuk dalam kabinet RI era SBY, kedekatan keluarga M Nuh dengan SBY begitu erat. Bahkan, sebelum masuk Ramadan, M Nuh pernah dipanggil SBY hanya sekadar sharing dan saling menguatkan dengan kondisi Ani yang terkena kanker. “Sejak habis masa jabatan, hubungan saya dengan beliau tetap baik. Meski jarang ketemu. Terakhir ketemu satu tahun lalu. Selanjutnya komunikasi lewat WhatsApp atau telepon,” katanya.

Layly menuturkan, saat ini masih banyak program yang digagas Ani dan berkembang hingga sekarang. Salah satunya adalah program rumah pintar. Hingga sekarang kurang lebih ada 250 rumah pintar di pelosok Indonesia. “Beliau itu kalau menggandeng pengusaha bukan untuk bisnis sendiri, tetapi untuk rakyat. Rumah pintar itu berada di pemukiman sederhana dan pelosok desa.

Tujuannya untuk membangkitkan minat baca anak-anak. Ekonomi ibu rumah tangga juga meningkat,” ujarnya.

PACITAN KEHILANGAN SOSOK PEREMPUAN PANUTAN
Meski bukan asli kelahiran kota 1001 gua, wafatnya Kristiani Herrawati atau akrab disapa Ani Yudhoyono membawa duka mendalam bagi warga Pacitan, Jatim. Sosok ramah itu menabur banyak kenangan. ’’Bu Ani jadi panutan,’’ ujar Soedjono, kakak sepupu yang mendiami rumah masa kecil SBY di Dusun, Barehan, Ploso, Pacitan ditemui Radar Madiun (1/6).

Menurutnya, Ani sosok perempuan yang ramah dan sopan. Dia mengenal pula ibunda dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudoyono (EBY) alias Ibas itu perempuan yang energik. Hampir setiap kegiatan SBY di Pacitan tidak luput dari pendampingan. ’’Setiap ada kegiatan atau perayaan di selalu ikut kemanapun Pak SBY. Tidak pernah ketinggalan,’’ beber pria pernah menjadi guru SMA SBY itu.

Ani pun disebutnya sosok perempuan yang sederhana. Selama berkunjung di Pacitan, perempuan yang memiliki hobi memotret itu tidak pernah memilih-milih makanan. Menurutnya salah satu makanan favoritnya kala mampir ke Pacitan yakni soto Pasar Minulyo. Soto ala kampung di pasar yang letaknya hanya selemparan batu dari kediaman SBY di Ploso, Pacitan. ’’Kalau temannya yang ikut kesini banyak pesen dulu, ’’ bebernya.

Selama berada di Pacitan, Ani pun selalu menyempatkan diri untuk menengok kamar tidur yang pernah ditempatinya bersama SBY sebelum pindah tugas ke Jogjakarta sekitar 30 tahun lalu. Pesan Ani dan SBY tidak banyak. Keduanya sekadar meminta agar perabotan di kamar dan rumah masa kecil SBY tidak diubah-ubah. Pasalnya rumah tersebut menjadi salah satu kenangan manis yang dimiliki keduanya. Termasuk membesarkan AHY dan Ibas saat masih anak-anak. ’’Jadi setiap kesini, yang dijujuk selalu kamar. Ada yang berubah atau tidak,’’ tambahnya.

Indra Widya Agustina, putra dari Soedjono pun merasakan sosok keibuan dari Ani Yudhoyono. Itu dikenangnya saat Indra berkunjung ke rumah SBY di Bandung. Indra yang berangkat ke rumah Om Sus –sapaan akrab SBY-  selalu dijemput oleh Ani dan AHY yang kala itu masih kecil. ’’Selalu bilang, kalau sampai, telepon tante ya. Nanti tante jemput pakai mobil putih pelat nomor 1945,’’ kenangnya.

Keakrabnya dengan Ani pun membuatnya tidak ragu untuk berkeluh kesah tentang berbagai hal. Mulai keluarga, bisnis hingga politik. Bahkan. Ani menjadi jembatannya dengan SBY. Maklum saja, kesibukan SBY mengurusi pemerintahan hingga politik tidak bisa membuatnya dengan mudah mendapat kabar dari pamannya itu. ’’Karena beliau (SBY, Red) tidak selalu memegang handphone,’’ imbuh pengusaha swasta bidang Industri di Jakarta itu.

