MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 22 Mei 2019 11:29
Gelembungkan Suara, PPK Bisa Tersangka

Tindak Pidana Pemilu, Bawaslu Laporkan ke Polisi

Imam Sutanto

PROKAL.CO, SAMARINDA. Setelah melalui proses penyelidikan, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) memutuskan kasus dugaan penggelembungan suara di Kecamatan Loa Janan Ilir naik ke tahap penyidikan.

Lima Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK) di Loa Janan Ilir Resmi dilaporkan ke Polresta Samarinda, Selasa (21/5) kemarin.

Kasus ini berawal saat pleno rekapitulasi tingkat kecamatan pada 1 Mei lalu. Sesaat setelah pengumuman hasil pleno rekapitulasi tingkat kecamatan, saksi partai Gerindra caleg nomor 5 atas nama Elnathan Pasambe Dapil 2 (Samarinda Seberang, Palaran, LJI) menemukan ketidaksesuaian antara angka di kelurahan (DAA1) dan kecamatan (DA1).

Seketika saksi itu menyampaikan protes. Awalnya PPK sempat menolak merubah. Namun, karena desakan massa Gerindra makin banyak, akhirnya Panwaslu Kecamatan Loa Janan Ilir menerbitkan rekomendasi untuk menghitung ulang berdasarkan plano kelurahan.

Setelah dibuka, ternyata benar. Data kelurahan (DAA1) tidak sesuai dengan kecamatan (DA1). Suara Elnathan Pasambe diduga dialihkan ke Mujiyanto, caleg Gerindra nomor urut 2. Akhirnya pleno direvisi. Dikembalikan seperti semula sesuai hasil dari kelurahan.

Komisioner Bawaslu Samarinda, Imam Sutanto mengatakan, pihkanya telah membahas masalah ini di Gakkumdu. Disimpulkan dinyatakan terpenuhi unsur tindak pidananya.

Penggelembungan suara diduga dilakukan Ketua PPK Loa Janan Ilir Ahmad Noval dan 4 anggota lainnya. Kelimanya diduga merubah hasil rekapitulasi tingkat kelurahan (PPS) untuk disahkan ke kecamatan.

"Kami sudah klarifikasi sejumlah saksi. Kami sudah bahas dua kali di Gakkumdu. Karena yakin terpenuhi unsur pelanggaran, kami teruskan ke penyidikan. Makanya kami buat LP (laporan) resmi ke Polresta Samarinda," ungkapnya.

Dengan laporan tersebut, selanjutnya polisi akan menyidik kasus ini. Kemungkinan akan ada tersangka. Noval Cs diduga melanggar Pasal 505 dan 551 UU 7/2017 tentang Pemilu dengan ancaman 1 hingga 2 tahun penjara denda Rp 12-24 juta.

Ahmad Noval saat dikonfirmasi Sapos tidak merespons hingga berita ini diturunkan. Beberapa kali dihubungi via selular juga tidak bisa.

Sebelumnya, pada edisi 3 Mei lalu, Sapos telah memberitakan masalah tersebut. Saat itu, kepada Sapos, Noval mengatakan, kasus tersebut terjadi tengah malam saat kondisi fisik petugas sedang tidak prima. Alhasil, petugas pun keliru dalam membacakan hasil rekapitulasi.

"Lagi pula kekeliruan itu tidak hanya di satu partai. Tapi tiga partai," kata Noval saat dikonfirmasi kala itu.

Keterangan Noval dibenarkan Komisioner Bawaslu Samarinda, Muhaimin yang mengawasi jalannya rekapitulasi ulang tersebut.

"PPK bilang mustahil bermain-main. Karena kekeliruan bukan di satu partai saja. Tapi tiga. Jadi dugaan sementara kami ini karena persoalan teknis saja," tegas Muhaimin.

Dari penulusuran Sapos, pada proses perhitungan di PPK Loa Janan Ilir memang sempat terjadi keributan. Peristiwa itu terjadi Kamis 2/5) dini hari.

Keributan tersebut pun baru terdengar pada pagi harinya oleh Bawaslu Samarinda. Rumor yang berkembang salah satu caleg Gerindra suaranya berkurang hingga 400.

"Waktu di KPPS dan dibawa ke sini (PPK) suaranya berbeda. Jomplang sampai 400-an suara," ucap salah seorang sumber di lokasi kejadian yang enggan disebutkan identitasnya.

Untuk mendapatkan informasi dan penelusuran, Panwascam dan Bawaslu Samarinda mendatangi kantor Camat Loa Janan Ilir di Jalan HAMM Rifaddin yang menjadi tempat rekapitulasi.

Hasil mediasi Bawaslu disepakati dilakukan rekapitulasi ulang suara untuk lima kelurahan di Loa Janan Ilir, yaitu: Rapak Dalam, Harapan Baru, Sengkotek, Simpang Tiga dan Tani Aman.

Masih dari informasi yang beredar di lapangan, kasus Gerindra memang lebih hot karena pergeseran suara tersebut berakibat pada perebutan kursi. Dari hitungan sementara, Gerindra diprediksi mendapatkan dua kursi di dapil tersebut.

Sementar itu, masalah di PDIP dan PAN tidak begitu “menarik” karena pergeseran suara tidak sampai pada perubahan pemilik kursi dari masing-masing partai.

Di dapil ini memperebutkan 10 kursi. Dari perhitungan sementara berdasarkan data dari Pleno KPU Samarinda, 10 kursi tersebut masing-masing diraih: Gerindra (dua kursi), PDIP, Golkar, PAN, PPP, PKB, NasDem, Demokrat dan PKS. (zak/nha)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 13:19
BMKG Beri Peringatan Dini

Mulai Surut, Hujan Deras Masih Menghantui

SAMARINDA. Hujan deras masih akan mengguyur Samarinda dan sekitarnya. Kendati…

Sabtu, 15 Juni 2019 17:11

Mayat Dikarungi, Dibuang ke Sungai

  TENGGARONG. Gara-gara ketagihan berjudi, membuat Ikhsan Fatkhulloh alias Ikhsan…

Sabtu, 15 Juni 2019 17:05

Rumah Korban Banjir Terbakar

SAMARINDA. Kisah memilukan dialami warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara,…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:59

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Meski banjir mulai surut, namun hingga Jumat (14/6) kemarin, Pemkot…

Jumat, 14 Juni 2019 16:19

Balita Korban Banjir Alami Jantung Bocor

Nyaris sepekan banjir merendam beberapa wilayah Samarinda. Penyisiran yang dilakukan…

Jumat, 14 Juni 2019 14:21

TABRAKAN MENGERIKAN..!! Avanza Masuk Kolong Truk, Sopir Terjepit

SANGATTA. Kecelakaan mengerikan terjadi di jalan poros Bontang-Sangatta. Tepatnya di…

Jumat, 14 Juni 2019 14:19

Getaran Berujung Penangkapan

SAMARINDA. Tomy Syahmani baru saja menghirup udara bebas dua bulan…

Kamis, 13 Juni 2019 17:04

Tubuh Istri Purnawirawan Membusuk

 SAMARINDA. Di tengah perhatian warga Kota Tepian tertuju pada musibah…

Kamis, 13 Juni 2019 16:57

Maling Beraksi di Lokasi Banjir

SAMARINDA. Dampak dari banjir di Samarinda sejak sepekan terakhir mulai…

Rabu, 12 Juni 2019 15:11

Berkeliarannya Buaya, Piton, dan Kobra di Tengah Banjir Samarinda

Air bah membawa ular dan buaya ke tengah jalan, kompleks…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*