MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 22 Mei 2019 11:34
Diterjang “Air Bah” Busuk, Kebun dan Pemukiman Warga Tersapu
Tak hanya jalan utama yang diterjang banjir setinggi 40 centimeter itu, kawasan pemukiman dan perkebunan milik warga juga terendam. Tercatat satu rumah sempat terendam banjir dan 2 hektare kebun rusak.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tak ada angin, tak ada hujan, Jalan H Nusyirwan Ismail, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu (Ring Road II), mendadak banjir. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30, Selasa (21/5) kemarin itu menggemparkan pengendara dan warga sekitar. Apalagi air yang menerjang arusnya cukup deras.

Tak hanya jalan utama yang diterjang banjir setinggi 40 centimeter itu, kawasan pemukiman dan perkebunan milik warga juga terendam. Tercatat satu rumah sempat terendam banjir dan 2 hektare kebun rusak.

Usut punya usut, banjir itu rupanya diakibatkan dibukanya gorong-gorong menggunakan alat berat. Gorong-gorong itu menghubungkan salah satu lahan kaveling berbentuk kubangan yang biasa menampung air. Kubangan itu sendiri rencananya akan dibuat tambak oleh pemilik lahan.

Dari informasi yang dihimpun media ini, gorong-gorong tersebut dibuka atas desakan warga sekitar. Pasalnya, saat hujan deras melanda, permukiman di sekitar kubangan itu terendam banjir.

"Kampung kami dalam seminggu ini kerap kebanjiran, karena gorong-gorong ditutup. Untuk itu kami lapor ke RT dan ke kelurahan untuk dilakukan mediasi ke pengembang. Hasilnya sepakat untuk dibuka," kata Zarkani (43), warga Perumahan Puspita, RT 20, Blok AM.

Dampak dari dibukanya gorong-gorong itu menyebabkan permukiman warga di Kampung Minyak, RT 40 yang lokasinya juga di Jalan Nusyirwan Ismail, kebanjiran. Kawasan itu berjarak sekitar 1 Km dari kubangan tersebut.

"Biar hujan deras, tapi tidak pernah banjir. Tadi pagi air sudah di teras saya. Untung rumah saya tinggi. Jadi tidak sampai masuk," ucap Mariam (45), warga sekitar.

Warga lainnya, Siti Djanariah (38) menjelaskan, kawasan tempat tinggalnya memang daerah aliran air. Namun tidak pernah airnya sampai meluap, meski hujan deras.

Air yang mengalir pagi itu, menurutnya, memiliki aroma yang tidak sedap. Warna air juga sedikit menghitam.

"Deras airnya. Banyak yang jatuh. Airnya bau dan hitam. Karena ini airnya lama mengendap di lahan kavelingan sana," jelas Siti sambil menunjuk ke arah sumber air.

"Jalanan becek, karena jalanan tempat tinggal kami ini memang masih tanah dan batu," sambungnya.

Tidak hanya itu, perkebunan warga juga tergenang air. Terdapat kebun melati seluas 1,5 hektare dan hasil tanaman warga lainnya yang terkena imbas.

Beberapa jam kemudian atau tepatnya pukul 11.45 Wita, pihak Kecamatan Samarinda Ulu bersama kepolisian dan TNI mengambil langkah cepat untuk menanggulangi kejadian tersebut. Aparat tersebut langsung menutup kembali gorong-gorong.

PASTIKAN BUKAN BENDUNGAN

Camat Samarinda Ulu, M Fahmi menyangkal ada bendungan yang jebol. Dia menerangkan, di wilayah Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu tidak terdapat bendungan.

"Mana ada di sini bendungan. Saya juga kaget terima kabar ini," kata Fahmi.

Dia menjelaskan, air deras yang menggenangi jalan dan permukiman serta kebun itu, disebabkan karena dibukanya gorong-gorong penghalang air dari kubangan raksasa yang terdapat di RT 18.

Kubangan itu sendiri merupakan lahan kavelingan warga yang kondisinya berada di daratan rendah. Hal itulah yang mengakibatkan lahan tersebut terisi air, terlebih beberapa hari terakhir ini intensitas curah hujan cukup tinggi.

"Jadi warga di sekitar kavelingan ini keberatan kalau gorong-gorong ditutup, karena kalau hujan dampak banjirnya ke mereka. Makanya tadi pagi dibuka," imbuhnya.

Namun, dampak dibukanya gorong-gorong itu tidak diperhatikan. Sehingga menyebabkan kerugian bagi warga lainnya. Termasuk permukiman warga di Kampung Minyak, RT 40, yang berjarak sekitar 1 Km dari asal air.

"Dampaknya ke warga yang di sana. Ini bisa sampai ke Kelurahan Air Putih, Lok Bahu, termasuk kebun melati milik warga (terkena imbas banjir, Red)," ungkapnya.

Selain akan memanggil pemilik tanah kavelingan, pihaknya juga akan meminta, Dinas PUPR Kota Samarinda untuk membuat saluran keluar masuk air.