Dengan meninggalnya Ani tersebut, Indra pun kaget. Bahkan pria yang kini menetap di Jakarta itu menyesal. Pasalnya dia belum sempat menjenguk Ani sebelum tutup usia. Padahal, Indra ingin diberi kesempatan bertemu meski sekali saja. ’’Rencananya memang setelah Lebaran ini baru berangkat ke Singapura, ’’ tuturnya.

Sedangkan adiknya, Indrata Nur Bayu Aji pun memilih kesan yang sama terhadap Ani. Pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Pacitan ini menganggap perempuan kelahiran Jogjakarta ini sebagai ibu keduanya. Salah satu yang diingatnya, dia selalu diwanti-wanti untuk selalu menjadi politikus yang memiliki idealisme. ’’Tidak harus selalu mengikuti arus. Intinya kita harus menjadi diri kita juga dan menjaga idealisme,’’ imbuh pria yang berangkat ke dunia politik bersama dengan Ibas itu.

Menurutnya kabar meninggalnya Ani Yudhoyono diketahui melalui pesan WhatsApp salah satu kerabat di Jakarta beberapa waktu sebelum digelarnya konferensi pers di televisi. Dengan kabar tersebut, keluarganya pun shock. Mereka berencana untuk hadir dalam pemakaman Ani Yudhoyono. Aji hanya bertiga bersama dua kakaknya, Indra dan Indratma Wisno Pribadi. Sementara, Soedjono ditinggal. ‘’ Bapak (Soedjono, Red) tidak diajak karena sudah sepuh, ’’ bebernya.

Selain itu, duka mendalam juga dirasakan Bupati Pacitan Indartato. Dia pun berdoa agar Ani Yudhoyono mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Pun agar keluarga, termasuk SBY diberikan kekuatan dan ketabahan. Dengan kejadian tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan itu pun berencana untuk melayat ke Cikeas. Sementara di rumah Indartato di Kelurahan Bangunsari juga digelar tahlil diikuti puluhan warga Pacitan.

’’Kami menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ibu Ani. Semoga diberikan yang terbaik oleh Allah,’’ tuturnya. (hun/odi/ota/jpnn/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 21:16

Menu Istimewa, Harga Terjangkau

SAMARINDA. Meski Lebaran telah usai, namun suasana Hari Raya Idulfitri…

Jumat, 14 Juni 2019 20:47

Jamaah Masjid Pelita Berbagi untuk Korban Banjir

SAMARINDA. Simpati dan bantuan terhadap korban banjir di Samarinda terus…

Jumat, 14 Juni 2019 20:46

Ringankan Beban, Serahkan Bantuan

SAMARINDA. Ketua Persit KCK Cabang XIV Dim 0901/Samarinda, Koorcab Rem…

Jumat, 14 Juni 2019 20:45

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan

SAMARINDA. Banjir masih mengenangi sebagian wilayah di Kota Samarinda sampai…

Jumat, 14 Juni 2019 20:45

PDAM Peduli Korban Banjir

SAMARINDA. Sejak awal kejadian banjir di Kota Tepian, PDAM Tirta…

Jumat, 14 Juni 2019 20:43

Hotel Horison Perhatikan Warga yang Kebanjiran

SAMARINDA. Banjir yang melanda Kota Samarinda telah melumpuhkan beberapa titik…

Jumat, 14 Juni 2019 20:30

Tidak Semua Hotel Mandek

USAHA Perhotelan sebenarnya dalam trend yang bagus. Sayang, musibah banjir…

Jumat, 14 Juni 2019 20:29

Bisnis Oke, CSR Jalan

BISNIS tidak melulu soal keuntungan. Setiap usaha pun harus punya…

Jumat, 14 Juni 2019 14:31

Genangan di dr Soetomo Berangsur Surut

TERGENANG sejak Minggu (9/6), banjir yang merendam kawasan dr Soetomo…

Kamis, 13 Juni 2019 21:24

Kesehatan Mental yang Mulai Terabaikan

Oleh: Ambarani Febri Diah Saputri    WORLD Health Organization (WHO) menyebutkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*