"Kami juga minta PUPR untuk buatkan saluran air yang teratur. Jangan sampai los saja ke permukiman warga. Pemilik lahan dan yang membuka gorong-gorong ini akan kami panggil juga," kata Fahmi.

Terkait dengan dibukanya gorong-gorong itu, dirinya sama sekali tidak mengetahui ada rencana membuka gorong-gorong.

"Tidak ada koordinasi. Kami juga kaget. Pihak lurah juga tidak tahu, kalau tahu seharusnya lapor saya," terang Fahmi.

Kejadian itu juga menjadi berkah bagi warga, pasalnya dengan kondisi kubangan yang telah tidak dipenuhi air, membuat warga berbondong-bondong menangkap ikan yang terdapat di kubangan tersebut.

"Ini memang mau dibuat tambak. Makanya di sekitarnya ada larangan memancing. Tapi karena kejadian ini, warga banyak yang datang ambil ikan. Memang banyak ikannya," ucap salah satu warga pengambil ikan.

DLH DAN DINAS PERTAHANAN CEK IZINNYA

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Nurrahmani mengaku belum dapat memastikan kejadian tersebut masuk dalam kategori pencemaran lingkungan atau tidak.

"Karena menurut informasi, lahan kaveling itu ada gorong-gorongnya nah, Kalau itu jebol ya itu kan hanya air. Tidak masuk pencemaran lingkungan. Tapi nanti akan kita cek," tegas Yama –sapaan akrabnya.

Sedangkan mengenai dampak lingkungan, kemungkinan besar, kata Yama, akan masuk mengganggu ke lingkungan sekitar. Termasuk tanah milik warga maupun tanaman yang berada di sekitar.

"Namun ini tidak tergolong pencemaran lingkungan. Bisa disebut dampak lingkungan. Akan kami teliti lagi apakah ada izin dampak lingkungannya," urai Yama.

Terpisah Kepala Dinas Pertanahan, Syamsul Qomari mengaku belum dapat memastikan lokasi kavelingan tanah tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari pihaknya. Atau sebaliknya, kavelingan tanah yang tak berizin.

"Ya, karena ini saya juga belum terima informasi lengkap. Tapi sebenarnya kalau dari kami, izin untuk pembukaan lahan perumahan harusnya ada izin dampak lingkungan dari DLH. Karena aktivitas pembukaan lahan pasti akan berdampak," ujar Syamsul.

Menurut sepengetahuannya, jika hanya berbentuk kavelingan saja, sebenernya dari pihak Dinas Pertanahanan tidak ada mengeluarkan izin. Kecuali peruntukannya untuk pembangunan rumah. Agar tak salah tafsir, Syamsul mengaku akan turun ke lapangan guna memastikan jebolnya tanggul yang berada di kawasan Ring Road II itu.

"Persoalan berizin atau tidak, itu akan saya cek dulu. Tapi selama ini kami pun mengeluarkan izin jika sudah mendapatkan rekomendasi DLH. Kalau tidak ada, ya tidak kami berikan izin," pungkasnya. (kis/hun/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 21:16

Menu Istimewa, Harga Terjangkau

SAMARINDA. Meski Lebaran telah usai, namun suasana Hari Raya Idulfitri…

Jumat, 14 Juni 2019 20:47

Jamaah Masjid Pelita Berbagi untuk Korban Banjir

SAMARINDA. Simpati dan bantuan terhadap korban banjir di Samarinda terus…

Jumat, 14 Juni 2019 20:46

Ringankan Beban, Serahkan Bantuan

SAMARINDA. Ketua Persit KCK Cabang XIV Dim 0901/Samarinda, Koorcab Rem…

Jumat, 14 Juni 2019 20:45

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan

SAMARINDA. Banjir masih mengenangi sebagian wilayah di Kota Samarinda sampai…

Jumat, 14 Juni 2019 20:45

PDAM Peduli Korban Banjir

SAMARINDA. Sejak awal kejadian banjir di Kota Tepian, PDAM Tirta…

Jumat, 14 Juni 2019 20:43

Hotel Horison Perhatikan Warga yang Kebanjiran

SAMARINDA. Banjir yang melanda Kota Samarinda telah melumpuhkan beberapa titik…

Jumat, 14 Juni 2019 20:30

Tidak Semua Hotel Mandek

USAHA Perhotelan sebenarnya dalam trend yang bagus. Sayang, musibah banjir…

Jumat, 14 Juni 2019 20:29

Bisnis Oke, CSR Jalan

BISNIS tidak melulu soal keuntungan. Setiap usaha pun harus punya…

Jumat, 14 Juni 2019 14:31

Genangan di dr Soetomo Berangsur Surut

TERGENANG sejak Minggu (9/6), banjir yang merendam kawasan dr Soetomo…

Kamis, 13 Juni 2019 21:24

Kesehatan Mental yang Mulai Terabaikan

Oleh: Ambarani Febri Diah Saputri    WORLD Health Organization (WHO) menyebutkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*